Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.296 views

Dicaci, Prabowo Berpeluang Jadi Presiden

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Lugu, polos, apa adanya dan tidak suka Pencitraan. Baik, bilang baik. Buruk, bilang buruk. Panggung depan dengan panggung belakang sama. Tak senang rekayasa. Seseorang yang cara berpakaian, gesture tubuh dan mimik muka jauh dari polesan. Hidupnya nyata, bukan rekayasa. Jenderal yang tak kenal make up. Hadapi dan sampaikan apa adanya, tanpa branding apapun. To the poin jika bicara. Ceplas-ceplos. Sedikit bersemangat. Tipologi ini cocok untuk menggambarkan Prabowo. Dalam bahasa Gus Dur, Prabowo orang ikhlas.

Ada benarnya juga ungkapan Gus Dur. Prabowo bukan politisi layaknya politisi pada umumnya. Politisi umumnya kuat di packaging. Jaga image dan penampilan, karena publik figur. Hati-hati dalam ucapan dan sikap, agar selalu tampak baik dan menarik. Prabowo tidak. Ia tak bisa keluar dari otentisitas dirinya. Itulah karakter Prabowo. Susah dirubah, kendati banyak yang kasih saran bahwa politik itu butuh sedikit acting. Prabowo tetap tak bisa berakting. Wajahnya satu dan normatif. Padahal dalam politik menuntut pelakunya untuk dapat bermain dengan seribu wajah.

Selain tak suka mencitrakan diri, kekurangan Prabowo yang lain adalah diam dan cenderung pasif ketika dirinya diisukan (dicitrakan) buruk oleh orang lain. Kasus Ratna Sarumpaet (RS) adalah contoh yang terbaru.

Dibohongi RS, lalu ditelanjangi habis-habisan di media dan medsos. Jenderal lugu, kata salah seorang politisi Hanura. Dicurigai Romahurmuziy sebagai pihak yang merekayasa. Dilaporkan ke polisi sama Farhat Abbas. Apa jawab Prabowo?

Prabowo konferensi pers, minta maaf. Pesan kepada Sandiaga Uno, untuk tetap berempati kepada RS. Memaafkannya. Prabowo benar, seorang pemimpin harus bisa memaafkan orang yang berani mengakui salah. Soal hukum, itu masalah lain. Mesti berjalan sesuai undang-undang yang berlaku.

Secara organisatoris, RS sudah jauh off side. Sikap Prabowo yang minta RS mundur itu sangat tepat. Menunjukkan sikap yang tegas. Kasih punishmen, sekaligus pelajaran untuk yang lain.

Beberapa hari sebelumnya, ketika Prabowo dengar dari Nanik S. Deyang bahwa RS telephon Nanik kalau RS berbohong, Prabowo utus orang kepercayaannya yaitu Ustaz Sambo. Jumpa RS. Bicara dari hati ke hati. Melalui Ustaz Sambo, Prabowo hanya minta satu hal: RS mesti jujur. Jujur sejujur jujurnya. Mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi. Jika RS selama ini bohong, RS harus bilang ke publik bahwa ia telah berbohong. Kejujuran lebih utama dari apapun. Dan RS kemudian konferensi pers, didampingi Ustaz Sambo. RS mengakui semua kebohongannya.

Siapa yang berbohong? RS! Prabowo bohong? Tidak! Meski juga minta maaf ke publik, Prabowo tetap diserang. Berhari-hari, Prabowo dibully, dan seperti hendak dihabisi. Polanya sistemik. Ada kesan kuat sangat terencana. Publik jadi bertanya: ada skenario apa? Siapa sebenarnya pemain di belakang RS.

Jika tim Prabowo yang berada di belakang RS, apa susahnya polisi mengungkap dan menangkap. Untuk mengungkap kebohongan RS saja hanya butuh waktu semalam. Datanya lengkap, detil dan komprehensif. Tentu, polisi juga punya kemampuan mengungkap dalang di balik kebohongan RS. Kita berharap, polisi gesit dan obyektif mengungkap dalang di balik kasus RS. Jika ada. Siapapun orang itu dan dari kelompok manapun. Harus diungkap! Wajib! Ini pelajaran moral untuk anak bangsa kedepan. Ini menyangkut etika politik yang akan diwariskan. Jika tak terungkap, justru akan menyisakan tanda tanya besar. Bukan hanya tanda tanya, tapi malah kecurigaan.

Beberapa hari ini, ada kesan Prabowo jadi target hukum dan politik. Yang orang lupa hitung bahwa mengejar Prabowo sebagai target kasus RS justru akan memberi panggung jenderal lugu dan polos ini untuk berpeluang mendapat simpati dan empati dari rakyat. Prabowo akan dapat citra natural sebagai jenderal yang selalu terdzalimi. Mirip seperti SBY di tahun 2004. Semakin dicaci dan dibully, Prabowo semakin berpeluang jadi presiden. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 7/10/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X