Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.143 views

Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

KELANGKAAN beberapa komoditi pangan selalu turut mewarnai datangnya bulan suci Ramadhan. Label sebagai negeri agraria ternyata tidak menjamin negeri ini lepas dari problematika pangan. Harga-harga meroket di tengah semakin banyaknya permintaan. Tentunya hal ini tidak lepas dari lesunya peran kebijakan pemerintah hingga kondisi ini berlangsung dari tahun ketahun, rezim ke rezim. Kebijakan ala liberal-kapitalis memang masih dipegang teguh oleh pemerintahan saat ini.

Sistem perekonomian/ tata ekonomi liberal-kapitalis merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam perekonomian liberal-kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya, serta semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas. Prinsip inilah yang sebenarnya menjadi sumber kesengsaraan rakyat. Dimana, kesejahteraan hanya berpihak pada segelintir orang yang memiliki modal dan kekuatan besar, sedangkan masyarakat lainnya yang tidak memiliki semua itu pada akhirnya akan tercekik.

Peran pemerintah pada sistem ekonomi ini sangat minim di atas prinsip “pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi”. Sehingga pemerintah hanya mengeluarkan kebijakan yang seolah hanya membereskan kekacauan yang ditimbulkan. Seperti yang terjadi pada Bulan Ramadhan 1440 Hijriah tahun ini. Awal Ramadhan, kita sudah disuguhkan berita tentang menjulangnya harga komoditi bawang putih. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Selasa (7/5) mencatat, rata-rata harga bawang putih nasional mencapai Rp63.900 per kilogram (kg).

DKI Jakarta, harga bawang putih sudah tercatat Rp87.500 per kg. Harga bawang putih di beberapa daerah bahkan ada yang sudah menyentuh Rp100 ribu.  Kondisi ini terbilang miris lantaran harga bawang putih meroket drastis dalam sebulan terakhir. Pada 15 April 2019, rata-rata harga bawang putih nasional ada di angka Rp41.800 per kg. Bahkan, di awal April lalu, rata-rata harga bawang putih nasional sempat berada di kisaran Rp34.950 per kg.

Demi merespons tingginya harga bawang putih yang tak masuk akal, pemerintah memutuskan untuk mengimpor 100 ribu ton bawang putih yang seharusnya masuk pada bulan lalu. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap kebijakan ini bisa membawa harga bawang putih ke angka Rp25 ribu per kg. Namun, kebijakan impor yang seolah-olah menjadi solusi, ternyata malah menjadi pangkal masalah tingginya harga bawang putih.

Ketua Umum Asosiasi Hortikultura Nasional Anton Muslim Arbi berpendapat meroketnya harga bawang putih bukan disebabkan karena mekanisme permintaan dan penawaran semata. Apalagi, menurut dia, banyak hal yang janggal terkait pemenuhan suplai bawang putih melalui impor. Pertama, SPI impor bawang putih yang terkesan diperlambat. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, RIPH dari Kementan sudah ada yang terbit pada kuartal I, sehingga impor bawang putih bisa segera dilakukan.

Kedua, adalah disparitas harga bawang putih yang terkesan tak merata. Memang, saat ini sebagian impor bawang putih dari China sudah mendarat. Ia sendiri mendapat laporan dari Kementan bahwa harga bawang putih di beberapa pasar induk sudah turun ke angka Rp29 ribu per kg. Namun, di waktu yang bersamaan, ia juga mendapat laporan dari beberapa titik eceran di Jawa Barat bahwa harga bawang putih malah mencapai Rp100 ribu per kg. Dugaan Anton kian kuat lantaran secara tren, pertumbuhan konsumsi bawang putih menjelang ramadan tidak begitu kuat. Sehingga, ia menuding ada oknum yang sengaja mengatur stok bawang putih di beberapa titik. Kemudian, oknum tersebut juga memanfaatkan situasi, yakni masa-masa menjelang ramadan.

Kejanggalan-kejanggalan yang begitu kental akan kecurangan oknum-oknum tertentu yang membuat langkanya komoditi ini, harusnya segera dituntaskan oleh negara hingga ke akar-akarnya. Oknum-oknum yang melenggang bebas mengambil keuntungan sebesar-besarnya sehingga merugikan rakyat pun perlu ditindaklanjuti. Namun, hingga sekarang belum ada pemberitaan yang menguak penyelesaian akan kejanggalan dan kecurangan ini. Pemerintah hanya sibuk mengatasi dengan mengimpor bawang putih besar-besaran. Dan sudah dapat dipastikan, lagi-lagi yang memperoleh keuntungan materi adalah para pemilik modal itu sendiri. Dengan demikian, telah nyata bahwa sistem ekonomi liberal-kapitalis yang diterapkan semakin menyuburkan tindak kecurangan semacam ini.

Sebagai sebuah agama yang sempurna, Islam memiliki konsep dan visi dalam mewujudkan ketahanan pangan. Islam memandang pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang wajib dipenuhi per individu. Seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah kelak bila ada satu saja dari rakyatnya yang menderita kelaparan.

Syariah Islam juga sangat menaruh perhatian pada upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan. Dalam Islam, tanah-tanah mati yaitu tanah yang tidak tampak adanya bekas-bekas tanah itu diproduktifkan, bisa dihidupkan oleh siapa saja baik dengan cara memagarinya dengan maksud untuk memproduktifkannya atau menanaminya dan tanah itu menjadi milik orang yang menghidupkannya itu. Rasul bersabda; “Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya”. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud).

Selanjutnya, siapapun yang memiliki tanah baik dari menghidupkan tanah mati atau dari warisan, membeli, hibah, dsb, jika ia telantarkan tiga tahun berturut-turut maka hak kepemilikannya atas tanah itu hilang. Selanjutnya tanah yang ditelantarkan pemiliknya tiga tahun berturut-turut itu diambil oleh negara dan didistribusikan kepada individu rakyat yang mampu mengolahnya, tentu dengan memperhatikan keseimbangan ekonomi dan pemerataan secara adil. Sehingga ketersediaan barang akan berusaha dipenuhi dari dalam negeri itu sendiri tanpa perlu bergantung pada impor.

Syariah Islam juga menjamin terlaksananya mekanisme pasar yang baik. Jika kenaikan harga barang itu terjadi, karena faktor supplay yang kurang, sementara demand-nya besar, maka agar harga barang tersebut bisa turun dan normal, negara bisa melakukan intervensi pasar dengan menambah supplay barang. Cara ini jelas tidak merusak pasar. Justru sebaliknya, menjadikan pasar tetap selalu dalam kondisi stabil. Kondisi ini bisa terjadi, karena boleh jadi di suatu wilayah telah mengalami krisis, bisa karena faktor kekeringan atau penyakit, yang mengakibatkan produksi barangnya berkurang. Akibatnya, supplay barang-barang di wilayah tersebut berkurang. Untuk mengatasi hal ini, negara bisa menyuplai wilayah tersebut dengan barang-barang yang dibutuhkan dari wilayah lain. Kebijakan seperti ini pernah dilakukan oleh Umar, ketika wilayah Syam mengalami wabah penyakit, sehingga produksinya berkurang, lalu kebutuhan barang di wilayah tersebut disuplai dari Irak.

Namun, jika kenaikan barang tersebut terjadi, karena supplay yang kurang, akibat terjadinya aksi penimbunan (ihtikar) barang oleh para pedagang, maka negara juga harus melakukan intervensi dengan menjatuhkan sanksi kepada pelaku penimbunan barang. Sanksi dalam bentuk ta’zir, sekaligus kewajiban untuk menjual barang yang ditimbunnya ke pasar. Dengan begitu, supplay barang tersebut akan normal kembali. Serta jika kenaikan barang tersebut terjadi, bukan karena faktor supplay and demand, tetapi karena penipuan harga (ghaban fakhisy) terhadap pembeli atau penjual yang sama-sama tidak mengetahui harga pasar, maka pelakunya juga bisa dikenai sanksi ta’zir, disertai dengan hak khiyar kepada korban. Korban bisa membatalkan transaksi jual-belinya, bisa juga dilanjutkan.

Praktik pengendalian suplai pernah dicontohkan oleh Umar bin al-Khaththab ra. Pada waktu tahun paceklik dan Hijaz dilanda kekeringan, Umar bin al-Khaththab ra menulis surat kepada walinya di Mesir Amru bin al-‘Ash tentang kondisi pangan di Madinah dan memerintahkannya untuk mengirimkan pasokan. Lalu Amru membalas surat tersebut, “saya akan mengirimkan unta-unta yang penuh muatan bahan makanan, yang “kepalanya” ada di hadapan Anda (di Madinah) dan dan ekornya masih di hadapan saya (Mesir) dan aku lagi mencari jalan untuk mengangkutnya dari laut”.

Demikianlah konsep dan nilai-nilai syariah Islam memberikan kontribusi pada penyelesaian masalah pangan. Konsep tersebut tentu baru dapat dirasakan kemaslahatannya dan menjadi rahmatan lil alamin bila ada institusi negara yang melaksanakannya. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mengingatkan pemerintah akan kewajiban mereka dalam melayani urusan umat, termasuk persoalan pangan dengan menerapkan syariah yang bersumber dari Allah SWT, pencipta manusia dan seluruh alam raya. Wallahu ‘alam.*

Inas Amatullah Musayyadah

Pelajar SMA Mujahidin Surabaya Kelas XII

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Jum'at, 23 Aug 2019 01:44

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 22:03

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Kamis, 22 Aug 2019 21:59

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 21:55

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Kamis, 22 Aug 2019 21:45

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

Kamis, 22 Aug 2019 21:15

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Kamis, 22 Aug 2019 18:22

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 17:50

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

Kamis, 22 Aug 2019 17:43

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Kamis, 22 Aug 2019 17:08

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

Kamis, 22 Aug 2019 17:00

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 16:37

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Kamis, 22 Aug 2019 16:29

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Kamis, 22 Aug 2019 15:15

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Kamis, 22 Aug 2019 15:00

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Kamis, 22 Aug 2019 14:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X