Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.287 views

Menghentikan Bola Salju HIV, Mungkinkah?

 

Oleh: Arin RM, S.Si

Tren Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menggelindingsembari semakin membesar layaknya bola salju. Banyak faktor pemicunya, namun menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Kabupaten Blitar, Krista Yekti, penyebab tingginya jumlah pengidap ini diakibatkan faktor orientasi seksual.

Para pengidap ini biasanya menyukai perilaku seks tidak wajar seperti bergonta-ganti pasangan dan perilaku menyimpang lain, seperti homoseksual (faktualnews.co, 09/07/2019). Terbaru, sebanyak 175 pelajar pria di Tulungagung, Jawa Timur diduga pernah melakukan hubungan sesama jenis yang disebut sebagai lelaki seks dengan lelaki (LSL). Dari jumlah tersebut, 21 pelajar di antaranya positif tertular penyakit HIV (inwes.id, 31/07/2019). Di kota ini pula, mulai tahun 2006 tercatat sebanyak 2.449 jumlah penderita HIV/AIDS dan sekitar 500 di antaranya meninggal (mayangkaranews.com, 29/08/2019).

Mendudukkan Permasalahan

Dari paragraf di atas, diketahui bahwa HIV-AIDS di negeri ini menyebar karena adanya penyimpangan perilaku. Hal ini diperkuat juga oleh dr. Faizatul Rasyidah (helpsharia.com, 25/11/2019), yang menuliskan bahwa infeksi HIV/AIDS pertama kali ditemukan di kalangan gay San Fransisco, tahun 1978. Dan pada tahun 1981, kasus AIDS yang pertama ditemukan di kalangan gay ini. Selanjutnya, budaya seks bebas menjadi sarana penyebaran virus HIV/AIDS secara cepat dan meluas di Amerika hingga ke seluruh penjuru dunia. Peranan seks bebas dalam penularan HIV/AIDS ini dibenarkan oleh laporan survey CDC Desember 2002 dan hal ini semakin jelas terlihat dari pola penularan HIV/AIDS ke seluruh dunia.

Pola pertama, ditemukan pada kalangan homoseksual, biseksual, dan pencandu obat bius. Ini terjadi di Amerika Utara, Eropa Barat, Australia, New Zealand dan sebagian Amerika. Hingga akhir tahun 2005 di Amerika Serikat, transmisi melalui kontak seksual tetap menempati urutan teratas (72%). Pola kedua, ditemukan di kalangan heteroseksual dan ini terjadi di Afrika Tengah, Afrika Selatan, Afrika Timur, dan beberapa daerah Karibia. Kasus AIDS pada daerah ini sejalan dengan adanya perubahan sosial dan maraknya industri prostitusi. Sementara pola ketiga ditemukan di Eropa Timur, daerah Mediteranian Selatan, dan Asia Pasifik. Di sini penularan terjadi melalui kontak homoseksual dan heteroseks.

Seks bebas sebagai sumber penularan pertama dan utama HV/AIDS, juga terbukti di Indonesia. Kasus AIDS pertama ditemukan di Denpasar, Bali yang merupakan surga bagi penikmat seks bebas. Penyakit ini ditemukan pada seorang turis Belanda dengan kecenderungan homoseksual yang kemudian meninggal April 1987. Orang Indonesia pertama yang meninggal dalam kondisi AIDS juga dilaporkan di Bali, Juni 1988. Selanjutnya, Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan epidemi HIV/AIDS terkonsentrasi pada kelompok perilaku seks bebas.

Mengentikan Bola Salju HIV

Langkah menghentikan bola salju HIV adalah dengan melakukan penanganan tepat, sesuai akar masalah utamanya. Dengan diketahuinya seks bebas sebagai pintu utama penyebaran HIV, maka dapat dirunut juga akar masalah bagi problem tersebut di ranah individu, masyarakat, hingga negara. Pada ranah individu, seks bebas bisa menyebarluas lantaran kualitas keimanan yang tidak kokoh sehingga mudah tergiur tipuan kebahagiaan duniawi. Pada ranah masyarakat nampak dari tatanan kehidupan yang sekuleristik-materialistik, gaya hidup hedonis, serta rendahnya kepedulian sesama dalam konteks melaksanakan amar makruf nahi munkar. Dan pada ranah negara nampak pada tidak diberlakukannya kebijakan yang menjamin aman dan baiknya pergaulan laki-laki dan perempuan, belum tuntasnya problem kemiskinan sehingga ladang usaha berbahaya bagi kesehatan tetap dilakukan, serta belum diberlakukannya sanksi menjerakan pelaku kemaksiatan.

Apabila diringkas, semua itu dikarenakan tidak dipakainya aturan Allah ketika membuat aturan hidup. Sehingga pengabaian prosedur operasional dariNya menjadikan kesalahan praktik yang memantik kerusakan di berbagai sisi (Arruum: 41). Dan inilah yang lazim dilabeli sekular, menjadikan aturan Allah hanya di kotak ritual, sedangkan di selainnya dipasrahkan total pada manusia. Oleh karena itu paradigma berfikir untuk menyusun strategi penanggulangan haruslah fokus pada upaya mematikan akar masalahnya dan mata rantai penularannya.

Adapun langkah dapat dilakukan antara lain: pertama, mencegah kemunculan perilaku beresiko/penyimpangan perilaku sejak dini agar terlahir generasi baru yang bebas dari seks bebas dan narkoba. Upayanya adalah dengan mewujudkan keshalihan personal dan komunal masyarakat melalui edukasi, pemberlakuan aturan pergaulan yang benar, hingga pemberlakuan sanksi bagi yang melanggar. Kedua, membuat berhenti pelaku penyimpangan perilaku. Secara teknis dapat dilakukan dengan edukasi yang bersifat seruan, mewujudkan dukungan sistem untuk bisa berhenti seperti memastikan terpenuhi kebutuhan hidup, hingga ‘pemaksaan’ berupa sanksi tegas bagi yang tidak mau berhenti.  

Ketiga, bagi yang terbukti terinfeksi harus ditangani dengan ‘tepat’ termasuk dengan karantina yang sehat. Tanpa terjebak argumentasi bahwa karantina adalah perampasan hak. Sebab, jika berbicara hak, orang sehat yang jumlahnya lebih banyak dari penderita juga sama-sama memiliki hak tidak tertular. Untuk kepentingan pencegahan tiga langkah di atas, maka perlu melibatkan kerjasama yang apik dari sistem pendidikan, ekonomi, hukum, birokrasi, dan sosial budaya.

Semua elemen tersebut harus digerakkan melalui kebijakan politik agar memahami hakikat pergaulan bebas dan berkemauan kuat meninggalkannya. Semuanya mungkin jika serempak dilaksanakan dan didukung penuh dari ranah individu serta masyarakat. Dan keberadaan ketaqwaan di semua ranah adalah faktor penting yang membuat seseorang atau bahkan negara meninggalkan kemaksiyatan yang dilarang Allah, sehingga memang tidak bisa sekular dalam menyelesaikan kasus seperti ini. Artinya bola salju HIV harus dihentikan dengan menutup semua pintu pergaulan bebas dengan melibatkan konsep ilahiyah.

Dalam ajaran Islam secara ringkas diwujudkan dengan pemberlakuan sistem pergaulan Islam di sisi preventif dan sistem sanksi Islam di sisi kuratif. Juga diberlakukan sistem ekonomi Islam agar kebutuhan setiap individu terjamin merata, sehingga tidak ada alasan bermaksiyat lantaran himpitan ekonomi. Sehingga pada akhirnya, memang dibutuhkan penerapan sistem Islam sebagai penghenti gelindingan salju HIV secara total. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

Rabu, 18 Sep 2019 18:54

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Rabu, 18 Sep 2019 18:49

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

Rabu, 18 Sep 2019 18:48

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Rabu, 18 Sep 2019 18:09

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Rabu, 18 Sep 2019 17:47


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X