Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.198 views

Timbuktu: Mutiara Peradaban Islam, Pusat Pengetahuan yang Hilang

Oleh : Dini Prananingrum

Mendengar nama “Timbuktu” mungkin serasa asing di telinga kita, terutama kaum milenial.  Namun bagi penggemar cerita Donal Bebek pasti cukup familiar dengan kata Timbuktu. Dalam salah satu sekuel ceritanya pernah mengisahkan Donal Bebek, Paman Gober and Family pergi ke Timbuktu. Namun dalam kisah tersebut Timbuktu digambarkan sebuah daerah yang tidak akan bisa dicapai dan ditemukan.

Tapi ternyata, kota yang mulai terlupakan di peta dunia ini bukanlah sekedar rekaan Walt Disney semata. Kota ini benar-benar ada. Terletak di sebelah selatan Gurun Sahara di sebuah kota di negara Mali, Afrika Barat. Kota multietnis itu dihuni oleh suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan Moor. Secara geografis, Timbuktu terletak sekitar 15 kilometer utara Sungai Niger. Siapa yang menyangka, daerah rute onta yang menghubungkan Arab dan Afrika ini pada abad ke-11 M merupakan daerah perdagangan dan pendidikan di masa kejayaan Islam serta menjadi pusat peradaban Islam di Afrika Barat.

Di saat Barat hidup dalam masa kegelapan dan kebodohan, justru di Afrika pada abad ke-12 berdirilah Universitas yang berjaya dengan ilmu pengetahuannya, menjadi kebanggaan umat Islam saat itu. Menggugurkan mitos bahwa orang hitam Afrika itu bodoh dan buta huruf.

Timbuktu yang dikenal dengan Tomboctou yang berarti kaya, dikenal dengan julukan ‘Mutiara Padang Pasir’. Kekayaan dan kejayaan Timbuktu ini digambarkan oleh Richard Jobson pada tahun 1620, sebagai kota yang menjanjikan emas yang berlimpah. Menurutnya rumah-rumah di Timbuktu berlapis kepingan emas, sungainya kaya dengan berbagai macam logam berharga, dan gunungnya berisi “harta karun” berupa logam mulia. Hingga kabar ini terdengar sampai ke Eropa.

Pada abad ke-11 M, Timbuktu juga menjadi pelabuhan penting tempat beragam barang dari Afrika Barat dan Afrika Utara diperdagangkan. Dengan komoditas unggulan yang begitu tinggi angka permintaannya yaitu garam. Pada saat itu, garam merupakan produk yang amat bernilai harganya setelah buku dan emas.  Bahkan menurut hasil catatan perjalanan wartawan BBC Henry Louis Gate Jr, yang menggambarkan masa kejayaan Timbuktu, hasil emas yang berlimpah menyebabkan penduduk Timbuktu menukar se-ons emas dengan garam.

Pada abad ke-12 M, Timbuktu pun menjelma menjadi pusat Ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang termasyhur. Timbuktu memiliki 3 universitas serta 180 sekolah Al Qur’an. Ketiga Universitas Islam yang sudah berdiri di wilayah itu antara lain Sankore University, Jingaray Bey University dan Sidi Yahya University.

Pada pertengahan abad 16 M, kota ini pun memiliki 150 buah sekolah dan kurikulum yang terarah . Saat itu ilmu lain selain agama, seperti sejarah, matematika, astronomi juga berkembang dengan baik. Jumlah pelajar juga semakin banyak memenuhi Timbuktu.

Secara cemerlang, sejarawan abad 16, Leo Africanus, menggambarkan kejayaan Timbuktu dalam buku yang ditulisnya. ''Begitu banyak hakim, doktor dan ulama di sini (Timbuktu). Semua menerima gaji yang sangat memuaskan dari Raja Askia Muhammad, penguasa Negeri Songhay. Raja pun menaruh hormat pada rakyatnya yang giat belajar,'' tutur Africanus.

Di era keemasan Islam, ilmu pengetahuan dan peradaban tumbuh sangat pesat di Timbuktu. Rakyat di wilayah itu begitu gemar membaca buku. Menurut Africanus, permintaan buku di Timbuktu sangat tinggi. Setiap orang berlomba membeli dan mengoleksi buku. Sehingga, perdagangan buku di kota itu menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibanding lainnya. Lebih hebatnya lagi, kota ini ternyata merupakan pusat jama’ah haji Afrika pertama yang akan berangkat haji dan merupakan pusat dari beasiswa Universitas Islam terbaik abad pertengahan. Saat itu betapa mudahnya menemukan perpustakaan dan literature ilmu-ilmu Islam di Timbuktu.

Di Timbuktu, masjid dan perpustakaan tidak berdiri sendiri. Masjid dikenal sebagai pusat untuk mencari ilmu sehingga perpustakaan pun menjadi bagian dari masjid. Perpustakaan Sankore memiliki 700 buku yang tertulis dalam bahasa Arab dan di kopi dengan tulisan tangan. Para pelajar pun berlomba-lomba mengopi buku-buku yang mereka perlukan untuk belajar.

Tahir Shah dalam artikelnya menulis, dahulu kala pemimpin agama, hakim, dokter sampai pekerja adalah lulusan sekolah-sekolah ternama di Timbuktu. Para elite terpelajar ini berasal dari sekolah-sekolah yang dulu telah ada di kota tersebut. Terutama di bagian kota Sankore, yang juga menyediakan beasiswa bagi pelajar yang tertarik dengan masalah arahan administrasi sipil, peraturan perdagangan, ilmu pemerintahan, perencanaan kota dan ilmu arsitektur sampai menjahit.

Kota yang memiliki perpaduan antara budaya Arab dan Afrika ini, memiliki gerbang kota yang bertuliskan ayat Al Qur’an. Masjid-masjid pun bertebaran. Suasana Islami yang penuh dengan keingintahuan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan menjadikan kota ini terkenal sebagai kota pelajar.

Sayangnya, Timbuktu hancur, luluh lantak lantaran perebutan kekuasaan yang terus menerus dari Negara-negara penjajah. Kejayaannya mulai surut sejak pasukan Perancis tiba di Kota Timbuktu di tahun 1893 karena tergiur dengan kegemilangannya.

Namun itu semua tidak menafikkan pengaruh Timbuktu dalam memberikan sumbangsih kecemerlangan peradaban serta sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di Afrika dan Eropa. Sungguh Barat berhutang budi pada Islam. Sebelum pasir menenggelamkan kota dan lembaran-lembaran manuskrip tua yang menjadi saksi bisu serta menyisakan legenda semata, maka saatnya umat Islam membuka mata mereka. Berpikir dan bergerak, untuk mengembalikan kembali kejayaan Islam masa silam dalam rengkuhan Khilafah Islam ‘ala minhajjin nubuwwah. Wallahua’lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Referensi : 
1. Al Waie no 181, September 2015
2. https://nationalgeographic.grid.id : timbuktu-pusat-ilmu-pengetahuan-dan-peradaban-islam-di-afrika-barat
3. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam : timbuktu-pusat-peradaban-dan-pengetahuan-islam-termasyhur
4.https://www.kompasiana.com/vienym/ : di-timbuktu-emas-pernah-ditukar-dengan-garam

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
PBB: 138 Orang Tewas Atau Terluka Akibat Ranjau Darat yang Ditanam Pasukan Haftar

PBB: 138 Orang Tewas Atau Terluka Akibat Ranjau Darat yang Ditanam Pasukan Haftar

Rabu, 08 Jul 2020 18:06

Dugaan Perkosaan oleh Pejabat Perlindungan Anak, Fahira: Biadab, Harus Divonis Seumur Hidup

Dugaan Perkosaan oleh Pejabat Perlindungan Anak, Fahira: Biadab, Harus Divonis Seumur Hidup

Rabu, 08 Jul 2020 16:28

Tolak RUU Pengganti dan Bubarkan BPIP!

Tolak RUU Pengganti dan Bubarkan BPIP!

Rabu, 08 Jul 2020 15:49

[VIDEO] Tony Rosyid Ungkap Indikator RUU HIP Ditunggangi Komunis

[VIDEO] Tony Rosyid Ungkap Indikator RUU HIP Ditunggangi Komunis

Rabu, 08 Jul 2020 14:41

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Rabu, 08 Jul 2020 10:21

Anis Byarwati Pesankan Independensi BI Harus Ditegaskan Secara Eksplisit

Anis Byarwati Pesankan Independensi BI Harus Ditegaskan Secara Eksplisit

Rabu, 08 Jul 2020 08:37

Kampanye LGBT Bikin Geger, Boikot Unilever?

Kampanye LGBT Bikin Geger, Boikot Unilever?

Rabu, 08 Jul 2020 07:41

[VIDEO] Pancasila Ingin Diperas, UFS: Maling Juga Gotong Royong

[VIDEO] Pancasila Ingin Diperas, UFS: Maling Juga Gotong Royong

Rabu, 08 Jul 2020 07:32

Kurva Bisa Melandai Jika Indonesia Penuhi Target Tes Usap

Kurva Bisa Melandai Jika Indonesia Penuhi Target Tes Usap

Rabu, 08 Jul 2020 06:35

Sekolah Terbaik di Jakarta Timur Diserbu Calon Siswa Baru

Sekolah Terbaik di Jakarta Timur Diserbu Calon Siswa Baru

Rabu, 08 Jul 2020 06:29

Pada 21 Juli 2020, Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Dzulhijjah

Pada 21 Juli 2020, Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Dzulhijjah

Rabu, 08 Jul 2020 06:00

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Selasa, 07 Jul 2020 22:08

Skandal Politik Pilpers

Skandal Politik Pilpers

Selasa, 07 Jul 2020 22:00

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

Selasa, 07 Jul 2020 21:26

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Selasa, 07 Jul 2020 20:50

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

Selasa, 07 Jul 2020 20:35

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

Selasa, 07 Jul 2020 20:33

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di  PII

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di PII

Selasa, 07 Jul 2020 19:15

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

Selasa, 07 Jul 2020 18:19

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Selasa, 07 Jul 2020 15:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X