Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.354 views

Reynhard Sinaga dan Penelanjangan Kebobrokan Barat

 

Oleh : Dessy Fatmawati, S.T

 

“KBRI London Beri Perlindungan Hukum ke Reynhard” demikian kisah ini bergulir selanjutnya. Melawan nurani publik yang menginginkan sebaliknya. Namun apa dikata, keputusan Indonesia telah final.

Tak lewatkan kesempatan, kaum muslimin menjadikan kasus ini momen yang tepat untuk menjelaskan ke khalayak ramai tentang penyimpangan seksual, yang diakui atau tidak ajaran Islam ditekan dengan cap intoleran akibat melarang setiap hadirnya seks diluar pernikahan. respon paling melimpah disumbang oleh kaum muslimin melalui akun-akun pribadi.

Media mainstream kuwalahan dengan serangan opini balik yang tidak hanya menyasar kekejaman Reynhard Sinaga namun juga menyasar jantung peradaban Barat yang rusak. Di Inggris, media fokus pada penanganan teknis, sedangkan media Indonesia fokus playing victim dengan mempublikasikan indentitas kerabat pelaku.

Tak perlu diragukan lagi, bahwa kasus Reynhard Sinaga adalah buah subur peradaban yang dipupuk sendiri. Sexuality and Everyday Transnationalism among South Asian Gay and Bisexual Men in Manchester, meski ditolak, keberanian Reynhard mengajukan penelitian ini menggambarkan suasana lingkungan Barat yang sangat mendukung kejahatannya.

Gambaran lebih luas mengenai hal ini dapat dilihat dari rekaman data endrapeoncampuss.org. Dalam kanal data ‘Male’,  The Campus Sexual Assault Study menemukan bahwa 1 dari 16 mahasiswa telah ‘diserang’ di kampus. Penelitian terbaru menemukan 19% hingga 31% mahasiswa memiliki pengalaman kontak seksual yang tidak diinginkan oleh rekan sebaya.

The National Crime Victimization Survey menemukan bahwa hanya 38% insiden pemerkosaan dan serangan seksual yang bisa dilaporkan. Survey lain menyebutkan sekitar 1,267 juta pria telah dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual. The National Intimate Partner and Sexual Violence Survey menemukan data 40% laki-laki gay dan 47% laki-laki biseksual punya pengalaman kekerasan seksual di USA.

Diperkirakan antara 16% hingga 30% laki-laki dengan disabilitas telah mengalami kekerasan seksual bahkan sebelum usia 18 tahun, dua kali lebih banyak dibanding laki-laki tanpa disabilitas. Terakhir, diperkirakan 40% siswa tingkat SMP dan SMA dilaporkan mengalami kekerasan seksual, 28% diantaranya oleh teman sebaya.

Bagi yang tidak jeli, akan mudah digiring ke opini bawah sadar kesalahan Reynhard Sinaga hanya kasuistik, jangan berlebihan. Tidak ada yang salah dengan peradaban Barat, lihatlah kami (Barat) memberi keadilan yang lebih baik. The Feed FBS mengeluarkan salah satu analisa ciri media Barat dalam menggambarkan sebuah peristiwa, “Easy for us to say Muslim came from inferior culture, violent religion, broken society that they full of hate. But we can’t quite say that about the white (western) ones. Because to do so would be to say we’re just the same…we give the white (western) the privilege of humanity” – Australia, 2019.

Mari mundur pada bulan-bulan sebelumnya, jelas terekam dalam ingatan betapa Barat habis-habisan menyerang Brunei Darussalam karena menerapkan hukuman mati bagi kaum pelangi, Michelle Bachelet, Komisioner Hak Asasi Manusia PBB memberikan penyataan Senin (01/04), "Saya menyerukan kepada pemerintah untuk membatalkan penerapan hukum pidana baru yang kejam itu, yang akan menjadi langkah mundur serius bagi perlindungan HAM rakyat Brunei jika tetap diberlakukan."

Lewat cuitan media sosial twitter Mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden  menulis, "Merajam orang sampai mati karena tindakan homoseksual atau perzinahan adalah mengerikan dan amoral. Tidak ada alasan—baik agama atau tradisi—atas kebencian dan tak berperikemanusiaan seperti ini."

Disusul Senator Ted Cruz selaku wakil Partai Republik dari Texas, "Ini salah. Ini barbar. Amerika harus mengecam hukum amoral dan tak berperikemanusiaan ini dan semua orang harus bersatu melawannya."

Tak ketinggalan Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Penny Mordaunt, merilis "Tiada seorangpun harus menghadapi hukuman mati karena siapa yang mereka cintai. Keputusan Brunei barbar."

Namun sayang, tokoh-tokoh ini bungkam seribu bahasa manakala korban-korban berjatuhan menuntut keadilan dengan dalih human right. Bahkan tahun 2011,  terbitnya tulisan “Pedophiles want Same Rights as Homosexuals” yang ditulis Jack Minor, editor senior dari greeleygazette.com memberi gambaran yang jelas atas peradaban Barat.

Saatnya Ofensif, Tak Sekadar Defensif

Tak cukup membuat Barat kuwalahan, kamu muslim harus mengupayakan maksimal untuk menumpas kerusakan dari akarnya. Berbicara mengenai LGBT, kemunculan dan pembiarannya tak lepas dari konstruk masyarakat yang dibentuk peradaban rusak kapitalis Barat. Materi adalah tujuan. Kebebasan adalah kebutuhan. Keegoisan adalah keniscayaan. Konsekuensinya Homo homini lupus, manusia menjadi srigala bagi manusia yang lain.

Reynhart bukanlah yang pertama, hanya ketiban sial terkespos yang terbesar. Dan pesimis rasanya akan menjadi yang terakhir. Perlu dipahami dengan jelas, kusutnya solusi untuk LGBT dengan segala kerusakan yang dibawa berawal dari standar nilai yang digunakan, liberalisme (kebebasan berperilaku). Alhasil, solusi yang teknis hadir hanya semacam ‘pemadam kebakaran’ tanpa mampu memusnahkan sumber api. Arogansi pelaku dan pengusung ide ini sama sekali tidak membantu meredakan kerusakan yang dibawa. Di Indonesia sendiri contohnya, RUU PKS yang masih panas bergulir, justru lebih berpotensi mempidanakan pencegah LGBT daripada pelaku LGBT itu sendiri. Untuk kasus Reaynhard, lewat KBRI, Indonesia memutuskan untuk di sisi Reynhard. Memberikan bantuan perlindungan hukum berupa akses pengacara dan pemastian hal dalam pengadilan.

Sampai di sini jelas,  hanya sekedar solusi defensif, individual dan tidak terstruktur hingga level politis sangat todak relevan untuk menghadapi serangan LGBT yang massif, terstruktur dan politis.  Mengharapkan pemerintahan bercorak demokrasi bagai punguk merindukan bulan. Jelas, harapan satu-satunya, terlebih bagi kaum muslimin adalah melawan yang menyerang balik kerusakan dengan pukulan politis.

Sahabat Rasul yang mulia, Ustman bin Affan ra berkata, “Sesungguhnya Allah SWT memberikan wewenang pada penguasa untuk menghilangkan sesuatu yang tidak bisa dihilangkan oleh Al Qur’an.”

Rasulullah SAW telah memberi contoh gamblang dalam melawan balik kekuatan musuh secara politis. Bahkan oleh jumhur ulama, kewajiban atas tegaknya konstitusi penerap kebaikan dan pelenyab kebatilan ini digambarkan sebagai mahkota kewajiban.

Menjadi penting dan mendesak semua elemen ummat harus teredukasi sempurna dengan Islam. Ulama, cendekiawan, aktivis mengerahkan seluruh energi, difokuskan pada peruntuhan akar masalah LGBT, yakni Barat dan ideologi kapitalisnya. Pada saat yang sama memupuk kekuatan politis Islam yang setara untuk menandingi Kapitalis Barat, mulai dari level individu, masyarakat, dan negara. Bukan sembarang negara, namun negara yang mampu berdiri kokoh menanggalkan segala bentuk standar dan nilai Barat. Sebuah negara yang berani mandiri, kokoh melenggangkan Islam dalam panggung politik dunia. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Selasa, 21 Jan 2020 13:22

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Selasa, 21 Jan 2020 12:54

Sukses Belum Identik Bahagia

Sukses Belum Identik Bahagia

Selasa, 21 Jan 2020 12:01

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Selasa, 21 Jan 2020 11:49

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Selasa, 21 Jan 2020 11:46

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Selasa, 21 Jan 2020 10:57

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selasa, 21 Jan 2020 08:51

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Selasa, 21 Jan 2020 08:04

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Selasa, 21 Jan 2020 01:01

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Senin, 20 Jan 2020 23:56

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Senin, 20 Jan 2020 22:42

Sepertiga Pemuda Israel Tidak Mendaftar Wajib Militer Karena Alasan 'Kesehatan Mental'

Sepertiga Pemuda Israel Tidak Mendaftar Wajib Militer Karena Alasan 'Kesehatan Mental'

Senin, 20 Jan 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Serang 76 Masjid Sunni di Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Serang 76 Masjid Sunni di Yaman

Senin, 20 Jan 2020 22:07

Menjadi Hamba yang Beriman

Menjadi Hamba yang Beriman

Senin, 20 Jan 2020 21:29

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

Senin, 20 Jan 2020 21:07

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Senin, 20 Jan 2020 21:00

Corruption Unfinished

Corruption Unfinished

Senin, 20 Jan 2020 20:27

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Senin, 20 Jan 2020 20:14

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Senin, 20 Jan 2020 14:47

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Senin, 20 Jan 2020 14:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X