Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.811 views

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

 

Oleh : Isty Shofiah, S.Pd

Pernah menonton drama korea (drakor) Sky Castle? Serial ini berkisah tentang para orangtua yang menginginkan kesuksesan anak lewat pendidikan. Begitu menarik kisahnya karena pendidikan anak menjadi prioritas utama yang digambarkan dalam film tersebut. Berbagai cara dilakukan sang ibu untuk mendapat nilai terbaik. Ia bahkan rela mengeluarkan banyak biaya hanya untuk menyewa konselor atau tutor bagi anaknya. Ya, film tersebut banyak diminati di tengah hausnya pendidikan parenting saat ini dimana peran orangtua tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Dari film tersebut, setidaknya ada dua hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran:

Pertama. Wajibnya menuntut ilmu. Dalam film tersebut, para ibu menggunakan berbagai cara agar anaknya masuk dalam satu perguruan tinggi bergengsi. Obsesi tersebut menjadikan anak-anaknya memiliki jiwa dan karakter yang  kurang baik. Pasalnya, mereka mengalami banyak tekanan dalam belajar.

Anggapan bahwa sekolah di kampus terbaik akan menjadikan sang anak mudah mendapatkan pekerjaan bukan hanya dalam film namun secara nyata banyak dijumpai. Wajar, pernyataan seperti itu muncul akibat sistem kehidupan yang dipakai di seluruh negara. Itulah Kapitalisme, yang menjadikan segalanya berorientasi pada materi. Termasuk dalam hal pendidikan. Karena kesuksesan di alam kapitalisme diukur dari banyaknya materi yang dimiliki. Wajar jika tujuan bersekolah saat ini adalah untuk mendapatkan pekerjaan.

Berbeda dengan Islam yang mewajibkan setiap individu untuk menuntut ilmu. Kewajiban ini berlaku bagi setiap insan, laki-laki maupun perempuan. Bahkan surah yang pertama kali diterima Rasulullah Saw. adalah surah Al-Alaq yakni perintah untuk membaca. Islam memberikan penghargaan dan kemuliaan terhadap orang-orang berilmu. Sebagaimana firman-Nya berikut,

“Diangkat oleh Allah orang-orang yang beriman daripada kamu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat” (Tqs Al-Mujadalah : 11)

“Katakanlah! adakah sama antara orang-orang yang berlimu dan orang-orang yang tidak berilmu?” (Tqs Az-Zumar: 9)

Tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu pengetahuan memegang peranan penting dalam pembangunan peradaban manusia. Dengan ilmu, manusia mampu memilih dan memilah, mana yang baik dan buruk, serta halal dan haram.

Pada masa kejayaannya, Islam mampu mencetak generasi-generasi unggul yang polimatik. Yakni, tidak hanya unggul dalam pengetahuan agama namun juga pengetahuan sain dan teknologi. Para ilmuwan tidak hanya menguasai satu bidang ilmu. Salah satunya adalah Al-khawarizmi, penemu angka nol. Ia tidak hanya menguasai algoritma dan astronomi. Dalam hal agama, ia pun telah hafal Qur’an sejak kecil dan menguasai ilmu fiqih.

Ada juga Ibnu Sina yang disebut dengan Bapak Kedokteran. Ibnu Al-Haitham penemu lensa kamera yang tanpanya kita tak akan mengenal fotografi dan semacamnya. Begitu juga dengan Maryam Al-Astrolabi penemu astrolube, yaitu semacam kompas yang digunakan hingga detik ini untuk mengetahui arah saat perjalanan laut. Dan masih banyak ilmuwan muslim yang ilmunya begitu berpengaruh hingga saat ini. Itulah sebagian dari generasi polimatik yang lahir pada masa kejayaan Islam. Tujuan mereka menuntut ilmu hanyalah meraih ridho-Nya. Sehingga apa yang mereka pelajari semata-mata untuk Islam dan kemajuannya.

Kedua. Ibu adalah arsitek peradaban. Pada salah satu scene yakni ketika seorang pelatih/tutor akan memilih anak siapa yang akan dilatihnya dengan cara melakukan interview terhadap ibu. Ia mengatakan bahwa ibu yang bekerja akan sulit mengantarkan anaknya pada gerbang kesuksesan. Itu karena ada anggapan bahwa ibu bekerja tidak punya cukup waktu untuk membersamai anaknya. Sebaliknya, ibu rumah tangga dianggap mampu karena dapat fulltime membersamai anaknya belajar, dan tentu akan mengenal karakteristik anak lebih mendalam dibanding ibu pekerja.

Poin ini menarik di tengah gencarnya ide feminisme yang mengubah cara pandang kebanyakan ibu saat ini untuk keluar bekerja. Film ini justru menggambarkan sebaliknya. Ibu rumah tangga dianggap profesi ideal bagi pembentukan generasi.

Mari kita lihat bagaimana Islam memandang. Dalam Islam, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ia mengasuh dan mendidiknya dengan baik. Pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus juga dibutuhkan anak dalam perkembangan kecerdasan emosionalnya. Ketika anak merasa disayang, ia belajar untuk menghargai dirinya, menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan untuk berempati dan berbagi kasih sayang kepada orang lain. Begitu juga dengan pemahaman yang utuh terhadap anak dalam berbagai hal. Itu semua tentulah datang dari seorang Ibu. Bila fungsi Ibu terabaikan karena Ibu harus keluar bekerja, maka adakah fungsi ini akan tergantikan?

Ibunda para Ulama

Teringat suksesnya ibunda Imam Syafi’i yang mengantarkankan putranya menjadi ulama besar. Beliau mewakili perjuangan para ibu dari tokoh-tokoh agama. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi’i lahir. Ia membesarkan Syafi’i sendirian dan memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi’i telah hafal Alqur’an. Ia mengantarkan Syafi’i kepada guru-gurunya untuk belajar.

Tidak sedikit Ulama/Tokoh-tokoh besar yang sukses karena peran seorang ibu di belakangnya. Mungkin nama para ibu ini tidak pernah tercatat dalam sejarah. Namun anak-anak mereka tercatat dengan tinta emas. Dan itu cukup menjadi bukti eksistensi  seorang ibu.

Berperan sebagai ibu ideal tentu menjadi cita-cita para ibu. Mendampingi anak, mendidik mereka dengan baik dan mencetak mereka menjadi generasi unggul yang mengisi peradaban bangsa. Namun, tantangan demi tantangan juga banyak dihadapi oleh Ibu masa kini. Mulai dari faktor ekonomi yang semakin hari semakin menyekik banyak keluarga hingga permasalahan mahalnya pendidikan untuk anak. Tak heran banyak ibu rumah tangga yang akhirnya beralih profesi untuk membantu suami dengan turut bekerja.

Hal lain yang harus dimiliki oleh seorang ibu adalah wawasan untuk mendidik anak. Di sinilah pentingnya ilmu parenting bagi orangtua, khususnya ibu. Dengan ilmu, seorang ibu akan memahami potensi yang dimiliki anak sehingga bisa mengembangkannya. Ibu seperti inilah yang insya Allah akan mampu mencetak generasi unggul.  

Untuk itu, dibutuhkan peran negara dalam hal ini. Negara harus menjamin agar para ibu fokus menjalankan peran keibuannya dengan sempurna. Janganlah beban mencari nafkah dibebankan pada para ibu sehingga mereka terpaksa ke luar rumah untuk bekerja atau bahkan ke luar negeri sebagai pahlawan devisa.

Selain itu, negara juga wajib menjamin pendidikan Ibu agar tidak hanya menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya. Ibu yang sesungguhnya memunyai tanggung jawab besar di pundaknya untuk masa depan bangsa. Karena para ibu ialah arsitek peradaban gemilang, pencetak generasi cemerlang. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Berapa Lama Ma'ruf Amin Jadi Wapres Jokowi?

Berapa Lama Ma'ruf Amin Jadi Wapres Jokowi?

Senin, 19 Aug 2019 16:31

Presiden Terguling Sudan Omar Al-Bashir Tiba di Pengadilan untuk Menghadapi Dakwaan Korupsi

Presiden Terguling Sudan Omar Al-Bashir Tiba di Pengadilan untuk Menghadapi Dakwaan Korupsi

Senin, 19 Aug 2019 16:15

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

Senin, 19 Aug 2019 12:17

Mengambinghitamkan Agama (Umat) Islam di Ekonomi?

Mengambinghitamkan Agama (Umat) Islam di Ekonomi?

Senin, 19 Aug 2019 12:17

Hak Jawab Pemkot Bekasi Terkait Artikel Voa Islam: Wali Kota Bekasi Terpapar Paham Radikal

Hak Jawab Pemkot Bekasi Terkait Artikel Voa Islam: Wali Kota Bekasi Terpapar Paham Radikal

Senin, 19 Aug 2019 11:22

Gibraltar Tolak Permintaan AS untuk Menahan Kapal Tanker Minyak Iran

Gibraltar Tolak Permintaan AS untuk Menahan Kapal Tanker Minyak Iran

Senin, 19 Aug 2019 10:31

Setelah Bandara Sipil, Kini Giliran Kebun Binatang di Tripoli yang Dibombardir Oleh Pasukan Haftar

Setelah Bandara Sipil, Kini Giliran Kebun Binatang di Tripoli yang Dibombardir Oleh Pasukan Haftar

Senin, 19 Aug 2019 10:30

India Tangkap Setidaknya 4000 Orang di Kashmir Sejak Pencabutan Status Otonomi Khusus

India Tangkap Setidaknya 4000 Orang di Kashmir Sejak Pencabutan Status Otonomi Khusus

Senin, 19 Aug 2019 09:30

MUI: Kasus GKI Yasmin Sudah Selesai, Relokasi!

MUI: Kasus GKI Yasmin Sudah Selesai, Relokasi!

Senin, 19 Aug 2019 09:12

Perlu Diaudit: Kekayaan Para Mantan Presiden, Wapres, Menteri, Dirut BUMN

Perlu Diaudit: Kekayaan Para Mantan Presiden, Wapres, Menteri, Dirut BUMN

Senin, 19 Aug 2019 08:28

Isu Radikal Untungkan Para Pemburu Rente? Dahnil Singgung Mahfud

Isu Radikal Untungkan Para Pemburu Rente? Dahnil Singgung Mahfud

Senin, 19 Aug 2019 06:17

Kemerdekaan RI Tak Diberikan Gratis oleh Penjajah

Kemerdekaan RI Tak Diberikan Gratis oleh Penjajah

Senin, 19 Aug 2019 05:17

Puluhan Ribu Orang di Hong Kong Kembali Gelar Aksi Demo

Puluhan Ribu Orang di Hong Kong Kembali Gelar Aksi Demo

Senin, 19 Aug 2019 03:51

Mahfud oh Mahfud

Mahfud oh Mahfud

Senin, 19 Aug 2019 02:03

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Kabul

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Kabul

Senin, 19 Aug 2019 01:40

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Dekat Pagar Gaza

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Dekat Pagar Gaza

Senin, 19 Aug 2019 00:47

India Kembali Berlakukan Jam Malam di Kashmir

India Kembali Berlakukan Jam Malam di Kashmir

Ahad, 18 Aug 2019 23:43

Kemampuan Jokowi Pindah Ibu Kota Dipertanyakan

Kemampuan Jokowi Pindah Ibu Kota Dipertanyakan

Ahad, 18 Aug 2019 23:17

Bebas Penjajahan Secara Total, Mungkinkah?

Bebas Penjajahan Secara Total, Mungkinkah?

Ahad, 18 Aug 2019 23:16

Belajar Arti Kemerdekaan dari Bilal

Belajar Arti Kemerdekaan dari Bilal

Ahad, 18 Aug 2019 23:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X