Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.552 views

Timbuktu: Mutiara Peradaban Islam, Pusat Pengetahuan yang Hilang

Oleh : Dini Prananingrum

Mendengar nama “Timbuktu” mungkin serasa asing di telinga kita, terutama kaum milenial.  Namun bagi penggemar cerita Donal Bebek pasti cukup familiar dengan kata Timbuktu. Dalam salah satu sekuel ceritanya pernah mengisahkan Donal Bebek, Paman Gober and Family pergi ke Timbuktu. Namun dalam kisah tersebut Timbuktu digambarkan sebuah daerah yang tidak akan bisa dicapai dan ditemukan.

Tapi ternyata, kota yang mulai terlupakan di peta dunia ini bukanlah sekedar rekaan Walt Disney semata. Kota ini benar-benar ada. Terletak di sebelah selatan Gurun Sahara di sebuah kota di negara Mali, Afrika Barat. Kota multietnis itu dihuni oleh suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan Moor. Secara geografis, Timbuktu terletak sekitar 15 kilometer utara Sungai Niger. Siapa yang menyangka, daerah rute onta yang menghubungkan Arab dan Afrika ini pada abad ke-11 M merupakan daerah perdagangan dan pendidikan di masa kejayaan Islam serta menjadi pusat peradaban Islam di Afrika Barat.

Di saat Barat hidup dalam masa kegelapan dan kebodohan, justru di Afrika pada abad ke-12 berdirilah Universitas yang berjaya dengan ilmu pengetahuannya, menjadi kebanggaan umat Islam saat itu. Menggugurkan mitos bahwa orang hitam Afrika itu bodoh dan buta huruf.

Timbuktu yang dikenal dengan Tomboctou yang berarti kaya, dikenal dengan julukan ‘Mutiara Padang Pasir’. Kekayaan dan kejayaan Timbuktu ini digambarkan oleh Richard Jobson pada tahun 1620, sebagai kota yang menjanjikan emas yang berlimpah. Menurutnya rumah-rumah di Timbuktu berlapis kepingan emas, sungainya kaya dengan berbagai macam logam berharga, dan gunungnya berisi “harta karun” berupa logam mulia. Hingga kabar ini terdengar sampai ke Eropa.

Pada abad ke-11 M, Timbuktu juga menjadi pelabuhan penting tempat beragam barang dari Afrika Barat dan Afrika Utara diperdagangkan. Dengan komoditas unggulan yang begitu tinggi angka permintaannya yaitu garam. Pada saat itu, garam merupakan produk yang amat bernilai harganya setelah buku dan emas.  Bahkan menurut hasil catatan perjalanan wartawan BBC Henry Louis Gate Jr, yang menggambarkan masa kejayaan Timbuktu, hasil emas yang berlimpah menyebabkan penduduk Timbuktu menukar se-ons emas dengan garam.

Pada abad ke-12 M, Timbuktu pun menjelma menjadi pusat Ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang termasyhur. Timbuktu memiliki 3 universitas serta 180 sekolah Al Qur’an. Ketiga Universitas Islam yang sudah berdiri di wilayah itu antara lain Sankore University, Jingaray Bey University dan Sidi Yahya University.

Pada pertengahan abad 16 M, kota ini pun memiliki 150 buah sekolah dan kurikulum yang terarah . Saat itu ilmu lain selain agama, seperti sejarah, matematika, astronomi juga berkembang dengan baik. Jumlah pelajar juga semakin banyak memenuhi Timbuktu.

Secara cemerlang, sejarawan abad 16, Leo Africanus, menggambarkan kejayaan Timbuktu dalam buku yang ditulisnya. ''Begitu banyak hakim, doktor dan ulama di sini (Timbuktu). Semua menerima gaji yang sangat memuaskan dari Raja Askia Muhammad, penguasa Negeri Songhay. Raja pun menaruh hormat pada rakyatnya yang giat belajar,'' tutur Africanus.

Di era keemasan Islam, ilmu pengetahuan dan peradaban tumbuh sangat pesat di Timbuktu. Rakyat di wilayah itu begitu gemar membaca buku. Menurut Africanus, permintaan buku di Timbuktu sangat tinggi. Setiap orang berlomba membeli dan mengoleksi buku. Sehingga, perdagangan buku di kota itu menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibanding lainnya. Lebih hebatnya lagi, kota ini ternyata merupakan pusat jama’ah haji Afrika pertama yang akan berangkat haji dan merupakan pusat dari beasiswa Universitas Islam terbaik abad pertengahan. Saat itu betapa mudahnya menemukan perpustakaan dan literature ilmu-ilmu Islam di Timbuktu.

Di Timbuktu, masjid dan perpustakaan tidak berdiri sendiri. Masjid dikenal sebagai pusat untuk mencari ilmu sehingga perpustakaan pun menjadi bagian dari masjid. Perpustakaan Sankore memiliki 700 buku yang tertulis dalam bahasa Arab dan di kopi dengan tulisan tangan. Para pelajar pun berlomba-lomba mengopi buku-buku yang mereka perlukan untuk belajar.

Tahir Shah dalam artikelnya menulis, dahulu kala pemimpin agama, hakim, dokter sampai pekerja adalah lulusan sekolah-sekolah ternama di Timbuktu. Para elite terpelajar ini berasal dari sekolah-sekolah yang dulu telah ada di kota tersebut. Terutama di bagian kota Sankore, yang juga menyediakan beasiswa bagi pelajar yang tertarik dengan masalah arahan administrasi sipil, peraturan perdagangan, ilmu pemerintahan, perencanaan kota dan ilmu arsitektur sampai menjahit.

Kota yang memiliki perpaduan antara budaya Arab dan Afrika ini, memiliki gerbang kota yang bertuliskan ayat Al Qur’an. Masjid-masjid pun bertebaran. Suasana Islami yang penuh dengan keingintahuan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan menjadikan kota ini terkenal sebagai kota pelajar.

Sayangnya, Timbuktu hancur, luluh lantak lantaran perebutan kekuasaan yang terus menerus dari Negara-negara penjajah. Kejayaannya mulai surut sejak pasukan Perancis tiba di Kota Timbuktu di tahun 1893 karena tergiur dengan kegemilangannya.

Namun itu semua tidak menafikkan pengaruh Timbuktu dalam memberikan sumbangsih kecemerlangan peradaban serta sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di Afrika dan Eropa. Sungguh Barat berhutang budi pada Islam. Sebelum pasir menenggelamkan kota dan lembaran-lembaran manuskrip tua yang menjadi saksi bisu serta menyisakan legenda semata, maka saatnya umat Islam membuka mata mereka. Berpikir dan bergerak, untuk mengembalikan kembali kejayaan Islam masa silam dalam rengkuhan Khilafah Islam ‘ala minhajjin nubuwwah. Wallahua’lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Referensi : 
1. Al Waie no 181, September 2015
2. https://nationalgeographic.grid.id : timbuktu-pusat-ilmu-pengetahuan-dan-peradaban-islam-di-afrika-barat
3. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam : timbuktu-pusat-peradaban-dan-pengetahuan-islam-termasyhur
4.https://www.kompasiana.com/vienym/ : di-timbuktu-emas-pernah-ditukar-dengan-garam

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Senin, 24 Jun 2019 22:30

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Konsep Perang

Konsep Perang

Senin, 24 Jun 2019 22:17

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Senin, 24 Jun 2019 21:42

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Senin, 24 Jun 2019 21:20

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Senin, 24 Jun 2019 21:10

Ketuk Palu Kebenaran dan Keadilan

Ketuk Palu Kebenaran dan Keadilan

Senin, 24 Jun 2019 21:07

Gerindra Klaim Belum Ada Utusan Jokowi-Ma'ruf Bicarakan Rekonsiliasi

Gerindra Klaim Belum Ada Utusan Jokowi-Ma'ruf Bicarakan Rekonsiliasi

Senin, 24 Jun 2019 21:03

Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Senin, 24 Jun 2019 20:57

FDP Gelar Safari Dakwah di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Safari Dakwah di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 24 Jun 2019 20:48

Serangan Houthi di Bandara Saudi Tewaskan Satu Orang

Serangan Houthi di Bandara Saudi Tewaskan Satu Orang

Senin, 24 Jun 2019 20:39

Putra Mursi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Erdogan

Putra Mursi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Erdogan

Senin, 24 Jun 2019 20:17

Mohamed Ould Ghazouani Jadi Presiden Baru Mauritania

Mohamed Ould Ghazouani Jadi Presiden Baru Mauritania

Senin, 24 Jun 2019 20:13

Australia Diam-diam Bangun Pelabuhan Baru untuk Akomodasi Militer AS

Australia Diam-diam Bangun Pelabuhan Baru untuk Akomodasi Militer AS

Senin, 24 Jun 2019 20:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X