Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
907 views

Ibu Indonesia Kartini

Oleh: Salasiah, S.Pd 
 
(Praktisi Pendidikan & Owner Rufidz Ahmad Amuntai) 

Kartini adalah ibu Indonesia. Emansipator bagi perempuan pribumi yang iri melihat kaum pendatang asing yang menguasai negerinya tanpa memperhatikan keberadaan rakyatnya, khususnya kaum perempuan yang masih diacuhkan.

Sebagai perempuan, Kartini melihat perempuan pribumi dianggap terbelakang terutama dalam pendidikan.  Sebagai anak bangsawan beliau mempunyai kesempatan yang lebih karena dibolehkan oleh kolonial Belanda untuk mengeyam pendidikan. Namun sebagai perempuan dan bangsawan  yang mencintai rakyatnya, beliau merasa harus melakukan perubahan untuk memperbaiki nasib rakyatnya.

Laki-laki lebih mempunyai kesempatan memperoleh pendidikan daripada perempuan. Laki-laki sebagai kepala rumah tangga menjadi figur dominan dalam rumah tangga, sehingga kekerasan sering dialami oleh perempuan sebagai istri.  Peran istri dalam sektor domestik mengekangnya hanya beraktifitas dalam rumah tangga tanpa bisa berkreatifitas diluar rumah. Kepemilikan harta wanita juga terbatasi oleh lembaga perkawinan yang melegalisir kepemilikan laki-laki atas harta dan pemilikan suami atas istri.

Perempuan secara politik pemerintahan juga hanya sedikit mendapatkan tempat dalam pemerintahan. Semua ketertindasan ini harus dirombak agar perempuan dan laki-laki mempunyai kedudukan yang sejajar. Mungkin ini juga yang dirasakan Kartini ketika ia mengharapkan kaum perempuan Indonesia harus menjadi lebih maju. Korespondensi Kartini dengan pemikiran yang terbuka dianggap  mewakili suara emansipasi wanita yang mulai bangkit di Eropa kala itu, sehingga patut untuk diterbitkan.

 

Emansipasi-Feminis

Emansipasi telah merubah pandangan perempuan terhadap kaumnya. Secara sadar  mempengaruhi pandangan masyarakat bahwa wanita modern adalah wanita yang kuat tangguh, dan mandiri secara kedudukan dan finansial, sehingga ia tidak mudah diremehkan dan tidak bergantung kepada laki-laki dalam kesehariannya.

Gerakan feminis dengan perjuangannya menyatakan perang dengan segala kesenjangan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. Salah satu arahan feminis adalah peran wanita yang harus berani keluar dari rumah dan merambah sektor publik. Kaum perempuan harus berani bersaing dengan laki-laki dalam berbagai sektor publik, bahkan harus memenangkan persaingan itu agar mempunyai posisi tawar di hadapan laki-laki.

Arahan itu pun dijalankan. Pekerjaan rumah tangga yang dianggap akan mengurangi kesempatan untuk mengetahui dunia luar dan menggali potensi diri perempuan, rumah tangga yang dianggap sebagai penjara yang sangat membosankan mulai ditinggalkan. Peran domestik sebagai ibu rumah tangga tidak lagi diminati karena dianggap tidak modern dan tidak produktif karena tidak bisa menghasilkan perolehan materi yang bisa dikalkulasi. Perempuan dianggap sejajar dengan laki-laki ketika dia juga mampu memberikan pemasukan uang bagi keluarga dan devisa bagi negara.

Perempuan mulai memasuki bursa kerja dalam berbagai profesi dengan beragam alasan. Dari menjadi pedagang kaki lima sampai sopir angkut, dari cleaning servise hingga director, bahkan sudah memasuki pemerintahan dengan tuntutan 50% dalam parlemen. Kemiskinan memang lebih menjadi alasan. Perempuan-perempuan bekerja untuk membantu suami menambah penghasilan keluarga. Kemajuan pendidikan juga telah memberikan peluang bagi para perempuan untuk bersaing dalam hal mengeksiskan diri ditengah-tengah masyarakat. Mengglobalnya tuntutan ekonomi dan komunikasi serta gaya hidup konsumtif turut melibatkan perempuan sebagai pelaku-pelaku aktif didalamnya.

Bekerjanya seorang perempuan lebih dimotivasi oleh adanya keinginan agar dianggap punya status sosial didalam masyarakat, karena menurut penilaian masyarakat, berprofesi menjadi “wanita karir” dianggap lebih terhormat dan lebih bergengsi dibanding hanya sekedar menjadi ibu rumah tangga saja. Perempuan yang lulus kuliah tapi tidak bekerja dianggap hanya menyia-nyiakan waktu dan biaya. Emansipasi yang identik dengan karir dan penghasilan begitu mempesonakan perempuan.

 

Perempuan-Ibu Indonesia

Perempuan berdaya dalam syariat Islam. Itulah yang sempat dikenyam oleh ibu kartini ketika rasa ingin tahunya sebagai perempuan yang dianggap terbelakang oleh kolonial menuntut pengakuan. Dalam lingkup syariat Islam yang dikenal sebagai aturan Timur, tidak membedakan laki-laki dan perempuan dalam fisik dan psikisnya. Perbedaan hanya terletak pada ketakwaan kepada sang penciptanya.

Perempuan muda selayaknya laki-laki mempunyai beban taklif yang harus di pertanggungjawabkan dengan ilmu dan iman. Sebagai ibu, Islam menempatkan perempuan dalam posisi yang sangat dimuliakan dengan tugasnya sebagai pengatur urusan rumah tangga.

Perempuan sebagai ibu diembani amanah pembentuk generasi masa depan dalam rumah tangga. Mengasuh anak-anak dan mengelola rumah tangganya dan memberikan pendidikan pertama tentang aqidah, ibadah, moral dan pendidikan dasar umum kepada anak-anaknya. Menciptakan keluarga yang bahagia adalah sebuah amanah yang hanya bisa dijalankan dengan keikhlasan, kompentensi, dan kualifikasi yang tinggi dari potensi yang dimiliki seorang perempuan.

Untuk mencapai kompetensi dan kualifikasi yang diharapkan untuk mengemban amanah besar itu, perempuan perlu memiliki ilmu yang tidak hanya seadanya. Seperti halnya sebuah karir dia harus dipersyaratkan dengan tingkat pendidikan tertentu. Sehingga untuk menjadi ibu sudah semestinya perguruan tinggi pun juga harus dia tempuh agar tidak tertinggal dengan generasi yang dia bentuk.

Inilah perjuangan dan karier sesungguhnya dari seorang perempuan, ibu Indonesia. Berperan penting dalam wilayah domestik dan berinvestasi secara cerdas dengan menciptakan generasi tangguh. Investasi yang tidak bisa dikalkulasi secara materi. Karir ini tidak bisa dialih perankan kepada laki-laki.

Lantas tidak bolehkah perempuan berkarir untuk mengembangkan potensinya di luar urusan rumah tangga. Kemuliaan sebagai ibu rumah tangga tidak akan menghalangi aktifitas-aktifitas lain. Islam membolehkan  perempuan untuk berkarir dan berkegiatan di luar rumah setelah mendapatkan izin suami, agar pembagian peran manager rumah tangga dan pencari nafkah tidak rancu.

Islam tidak akan pernah mengenal mempermasalahkan gender karena telah sangat jelas tingginya harkat wanita. Inilah yang dikenal ibu Indonesia Kartini dalam syariat Islam. Sehingga habis gelap terbitlah terang untuk kartini-kartini Indonesia yang mau mencari tahu. Wallahu’alam bisshawab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

Rabu, 18 Sep 2019 18:54

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Rabu, 18 Sep 2019 18:49

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

Rabu, 18 Sep 2019 18:48

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Rabu, 18 Sep 2019 18:09

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Rabu, 18 Sep 2019 17:47


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X