Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.938 views

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

 

Oleh : Isty Shofiah, S.Pd

Pernah menonton drama korea (drakor) Sky Castle? Serial ini berkisah tentang para orangtua yang menginginkan kesuksesan anak lewat pendidikan. Begitu menarik kisahnya karena pendidikan anak menjadi prioritas utama yang digambarkan dalam film tersebut. Berbagai cara dilakukan sang ibu untuk mendapat nilai terbaik. Ia bahkan rela mengeluarkan banyak biaya hanya untuk menyewa konselor atau tutor bagi anaknya. Ya, film tersebut banyak diminati di tengah hausnya pendidikan parenting saat ini dimana peran orangtua tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Dari film tersebut, setidaknya ada dua hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran:

Pertama. Wajibnya menuntut ilmu. Dalam film tersebut, para ibu menggunakan berbagai cara agar anaknya masuk dalam satu perguruan tinggi bergengsi. Obsesi tersebut menjadikan anak-anaknya memiliki jiwa dan karakter yang  kurang baik. Pasalnya, mereka mengalami banyak tekanan dalam belajar.

Anggapan bahwa sekolah di kampus terbaik akan menjadikan sang anak mudah mendapatkan pekerjaan bukan hanya dalam film namun secara nyata banyak dijumpai. Wajar, pernyataan seperti itu muncul akibat sistem kehidupan yang dipakai di seluruh negara. Itulah Kapitalisme, yang menjadikan segalanya berorientasi pada materi. Termasuk dalam hal pendidikan. Karena kesuksesan di alam kapitalisme diukur dari banyaknya materi yang dimiliki. Wajar jika tujuan bersekolah saat ini adalah untuk mendapatkan pekerjaan.

Berbeda dengan Islam yang mewajibkan setiap individu untuk menuntut ilmu. Kewajiban ini berlaku bagi setiap insan, laki-laki maupun perempuan. Bahkan surah yang pertama kali diterima Rasulullah Saw. adalah surah Al-Alaq yakni perintah untuk membaca. Islam memberikan penghargaan dan kemuliaan terhadap orang-orang berilmu. Sebagaimana firman-Nya berikut,

“Diangkat oleh Allah orang-orang yang beriman daripada kamu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat” (Tqs Al-Mujadalah : 11)

“Katakanlah! adakah sama antara orang-orang yang berlimu dan orang-orang yang tidak berilmu?” (Tqs Az-Zumar: 9)

Tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu pengetahuan memegang peranan penting dalam pembangunan peradaban manusia. Dengan ilmu, manusia mampu memilih dan memilah, mana yang baik dan buruk, serta halal dan haram.

Pada masa kejayaannya, Islam mampu mencetak generasi-generasi unggul yang polimatik. Yakni, tidak hanya unggul dalam pengetahuan agama namun juga pengetahuan sain dan teknologi. Para ilmuwan tidak hanya menguasai satu bidang ilmu. Salah satunya adalah Al-khawarizmi, penemu angka nol. Ia tidak hanya menguasai algoritma dan astronomi. Dalam hal agama, ia pun telah hafal Qur’an sejak kecil dan menguasai ilmu fiqih.

Ada juga Ibnu Sina yang disebut dengan Bapak Kedokteran. Ibnu Al-Haitham penemu lensa kamera yang tanpanya kita tak akan mengenal fotografi dan semacamnya. Begitu juga dengan Maryam Al-Astrolabi penemu astrolube, yaitu semacam kompas yang digunakan hingga detik ini untuk mengetahui arah saat perjalanan laut. Dan masih banyak ilmuwan muslim yang ilmunya begitu berpengaruh hingga saat ini. Itulah sebagian dari generasi polimatik yang lahir pada masa kejayaan Islam. Tujuan mereka menuntut ilmu hanyalah meraih ridho-Nya. Sehingga apa yang mereka pelajari semata-mata untuk Islam dan kemajuannya.

Kedua. Ibu adalah arsitek peradaban. Pada salah satu scene yakni ketika seorang pelatih/tutor akan memilih anak siapa yang akan dilatihnya dengan cara melakukan interview terhadap ibu. Ia mengatakan bahwa ibu yang bekerja akan sulit mengantarkan anaknya pada gerbang kesuksesan. Itu karena ada anggapan bahwa ibu bekerja tidak punya cukup waktu untuk membersamai anaknya. Sebaliknya, ibu rumah tangga dianggap mampu karena dapat fulltime membersamai anaknya belajar, dan tentu akan mengenal karakteristik anak lebih mendalam dibanding ibu pekerja.

Poin ini menarik di tengah gencarnya ide feminisme yang mengubah cara pandang kebanyakan ibu saat ini untuk keluar bekerja. Film ini justru menggambarkan sebaliknya. Ibu rumah tangga dianggap profesi ideal bagi pembentukan generasi.

Mari kita lihat bagaimana Islam memandang. Dalam Islam, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ia mengasuh dan mendidiknya dengan baik. Pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus juga dibutuhkan anak dalam perkembangan kecerdasan emosionalnya. Ketika anak merasa disayang, ia belajar untuk menghargai dirinya, menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan untuk berempati dan berbagi kasih sayang kepada orang lain. Begitu juga dengan pemahaman yang utuh terhadap anak dalam berbagai hal. Itu semua tentulah datang dari seorang Ibu. Bila fungsi Ibu terabaikan karena Ibu harus keluar bekerja, maka adakah fungsi ini akan tergantikan?

Ibunda para Ulama

Teringat suksesnya ibunda Imam Syafi’i yang mengantarkankan putranya menjadi ulama besar. Beliau mewakili perjuangan para ibu dari tokoh-tokoh agama. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi’i lahir. Ia membesarkan Syafi’i sendirian dan memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi’i telah hafal Alqur’an. Ia mengantarkan Syafi’i kepada guru-gurunya untuk belajar.

Tidak sedikit Ulama/Tokoh-tokoh besar yang sukses karena peran seorang ibu di belakangnya. Mungkin nama para ibu ini tidak pernah tercatat dalam sejarah. Namun anak-anak mereka tercatat dengan tinta emas. Dan itu cukup menjadi bukti eksistensi  seorang ibu.

Berperan sebagai ibu ideal tentu menjadi cita-cita para ibu. Mendampingi anak, mendidik mereka dengan baik dan mencetak mereka menjadi generasi unggul yang mengisi peradaban bangsa. Namun, tantangan demi tantangan juga banyak dihadapi oleh Ibu masa kini. Mulai dari faktor ekonomi yang semakin hari semakin menyekik banyak keluarga hingga permasalahan mahalnya pendidikan untuk anak. Tak heran banyak ibu rumah tangga yang akhirnya beralih profesi untuk membantu suami dengan turut bekerja.

Hal lain yang harus dimiliki oleh seorang ibu adalah wawasan untuk mendidik anak. Di sinilah pentingnya ilmu parenting bagi orangtua, khususnya ibu. Dengan ilmu, seorang ibu akan memahami potensi yang dimiliki anak sehingga bisa mengembangkannya. Ibu seperti inilah yang insya Allah akan mampu mencetak generasi unggul.  

Untuk itu, dibutuhkan peran negara dalam hal ini. Negara harus menjamin agar para ibu fokus menjalankan peran keibuannya dengan sempurna. Janganlah beban mencari nafkah dibebankan pada para ibu sehingga mereka terpaksa ke luar rumah untuk bekerja atau bahkan ke luar negeri sebagai pahlawan devisa.

Selain itu, negara juga wajib menjamin pendidikan Ibu agar tidak hanya menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya. Ibu yang sesungguhnya memunyai tanggung jawab besar di pundaknya untuk masa depan bangsa. Karena para ibu ialah arsitek peradaban gemilang, pencetak generasi cemerlang. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 12:30

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Selasa, 15 Oct 2019 11:34

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Selasa, 15 Oct 2019 11:08

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 10:30

Melihat Amerika Dari Dekat

Melihat Amerika Dari Dekat

Selasa, 15 Oct 2019 09:26

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Selasa, 15 Oct 2019 09:04

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Selasa, 15 Oct 2019 07:30

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Selasa, 15 Oct 2019 06:14

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

Selasa, 15 Oct 2019 02:25

Korupsi dalam Pandangan Islam

Korupsi dalam Pandangan Islam

Senin, 14 Oct 2019 21:45

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Senin, 14 Oct 2019 21:19

Fenomena Hijrah

Fenomena Hijrah

Senin, 14 Oct 2019 19:37

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Senin, 14 Oct 2019 17:34

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Senin, 14 Oct 2019 16:59

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Senin, 14 Oct 2019 16:30

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Senin, 14 Oct 2019 14:45

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Senin, 14 Oct 2019 14:30

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Senin, 14 Oct 2019 13:42

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Senin, 14 Oct 2019 13:35

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

Senin, 14 Oct 2019 10:45


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X