Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.882 views

Generasi Milenial, Target Global Industri Digital?

Oleh : Novia Listiani  

 

"Bumi berputar zaman beredar." Begitulah peribahasa yang menggambarkan keadaan zaman yang selalu mengalami perubahan dan kemajuan, terutama dalam bidang industri. Dunia kini dalam pusaran revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan adanya sistem produksi dengan memanfaatkan teknologi dan big data.

Itulah yang sedang terjadi pada zaman ini. Industri digital yang marak adalah salah satu hasil dari revolusi industri 4.0. Industri digital merupakan lahan baru bagi pebisnis untuk meraih pundi rupiah yang melimpah. Tak ayal para pemilik modal berlomba untuk mengembangkan industri ini. Bahkan industri digital dinilai sangat berpotensi untuk memajukan perekonomian negara. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, bahwa potensi industri digital di Indonesia sebesar 130 miliar dollar AS pada tahun 2020 (Kominfo.go.id).

Selanjutnya, industri digital akan terus berkembang karena dinilai sangat menguntungkan. Seperti yang dilansir Liputan6.com, Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan bahwa game juga menjadi bagian dari ekonomi digital. Menurutnya, adanya platform gim live streaming, Game.ly, merupakan wadah bagi para mobile gamer generasi muda menyalurkan bakat dan kegemarannya terhadap dunia game.

Tak jauh beda dengan apa yang disampaikan dalam debat Capres-Cawapres putaran terakhir, kini game tidak lagi menjadi permainan biasa. Namun, merupakan olahraga elektronik atau umumnya disebut dengan e-sport. E-sport dinilai turut memajukan perekonomian dalam negeri. Seperti yang dinyatakan oleh Capres nomor urut 01, nilai ekonomi e-sport tumbuh sangat pesat. Menurut catatan di tahun 2017 perputarannya 11-12 triliun per tahun tumbuh 35 persen. Oleh sebab itu, pemerintah terus menggencarkan pembangunan infrastruktur langit seperti Palapa Ring untuk menunjang permainan tersebut karena banyak keuntungan yang dihasilkan di sana (Idntimes.com, 13/4/19).

Pusaran Kapitalisme

Keberadaan e-sport dalam sistem kapitalisme tentu sangat menguntungkan, terutama bagi para pemilik modal. Salah satunya Telkom Indonesia yang memiliki ambisi besar untuk menjadi pemain besar di industri game  Indonesia. Dalam acara Telkom Digi Summit di Jakarta (11/4), Telkom memaparkan kerangka bisnis di beragam sektor hiburan dan pendidikan. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah industri game. Hal ini disampaikan oleh Joddy Hernady selaku EVP Digital & Next Business Telkom. Industri  game  memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi dibandingkan jenis hiburan lainnya yaitu pendapatannya bisa tujuh kali lipat dari pendapatan sebuah film (Marketeers.com, 12/4/19).

Sungguh fantastis. Tidak heran jika semua pihak berburu untuk mengambil bagian dari bisnis ini. Tanpa melihat bahwa sebenarnya dengan adanya e-sport ini generasi muda dipertaruhkan. Mengapa demikian? Sudah pasti, karena target yang dibidik untuk mengembangkan industri game adalah generasi muda. Apalagi dengan adanya rencana Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora), Imam Nahrawi, akan memasukkan e-sport  ke dalam kurikulum pendidikan. Bisa dibayangkan akan seperti apa pendidikan generasi selanjutnya.

Benarlah kiranya dalam sistem kapitalisme ini, dengan modal sekecil-kecilnya bisa memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Nasib generasi dikorbankan untuk mendapatkan keuntungan. Khususnya di era digital ini, sadar atau tidak generasi dimanfaatkan untuk menghasilkan materi. Maka, ini menjadi hal serius yang patut dikritisi. Atas nama kemajuan perekonomian negara, generasi kini diberdayakan oleh para kapitalis. Idealismenya tercerabut sebagai generasi yang membawa perubahan dalam peradaban. Orientasi hidupnya hanya untuk kesenangan semata. Tidak sedikit akhlak mereka pun dipertaruhkan, generasi bermental gamers yang tak punya tujuan hidup pasti selain kesenangan dunia.

Tidak cukup sampai disitu, penyakit kecanduan game akan menimbulkan berbagai gangguan fisik dan juga mempengaruhi kejiwaannya. WHO (World Health Organization) meresmikan bahwa kecanduan game sebagai salah satu gangguan jiwa. Selain itu, risiko kesehatan fisik atau mental gamers berbahaya bagi individu atau orang lain. Misalnya, game yang memainkan adegan kekerasan seperti peperangan, intimidasi, dan pelecehan seksual. Mereka pun seolah ingin bermain di dunia nyata.

Jika sudah demikian, generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah. Lalu bagaimana nasib negeri ini jika generasi muda terlena? Bermental gamers, bukan bermental pemimpin. Meskipun keuntungannya besar untuk menunjang perekonomian negara, lantas apakah generasi yang akan menjadi korban?

Edukasi Sistemik

Generasi muda merupakan penerus bagi generasi sebelumnya. Seperti dalam ungkapan bahasa Arab, "Syubanu al-yaum rijalu al-ghaddi" (pemuda hari ini adalah tokoh pada masa yang akan datang). Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian besar kepada mereka, terutama dalam hal pendidikan. Agar mempunyai kepribadian yang mulia, dari usia dini anak senantiasa diajarkan tentang hakikat kehidupan dan tujuan untuk apa hidup di dunia ini. Ditanamkan akidah yang kuat serta tsaqofah Islam. Di masa lalu, keluarga menjadi madrasah pertama bagi generasi. Ditopang dengan sistem pendidikan yang menerapkan pendidikan Islam.

Pendidikan Islam dapat membentuk mental yang kuat, ditopang dengan pembentukan sikap dan kepribadian yang mantap. Kehidupan generasi muda pada masa dulu jauh dari kesenangan dunia, hura-hura, melakukan hal yang sia-sia seperti bermain game. Berbeda dengan generasi saat ini, hidupnya tidak lepas dari kesenangan duniawi.

Karenanya dengan sistem pendidikan Islam, produktivitas generasi muda pada masa dulu luar biasa. Banyak karya ilmiah yang mereka hasilkan saat usia mereka masih muda. Begitu juga riset dan penemuan juga bisa mereka hasilkan ketika usia mereka masih sangat belia. Semuanya itu merupakan dampak dari sistem kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, terlebih negara yang menerapkan sistem pendidikan Islam. Bukan seperti saat ini, kemaksiatan dan kesenangan justru difasilitasi oleh negara. Alhasil, tumbuh generasi yang tidak memiliki idealisme dan kehilangan identitas mereka sebagai agent of change.

Kehidupan keluarga, masyarakat, negara yang Islami terbukti mampu membentuk karakter dan kepribadian generasi muda di zaman itu. Peran negara, masyarakat dan keluarga begitu luar biasa dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka. Kehidupan mereka selalu disibukkan dengan ketaatan, bukan yang melalaikan seperti bermain game online seperti sekarang ini.

Dengan demikian, patutlah kiranya disadari bahwa generasi muda berada dalam pusaran kapitalisme yang bersifat eksploitasi. Terlebih dalam era industri digital, generasi muda dibidik sebagai target sentral dan global dalam pertumbuhan industri game. Sehingga, generasi milenial haruslah memunyai prinsip dalam kehidupannya agar tidak terlena dan terjebak dalam industri game yang digalakkan oleh para kapitalis. Wallahu a'lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Kamis, 22 Aug 2019 18:22

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 17:50

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

Kamis, 22 Aug 2019 17:43

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Kamis, 22 Aug 2019 17:08

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

Kamis, 22 Aug 2019 17:00

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 16:37

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Kamis, 22 Aug 2019 16:29

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Kamis, 22 Aug 2019 15:15

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Kamis, 22 Aug 2019 15:00

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Kamis, 22 Aug 2019 14:15

Ekonomi Kembali Terancam Nyungsep

Ekonomi Kembali Terancam Nyungsep

Kamis, 22 Aug 2019 13:15

Ketika #IndonesiaTanpaJIL Menjawab Cuitan Abu Janda

Ketika #IndonesiaTanpaJIL Menjawab Cuitan Abu Janda

Kamis, 22 Aug 2019 12:26

Pertanggungjawaban APBN Gagal Penuhi Target Ekonomi

Pertanggungjawaban APBN Gagal Penuhi Target Ekonomi

Kamis, 22 Aug 2019 12:15

Masalah Bendera

Masalah Bendera

Kamis, 22 Aug 2019 11:39

Muhammadiyah Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

Muhammadiyah Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

Kamis, 22 Aug 2019 11:23

Musuh Abadi Rakyat: Pemimpin Berjiwa Feodal

Musuh Abadi Rakyat: Pemimpin Berjiwa Feodal

Kamis, 22 Aug 2019 11:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X