Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.580 views

Mengakhiri Bullying pada Remaja, Bagaimana?

 

Oleh:

Ifa Mufida*

 

BULLYING berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau “rendah” dari pelaku). Bullying kemudian menjadi sebuah istilah popular yang bermakna kekerasan di kalangan pelajar. Seorang pelajar dikatakan sebagai korban bullying ketika ia diketahui  terkena tindakan negatif oleh satu atau lebih banyak pelajar lain.

Tindakan negatif tersebut termasuk melukai, atau mencoba melukai atau membuat korban merasa tidak nyaman, baik secara verbal, fisik atau tindakan lain seperti memasang muka dan melakukan gerakan tubuh yang melecehkan (secara seksual) atau secara terus menerus mengasingkan korban dari kelompoknya.

Meski kasus bullying kerap terjadi, belum ada tindakan nyata untuk mencegahnya sehingga terjadi lagi dan lagi. Betapa tidak, hari ini bullying yang terjadi sudah mengarah ke ranah fisik. Bahkan sasaran bullying ini pun terjadi di hampir semua usia, mulai dari SD hingga perkuliahan.  Beberapa hari ini, masyarakat kembali dihebohkan dengan kasus bullying.  Seorang siswi SMP dikeroyok 3 siswa dan disaksikan oleh 9 siswa SMA lain di Pontianak. Berawal dari masalah asmara dan celoteh di facebook. Siswi SMP yang baru berusia 14 tahun itu kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. Kasus pengeroyokan siswi SMP itu juga telah ditangani pihak kepolisian setempat dan terus dikembangkan dalam proses penyelidikannya. Kejadian pengeroyokan ini sudah terjadi dua pekan lalu,  yakni pada Jumat (29/3/2019).  Namun baru dilaporkan pada orangtuanya dan  hari Jumat (5/4/2019) ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan.

Diketahui setelahnya,  korban tidak melapor karena mendapat ancaman dari pelaku, pelaku mengancam akan berbuat lebih kejam lagi apabila korban melaporkan pada orangtua. Padahal korban telah mengalami kekerasan fisik yang cukup parah sehingga harus mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit. Selain perawatan fisik, korban juga membutuhkan perawatan psikologis karena trauma yang dia hadapi. Kejadian ini, akhirnya mendorong adanya petisi change.org dengan tagar #JusticeForAudrey agar pelaku kekerasan ini segera bisa diusut dan ditindaklanjuti secara hukum.
Bullying yang dialami Audrey juga membuat pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut berkomentar.

Ia mengatakan bahwa pelaku pengeroyokan Audrey bisa ditahan dan diadili meski masih di bawah umur, setidaknya lima tahun penjara. Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Pasal 1 ayat 3 Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Anak yang bisa diadili adalah mereka yang berusia 12 hingga sebelum 18 tahun. Pertanyaannya, cukupkah hanya hukuman penjara untuk membuat jera pelaku bullying?

Jika kita amati, remaja saat ini telah dirusak dari segala arah. Mulai dari serangan sekulerisme liberal yang memisahkan agama dari kehidupan hingga kebebasan dalam menjalani kehidupan yang mereka inginkan. Tentu, kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan tanpa batas dalam segala aspek. Termasuk aspek bertingkah laku. Di sisi lain, derasnya informasi dari media yang seolah tak terkendali dengan konten-konten kekerasan didalamnya, mulai dari game hingga film yang pada akhirnya mudah ditiru dalam kehidupan nyata. Ironis!

Selain pengaruh media yang begitu besar, diketahui bullying merupakan sebuah siklus, dimana para pelaku saat ini kemungkinan besar adalah korban dari pelaku bullying sebelumnya. Ketika menjadi korban, mereka membentuk skema kognitif yang salah, bahwa bullying dapat dibenarkan meskipun mereka merasakan dampak negatifnya sebagai korban. Terjadinya bullying sangatlah menyakitkan bagi si korban. Oleh karenanya bullying merupakan sebuah siklus yang apabila dibiarkan akan terus-menerus terjadi dan memakan banyak korban

Benteng pertahanan pertama dan utama remaja adalah keluarga. Keluarga akan menjadi tempat pendidikan dan pembentukan karakter yang terpenting bagi seorang remaja. Orang tua, haruslah memberikan teladan kepada anak-anak mereka dalam berkata dan bersikap. Tak sedikit para perilaku bullying berasal dari keluarga yang rusak dan terjadi komunikasi yang sangat buruk dari orang tua mereka.

Hal ini menjadikan rusaknya psikologi dan akhlak remaja. Orang tua, hendaklah membekali remaja dengan aqidah yang kokoh dan akhlak yang terpuji. Namun sayang, kehidupan kapitalis-sekuler saat ini menjadikan banyak keluarga terlupakan dengan peran strategis ini. Akibatnya, banyak remaja kita yang terabaikan dan semakin parah kerusakannya ketika berada di masyarakat. Di sisi lain, ada remaja yang meski sudah mendapatkan pendidikan terbaik di keluarga, nyata justru menjadi rusak ketika berada di lingkungan di luar rumah.

Oleh karena itu, Islam memandang bahwa menjaga remaja dan generasi bukan hanya tugas orangtua, akan tetapi juga butuh peran dari negara dan masyarakat. Negara memiliki andil yang sangat besar dalam menyaring segala tontonan di media apapun yang berpengaruh besar terhadap pembentukan generasi.

Begitu pun dengan masyarakat, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk saling menasihati, mengajak pada kebaikan dan mencegah tindakan yang buruk. Sebab, jika hanya orangtua yang berperan dalam menjaga generasi muda, sedangkan lingkungan masyarakat dan negaranya tidak mendukung, maka tidak menutup kemungkinan anak akan terkontaminasi dengan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar.

Selain itu, sistem pendidikan yang dijalankan oleh negara sangat penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian remaja. Sistem pendidikan tersebut haruslah terintegrasi sejak pendidikan di sekolah dasar. Jika kita melihat saat ini, pendidikan di negara kita nyata hanya melihat keberhasilan prestasi siswa didik dari nilai di atas kertas.

Prestasi demi prestasi dibanggakan namun jauh dari pembentukan kepribadian dan akhlak terpuji. Hal ini adalah buah dari sistem pendidikan sekuler. Maka wajar jika kerusakan pada remaja juga terus terjadi secara sistemik. Hal ini karena sistem yang ada baik sistem pendidikan, sistem pergaulan, sistem hukum, dan sistem informasi tidak mendukung untuk penjagaan remaja dari kerusakan.

Oleh karena itu, untuk memutus siklus bullying pada remaja dibutuhkan sinergitas dari orang tua, masyarakat, dan peran negara. Hanya saja, sinergitas ini akan sulit diwujudkan jika tata kehidupan yang ada adalah tata kehidupan sekuler-liberal di bawah pemerintahan demokrasi. Terbukti, tata kehidupan tersebut telah gagal membangun sistem pendidikan yang ada, menjadikan orang tua abai terhadap kebutuhan dan perkembangan anak, dan membentuk masyarakat yang cenderung permisif dan individualis.

Maka mengembalikan tata kehidupan ini kepada tata kehidupan yang sesuai aturan Sang Pencipta yakni syariat Islam haruslah menjadi perhatian semua kalangan. Karena  Islam adalah agama yang tidak hanya mencakup keimanan dan ibadah, namun memiliki tata aturan atau syariat yang begitu  sempurna dalam penjagaan jiwa, akal, harta, dan kehidupan. Oleh karena itu, hanya dengan penerapan syariat Islam saja, kerusakan demi kerusakan yang terjadi di masyarakat bisa tertangani, termasuk kasus bullying yang marak di kalangan remaja kita. Wallahu a'lam bish shawab.*Praktisi kesehatan dan pemerhati masalah sosial

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Boykot Israel, Otoritas Palestina Kirim Pasien Ke Rumah Sakit di Yordania dan Mesir

Boykot Israel, Otoritas Palestina Kirim Pasien Ke Rumah Sakit di Yordania dan Mesir

Selasa, 23 Apr 2019 23:05

Wartawan yang Ungkap Pembantaian Muslim Rohingya Divonis 7 Tahun Penjara

Wartawan yang Ungkap Pembantaian Muslim Rohingya Divonis 7 Tahun Penjara

Selasa, 23 Apr 2019 22:23

Pengadilan Tinggi Prancis Tolak Tuntutan Pemulangan Warganya dari Suriah

Pengadilan Tinggi Prancis Tolak Tuntutan Pemulangan Warganya dari Suriah

Selasa, 23 Apr 2019 22:15

Seruan Pendukung Jokowi untuk Boikot Rumah Makan Padang Tidak Berpengaruh

Seruan Pendukung Jokowi untuk Boikot Rumah Makan Padang Tidak Berpengaruh

Selasa, 23 Apr 2019 22:01

Sandiaga Uno Gelar Shalat Ghaib untuk 119 Petugas KPPS yang Wafat

Sandiaga Uno Gelar Shalat Ghaib untuk 119 Petugas KPPS yang Wafat

Selasa, 23 Apr 2019 21:50

Mpok Nur Ajak Emak-emak Kawal C1 hingga Tuntas

Mpok Nur Ajak Emak-emak Kawal C1 hingga Tuntas

Selasa, 23 Apr 2019 21:47

Pemprov Aceh Deklarasikan Gerakan Tolak Pornografi

Pemprov Aceh Deklarasikan Gerakan Tolak Pornografi

Selasa, 23 Apr 2019 21:42

Kepala LNA Khalifa Haftar Umumkan Fase ke-2 Ofensif Tripoli

Kepala LNA Khalifa Haftar Umumkan Fase ke-2 Ofensif Tripoli

Selasa, 23 Apr 2019 21:30

Pemimpin Syi'ah Houtsi Sesumbar Rudal Mereka dapat Mencapai Target Strategis Saudi dan UEA

Pemimpin Syi'ah Houtsi Sesumbar Rudal Mereka dapat Mencapai Target Strategis Saudi dan UEA

Selasa, 23 Apr 2019 20:45

Banyak Kecurangan, Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Sebut Pemilu 2019 Terburuk

Banyak Kecurangan, Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Sebut Pemilu 2019 Terburuk

Selasa, 23 Apr 2019 20:27

Pemerintah Sah Libya Tuduh Prancis Dukung Jenderal Kriminal Khalifa Haftar

Pemerintah Sah Libya Tuduh Prancis Dukung Jenderal Kriminal Khalifa Haftar

Selasa, 23 Apr 2019 19:58

Kwik Kian Gie Silaturahmi ke Rumah Sandi

Kwik Kian Gie Silaturahmi ke Rumah Sandi

Selasa, 23 Apr 2019 19:49

Pejuang Oposisi dan Rezim Teroris Assad Lakukan Pertukaran Tahanan untuk Kali ke Tiga

Pejuang Oposisi dan Rezim Teroris Assad Lakukan Pertukaran Tahanan untuk Kali ke Tiga

Selasa, 23 Apr 2019 19:06

Sambil Jenguk, Sandi Sebut Relawan Sebagai Pejuang

Sambil Jenguk, Sandi Sebut Relawan Sebagai Pejuang

Selasa, 23 Apr 2019 18:49

Hj. Ermi Yusfa SE.ME, Muallaf Politik Akan Duduki Kursi Senayan

Hj. Ermi Yusfa SE.ME, Muallaf Politik Akan Duduki Kursi Senayan

Selasa, 23 Apr 2019 18:02

Viral Surat Terbuka MUI Sorong Minta Maruf Amin Bersikap Atas Kecurangan Pilpres

Viral Surat Terbuka MUI Sorong Minta Maruf Amin Bersikap Atas Kecurangan Pilpres

Selasa, 23 Apr 2019 17:38

Aksi Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya untuk Srilanka

Aksi Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya untuk Srilanka

Selasa, 23 Apr 2019 16:51

PA 212 Bekasi Raya Berharap Wakil dari PKS Duduki Ketua DPRD2 Kota Bekasi

PA 212 Bekasi Raya Berharap Wakil dari PKS Duduki Ketua DPRD2 Kota Bekasi

Selasa, 23 Apr 2019 15:49

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

Selasa, 23 Apr 2019 15:07

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Selasa, 23 Apr 2019 14:08


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 21/04/2019 11:35

Cek Fakta: Jokowi Sudah Kalah?