Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.651 views

Timbuktu: Mutiara Peradaban Islam, Pusat Pengetahuan yang Hilang

Oleh : Dini Prananingrum

Mendengar nama “Timbuktu” mungkin serasa asing di telinga kita, terutama kaum milenial.  Namun bagi penggemar cerita Donal Bebek pasti cukup familiar dengan kata Timbuktu. Dalam salah satu sekuel ceritanya pernah mengisahkan Donal Bebek, Paman Gober and Family pergi ke Timbuktu. Namun dalam kisah tersebut Timbuktu digambarkan sebuah daerah yang tidak akan bisa dicapai dan ditemukan.

Tapi ternyata, kota yang mulai terlupakan di peta dunia ini bukanlah sekedar rekaan Walt Disney semata. Kota ini benar-benar ada. Terletak di sebelah selatan Gurun Sahara di sebuah kota di negara Mali, Afrika Barat. Kota multietnis itu dihuni oleh suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan Moor. Secara geografis, Timbuktu terletak sekitar 15 kilometer utara Sungai Niger. Siapa yang menyangka, daerah rute onta yang menghubungkan Arab dan Afrika ini pada abad ke-11 M merupakan daerah perdagangan dan pendidikan di masa kejayaan Islam serta menjadi pusat peradaban Islam di Afrika Barat.

Di saat Barat hidup dalam masa kegelapan dan kebodohan, justru di Afrika pada abad ke-12 berdirilah Universitas yang berjaya dengan ilmu pengetahuannya, menjadi kebanggaan umat Islam saat itu. Menggugurkan mitos bahwa orang hitam Afrika itu bodoh dan buta huruf.

Timbuktu yang dikenal dengan Tomboctou yang berarti kaya, dikenal dengan julukan ‘Mutiara Padang Pasir’. Kekayaan dan kejayaan Timbuktu ini digambarkan oleh Richard Jobson pada tahun 1620, sebagai kota yang menjanjikan emas yang berlimpah. Menurutnya rumah-rumah di Timbuktu berlapis kepingan emas, sungainya kaya dengan berbagai macam logam berharga, dan gunungnya berisi “harta karun” berupa logam mulia. Hingga kabar ini terdengar sampai ke Eropa.

Pada abad ke-11 M, Timbuktu juga menjadi pelabuhan penting tempat beragam barang dari Afrika Barat dan Afrika Utara diperdagangkan. Dengan komoditas unggulan yang begitu tinggi angka permintaannya yaitu garam. Pada saat itu, garam merupakan produk yang amat bernilai harganya setelah buku dan emas.  Bahkan menurut hasil catatan perjalanan wartawan BBC Henry Louis Gate Jr, yang menggambarkan masa kejayaan Timbuktu, hasil emas yang berlimpah menyebabkan penduduk Timbuktu menukar se-ons emas dengan garam.

Pada abad ke-12 M, Timbuktu pun menjelma menjadi pusat Ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang termasyhur. Timbuktu memiliki 3 universitas serta 180 sekolah Al Qur’an. Ketiga Universitas Islam yang sudah berdiri di wilayah itu antara lain Sankore University, Jingaray Bey University dan Sidi Yahya University.

Pada pertengahan abad 16 M, kota ini pun memiliki 150 buah sekolah dan kurikulum yang terarah . Saat itu ilmu lain selain agama, seperti sejarah, matematika, astronomi juga berkembang dengan baik. Jumlah pelajar juga semakin banyak memenuhi Timbuktu.

Secara cemerlang, sejarawan abad 16, Leo Africanus, menggambarkan kejayaan Timbuktu dalam buku yang ditulisnya. ''Begitu banyak hakim, doktor dan ulama di sini (Timbuktu). Semua menerima gaji yang sangat memuaskan dari Raja Askia Muhammad, penguasa Negeri Songhay. Raja pun menaruh hormat pada rakyatnya yang giat belajar,'' tutur Africanus.

Di era keemasan Islam, ilmu pengetahuan dan peradaban tumbuh sangat pesat di Timbuktu. Rakyat di wilayah itu begitu gemar membaca buku. Menurut Africanus, permintaan buku di Timbuktu sangat tinggi. Setiap orang berlomba membeli dan mengoleksi buku. Sehingga, perdagangan buku di kota itu menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibanding lainnya. Lebih hebatnya lagi, kota ini ternyata merupakan pusat jama’ah haji Afrika pertama yang akan berangkat haji dan merupakan pusat dari beasiswa Universitas Islam terbaik abad pertengahan. Saat itu betapa mudahnya menemukan perpustakaan dan literature ilmu-ilmu Islam di Timbuktu.

Di Timbuktu, masjid dan perpustakaan tidak berdiri sendiri. Masjid dikenal sebagai pusat untuk mencari ilmu sehingga perpustakaan pun menjadi bagian dari masjid. Perpustakaan Sankore memiliki 700 buku yang tertulis dalam bahasa Arab dan di kopi dengan tulisan tangan. Para pelajar pun berlomba-lomba mengopi buku-buku yang mereka perlukan untuk belajar.

Tahir Shah dalam artikelnya menulis, dahulu kala pemimpin agama, hakim, dokter sampai pekerja adalah lulusan sekolah-sekolah ternama di Timbuktu. Para elite terpelajar ini berasal dari sekolah-sekolah yang dulu telah ada di kota tersebut. Terutama di bagian kota Sankore, yang juga menyediakan beasiswa bagi pelajar yang tertarik dengan masalah arahan administrasi sipil, peraturan perdagangan, ilmu pemerintahan, perencanaan kota dan ilmu arsitektur sampai menjahit.

Kota yang memiliki perpaduan antara budaya Arab dan Afrika ini, memiliki gerbang kota yang bertuliskan ayat Al Qur’an. Masjid-masjid pun bertebaran. Suasana Islami yang penuh dengan keingintahuan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan menjadikan kota ini terkenal sebagai kota pelajar.

Sayangnya, Timbuktu hancur, luluh lantak lantaran perebutan kekuasaan yang terus menerus dari Negara-negara penjajah. Kejayaannya mulai surut sejak pasukan Perancis tiba di Kota Timbuktu di tahun 1893 karena tergiur dengan kegemilangannya.

Namun itu semua tidak menafikkan pengaruh Timbuktu dalam memberikan sumbangsih kecemerlangan peradaban serta sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di Afrika dan Eropa. Sungguh Barat berhutang budi pada Islam. Sebelum pasir menenggelamkan kota dan lembaran-lembaran manuskrip tua yang menjadi saksi bisu serta menyisakan legenda semata, maka saatnya umat Islam membuka mata mereka. Berpikir dan bergerak, untuk mengembalikan kembali kejayaan Islam masa silam dalam rengkuhan Khilafah Islam ‘ala minhajjin nubuwwah. Wallahua’lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Referensi : 
1. Al Waie no 181, September 2015
2. https://nationalgeographic.grid.id : timbuktu-pusat-ilmu-pengetahuan-dan-peradaban-islam-di-afrika-barat
3. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam : timbuktu-pusat-peradaban-dan-pengetahuan-islam-termasyhur
4.https://www.kompasiana.com/vienym/ : di-timbuktu-emas-pernah-ditukar-dengan-garam

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Pakistan Sebut Tembakan Lintas Batas India di Kashmir Tewaskan 2 Warga Sipil

Pakistan Sebut Tembakan Lintas Batas India di Kashmir Tewaskan 2 Warga Sipil

Senin, 19 Aug 2019 17:15

Berapa Lama Ma'ruf Amin Jadi Wapres Jokowi?

Berapa Lama Ma'ruf Amin Jadi Wapres Jokowi?

Senin, 19 Aug 2019 16:31

Presiden Terguling Sudan Omar Al-Bashir Tiba di Pengadilan untuk Menghadapi Dakwaan Korupsi

Presiden Terguling Sudan Omar Al-Bashir Tiba di Pengadilan untuk Menghadapi Dakwaan Korupsi

Senin, 19 Aug 2019 16:15

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

Senin, 19 Aug 2019 12:17

Mengambinghitamkan Agama (Umat) Islam di Ekonomi?

Mengambinghitamkan Agama (Umat) Islam di Ekonomi?

Senin, 19 Aug 2019 12:17

Hak Jawab Pemkot Bekasi Terkait Artikel Voa Islam: Wali Kota Bekasi Terpapar Paham Radikal

Hak Jawab Pemkot Bekasi Terkait Artikel Voa Islam: Wali Kota Bekasi Terpapar Paham Radikal

Senin, 19 Aug 2019 11:22

Gibraltar Tolak Permintaan AS untuk Menahan Kapal Tanker Minyak Iran

Gibraltar Tolak Permintaan AS untuk Menahan Kapal Tanker Minyak Iran

Senin, 19 Aug 2019 10:31

Setelah Bandara Sipil, Kini Giliran Kebun Binatang di Tripoli yang Dibombardir Oleh Pasukan Haftar

Setelah Bandara Sipil, Kini Giliran Kebun Binatang di Tripoli yang Dibombardir Oleh Pasukan Haftar

Senin, 19 Aug 2019 10:30

India Tangkap Setidaknya 4000 Orang di Kashmir Sejak Pencabutan Status Otonomi Khusus

India Tangkap Setidaknya 4000 Orang di Kashmir Sejak Pencabutan Status Otonomi Khusus

Senin, 19 Aug 2019 09:30

MUI: Kasus GKI Yasmin Sudah Selesai, Relokasi!

MUI: Kasus GKI Yasmin Sudah Selesai, Relokasi!

Senin, 19 Aug 2019 09:12

Perlu Diaudit: Kekayaan Para Mantan Presiden, Wapres, Menteri, Dirut BUMN

Perlu Diaudit: Kekayaan Para Mantan Presiden, Wapres, Menteri, Dirut BUMN

Senin, 19 Aug 2019 08:28

Isu Radikal Untungkan Para Pemburu Rente? Dahnil Singgung Mahfud

Isu Radikal Untungkan Para Pemburu Rente? Dahnil Singgung Mahfud

Senin, 19 Aug 2019 06:17

Kemerdekaan RI Tak Diberikan Gratis oleh Penjajah

Kemerdekaan RI Tak Diberikan Gratis oleh Penjajah

Senin, 19 Aug 2019 05:17

Puluhan Ribu Orang di Hong Kong Kembali Gelar Aksi Demo

Puluhan Ribu Orang di Hong Kong Kembali Gelar Aksi Demo

Senin, 19 Aug 2019 03:51

Mahfud oh Mahfud

Mahfud oh Mahfud

Senin, 19 Aug 2019 02:03

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Kabul

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Kabul

Senin, 19 Aug 2019 01:40

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Dekat Pagar Gaza

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Dekat Pagar Gaza

Senin, 19 Aug 2019 00:47

India Kembali Berlakukan Jam Malam di Kashmir

India Kembali Berlakukan Jam Malam di Kashmir

Ahad, 18 Aug 2019 23:43

Kemampuan Jokowi Pindah Ibu Kota Dipertanyakan

Kemampuan Jokowi Pindah Ibu Kota Dipertanyakan

Ahad, 18 Aug 2019 23:17

Bebas Penjajahan Secara Total, Mungkinkah?

Bebas Penjajahan Secara Total, Mungkinkah?

Ahad, 18 Aug 2019 23:16


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X