Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.613 views

Ketika Isu HTI Jadi Komoditas Politik

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Bendera bertuliskan "Kalimah Tauhid" dibakar. Tepat di hari peringatan santri. Peristiwa terjadi di Garut Jawa Barat. Pembakarnya berseragam Banser. Ketika dikonfirmasi, ketua Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau yang sering disapa Gus Yaqut membenarkan peristiwa itu. Menyesal dan minta maaf? Tidak. Bagi Gus Yaqut, itu dilakukan untuk menghormati dan menjaga "Kalimah Tauhid". (DetikNews 23/10/2018)

Selama ini, masyarakat Indonesia tahu banyak oknum anggota Banser dan Ansor tak suka HTI. Bukan hanya tak suka, sebagian bencinya tak ketulungan. Mudah mendapatkan datanya di medsos dan berbagai group WA. Persekusi terhadap sejumlah tokoh HTI oleh oknum Ansor dan Banser adalah bagian dari bukti nyata itu.

Kenapa HTI dibenci? Mereka meyakini HTI mengancam NKRI. Bahkan viral kutipan tulisan dari seorang doktor lulusan Al-Qarawiyyin Maroko, salah satu wakil Khatib PWNU Jawa Tengah (masih perlu dikonfirmasi validitasnya) yang menyimpulkan bahwa tingkat bahayanya HTI sama dengan rudal, nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya (Jepara NU Online).

Malah ada yang menganggap HTI selevel PKI.  Ini makin ngigau. Kalau dianggap hayalan, ini hayalan tingkat dewa. PKI itu partai, dipersenjatai, dekat dan didukung penguasa, jaringan internasionalnya kuat dan bahkan saat itu menguasai sepertiga penduduk dunia. Prinsip perubahan sosialnya adalah revolusi. Beberapa kali melakukan pemberontakan di Indonesia. Pembantaian, termasuk kepada para ulama, halal dan menjadi tuntutan ideologinya. Sementara HTI? Pertanyaan obyektifnya: Adakah HTI punya ideologi pembantaian dan pembunuhan? Mengambil kekuasaan dengan cara-cara melanggar aturan?

. . . Pertanyaan obyektifnya: Adakah HTI punya ideologi pembantaian dan pembunuhan? Mengambil kekuasaan dengan cara-cara melanggar aturan? . . .

Menyamakan HTI dengan PKI, itu petunjuk bahwa yang bersangkutan tak cukup baik pengetahuannya tentang Marxisme, komunisme dan sejarah Partai Komunis di Indonesia. Bahasa yang lebih tepat, "naif". Tapi, tak ada yang naif jika konteksnya adalah politik. Dalam politik, sesuatu yang "naif" seringkali dijadikan narasi kebenaran. Tokoh dan ormas jadi alatnya.

Kasus pembakaran bendera bertuliskan "Kalimat Tauhid" sesungguhnya bukan perseteruan antara Banser (Ansor) dengan HTI. Tapi boleh jadi adalah "imbas kecil" dari design politik elit yang menggunakan tangan-tangan tertentu untuk kepentingan politik. Para pembakar bendera itu, di satu sisi memang berpotensi merusak persatuan bangsa, tapi di sisi lain, mereka boleh jadi adalah korban. Tak beda dengan mereka yang melakukan persekusi sejumlah ulama. Mereka korban dari permainan elit politik. Hanya saja, reaksi sosial terhadap kedua kelompok pelaku ini beda. Termasuk juga konsekuensi hukum bagi personalnya.

Para pembakar bendera itu bukanlah aktor utama. Bukan aktor yang sesungguhnya. Mereka melakukannya spontan dan emosional. Para aktor utama sesungguhnya adalah mereka yang mendesign narasi kebencian kepada HTI sebagai ormas radikal dan ancaman terhadap NKRI.

Bermula HTI dituduh radikal. Lalu dibubarkan oleh Kemenkumham. SK kemenkumham ini kemudian dikuatkan oleh keputusan PT TUN No 196  B/2018/PT TUN. Otomatis muncul narasi HTI adalah ormas terlarang. Posisinya dijadikan sebagai common enemy, Polanya sistematis.

Dalam mazhab teori konfliknya Jhonatan Turner ada ajaran, "jika engkau ingin menyatukan kekuatan, ciptakan musuh bersama". HTI efektif dijadikan sebagai musuh bersama. Dan cara ini telah sukses.

Setelah sukses menyuntikkan virus kebencian itu, lalu, identitas HTI disebarkan dimana-mana. Terutama di komunitas yang jadi lawan politik pihak tertentu.

Masih ingat ketika acara Ijtima' Ulama kedua? Ijtima' yang menghasilkan  keputusan untuk mendukung Prabowo-Sandi. Viral video seorang oknum bagi-bagi atribut HTI di lokasi acara di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat. Ditangkap dan mengaku suruhan orang dan dibayar dua puluh juta rupiah. Dalam video itu, ada orangnya yang ditangkap, ada atributnya yang dibagikan dan ada pengakuannya. Apa pesannya? Prabowo-Sandi didukung ormas terlarang. Klasik!

Di Mayong Jepara, tepatnya pesantren Al-Husna, kehadiran Ustadz Abdussomad (UAS) juga ditolak oleh oknum Banser. Ketika ditanya apa alasannya? Karena ada bendera HTI dikibarkan. Padahal, Al-Husna adalah pesantren Tahfidzul Qur'an asuhan K.H. Mudhofar yang tak bersentuhan dengan HTI. Lalu siapa yang mengibarkan bendera HTI itu? Gelap! Kenapa UAS juga jadi sasaran? Apakah karena UAS sering kritik pemerintah? Gelap!

Jika masyarakat fokus pada kasus pembakaran bendera, tak akan membuat kejadian yang "aneh-aneh, ganjil dan naif" ini berhenti. Akan berulang dalam bentuk, aktor dan waktu yang berbeda. Yang paling efektif jika pimpinan Ansor dan eks HTI melakukan evaluasi dan tidak ikut terlibat dalam dinamika dan pembelahan politik yang sedang memanas ini.

HTI sudah selesai. Ormas ini sudah dicabut ijinnya oleh kemenkumham. Sudah tak ada lagi. Jika kemudian hari ada yang bawa atribut HTI, boleh jadi pertama, itu oknum HTI yang tidak mengerti hukum. Kasih tahu, sadarkan dan jika merisaukan, laporkan polisi. No main hakim sendiri. Kedua, boleh jadi itu bukan eks anggota HTI, tapi oknum yang sengaja dikirim untuk membuat trigger kegaduhan.

Yang pasti, dari sekarang, masyarakat mesti belajar untuk bersikap cerdas. Kebodohan hanya akan memberi peluang bagi orang-orang tak bertanggung jawab untuk menjadikannya sebagai korban dan komoditas politik. Kasihan mereka kalau orang-orang polos, lugu dan tak mengerti apa-apa itu harus menjadi tumbalnya. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 12:30

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Selasa, 15 Oct 2019 11:34

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Selasa, 15 Oct 2019 11:08

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 10:30

Melihat Amerika Dari Dekat

Melihat Amerika Dari Dekat

Selasa, 15 Oct 2019 09:26

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Selasa, 15 Oct 2019 09:04

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Selasa, 15 Oct 2019 07:30

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Selasa, 15 Oct 2019 06:14

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

Selasa, 15 Oct 2019 02:25

Korupsi dalam Pandangan Islam

Korupsi dalam Pandangan Islam

Senin, 14 Oct 2019 21:45

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Senin, 14 Oct 2019 21:19

Fenomena Hijrah

Fenomena Hijrah

Senin, 14 Oct 2019 19:37

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Senin, 14 Oct 2019 17:34

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Senin, 14 Oct 2019 16:59

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Senin, 14 Oct 2019 16:30

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Senin, 14 Oct 2019 14:45

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Senin, 14 Oct 2019 14:30

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Senin, 14 Oct 2019 13:42

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Senin, 14 Oct 2019 13:35

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

Senin, 14 Oct 2019 10:45


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X