Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.438 views

Film KTI, Wujud Seni Kebebasan dalam Sistem Sekuler?

Oleh : Miranda Anugrah Usman 

Industri perfilman kembali menjadi alat menggaungkan kehadiran kaum eljibiti.  Setelah tayang pada tanggal 18 April yang lalu, film Kucumbu Tubuh Indahku (KTI) ini menuai banyak kontroversi. Bagaimana tidak, beberapa adegan dalam film garapan sutradara Garin Nugroho ini menampilkan kisah seorang pria yang jelas-jelas telah melabrak kodratnya.

Dikisahkan bahwa pemeran utama dalam film ini adalah seorang laki-laki yang berprofesi sebagai penari tradisional yang hampir punah, yaitu tari Lengger Lanang. Dimana penari dalam tarian itu merupakan kaum pria yang berdandan seolah-olah dirinya adalah wanita.  Tarian ini merupakan salah satu seni tari asal banyumas dan kabarnya sudah ada sejak zaman majapahit.

Mengangkat tema tentang kisah cinta sejenis penari ini, mengakibatkan terjadinya kontroversi di masyarakat. Sejak penayangan perdananya, telah muncul setidaknya dua petisi yang menolak penayangan film ini. Bahkan walikota Depok telah mengeluarkan surat perintah untuk menolak penayangan film ini di bioskop-bioskop daerah Depok. Namun demikian, masih ada juga pihak-pihak yang mendukung penayangan film ini. Tentu saja dukungan itu datang dari para pro eljibiti.

Sistem Sekuler dan Kebebasan Kaum Pelangi

Melihat kasus ini, sangatlah jelas bahwa sistem sekulerisme telah memberikan kebebasan sebesar-besarnya kepada seseorang, bahkan jika hal itu adalah sesuatu yang melanggar kodrat dan keimananya. Sistem rusak ini telah menghalalkan segala sesuatu yang di murkai Allah SWT dengan mengatasnamakan HAM. Sehingga seseorang akan merasa bebas melakukan apa saja walaupun hal itu tidak sesuai dengan ajaran agama bahkan melawan fitrahnya, asalkan telah mengantongi izin HAM.

Tidak adanya kontrol negara secara totalitas dalam penayangan film-film Indonesia ini telah menjadi bukti bahwa sistem ini tidak becus dalam mengurus kesiapan mental para generasi muda. Karena tentu saja film-film seperti di atas akan membidik para remaja yang diibaratkan sebagai gelas kosong. Mereka belum mengetahui jati dirinya sehingga akan lebih mudah terpengaruh dengan adanya film-film yang mengandung unsur eljibiti ini.

Sangat jelaslah bahwa dalam sistem yang rusak ini, segala sesuatu dapat menjadi media untuk merusak generasi. Dengan adanya pemberian hak dan kebebasan sebesar-besarnya itulah, yang menimbulkan timbulnya kelompok-kelompok yang sudah tidak malu lagi melabrak syariat bahkan melenceng dari kodrat aslinya.

Menjadi bagian dari kelompok eljibiti ini bukanlah sesuatu yang dianggap tabu lagi. Bahkan para orang tua saat ini malah terbawa arus dengan melatih anak mereka sebagai seorang gay sedari kecil. Mereka menganggap sikap kemayu anak lelakinya hanyalah sebagai bahan lelucon semata tanpa memikirkan masa depan yang akan terus membayangi jika tak dikontrol sejak dini.

Islam dan seni                                  

Dalam Islam, seni bukanlah sesuatu hal yang dilarang asalkan sesuai dengan syariat. Keberadaan seni perfilman itu seharusnya menjadi media untuk berdakwah dan mengajak kembali kepada kebenaran, bukan sebaliknya.

Dengan kemajuan iptek dan teknologi, maka media untuk berdakwah dan menyampaikan kebaikan pun harus terus di upgrade. Karena para remaja saat ini senang dengan kegiatan menonton film, maka industri perfilman pun harus dikuasai oleh para pendakwah Islam. Sehingga akan tertutuplah kesempatan para perusak generasi untuk menguasai pemikiran remaja dari hal-hal yang menyesatkan yakni menyebarluaskan gaya hidup bebas dan jelas bertentangan dengan syariat Islam.

Untuk itu, sangat diperlukan peran negara dalam hal ini pemerintah untuk dapat mengabulkan hal tersebut. Jika pemerintah sudah dapat menyortir dengan baik apa yang menjadi konsumsi para remaja, maka tidak akan menjadi kekhawatiran bersama lagi anak-anak kita menjadi korban dari pefileman yang mengandung unsur sara dan eljibiti.

Dan tentunya pemerintah yang demikian itu hanya akan kita temui apabila sistem sekuler yang rusak ini telah tergantikan dengan sistem Islam yang mulia. Apabila sistem Islam telah diterapkan secara kaffah (keseluruhan) baik dalam kehidupan keseharian maupun dalam bernegara, maka tidak akan kita jumpai lagi pemerintahan yang meloloskan uji sensor film yang mengandung gaya hidup bebas, hedonism, dan pemikiran-pemikiran sesat lainnya. Wallahu’alam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Halu oleo.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Surat Terbuka untuk Bu Suk yang Beropini Busuk

Surat Terbuka untuk Bu Suk yang Beropini Busuk

Rabu, 20 Nov 2019 21:25

Israel tangkap 745 Anak-anak Palestina Sejak Awal 2019

Israel tangkap 745 Anak-anak Palestina Sejak Awal 2019

Rabu, 20 Nov 2019 21:15

Mufida: Kartu Pra Kerja Jangan Miss Leading dan Salah Sasaran

Mufida: Kartu Pra Kerja Jangan Miss Leading dan Salah Sasaran

Rabu, 20 Nov 2019 20:46

Inilah 8 Hal Penting Persiapan Nikah, Bukan Sertifikat

Inilah 8 Hal Penting Persiapan Nikah, Bukan Sertifikat

Rabu, 20 Nov 2019 20:44

Kejagung Upayakan Aset First Travel Dikembalikan ke Calon Jamaah, Fahira: Langkah Tepat

Kejagung Upayakan Aset First Travel Dikembalikan ke Calon Jamaah, Fahira: Langkah Tepat

Rabu, 20 Nov 2019 19:41

Tampaknya Sukmawati Belum Selesai dengan Islam

Tampaknya Sukmawati Belum Selesai dengan Islam

Rabu, 20 Nov 2019 12:05

Pengacara Harap MUI Undang Sukmawati untuk Klarifikasi, Anwar Abbas: Tak Usah

Pengacara Harap MUI Undang Sukmawati untuk Klarifikasi, Anwar Abbas: Tak Usah

Rabu, 20 Nov 2019 11:29

PKS Minta Pemerintah Tunda Naikan Tarif Listrik

PKS Minta Pemerintah Tunda Naikan Tarif Listrik

Rabu, 20 Nov 2019 10:56

Hak Anak dalam Islam

Hak Anak dalam Islam

Selasa, 19 Nov 2019 19:31

Tanah Airku Rusak karena Kemaksiatan

Tanah Airku Rusak karena Kemaksiatan

Selasa, 19 Nov 2019 18:43

Kapitalisme Menggerus Naluri  Keibuan

Kapitalisme Menggerus Naluri Keibuan

Selasa, 19 Nov 2019 17:45

Menyoal Sertifikasi Perkawinan

Menyoal Sertifikasi Perkawinan

Selasa, 19 Nov 2019 16:39

Menakar Substansi Sertifikat Nikah

Menakar Substansi Sertifikat Nikah

Selasa, 19 Nov 2019 15:53

Bershalawat Sebelum Adzan, Adakah Dalilnya?

Bershalawat Sebelum Adzan, Adakah Dalilnya?

Selasa, 19 Nov 2019 15:00

Kampung Isinya Cuma 20 Orang, Tapi Terima Dana Desa Rp 1 Miliar

Kampung Isinya Cuma 20 Orang, Tapi Terima Dana Desa Rp 1 Miliar

Selasa, 19 Nov 2019 14:42

Fenomena Generasi Z

Fenomena Generasi Z

Selasa, 19 Nov 2019 13:24

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies

Selasa, 19 Nov 2019 13:06

GPII Minta PBB Beri Sanksi Israel

GPII Minta PBB Beri Sanksi Israel

Selasa, 19 Nov 2019 12:50

3 Pilot Rezim Assad Tewas Saat Bom Barel yang Dimuat di Helikopter Meledak

3 Pilot Rezim Assad Tewas Saat Bom Barel yang Dimuat di Helikopter Meledak

Selasa, 19 Nov 2019 11:45

Politisi PDIP Minta Kasus Sukmawati Tak Diperpanjang, Wasekjen MUI: Enak Saja

Politisi PDIP Minta Kasus Sukmawati Tak Diperpanjang, Wasekjen MUI: Enak Saja

Selasa, 19 Nov 2019 11:26


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 18/11/2019 16:36

Pendidikan Agama yang Tersandera