Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.797 views

Indonesia Ditakuti Dunia

 

Oleh:

Alin FM || Praktisi Multimedia dan Penulis

 

INDONESIA sedang menjadi sorotan dunia Internasional.  Indonesia dengan segudang kekayaan dan populasinya sedang menjadi pembahasan. Pembahasan yang tak jauh dari situasi Pandemi Covid-19 yang sedang mendera Dunia. Diketahui, sejumlah negara dikabarkan menutup kunjungan bagi WNI, di antaranya Jerman, Swis, Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, Turki, menutup pintunya untuk warga negara Indonesia karena khawatir menjadi transmiter Covid-19. 

Berdasarkan data covid19.go.id pada Sabtu (12/9/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 214,746 orang, sebanyak 152,458 orang dinyatakan sembuh, dan 8,650 orang meninggal dunia. 

Data menunjukkan kasus covid 19 di Indonesia semakin tinggi. Klaster-klaster penularan baru bermunculan, dari klaster perkantoran sampai kini muncul klaster keluarga.  Bahkan proses pilkada telah menjadi klaster penularan Covid-19. Jika ini tidak ditangani secara serius dengan kebijakan yang tepat dan ketat, maka akan muncul klaster-klaster lainnya. Jangan sampai Indonesia menjadi negara yang paling ditakuti dan kemudian diisolasi dunia Internasional karena pandemi Covid-19. 

Pemerintah telah menuai  kegagalan menahan laju pandemi Covid-19 akibat salah strategi. Sejak awal pemerintah lebih memprioritaskan pemulihan ekonomi daripada menangani akar pandemi, yaitu memutus total laju penyebaran Covid 19. Akibat menganak-emaskan ekonomi akhirnya korban pamdemi covid 19 semakin berjatuhan. Ekonomipun semakin terpuruk dan rakyat bingung tidak tahu harus berbuat apa. 

Namun Pemerintah terkesan diskriminatif, tak peka, dan tidak serius dengan fakta semakin banyaknya korban Covid 19 di Indonesia. Bahkan di tengah ketidakpercayaan masyarakat internasional, justru Pemerintah ngotot memperlonggar aturan dengan menerima kedatangan WNA, khususnya TKA dari China. 

Sekarang laju penyebaran pandemi sudah kemana-mana dan sulit dikendalikan. Penanganan COVID-19  setengah hati pemerintah sehingga menghadirkan ketakutan pada masyarakat dunia. Saat ini sudah 59 negara yang menutup akses bagi kedatangan WNI dan  Indonesia menjadi negara yang ditakuti. Ini menggambarkan ketidakpercayaan masyarakat Internasional terhadap penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah Indonesia. Alih-alih menggenjot roda perekonomian Indonesia  malah citra Indonesia semakin buruk di mata internasional.

Pelarangan 59 negara terhadap WNI merupakan pukulan bagi Indonesia. Pemerintah tidak suka lock-down, tapi akhirnya Indonesia yang di locked-down oleh negara-negara lain. Inilah konsekuensi logis dari kebijakan limbung pemerintah. Seharusnya ini menjadi momentum intropeksi pemerintah untuk melaksanakan kewajibannya, yaitu melindungi seluruh nyawa rakyat dan menyelamatkan rakyat dari darurat kesehatan internasional ini.

 

Rakyat pun ingin melihat keseriusan Pemerintah

Saat ini, Testing terhadap masyarakat harus terus menerus dilakukan secara masif dan dengan alat yang akurat. Jika yang dianggap akurat itu adalah swab PCR, maka buatlah itu sebagai strategi testing yang menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan dibebankan pada rakyat. Lakukan secara berkala terutama di tempat-tempat yang potensial menjadi klaster. Buatlah masyarakat disiplin mencegah penularan dengan melakukan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 3M harus menjadi budaya, bukan cuma slogan ataupun himbauan. Kemudian yang paling di tunggu oleh rakyat adalah Lock down total di semua wilayah Indonesia. 

Karena, pandemi covid 19 adalah sumber permasalahan saat ini yang membuat Indonesia ditakuti dunia. Maka dari itu, sumber permasalahannya harus dituntaskan terlebih dahulu. Jika itu telah dituntaskan, maka  Indonesia tidak lagi ditakuti, bahkan mendapatkan kembali kepercayaan dunia internasional.

Jadi Indonesia mau lockdown untuk menekan penyebaran virus covid 19, dampak ekonominya dengan kebijakan yang tidak lockdown hanyalah beda tipis. Justru dengan lockdown lah efektivitas penekanan covid 19 akan lenyap. Dan juga, bisa lebih cepat menyelematkan nama Indonesia di kancah internasional. 

Efektivitas kebijakan lockdown bisa demikian, sebab Pemerintah memberi jaminan  serta kebijakan yang tepat dalam memobilisasi rakyat. Mobilisasi rakyat berupa mengawasi masyarakat agar tetap di rumah serta edukasi massif di seluruh lapisan masyarakat, sekaligus juga Pemerintah memberikan jaminan kepada  semua lapisan masyarakat bahwa kebutuhan sehari-hari mereka berupa bahan pokok pasti terpenuhi. Dengan kata lain, lockdown memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengakomodasi dua hal tersebut. 

Di dalam Islam, Pemimpin bertanggungjawab terhadap rakyatnya dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di pengadilan Allah SWT. Seyogyanya para pemimpin negeri ini mencari solusi tepat dalam mengatasi Pandemi Covid 19 bukan memilih menganak-emaskan ekonomi dibandingkan nyawa rakyat dan nama baik Indonesia. Ingat rakyat menanti kebijakan yang tepat Pemerintah. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Imam (Khalifah) yang menjadi pemimpin manusia, adalah (laksana) penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggungjawab terhadap (urusan) rakyatnya.” (HR Al- Bukhari). 

Dahulu di masa Rasulullah pernah terjadi wabah penyakit, kemudian beliau memerintahkan untuk isolasi dan sterilisasi lokasi yang terjangkit wabah atau dikenal istilah sekarang adalah lock down. Tujuannya, agar meminimalisir penyebaran virus ke tempat yang lebih luas. 

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf RA, Rasulullah bersabda, “Bila kalian mendengar wabah tengah mendera suatu daerah, maka janganlah kalian memasukinya, dan jika menyerang wilayah kalian, maka janganlah engkau melari kan diri.” (HR Bukhari). 

Dengan mengambil konsep Islam, komitmen Pemerintah sebagai penanggung jawab utama dilaksanakan.  Sehingga melaksanakan aturan bisa diwujudkan, RS dan tenaga kesehatan terposisikan dengan terhormat, sehingga bisa maksimal membantu korban yang terpapar Covid , dan yang positif di isolasi agar tidak tertular kepada rakyat. 

Rakyat pun menunggu keseriusan Pemerintah. Indonesia akan mempunyai harapan baru untuk dapat mengatasi COVID-19 dan dampak-dampaknya. Sehingga Indonesia tidak lagi ditakuti, bahkan mendapatkan kepercayaan kembali masyarakat internasional.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Jum'at, 27 Nov 2020 22:38

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Jum'at, 27 Nov 2020 21:45

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Jum'at, 27 Nov 2020 21:14

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Jum'at, 27 Nov 2020 21:05

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Jum'at, 27 Nov 2020 21:00

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Jum'at, 27 Nov 2020 20:46

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Jum'at, 27 Nov 2020 19:00

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Jum'at, 27 Nov 2020 16:45

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X