Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.048 views

Indonesia Ditakuti Dunia

 

Oleh:

Alin FM || Praktisi Multimedia dan Penulis

 

INDONESIA sedang menjadi sorotan dunia Internasional.  Indonesia dengan segudang kekayaan dan populasinya sedang menjadi pembahasan. Pembahasan yang tak jauh dari situasi Pandemi Covid-19 yang sedang mendera Dunia. Diketahui, sejumlah negara dikabarkan menutup kunjungan bagi WNI, di antaranya Jerman, Swis, Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, Turki, menutup pintunya untuk warga negara Indonesia karena khawatir menjadi transmiter Covid-19. 

Berdasarkan data covid19.go.id pada Sabtu (12/9/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 214,746 orang, sebanyak 152,458 orang dinyatakan sembuh, dan 8,650 orang meninggal dunia. 

Data menunjukkan kasus covid 19 di Indonesia semakin tinggi. Klaster-klaster penularan baru bermunculan, dari klaster perkantoran sampai kini muncul klaster keluarga.  Bahkan proses pilkada telah menjadi klaster penularan Covid-19. Jika ini tidak ditangani secara serius dengan kebijakan yang tepat dan ketat, maka akan muncul klaster-klaster lainnya. Jangan sampai Indonesia menjadi negara yang paling ditakuti dan kemudian diisolasi dunia Internasional karena pandemi Covid-19. 

Pemerintah telah menuai  kegagalan menahan laju pandemi Covid-19 akibat salah strategi. Sejak awal pemerintah lebih memprioritaskan pemulihan ekonomi daripada menangani akar pandemi, yaitu memutus total laju penyebaran Covid 19. Akibat menganak-emaskan ekonomi akhirnya korban pamdemi covid 19 semakin berjatuhan. Ekonomipun semakin terpuruk dan rakyat bingung tidak tahu harus berbuat apa. 

Namun Pemerintah terkesan diskriminatif, tak peka, dan tidak serius dengan fakta semakin banyaknya korban Covid 19 di Indonesia. Bahkan di tengah ketidakpercayaan masyarakat internasional, justru Pemerintah ngotot memperlonggar aturan dengan menerima kedatangan WNA, khususnya TKA dari China. 

Sekarang laju penyebaran pandemi sudah kemana-mana dan sulit dikendalikan. Penanganan COVID-19  setengah hati pemerintah sehingga menghadirkan ketakutan pada masyarakat dunia. Saat ini sudah 59 negara yang menutup akses bagi kedatangan WNI dan  Indonesia menjadi negara yang ditakuti. Ini menggambarkan ketidakpercayaan masyarakat Internasional terhadap penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah Indonesia. Alih-alih menggenjot roda perekonomian Indonesia  malah citra Indonesia semakin buruk di mata internasional.

Pelarangan 59 negara terhadap WNI merupakan pukulan bagi Indonesia. Pemerintah tidak suka lock-down, tapi akhirnya Indonesia yang di locked-down oleh negara-negara lain. Inilah konsekuensi logis dari kebijakan limbung pemerintah. Seharusnya ini menjadi momentum intropeksi pemerintah untuk melaksanakan kewajibannya, yaitu melindungi seluruh nyawa rakyat dan menyelamatkan rakyat dari darurat kesehatan internasional ini.

 

Rakyat pun ingin melihat keseriusan Pemerintah

Saat ini, Testing terhadap masyarakat harus terus menerus dilakukan secara masif dan dengan alat yang akurat. Jika yang dianggap akurat itu adalah swab PCR, maka buatlah itu sebagai strategi testing yang menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan dibebankan pada rakyat. Lakukan secara berkala terutama di tempat-tempat yang potensial menjadi klaster. Buatlah masyarakat disiplin mencegah penularan dengan melakukan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 3M harus menjadi budaya, bukan cuma slogan ataupun himbauan. Kemudian yang paling di tunggu oleh rakyat adalah Lock down total di semua wilayah Indonesia. 

Karena, pandemi covid 19 adalah sumber permasalahan saat ini yang membuat Indonesia ditakuti dunia. Maka dari itu, sumber permasalahannya harus dituntaskan terlebih dahulu. Jika itu telah dituntaskan, maka  Indonesia tidak lagi ditakuti, bahkan mendapatkan kembali kepercayaan dunia internasional.

Jadi Indonesia mau lockdown untuk menekan penyebaran virus covid 19, dampak ekonominya dengan kebijakan yang tidak lockdown hanyalah beda tipis. Justru dengan lockdown lah efektivitas penekanan covid 19 akan lenyap. Dan juga, bisa lebih cepat menyelematkan nama Indonesia di kancah internasional. 

Efektivitas kebijakan lockdown bisa demikian, sebab Pemerintah memberi jaminan  serta kebijakan yang tepat dalam memobilisasi rakyat. Mobilisasi rakyat berupa mengawasi masyarakat agar tetap di rumah serta edukasi massif di seluruh lapisan masyarakat, sekaligus juga Pemerintah memberikan jaminan kepada  semua lapisan masyarakat bahwa kebutuhan sehari-hari mereka berupa bahan pokok pasti terpenuhi. Dengan kata lain, lockdown memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengakomodasi dua hal tersebut. 

Di dalam Islam, Pemimpin bertanggungjawab terhadap rakyatnya dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di pengadilan Allah SWT. Seyogyanya para pemimpin negeri ini mencari solusi tepat dalam mengatasi Pandemi Covid 19 bukan memilih menganak-emaskan ekonomi dibandingkan nyawa rakyat dan nama baik Indonesia. Ingat rakyat menanti kebijakan yang tepat Pemerintah. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Imam (Khalifah) yang menjadi pemimpin manusia, adalah (laksana) penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggungjawab terhadap (urusan) rakyatnya.” (HR Al- Bukhari). 

Dahulu di masa Rasulullah pernah terjadi wabah penyakit, kemudian beliau memerintahkan untuk isolasi dan sterilisasi lokasi yang terjangkit wabah atau dikenal istilah sekarang adalah lock down. Tujuannya, agar meminimalisir penyebaran virus ke tempat yang lebih luas. 

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf RA, Rasulullah bersabda, “Bila kalian mendengar wabah tengah mendera suatu daerah, maka janganlah kalian memasukinya, dan jika menyerang wilayah kalian, maka janganlah engkau melari kan diri.” (HR Bukhari). 

Dengan mengambil konsep Islam, komitmen Pemerintah sebagai penanggung jawab utama dilaksanakan.  Sehingga melaksanakan aturan bisa diwujudkan, RS dan tenaga kesehatan terposisikan dengan terhormat, sehingga bisa maksimal membantu korban yang terpapar Covid , dan yang positif di isolasi agar tidak tertular kepada rakyat. 

Rakyat pun menunggu keseriusan Pemerintah. Indonesia akan mempunyai harapan baru untuk dapat mengatasi COVID-19 dan dampak-dampaknya. Sehingga Indonesia tidak lagi ditakuti, bahkan mendapatkan kepercayaan kembali masyarakat internasional.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Senin, 21 Sep 2020 12:50

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Senin, 21 Sep 2020 11:59

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Ahad, 20 Sep 2020 22:22

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Ahad, 20 Sep 2020 21:53

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Ahad, 20 Sep 2020 21:25

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Ahad, 20 Sep 2020 21:20

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ahad, 20 Sep 2020 21:05

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Ahad, 20 Sep 2020 18:30

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Ahad, 20 Sep 2020 17:45

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Sabtu, 19 Sep 2020 21:04

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Sabtu, 19 Sep 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X