Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.866 views

Menyiapkan Buah Hati Menyambut Bulan Suci

 

Oleh :

Yulida Hasanah*

 

‘Bulan mulia kunanti-nanti, penuh suka cita kita menyambutnya,

Bulan mulia kunanti-nanti, penuh bahagia, menanti karena cinta...’

 

Kutipan bait lagu ‘Sambut Ramadhan’  yang dirilis oleh DNA Aditya di atas adalah gambaran kegembiraan dan suka cita dalam sebuah keluarga menunggu datangnya bulan mulia penuh berkah. Seiring berjalannya waktu, tidak terasa kita akan bertemu lagi dengan tamu Suci nan Mulia, yaitu Bulan Ramadhan Mubarok. Bagaimana kabar para Umi, Bunda, Emak dan para Ibu, sudah menyiapkan apa saja untuk buah hati  kita dalam menyambut Ramadhan tahun 1440 H ini? Agar suasana puasa menjadi indah, berkah dan tentunya menjadikan kita dan keluarga semakin meningkat ketaqwaannya.

Walaupun tiap tahun Ayah Bunda, Umi Aba dan Ibu Bapak selalu mengajak putra putri kita ikut menjalankan ibadah puasa. Namun, pasti kita semua para orang tua, ingin puasa tahun ini lebih baik dari puasa tahun kemarin. Apalagi godaan puasa di jaman sekarang semakin komplek dibanding bulan puasa tahun-tahun lalu.

Maka, tidak ada salahnya, kita menambah ilmu sekaligus menjadikannya bermanfaat dan bisa menjadi bekal kita untuk menyiapkan buah hati kita dalam menyambut bulan Suci. Sebab, membiasakan diri dengan perilaku- perilaku  yang  baik  kepada  anak-anak  kita  merupakan  bentuk  kepedulian  kita  terhadap  masa  depan anak-anak.

Namun  demikian,  mengantarkan  anak  untuk  berpuasa  dan  memahami  maknanya,  sungguh  bukanlah pekerjaan  yang  mudah.  Keberhasilan  kita  dalam  mengkondisikan  anak,  memerlukan  persiapan  sejak jauh  hari.  Nah,  Lima kiat di bawah ini bisa  kita  lakukan untuk  merancang  pola pendidikan terbaik bagi putra-putri kita selama bulan Ramadhan.

 

Pertama; Mengenalkan Ramadhan Lewat Cerita

Stasiun TV biasanya getol mengiklankan tayangan-tayangan favorit guna menyambut Ramadhan, jauh sebelum  Ramadhan  tiba.  Mereka  terus  menerus  menjajakan  acara-cara  religiusnya  untuk  mengisi bulan Ramadhan. Oleh karena itu, jauh sebelum bulan Ramadhan tiba, kita pun harus memiliki cara khusus  untuk  mempersiapkan  putra-putri  kita.  Lalu,  bagaimana  caranya?  Mudah  saja,  manfaatkan kebiasaan  mendongeng  atau  bercerita  yang  biasa kita  lakukan.  Hanya  saja,  temanya  adalah  segala sesuatu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan.

Pilih  cerita-cerita  Islam  yang  menggambarkan  suasana  puasa  dan  keutamaan  bagi  yang menjalankannya.  Bisa  juga  cerita  mengenai  kisah-kisah  menarik  seputar  Ramadhan,  baik  mengenai sahabat atau Rasulullah yang berjuang di bulan Ramadhan. Atau dapat mengarang sendiri cerita yang  ada  hubungannya  dengan  tema  tersebut,  selain  menceritakan  pengalaman  masa  kecil  kita ketika menjalani ibadah puasa. Ini akan lebih menarik minat anak, sebab, cerita tersebut lebih hidup dan kita leluasa berimprovisasi.

Prolog Ramadhan melalui cerita ini dapat dimulai seminggu sebelum datangnya bulan Ramadhan. Di antara  waktu  bercerita  tersebut,kita  dapat  mengajak  anak  untuk  membuat  rencana  kegiatan  selama bulan Ramadhan nanti, plus target yang ingin mereka capai. Kemukakan juga harapan apa yang kita harapkan untuk mereka lakukan.

Lewat  cerita  ini,  suasana  Ramadhan  sudah  terbangun  dalam  alam  pikiran  anak;  sehingga,  ia  akan mengharapkan kedatangan bulan ini dengan penuh semangat dan antusias.

 

Kedua; Membangun Suasana yang Kondusif di dalam Rumah

Suasana  rumah  yang  berubah  juga  akan  mempengaruhi  semangat  anak.  Misalnya  dengan  mengubah penataan  rumah,  mempersiapkan  ruang  khusus  untuk  sholat  berjamaah  dan  tadarus  al-Qur’an.  Ajak anak-anak menghiasi ruang tersebut dengan tulisan kaligrafi dan gambar islami.

Demikian pula untuk dekorasi rumah maupun kamar, mesti didesain agar mampu menciptakan nuansa islami.  Misalnya  dengan  mengubah  letak tempat mainan, tv  ataupun  buku  dan  majalah  yang  bersifat umum, berganti dengan buku-buku atau majalah keislaman yang mudah dijangkau.

Kamar  tidur  anak  dapat  dihias  dengan  tulisan  hadist,  motto  ataupun  semboyan  yang  akan membangkitkan  semangat  mereka  di  saat  nanti  mereka  menahan  lapar  dan  haus  ketika  puasa. Tempelkan  juga  target  dan  jadwal  kegiatan  yang  telah  disusun  bersama.  Ibu  sebaiknya mempersiapkan bintang-bintang yang siap ditempel untuk setiap rencana yang berhasil dicapai anak. Kerjakan  bersama  anak  agar  ia  termotivasi  untuk  mendapatkan  bintang  sebanyak  mungkin  sampai akhir Ramadhan.

Kebiasaan Ayah mengecat rumah menjelang lebaran, yang biasanya dilakukan pada saat puasa, dapat dimulai justru sebelum Ramadhan. Di samping membangun mood anggota keluarga, juga agar selama Ramadhan lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.

 

Ketiga; Persiapan Fisik

Umi, Bunda, atau Ibu  dapat  mulai  menyusun  menu  dengan  gizi  yang  seimbang  untuk  anak  yang  puasa.  Juga  mulai melatih  pola  makan  dari  3  kali  sehari  menjadi  2  kali  saja.  Bila  dilihat  dari  pola  kebiasaan  makan, berpuasa  sebetulnya  hanya  memindahkan  jam,  atau  mengurangi  satu  kali  waktu  makan  saja.  Bila biasanya makan 3 kali sehari, menjadi 2 kali, yaitu waktu sahur dan waktu berbuka puasa.

Penyusunan  menu  ini  untuk  menghindari  terjadinya  kekurangan  zat  gizi  pada  putra putri kita.  Caranya dengan mengkonsumsi  makanan yang beragam dalam jumlah yang cukup.

 

Keempat; Mengajak Anak Untuk Bersahur Bersama

Bila  esok  hari  mulai  berpuasa,  berarti  malam  sebelumnya  kita  disunnahkan  melaksanakan  sholat taraweh  dan  sahur.  Melatih  anak-anak  untuk  berpuasa  dapat  dimulai  dengan  belajar  bangun  malam untuk makan sahur bersama.

Untuk  menarik  minat  anak,  siapkan  menu  makanan  kegemarannya  dan  buat  suasana  sahur menyenangkan, sehingga anak tidak merasa berat bangun tengah malam. Biarkan putra putri kita makan di akhir waktu sahur. Awal puasa, biarkan mereka mencoba dulu puasa hanya setengah hari. Ia akan berbuka pada  tengah  hari  karena  masih  latihan.  Dengan  cara  latihan  yang  bertahap  seperti  itu,  si  buah hati  tidak merasa berat lagi untuk melakukan puasa sehari penuh.

 

Kelima; Pahami Nilai Plus Puasa Bagi Anak

Banyak sekali nilai plus puasa bagi anak-anak. Dari sisi kesehatan, ibadah puasa memberikan istirahat pada  organ-organ  pencernaan  tubuh,  termasuk  sistem  enzim  dan  hormonal,  yang  kemudian  akan bekerja kembali dengan lebih sempurna.

Selain itu, membiasakan puasa pada si buah hati sejak  dini  merupakan  wahana  untuk  memupuk  sikap disiplin pada diri anak. Berdisiplin untuk bangun sahur pada malam hari, makan tepat waktu berbuka dan menahan nafsu. Selain itu, puasa juga termasuk sebagai latihan untuk taat pada perintah agama.

Latihan  ini  bukan  hanya  pada  menahan  lapar  saja,  tetapi  lebih  penting  pada  esensi  berpuasa  itu sendiri.  Karenanya,  bila  anak  memang  belum  mampu  berpuasa  setengah  hari  penuh,  biarlah  mereka berbuka  di  tengah  hari.  Bukankah  segala  sesuatunya  berlangsung  secara  bertahap?  Termasuk  dalam mendidik si kecil dalam hal puasa.

Pembiasaan  puasa  juga  bisa  mendidik  buah hati kita untuk  jujur,  misalnya  mereka  tetap  berpuasa sekalipun  teman-temannya  di  sekolah  tidak.  Kalaupun  karena  tidak  kuat  menahan  lapar  atau  godaan teman  ia  terpaksa  berbuka  di  luar  rumah,  mereka  juga  bisa  diajari  untuk  berterus-terang,  bukan berbohong dan malu mengakui kesalahannya.

Bagaimana para Umi, para Bunda, para Ibu, tidak sulit bukan? Yukk segera kita pakai lima kiat ini, mumpung datangnya bulan ramadhan masih tinggal beberapa hari lagi. Semoga puasa tahun ini benar-benar menjadi wahana kebahagiaan dan suka cita dalam keluarga kita, tentunya bahagia dan suka cita karena semakin menjadi keluarga yang bertaqwa. InsyaaAllah.*Ibu Peduli Keluarga dan Generasi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
RSQQ Tips: Ubah Bisnis Anda menjadi 5.0, Bisnis dengan 9 Level Turunan Usaha

RSQQ Tips: Ubah Bisnis Anda menjadi 5.0, Bisnis dengan 9 Level Turunan Usaha

Sabtu, 15 Aug 2020 18:34

Bahrain Kemungkinan Akan Menyusul UEA Jalin Hubungan Resmi Dengan Zionis Israel

Bahrain Kemungkinan Akan Menyusul UEA Jalin Hubungan Resmi Dengan Zionis Israel

Sabtu, 15 Aug 2020 13:45

Hay'at Tahrir Al-Sham Tangkap Jurnalis Asal AS Bilal Abdul Kareem Di Idlib

Hay'at Tahrir Al-Sham Tangkap Jurnalis Asal AS Bilal Abdul Kareem Di Idlib

Sabtu, 15 Aug 2020 08:15

Berikan Sambutan pada Milad MUI, UAH Tekankan Pentingnya Memetakan Tantangan Dakwah

Berikan Sambutan pada Milad MUI, UAH Tekankan Pentingnya Memetakan Tantangan Dakwah

Jum'at, 14 Aug 2020 23:31

Covid-19 Belum Mereda, Muhammadiyah Perkuat Gerakan Pakai Masker

Covid-19 Belum Mereda, Muhammadiyah Perkuat Gerakan Pakai Masker

Jum'at, 14 Aug 2020 23:17

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Jum'at, 14 Aug 2020 23:15

Turki: Sejarah Tidak Akan Memaafkan Pengkhianatan UEA Terhadap Palestina

Turki: Sejarah Tidak Akan Memaafkan Pengkhianatan UEA Terhadap Palestina

Jum'at, 14 Aug 2020 22:25

Korban Tewas AKibat Ledakan di Pelabuhan Beirut Tetap Meningkat, Puluhan Lainnya Masih Hilang

Korban Tewas AKibat Ledakan di Pelabuhan Beirut Tetap Meningkat, Puluhan Lainnya Masih Hilang

Jum'at, 14 Aug 2020 22:10

Mardani Ali Sera: Target Pertumbuhan Ekonomi 2021  Ambisius

Mardani Ali Sera: Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Ambisius

Jum'at, 14 Aug 2020 21:55

Penasihat Erdogan: Persahabatan Dengan UEA 'Lebih Berbahaya Daripada Permusuhannya'

Penasihat Erdogan: Persahabatan Dengan UEA 'Lebih Berbahaya Daripada Permusuhannya'

Jum'at, 14 Aug 2020 21:35

Gubernur Anies Perketat Kerumunan di Ruang Publik

Gubernur Anies Perketat Kerumunan di Ruang Publik

Jum'at, 14 Aug 2020 21:32

Anis Berikan Motivasi Berinfak dan Ingatkan Pengelola untuk Amanah

Anis Berikan Motivasi Berinfak dan Ingatkan Pengelola untuk Amanah

Jum'at, 14 Aug 2020 21:26

Apakah Benar Kas Negara Kosong?

Apakah Benar Kas Negara Kosong?

Jum'at, 14 Aug 2020 21:24

Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Jum'at, 14 Aug 2020 20:21

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Jum'at, 14 Aug 2020 14:25

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Jum'at, 14 Aug 2020 13:28

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Jum'at, 14 Aug 2020 07:55

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Kamis, 13 Aug 2020 23:46

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Kamis, 13 Aug 2020 21:15

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Kamis, 13 Aug 2020 21:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 13/08/2020 11:40

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?