Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.335 views

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

JAKARTA (voa-islam.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr HM Hidayat Nur Wahid, MA mengingatkan pentingnya membangun narasi yang menguatkan kohesi bangsa agar dapat mengatasi berbagai tantangan-tantangannya.

Baik karena dampak Covid-19, persaingan global, maupun masalah separatisme yang bisa memecah kesatuan bangsa. Apalagi di bulan September, yang mengingatkan bangsa akan adanya dua kali pengkhianatan PKI terhadap pemerintahan yang sah dan kudeta pemberontakan untuk menggantikan ideologi Pancasila dengan Komunisme.

Karenanya HNW, sapaan akrabnya, sependapat dengan sikap Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta agar siapapun seperti Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk menghentikan dan tidak melakukan framing radikalisme terhadap lembaga pendidikan.

Karena framing tanpa definisi yang benar dan tanpa bukti seperti itu malah bisa menimbulkan saling curiga dan memecah belah generasi muda bangsa, yang ujungnya bisa melemahkan persatuan nasional.

“Saya setuju dengan Sekjen MUI KH Amirsyah Tambunan, bahwa penyebutan radikalisme tanpa bukti telah menyusup di lembaga-lembaga pendidikan harus dihentikan. Framing radikalisme dan penyebarannya di lembaga pendidikan seperti madrasah dan pesantren harusnya ditolak. Karena selain tak ada bukti juga tak sesuai dengan fakta. Apalagi di tengah, kebijakan pemerintah yang mengapresiasi dunia pendidikan pesantren dengan menerbitkan Perpres No. 82 Tahun 2021 yang mengatur tentang dana abadi untuk pesantren,” papar HNW.

“Semangatnya karenanya bagaimana menguatkan lembaga pendidikan termasuk madrasah, agar bisa menghadirkan prinsip beragama yang rahmatan lil alamin, menguatkan komitmen dan intelektualitas cinta agama, bangsa dan NKRI dengan menguatkan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga terwujudlah tujuan pendidikan nasional sebagaimana dinyatakan dalam UUD NRI 1945 Pasal 31 ayat (3) dan (5),” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Ahad (18/09) yang lalu.

HNW mengatakan bahwa framing tanpa bukti adanya radikalisme di lembaga pendidikan dan madrasah terasa ganjil, apalagi di saat terjadinya secara berulang sejumlah aksi radikalisme yang nyata terjadi di wilayah Indonesia.

“Ada ancaman radikalisme yang nyata membahayakan NKRI, seperti radikalisme separatis Papua yang menuntut Papua Merdeka dan terakhir membunuh 4 prajurit TNI, 1 tenaga kesehatan, menganiaya dan menista para Nakes, hingga membakar Puskesmas, sekolah, pasar dan lainnya. Atau sikap kapal-kapal perang Tiongkok di Natuna yang lalu lalang di perairan Indonesia yang membuat para nelayan Indonesia ketakutan. Atau sikap intoleran kalangan radikalis islamophobia yang menista Al-Qur’an maupun Nabi Muhammad SAW,” jelasnya seperti dikutip dari gontornews.com.

Apalagi, di bulan September seperti ini, ketika ingatan publik tersegarkan akan sejarah bangsa Indonesia yang juga mencatat radikalisme dua kali pemberontakan PKI pada September 1948 dan 1965.

“Seharusnya pemerintah fokus mengantisipasi dan mengatasi masalah-masalah di atas, agar sejarah radikalisme PKI yang mengancam eksistensi Pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa, tidak berulang lagi. Bukan justru membelah bangsa dan umat Islam dengan isu jualan radikalisme di madarasah atau pesantren, yakni dua lembaga pendidikan yang sejak sebelum Indonesia merdeka sudah sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk dalam menjaga keutuhan dan eksistensi NKRI dan Pancasila dengan bersama TNI dan lainnya mengalahkan pemberontakan PKI, dan menyelamatkan Pancasila sebagai ideologi Negara,” tandasnya.

HNW menilai bahwa penting bagi pemerintah untuk memperkokoh sendi dan pilar persatuan nasional seperti dengan merangkul umat Islam untuk mengulangi kembali peran mereka dalam menjaga dan menyelamatkan Pancasila dan NKRI.

“Jadi, bukan malah menebarkan tuduhan yang meresahkan, yang bisa memecah belah bangsa dan umat Islam, yang bisa melemahkan kohesi bangsa majemuk dan maritim ini, dan yang akan berdampak pada dirugikannya kepentingan nasional, dan itu bisa jadi pintu besar untuk bangkit dan menyebarnya berbagai ideologi radikalisme yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 seperti neokapitalisme, neoliberalisme, termasuk neokomunisme maupun radikalisme gerakan separatisme, yang semuanya membahayakan dan bertentangan dengan Pancasila dan NKRI,” pungkasnya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Quantum I.S.L.A.H = Cara Lunasi Hutang atau Luluhkan Hati Penghutang

Quantum I.S.L.A.H = Cara Lunasi Hutang atau Luluhkan Hati Penghutang

Senin, 18 Oct 2021 12:57

Gelar Pesantren Virtual, Yayasan Amaliah Astra Ajak Anak-anak Menjaga Lingkungan

Gelar Pesantren Virtual, Yayasan Amaliah Astra Ajak Anak-anak Menjaga Lingkungan

Senin, 18 Oct 2021 11:57

Legislator Sebut Ibukota Baru Berpotensi Miliki Masalah Tanah

Legislator Sebut Ibukota Baru Berpotensi Miliki Masalah Tanah

Senin, 18 Oct 2021 11:41

SWF: Jalan Baru Asing Menguasai Indonesia

SWF: Jalan Baru Asing Menguasai Indonesia

Senin, 18 Oct 2021 11:17

Asuransi Pemberi Madharat, Mencelakai di Dunia dan di Akhirat

Asuransi Pemberi Madharat, Mencelakai di Dunia dan di Akhirat

Senin, 18 Oct 2021 10:53

Asosiasi Gabungan Perusahaan Haji Umrah Nusantara Resmikan Koperasi GAPHURA

Asosiasi Gabungan Perusahaan Haji Umrah Nusantara Resmikan Koperasi GAPHURA

Senin, 18 Oct 2021 10:46

Belajar dari Squid Game

Belajar dari Squid Game

Senin, 18 Oct 2021 10:32

Kemal Ataturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta, MUI: Menyakiti Umat Islam

Kemal Ataturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta, MUI: Menyakiti Umat Islam

Senin, 18 Oct 2021 10:31

Kemenag: Obat, Kosmetik, dan Barang Gunaan Wajib Bersertifikat Halal

Kemenag: Obat, Kosmetik, dan Barang Gunaan Wajib Bersertifikat Halal

Senin, 18 Oct 2021 09:49

Superman Biseksual, Bukhori Desak Pemerintah Antisipasi Peredaran Komik Asusila

Superman Biseksual, Bukhori Desak Pemerintah Antisipasi Peredaran Komik Asusila

Ahad, 17 Oct 2021 21:54

Mahfuz Sidik: Politik Jangan Rusak Prinsip Ummatan Washatan

Mahfuz Sidik: Politik Jangan Rusak Prinsip Ummatan Washatan

Ahad, 17 Oct 2021 21:14

Wabup Kaimana: Masjid Kubah Merah Putih di Papua Bukti Cinta NKRI

Wabup Kaimana: Masjid Kubah Merah Putih di Papua Bukti Cinta NKRI

Ahad, 17 Oct 2021 20:45

Ketua Umum MUI Papua Barat: Masyarakat Papua Cinta NKRI

Ketua Umum MUI Papua Barat: Masyarakat Papua Cinta NKRI

Ahad, 17 Oct 2021 20:20

Putri Pendiri Microsoft Bill Gates Menikah Secara Islam dengan Pengusaha Keturunan Mesir

Putri Pendiri Microsoft Bill Gates Menikah Secara Islam dengan Pengusaha Keturunan Mesir

Ahad, 17 Oct 2021 17:27

India Khawatir Kemenangan Taliban Berdampak pada Kashmir di Tengah Meningkatnya Kekerasan

India Khawatir Kemenangan Taliban Berdampak pada Kashmir di Tengah Meningkatnya Kekerasan

Ahad, 17 Oct 2021 15:45

Ribuan Demonstran Pro-Militer Tuntut Pembubaran Temerintahan transisi Sudan

Ribuan Demonstran Pro-Militer Tuntut Pembubaran Temerintahan transisi Sudan

Ahad, 17 Oct 2021 15:00

Bos Liverpool Jurgen Kloop Kecam Pengambil Alihan Newcastle oleh Saudi, Tuntut Penjelasan dari EPL

Bos Liverpool Jurgen Kloop Kecam Pengambil Alihan Newcastle oleh Saudi, Tuntut Penjelasan dari EPL

Ahad, 17 Oct 2021 14:10

Bakal Diprotes Nama Jalan Kemal Atturk di Menteng

Bakal Diprotes Nama Jalan Kemal Atturk di Menteng

Ahad, 17 Oct 2021 10:45

Pengamat Terorisme: Usul Pembubaran Densus 88 Harus Disikapi dengan Bijaksana

Pengamat Terorisme: Usul Pembubaran Densus 88 Harus Disikapi dengan Bijaksana

Ahad, 17 Oct 2021 10:30

Jangan Berspekulasi Ibukota Jakarta Sudah Herd Immunity

Jangan Berspekulasi Ibukota Jakarta Sudah Herd Immunity

Sabtu, 16 Oct 2021 23:59


MUI

Must Read!
X