Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.026 views

Gaduhnya Zonasi Sekolah, Solusi Pendidikan bagi Negeri?

Oleh: Ragil Rahayu, SE

 

"Saya minta server ditutup," tegas seorang perwakilan wali murid yang melakukan aksi menolak sistem zonasi di Surabaya. Akhirnya Dinas Pendidikan Kota Surabaya menghentikan sementara proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Pertama. Hal ini sebagai buntut langkah Dinas Pendidikan Jawa Timur yang menghentikan sementara PPDB sekolah Menengah Atas (SMA).

Gaduh sistem zonasi tak hanya terjadi di Jawa Timur. Di Jawa Tengah, warga memrotes karena PPDB kini minim mengakomodasi siswa berprestasi. Di Kabupaten Karanganyar warga panik dengan sistem adu cepat mendaftar hingga rela menginap di sekolah agar bisa mendapatkan urutan pertama. Kegaduhan karena zonasi ini meluas secara nasional. Para walimurid resah akan nasib anaknya, apakah diterima di sekolah negeri yang diinginkan atau tidak.

Pemerataan Pendidikan dengan Zonasi, Bisakah?

Sistem zonasi didasari keinginan pemerintah untuk menghilangkan kastanisasi pendidikan. Tak boleh lagi ada istilah sekolah favorit dan non-favorit. Demi mewujudkan keadilan pendidikan maka setiap siswa berhak sekolah di sekolah terdekat dari rumahnya. Sehingga anak-anak yang pintar secara akademis akan terdistribusi secara merata, tidak terkonsentrasi di sekolah favorit. Terwujudlah pemerataan pendidikan. Keinginan yang bagus, sebenarnya. Sayangnya hal itu tak dipersiapkan dengan baik. Hasilnya adalah kegaduhan luar biasa.

Orangtua yang khawatir akan nasib anaknya akhirnya menempuh segala cara agar sang anak diterima di sekolah yang dituju. Ada yang mendadak pindah rumah dekat sekolah, ada yang pura-pura miskin dengan mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), ada yang menyuap oknum panitia PPDB, dan sebagainya. Akibat sistem zonasi, ada sekolah yang muridnya membludak dan ada juga yang muridnya hanya beberapa gelintir. Dari kegaduhan ini sampai muncul ungkapan : Tak perlu belajar rajin, yang penting rumah dekat sekolah impian. Sungguh miris!

Kisruh zonasi ini berpangkal pada masalah tidak meratanya sekolah di Indonesia. Baik dari sisi jumlah, kualitas dan lokasi. Dari sisi jumlah, masih banyak daerah yang kekurangan sekolah. Seperti di Sidoarjo, total hanya ada 44 SMP Negeri dan 12 SMA Negeri. Padahal daerah ini punya 18 kecamatan dengan 322 desa. Tentu banyak wilayah yang lokasinya jauh dari sekolah.

Dari sisi kualitas terjadi ketimpangan layanan pendidikan sehingga muncul istilah sekolah favorit. Sekolah favorit memiliki dewan guru yang lebih berkualitas serta sarana prasarana yang lebih lengkap. Dari sisi lokasi, penyebaran sekolah tidak merata. Ada beberapa sekolah negeri yang berjajar di pusat kota. Tapi, di pinggiran jumlahnya sedikit. Bahkan ada daerah-daerah yang terkategori 'blank spot' karena tak masuk zonasi mana pun.

Jika persoalannya adalah ketidakmerataan layanan pendidikan, solusi yang dibutuhkan adalah peningkatan kualitas pendidikan secara merata. Dimulai dari pemetaan jumlah dan sebaran penduduk, lalu ditetapkan rasio ideal antara jumlah sekolah dan jumlah penduduk. Selanjutnya dibangun sekolah sesuai rasio tersebut. Misalnya pada 1000 penduduk harus ada sekuan Sekolah Dasar (SD),  SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Sehingga bisa dijamin pasti ada sekolah yang dekat tempat tinggal warga.

Pemerintah bisa menggandeng swasta untuk penyediaan sekolah, namun tak boleh ada tujuan kapitalistik yakni meraup untung. Sekolah, baik negeri maupun swasta, harus diposisikan sebagai layanan publik yang mendasar. Sehingga harus tersedia dalam jumlah mencukupi dan terjangkau oleh masyarakat.

Selain menyediakan sekolah dalam jumlah ideal, pemerintah harus menjadikan kualitas semua sekolah sesuai standard. Semua guru harus mendapat pelatihan untuk meningkatkan kapabilitasnya. Pelatihan dibuat rutin dan kontinyu untuk semua guru. Sehingga tidak ada dikotomi guru negeri dan swasta, antara aparat Sipil Negara (ASN) dan Guru Tidak Tetap (GTT) juga antara sertifikasi dan non sertifikasi. Semuanya harus di-upgrade kemampuannya sehingga layak ditempatkan di sekolah mana saja.

Tak hanya diberi pelatihan, guru juga haris dijamin kesejahteraannya. Sehingga guru bisa fokus mengajar, tidak pusing memikirkan aneka kebutuhan pokok. Gaji guru harus layak, sesuai dengan lelahnya dalam mencurahkan ilmu yang bermanfaat bagi murid. Sarana prasarana sekolah juga butuh ditingkatkan kualitasnya secara merata. Mulai dari penyediaan lab sains, lab bahasa, perpustakaan dengan isi buku-buku berkualitas, asrama dan sebagainya.

Agar tidak muncul istilah sekolah favorit, pemerintah perlu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tiga pilar pendidikan yakni sekolah, orangtua dan masyarakat. Sehingga penentu output pendidikan bukan hanya sekolah, melainkan sinergi di antara ketiganya. Maka selain kurikulum yang berkualitas, juga harus didukung orangtua yang peduli pendidikan dan masyarakat yang menghargai ilmu.

Negara berperan sebagai pemimpin, yang memastikan semua pilar tersebut berdaya secara efektif. Negara tak boleh lepas tangan dalam pendidikan, karena peran penting pendidikan sebagai investasi masa depan peradaban. Pendidikan tak boleh diserahkan pada swasta sehingga menjadi komoditas bisnis. Sekolah swasta boleh ada tapi dibawah pengaturan negara.

Bila pemerataan kualitas pendidikan tersebut sudah dilakukan, tak masalah jika sistem zonasi diterapkan. Setiap siswa akan mendapatkan layanan yang sama, dimanapun dia sekolah. Daripada ngotot zonasi, sementara layanan pendidikan belum merata, sebaiknya pemerintah fokus pada peningkatan kualitas pendidikan. Sehingga rakyat mendapat pendidikan yang murah bermutu. Semua solusi tersebut bukan seumpama membangun candi dalam semalam. Namun butuh kerja keras bertahun-tahun. Jika pemerintah serius, hasilnya akan ditunai anak cucu kita. Sayangnya pemerintah lebih suka solusi instan tanpa memikirkan dampaknya terhadap masyarakat.

Sistem Pendidikan Islam, Solusi?

Islam memiliki konsep pendidikan berbasis aqidah Islam, sehingga menuntut ilmu bukan cuma urusan dunia nan fana, namun juga urusan akhirat yang kekal. Kurikulumnya berkualitas tinggi karena bersumber dari wahyu Ilahi. Negara memposisikan dirinya sebagai pelayan dan pengurus masyarakat, sehingga pendidikan bisa diakses semua orang dengan mudah. Bahkan bagi masyarakat pedalaman atau badui yang suka berpindah-pindah, negara akan menyediakan guru yang mendatangi mereka. Karena pendidikan adalah hak rakyat maka disediakan secara gratis. Tak ada cerita siswa putus sekolah karena tak punya biaya.

Dana pendidikan berasal dari pengelolaan kekayaan alam semisal tambang, laut, hutan dan sebagainya yang hakikatnya adalah kepemilikan umum, milik seluruh rakyat. Mengenai zonasi, murid dalam sistem Islam berhak sekolah dimana saja yang dia inginkan. Karena semua sekolah sudah memenuhi standard. Namun bisa jadi murid ingin memperoleh ilmu dari guru tertentu yang disukainya. Itulah sebabnya, meski di masa khilafah Abbasiyah semua sekolah berkualitas bagus, namun Baghdad tetap menjadi berkumpulnya para pencari ilmu. Hal ini tak sampai menimbulkan masalah yang berarti, selain ramainya kota Baghdad, yang itu wajar adanya sebagai ibukota negara.

Bukti atas keberhasilan Islam dalam menyediakan pendidikan berkualitas adalah pernyataan Jacques C. Reister, cendekiawan barat, tentang khilafah, yakni : Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi.

Maka tak perlu terjebak pada pilihan zonasi atau tidak, karena dia merupakan persoalan cabang. Tapi mari menyelesaikan persoalan pendidikan Indonesia secara tuntas dengan Sistem Islam yakni khilafah. Kesahihannya telah terjamin, keberhasilannya telah teruji. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

*)Walimurid tinggal di Sidoarjo

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Hendro FPI Ono

Hendro FPI Ono

Sabtu, 07 Dec 2019 10:54

Agama Abu Janda Apa Ya?

Agama Abu Janda Apa Ya?

Sabtu, 07 Dec 2019 08:05

Tak Mau Hormat Bendera Vs Radikalisme

Tak Mau Hormat Bendera Vs Radikalisme

Sabtu, 07 Dec 2019 05:20

Gaza Ekspor Stroberi ke UEA dan Bahrain untuk Pertama Kali

Gaza Ekspor Stroberi ke UEA dan Bahrain untuk Pertama Kali

Jum'at, 06 Dec 2019 23:15

Dua Orang Tewas Dalam Penembakan di Pangkalan Angkatan Laut AS di Florida

Dua Orang Tewas Dalam Penembakan di Pangkalan Angkatan Laut AS di Florida

Jum'at, 06 Dec 2019 23:05

Menlu Saudi Al-Jubeir: Ancaman Iran untuk Kawasan Tidak Dapat Ditolerir Lagi

Menlu Saudi Al-Jubeir: Ancaman Iran untuk Kawasan Tidak Dapat Ditolerir Lagi

Jum'at, 06 Dec 2019 22:47

TIP Rilis Video Baru, Pamer Kamp Pelatihan dan Peralatan Militer yang Direbut dari Pasukan Afghan

TIP Rilis Video Baru, Pamer Kamp Pelatihan dan Peralatan Militer yang Direbut dari Pasukan Afghan

Jum'at, 06 Dec 2019 22:19

Perdana Menteri Baru Sudan Berjanji Akan Tarik Pasukan dari Yaman

Perdana Menteri Baru Sudan Berjanji Akan Tarik Pasukan dari Yaman

Jum'at, 06 Dec 2019 21:55

DSKS Dampingi Warga Surakarta Laporkan Gus Muwafiq ke Polda Jateng

DSKS Dampingi Warga Surakarta Laporkan Gus Muwafiq ke Polda Jateng

Jum'at, 06 Dec 2019 17:19

Habib Rizieq: Insyaallah MPUII Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia

Habib Rizieq: Insyaallah MPUII Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia

Jum'at, 06 Dec 2019 15:05

Sebentar Lagi Sperma Terpapar Radikalisme

Sebentar Lagi Sperma Terpapar Radikalisme

Jum'at, 06 Dec 2019 14:42

PKS Siap Jalankan Nasihat Muhammadiyah untuk Jadi Kekuatan Penyeimbang

PKS Siap Jalankan Nasihat Muhammadiyah untuk Jadi Kekuatan Penyeimbang

Jum'at, 06 Dec 2019 13:49

Majelis Taklim Wajib Terdaftar, Sohibul: Pemerintah Terjebak Masa Lalu

Majelis Taklim Wajib Terdaftar, Sohibul: Pemerintah Terjebak Masa Lalu

Jum'at, 06 Dec 2019 11:40

Persis: Sertifikasi Calon Pengantin Jangan Jadi Penghambat Pernikahan

Persis: Sertifikasi Calon Pengantin Jangan Jadi Penghambat Pernikahan

Jum'at, 06 Dec 2019 09:50

PP Muhammadiyah Pesankan Peran Check And Balances ke PKS

PP Muhammadiyah Pesankan Peran Check And Balances ke PKS

Jum'at, 06 Dec 2019 09:40

Negara Darurat Hukum

Negara Darurat Hukum

Jum'at, 06 Dec 2019 08:50

Saudi Akan Tawarkan Kewarganegaraan Kepada Para Ahli, Kreatif, dan Ulama, Anda Berminat?

Saudi Akan Tawarkan Kewarganegaraan Kepada Para Ahli, Kreatif, dan Ulama, Anda Berminat?

Kamis, 05 Dec 2019 21:35

Pentagon Bantah Mereka Akan Kirim 14.000 Pasukan ke Timur Tengah

Pentagon Bantah Mereka Akan Kirim 14.000 Pasukan ke Timur Tengah

Kamis, 05 Dec 2019 21:20

AS Akan Mulai Kembali Pembicaraan Damai dengan Taliban Setelah Lampu Hijau dari Trump

AS Akan Mulai Kembali Pembicaraan Damai dengan Taliban Setelah Lampu Hijau dari Trump

Kamis, 05 Dec 2019 20:40

Laporan: Wabah Bunuh Diri Menyapu Libanon di Tengah Krisis Ekonomi

Laporan: Wabah Bunuh Diri Menyapu Libanon di Tengah Krisis Ekonomi

Kamis, 05 Dec 2019 20:20


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X