Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.754 views

Film KTI, Wujud Seni Kebebasan dalam Sistem Sekuler?

Oleh : Miranda Anugrah Usman 

Industri perfilman kembali menjadi alat menggaungkan kehadiran kaum eljibiti.  Setelah tayang pada tanggal 18 April yang lalu, film Kucumbu Tubuh Indahku (KTI) ini menuai banyak kontroversi. Bagaimana tidak, beberapa adegan dalam film garapan sutradara Garin Nugroho ini menampilkan kisah seorang pria yang jelas-jelas telah melabrak kodratnya.

Dikisahkan bahwa pemeran utama dalam film ini adalah seorang laki-laki yang berprofesi sebagai penari tradisional yang hampir punah, yaitu tari Lengger Lanang. Dimana penari dalam tarian itu merupakan kaum pria yang berdandan seolah-olah dirinya adalah wanita.  Tarian ini merupakan salah satu seni tari asal banyumas dan kabarnya sudah ada sejak zaman majapahit.

Mengangkat tema tentang kisah cinta sejenis penari ini, mengakibatkan terjadinya kontroversi di masyarakat. Sejak penayangan perdananya, telah muncul setidaknya dua petisi yang menolak penayangan film ini. Bahkan walikota Depok telah mengeluarkan surat perintah untuk menolak penayangan film ini di bioskop-bioskop daerah Depok. Namun demikian, masih ada juga pihak-pihak yang mendukung penayangan film ini. Tentu saja dukungan itu datang dari para pro eljibiti.

Sistem Sekuler dan Kebebasan Kaum Pelangi

Melihat kasus ini, sangatlah jelas bahwa sistem sekulerisme telah memberikan kebebasan sebesar-besarnya kepada seseorang, bahkan jika hal itu adalah sesuatu yang melanggar kodrat dan keimananya. Sistem rusak ini telah menghalalkan segala sesuatu yang di murkai Allah SWT dengan mengatasnamakan HAM. Sehingga seseorang akan merasa bebas melakukan apa saja walaupun hal itu tidak sesuai dengan ajaran agama bahkan melawan fitrahnya, asalkan telah mengantongi izin HAM.

Tidak adanya kontrol negara secara totalitas dalam penayangan film-film Indonesia ini telah menjadi bukti bahwa sistem ini tidak becus dalam mengurus kesiapan mental para generasi muda. Karena tentu saja film-film seperti di atas akan membidik para remaja yang diibaratkan sebagai gelas kosong. Mereka belum mengetahui jati dirinya sehingga akan lebih mudah terpengaruh dengan adanya film-film yang mengandung unsur eljibiti ini.

Sangat jelaslah bahwa dalam sistem yang rusak ini, segala sesuatu dapat menjadi media untuk merusak generasi. Dengan adanya pemberian hak dan kebebasan sebesar-besarnya itulah, yang menimbulkan timbulnya kelompok-kelompok yang sudah tidak malu lagi melabrak syariat bahkan melenceng dari kodrat aslinya.

Menjadi bagian dari kelompok eljibiti ini bukanlah sesuatu yang dianggap tabu lagi. Bahkan para orang tua saat ini malah terbawa arus dengan melatih anak mereka sebagai seorang gay sedari kecil. Mereka menganggap sikap kemayu anak lelakinya hanyalah sebagai bahan lelucon semata tanpa memikirkan masa depan yang akan terus membayangi jika tak dikontrol sejak dini.

Islam dan seni                                  

Dalam Islam, seni bukanlah sesuatu hal yang dilarang asalkan sesuai dengan syariat. Keberadaan seni perfilman itu seharusnya menjadi media untuk berdakwah dan mengajak kembali kepada kebenaran, bukan sebaliknya.

Dengan kemajuan iptek dan teknologi, maka media untuk berdakwah dan menyampaikan kebaikan pun harus terus di upgrade. Karena para remaja saat ini senang dengan kegiatan menonton film, maka industri perfilman pun harus dikuasai oleh para pendakwah Islam. Sehingga akan tertutuplah kesempatan para perusak generasi untuk menguasai pemikiran remaja dari hal-hal yang menyesatkan yakni menyebarluaskan gaya hidup bebas dan jelas bertentangan dengan syariat Islam.

Untuk itu, sangat diperlukan peran negara dalam hal ini pemerintah untuk dapat mengabulkan hal tersebut. Jika pemerintah sudah dapat menyortir dengan baik apa yang menjadi konsumsi para remaja, maka tidak akan menjadi kekhawatiran bersama lagi anak-anak kita menjadi korban dari pefileman yang mengandung unsur sara dan eljibiti.

Dan tentunya pemerintah yang demikian itu hanya akan kita temui apabila sistem sekuler yang rusak ini telah tergantikan dengan sistem Islam yang mulia. Apabila sistem Islam telah diterapkan secara kaffah (keseluruhan) baik dalam kehidupan keseharian maupun dalam bernegara, maka tidak akan kita jumpai lagi pemerintahan yang meloloskan uji sensor film yang mengandung gaya hidup bebas, hedonism, dan pemikiran-pemikiran sesat lainnya. Wallahu’alam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Halu oleo.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Latest News
Busana Cermin Takwa

Busana Cermin Takwa

Senin, 17 Jun 2019 23:57

Sepenggal Kisah Keutamaan Ali bin Abi Thalib

Sepenggal Kisah Keutamaan Ali bin Abi Thalib

Senin, 17 Jun 2019 22:42

Warga Palestina di Gaza Terima Bantuan Keuangan Baru dari Qatar

Warga Palestina di Gaza Terima Bantuan Keuangan Baru dari Qatar

Senin, 17 Jun 2019 22:30

Bloger Pakistan Dibunuh karena Berbicara Menentang Proyek Ekspansionisme Syi'ah Iran

Bloger Pakistan Dibunuh karena Berbicara Menentang Proyek Ekspansionisme Syi'ah Iran

Senin, 17 Jun 2019 22:04

OBOR: Jebakan Cina Mendigdaya Perekonomian Dunia

OBOR: Jebakan Cina Mendigdaya Perekonomian Dunia

Senin, 17 Jun 2019 21:39

Prabowo dan Kiblat Bangsa

Prabowo dan Kiblat Bangsa

Senin, 17 Jun 2019 20:56

MK Bukan Final

MK Bukan Final

Senin, 17 Jun 2019 20:53

Ada yang Gerah Indonesia Dapat Pemimpin Saleh?

Ada yang Gerah Indonesia Dapat Pemimpin Saleh?

Senin, 17 Jun 2019 20:01

Ikuti Jejak NU dan Muhammadiyah, Persis Segera Produksi Film Layar Lebar

Ikuti Jejak NU dan Muhammadiyah, Persis Segera Produksi Film Layar Lebar

Senin, 17 Jun 2019 18:49

Pencermatan Ka’ban Pascasidang MK

Pencermatan Ka’ban Pascasidang MK

Senin, 17 Jun 2019 18:01

Fenomena Pembubaran Kajian

Fenomena Pembubaran Kajian

Senin, 17 Jun 2019 16:01

Apresiasi untuk (Ketua) MK

Apresiasi untuk (Ketua) MK

Senin, 17 Jun 2019 16:01

Liga Arab Desak Militer Sudan Segera Serahkan Kekuasaan ke Sipil

Liga Arab Desak Militer Sudan Segera Serahkan Kekuasaan ke Sipil

Senin, 17 Jun 2019 15:58

Istri PM Israel Dihukum karena Salahgunakan Dana Publik

Istri PM Israel Dihukum karena Salahgunakan Dana Publik

Senin, 17 Jun 2019 15:32

Israel Miliki Hampir 100 Hulu Ledak Nuklir

Israel Miliki Hampir 100 Hulu Ledak Nuklir

Senin, 17 Jun 2019 15:19

Halal bi Halal Salimah bersama Majelis Taklim dan Aa Gym

Halal bi Halal Salimah bersama Majelis Taklim dan Aa Gym

Senin, 17 Jun 2019 15:08

LPSK Siap Beri Perlindungan Para Saksi dan Ahli Sidang Sengketa Pilpres di MK

LPSK Siap Beri Perlindungan Para Saksi dan Ahli Sidang Sengketa Pilpres di MK

Senin, 17 Jun 2019 14:03

Ketika Hehamahua Sudah Teriak Moral, Dimana Tokoh yang Lain?

Ketika Hehamahua Sudah Teriak Moral, Dimana Tokoh yang Lain?

Senin, 17 Jun 2019 10:50

Militer Mali Klaim Pasukan Prancis dan Mali Tewaskan 20 Jihadis dalam Operasi di Akabar

Militer Mali Klaim Pasukan Prancis dan Mali Tewaskan 20 Jihadis dalam Operasi di Akabar

Ahad, 16 Jun 2019 22:45

50 Tahanan Palestina Lakukan Upaya Mogok Makan Baru di Penjara Israel

50 Tahanan Palestina Lakukan Upaya Mogok Makan Baru di Penjara Israel

Ahad, 16 Jun 2019 22:35


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 15/06/2019 23:00

True Love?