Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.865 views

Tanggung Jawab Dokter Menurut Islam

Oleh: Wafa Raihany Salam (Stei Sebi)

Telah kita ketahui bahwa hukum-hukum islam sangatlah lebih maju dari hukum-hukum modern lainnya dalam menetapkan dasar-dasar tanggung jawab untuk melindungi hak-hak dokter dan pasien. Islam juga mendorong perkembangan metode ilmiah yang layak dalam prosedur medis.

Imam malik meriwayatkan hadis, bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah membahayakan diri dan membahayakan orang lain.” Diriwayatkan juga dari Amr bin Shuaib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang melakukan praktik pengobatan padahal ia tidak dikenal memiliki keahlian sebagai dokter maka ia harus bertanggung jawab.”

Ketika ilmu kedokteran muncul pada zaman prasejarah, ia bercampur dengan klenik dan mistik. Karena kepercayaan umum meyakini bahwa penyakit diakibatkan oleh setan yang mengambil alih tubuh. Jika seseorang meninggal, berarti setan telah mendominasi dirinya, sehingga tidak ada ruang untuk menuntut agar dokter bertanggung jawab.

Pada zaman fir’aun mesir, ilmu kedokteran disusun  dalam kitab pedoman mereka. Dokter harus mematuhi buku itu, jika ia melanggarnya dan pasien meninggal, dokter harus membayar dengan kepalanya. Dengan kata lain, dieksekusi mati.

Di Babylon, undang-undang Hammurabi membuat aturan-aturan ketat yang membuat para dokter bertanggung jawab atas tindakannya. Tangan dokter akan dipotong jika ia menyebabkan pasien kehilangan anggota tubuh mereka atau menyebabkan malfungsi fisik seorang manusia.

Dizaman yunani kuno, setelah Hippocrates membebaskan ilmu kedokteran dari unsur mistis, ia mengharuskan para muridnya untuk bersumpah. Tapi sumpah ini tidak merujuk kepada suatu pertanggung jawaban apapun. Ia lebih kepada komitmen moral atau sesuatu yang tidak bisa dinyatakan secara jelas, karena tidak ada unsur criminal apapun yang berkaitan dengan tindakan dokter dalam pandangan mereka.

Dizaman yunani kuno, setiap kesalahan atau penyebab oleh seorang dokter menyebabkan mereka harus membayar kompensasi. Akan tetapi hukuman tersebut bervariasi tergantung dari status sosial si pasien. Kematian seorang pasien bisa menyebabkan eksekusi mati atau pengasingan sang dokter.

Pada abad pertengahan dieropa, jika seorang pasien meninggal karena ketelelodran atau pelanggaran dokter, sang dokter akan diserahkan kepada keluarga pasien, merekalah yang akan membuat pilihan antara membunuhnya atau membiarkan ia hidup sebagai budak.

Namun ketika islam datang, islam mengantarkan pada era baru dimana peraturan hanya didasarkan pada hukum yang diwahyukan oleh Allah. Rasulullah membangun prinsip-prinsip dasar yang mereprentasikan aturan ideal dalam hubungan antara dokter dengan pasiennya, atas dasar logika dan keadilan. Hukum islam menghargai pengetahuan tentang kondisi psikis dan situasi manusia sebagai dasar ilmu kedokteran.

Ibnu Qoyyum berkata, “Sangatlah penting bagi seorang dokter memiliki pengetahuan spiritual dan masalah psikologis, serta bagaimana mengatasinya. Karena hal tersebut merupakan aspek penting dalam mengobati gangguan fisik. Hubungan antara fungsi fisik, pikiran serta jiwa sudah diakui kebenarannya."

Jika seorang dokter yang memiliki pengetahuan tentang penyakit spiritual dan kejiwaan, maka ia akan menjadi dokter ahli. Sementara dokter yang tidak memiliki pengetahuan tentang penyakit spiritual dan kejiwaan meski ia ahli dalam pengobati penyakit fiisk hanyalah dokter biasa.

Karena ilmu kedokteran sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh masyarakat, islam memandang proses belajar dan praktik kedokteran sebagai kewajiban kolektif. Maka dari itu, hukum islam lebih maju disbanding hukum manusia, mensyaratkan dokter untuk menggunakan ilmu dan keterampilannya sebagai pengabdi bagi masyarakat.

Seorang ulama, Muhammad Abu Zahra berkata “disini kita berbicara tentang resiko yang menimpa pasien yang bisa dicegah oleh dokter yang ahli atau ditangani melalui tindakannya.”

Mengenai hal ini, para ahli fikih berselisih pendapat: Pendapat pertama, kematian atau cedera yang dialami pasien dikarenakan oleh sesuatu yang tidak diperkirakan, diluar kemampuan dan diagnosis dokter, hal tersebut bukan termasuk kelalaian dokter sehingga tidak ada cela atau kekeliruan yang menyebabkan dokter harus bertanggung jawab.

Pendapat kedua, cedera pada anggota badan karena kesalahan procedural, seperti ketika pembedahan yang dilakukan dengan segala perencanaan matang akan tetapi tangan sang dokter lalai dan merusak bagian tubuh, maka hubuman bagi dokter adalah membayar diyat.

Pendapat ketiga, kematian disebabkan oleh kekeliruan dalam pemberian obat meski dang dokter telah mencurahkan segala kemampuan dan melakukan yang terbaik namun menyebabkan kesalahan maka sang dokter harus bertanggung jawab dengan membayar diyat.

Pendapat keempat, pada tiga pendapat pertama, pengobatan medis diberikan dengan izin dari pasien atau penjaminnya. Tapi apabila kekeliruan tterjadi tanpa izin dari pasien atau penjaminnya maka para ahli fikih sepakat harus bertanggung jawab.

Contoh sepuluh kasus kelalaian medis yang dituntun syariat:

Pertama dalah kesengajaan, apabila sang dokter melakukan kelalaian sehingga menyebabkan kematian atau kerusakan fungsi anggota tubuh si pasien maka hukuman bagi sang dokter adalah qishah.

Kedua, ketidak sengajaan, apabila sang dokter melakukan kesalahan dalam diagnosis penyakit, menyaranan obat yang salah maka dokter harus bertanggung jawab, meski tidak seberat kasus pertama yang berupa qishah namun tetap saja sang dokter harus tetap bertanggung jawab.

Ketiga, melanggar prinsip-prinsip kedokteran, apabila sang dokter mengobati pasien dengan cara yang menyalahi aturan baku dalam kedokteran, maka ia harus bertanggung jawab atas segala resiko yang diakibatkan dari pelanggaran tugasnya.

Keempat kebodohan, apabila seorang dokter gadungan melakukan praktik medis dengan menipu dan mengelabui pasien, maka dokter gabungan tersebut harus dituntut pertanggung jawaban atas perbuatannya.

Kelima, tidak adanya persetujuan dari pasien, para ulama berbeda pendapat, ada yang berpendapat sang dokter harus bertanggung jawab namun adapula yang berpendapat tidak harus bertanggung jawab kecuali dalam kasus ketidaksengajaan.

Keenam tidak adanya lisensi dari otoritas, apabila sang dokter tidak memiliki izin praktek dalam peraturan didalam suatu negara maka sang dokter harus bertanggung jawab jika.

Ketujuh, penipuan, apabila sang dokter melakukan pengelabuhan dan kecurangan dengan menyarankan obat bagi pasien yang mengakibatkan cacat atau tidak memberikan khasiat apapun, maka sang dokter harus bertanggung jawab atas perbuatan penipuannya tersebut.

Kedelapan, menolak melakukan tindakan dalam situasi darurat. Kesembilan, penangganan secara haram. Kesepuluh, membuka rahasia pasien.

Dokter yang cakap tidak bertanggung jawab atas kerugian yang menimpa pasien selama kondisi berikut terpenuhi: terbukti memiliki pengetahuan tentang medis, perizinan atau lisensi dari otoritas, persetujuan dari pasien atau penjaminnya, bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip kedokteran yang telah dibekukan, dan tidak membuat kekeliruan serius yang menuntut pertanggung jawaban.

 

Sumber: Yusuf Al-Hajj Ahmad. 2016. Panduan Pengobatan Islami. Solo: Aqwam

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Selasa, 25 Feb 2020 22:46

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:39

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:04

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Selasa, 25 Feb 2020 21:50

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

Selasa, 25 Feb 2020 21:45

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Selasa, 25 Feb 2020 21:20

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Selasa, 25 Feb 2020 21:14

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Selasa, 25 Feb 2020 20:35

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Selasa, 25 Feb 2020 19:49

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

Selasa, 25 Feb 2020 17:58

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Selasa, 25 Feb 2020 15:29

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Selasa, 25 Feb 2020 12:42

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Selasa, 25 Feb 2020 11:58

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Selasa, 25 Feb 2020 10:13

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Selasa, 25 Feb 2020 09:50

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Selasa, 25 Feb 2020 09:37

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

Selasa, 25 Feb 2020 09:31

Tips Sholat Khusyuk

Tips Sholat Khusyuk

Selasa, 25 Feb 2020 08:41

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Selasa, 25 Feb 2020 08:26

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Selasa, 25 Feb 2020 08:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X