Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
90 views

Ilmu Apa yang Wajib Dipelajari Setiap Muslim?

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.  

Islam tidak hanya memerintahkan umatnya untuk beribadah, tetapi juga memerintahkan mereka mempelajari ilmu yang dibutuhkan agar ibadahnya benar.

Seorang Muslim tidak mungkin menjalankan shalat dengan benar jika tidak mengetahui tata cara shalat. Ia tidak mungkin berpuasa dengan benar jika tidak memahami perkara-perkara yang membatalkan puasa. Demikian pula, seseorang yang terjun ke dunia perdagangan perlu mengetahui hukum-hukum jual beli agar tidak terjerumus dalam perkara yang diharamkan.

Karena itu, menuntut ilmu bukan sekadar aktivitas untuk menambah wawasan. Ada ilmu tertentu yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa syariat Islam wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Namun, pelaksanaan syariat tidak mungkin dilakukan dengan benar kecuali didahului dengan ilmu.

Allah Ta'ala berfirman:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا

Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun.” (QS. An-Nahl: 78)

Karena manusia lahir tanpa pengetahuan, ia membutuhkan proses belajar agar dapat mengenal Allah, memahami agamanya, mengetahui kewajibannya, dan membedakan antara yang halal dan haram.

Ibnul Qayyim kemudian menjelaskan bahwa ilmu yang wajib dipelajari setiap Muslim—fardu ‘ain—mencakup beberapa perkara penting.

1. Ilmu tentang Keimanan

Yang pertama adalah ilmu tentang pokok-pokok iman.

Seorang Muslim wajib mengetahui dan meyakini iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, dan hari akhir.

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

Akan tetapi, kebajikan itu adalah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, para malaikat, kitab-kitab, dan para nabi.” (QS. Al-Baqarah: 177)

Demikian pula dalam hadits Jibril, ketika Rasulullah ﷺ ditanya tentang iman, beliau menjelaskan:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir.

Maka, seorang Muslim tidak cukup hanya mengatakan, “Saya beriman.” Ia harus mengetahui kepada siapa ia beriman dan apa yang menjadi konsekuensi dari keimanannya.

Semakin penting suatu perkara bagi agama seseorang, semakin penting pula ia mempelajarinya.

2. Ilmu tentang Ibadah yang Menjadi Kewajibannya

Setelah ilmu tentang iman, seorang Muslim wajib mengetahui hukum-hukum syariat yang berkaitan langsung dengan dirinya.

Di antaranya adalah ilmu tentang wudhu, shalat, puasa, zakat, dan haji bagi orang yang telah wajib menunaikannya.

Bukan berarti setiap Muslim harus menguasai seluruh permasalahan fikih secara mendalam. Yang wajib adalah mengetahui hal-hal yang dibutuhkan untuk menjalankan kewajibannya dengan benar.

Orang yang hendak shalat harus mengetahui tata cara wudhu dan shalat, syarat-syaratnya, serta perkara yang membatalkannya.

Orang yang wajib berpuasa harus mengetahui hukum-hukum yang berkaitan dengan puasanya.

Orang yang memiliki harta dan telah wajib mengeluarkan zakat harus mempelajari ketentuan zakat yang berkaitan dengan hartanya.

Demikian pula orang yang hendak menunaikan ibadah haji wajib mempelajari tata cara dan ketentuan haji.

Inilah salah satu kaidah penting dalam menuntut ilmu: pelajarilah ilmu yang dibutuhkan untuk menjalankan kewajiban yang sedang menjadi tanggung jawab kita.

3. Ilmu tentang Perkara yang Diharamkan

Seorang Muslim juga wajib mengetahui perkara-perkara yang diharamkan Allah.

Ibnul Qayyim secara khusus menyebut lima perkara besar yang disebutkan Allah dalam QS. Al-A'raf ayat 33:

  1. Perbuatan keji, baik yang tampak maupun tersembunyi.
  2. Perbuatan dosa.
  3. Kezaliman tanpa alasan yang benar.
  4. Syirik kepada Allah.
  5. Berkata atas nama Allah tanpa ilmu.

Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak Dia turunkan keterangan tentangnya, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.’” (QS. Al-A'raf: 33)

Mengetahui perkara haram sangat penting. Sebab, seseorang tidak mungkin menghindari sesuatu yang haram apabila ia tidak mengetahui bahwa perkara tersebut dilarang.

Karena itu, seorang Muslim perlu mempelajari bukan hanya “apa yang harus saya kerjakan?”, tetapi juga “apa yang harus saya tinggalkan?”

4. Ilmu tentang Muamalah dan Hubungan dengan Sesama

Kewajiban ilmu juga berkaitan dengan aktivitas dan posisi seseorang dalam kehidupan.

Seorang pemimpin memiliki kewajiban mempelajari hukum yang berkaitan dengan kepemimpinannya.

Seorang suami perlu mengetahui kewajiban terhadap istri dan keluarganya.

Seorang pedagang wajib mengetahui hukum jual beli yang berkaitan dengan aktivitas perdagangannya.

Seseorang yang tidak terjun dalam perdagangan tentu tidak dituntut mempelajari seluruh persoalan jual beli sebagaimana seorang pedagang.

Artinya, tingkat kewajiban menuntut ilmu dapat berbeda sesuai dengan keadaan seseorang.

Apa yang wajib diketahui seorang pedagang belum tentu wajib diketahui orang yang tidak berdagang. Apa yang wajib dipelajari seorang pemimpin belum tentu wajib dipelajari orang yang tidak memegang amanah kepemimpinan.

Dengan demikian, ilmu yang wajib dipelajari tidak sama persis bagi setiap orang. Ia mengikuti kewajiban, kebutuhan, keadaan, dan tanggung jawab masing-masing.

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan

Ibnul Qayyim rahimahullahu kemudian merangkum ilmu yang wajib dipelajari seorang Muslim dalam tiga perkara besar: keyakinan, amal perbuatan, dan meninggalkan sesuatu.

Pertama, apa yang harus diyakini

Seorang Muslim harus memiliki keyakinan yang benar tentang Allah dan perkara-perkara keimanan.

Karena itu, ilmu akidah bukan sekadar materi untuk diperdebatkan, tetapi ilmu yang menentukan apa yang harus diyakini seorang hamba.

Kedua, apa yang harus dikerjakan

Seorang Muslim harus mengetahui bagaimana menjalankan amal lahir dan batin sesuai dengan syariat.

Ini mencakup ibadah anggota badan sekaligus amalan hati.

Ia harus mengetahui apa yang diperintahkan Allah dan apa yang dibolehkan-Nya sehingga amal yang dikerjakannya tidak keluar dari tuntunan syariat.

Ketiga, apa yang harus ditinggalkan

Seorang Muslim juga harus mengetahui perkara yang wajib dijauhi.

Sebab, meninggalkan sesuatu juga merupakan amal. Menjauhi zina, riba, kezaliman, dusta, ghibah, kesyirikan, dan berbagai kemaksiatan tidak mungkin dilakukan secara benar tanpa mengetahui hukumnya.

Jangan Sampai Rajin Beramal tetapi Minim Ilmu

Penjelasan Ibnul Qayyim memberikan pelajaran penting: seorang Muslim tidak boleh memisahkan antara ilmu dan amal.

Ilmu diperlukan agar seseorang mengetahui apa yang harus diyakini, apa yang harus dikerjakan, dan apa yang harus ditinggalkan.

Karena itu, jangan sampai seseorang begitu bersemangat melakukan ibadah, tetapi tidak mau meluangkan waktu untuk mempelajari tata cara ibadah tersebut.

Jangan sampai seseorang sangat takut terhadap dosa, tetapi tidak mau mempelajari apa saja yang termasuk dosa.

Dan jangan sampai seseorang aktif bermuamalah dengan manusia, tetapi tidak mengetahui hukum-hukum yang mengatur muamalahnya.

Ilmu adalah petunjuk bagi amal. Tanpa ilmu, seseorang bisa saja mengira sedang berbuat baik, padahal justru melakukan sesuatu yang keliru.

Maka, pertanyaan yang perlu kita ajukan kepada diri sendiri bukan hanya, “Sudah berapa banyak ilmu yang saya pelajari?” tetapi juga:

“Apakah saya sudah mempelajari ilmu yang wajib saya ketahui sebagai seorang Muslim?”

Sebab, ilmu yang paling utama untuk dipelajari adalah ilmu yang dengannya kita dapat mengenal Allah, membenarkan iman, menunaikan kewajiban, meninggalkan keharaman, dan beribadah kepada-Nya di atas petunjuk. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

 

## Infak Dakwah Media www.voa-islam.com melalui Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.6141 a/n: Badrul Tamam, konfirmasi (087781227881)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Nasib masjid di Kampung Cilumbu ini sungguh mengenaskan. Lima tahun mangkrak, kini nyaris tak berbentuk masjid, dipenuhi rumput liar, berlumut, dan menghitam terpapar panas dan hujan....

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Mari bergabung dalam memperkuat jaringan kebaikan di pelosok negeri dengan Wakaf Al-Qur'an. Jangan ragu untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Abadikan harta dengan wakaf Al-Qur'an dan saksikan...

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Hidup Naura Salsabila dipenuhi dengan rintangan yang sangat berat. Meskipun baru berusia sepuluh bulan, bayi yang imut ini harus menghadapi penyakit yang dahsyat, yaitu tumor pembuluh darah berukuran...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X