Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.166 views

Doa dan Salatnya Kaum Politikus

 
Oleh: Eeng Nurhaeni
 
(Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bayan, Rangkasbitung, Lebak, Banten)   
 
Pernyataan Nico Koopman, seorang pakar teologi sistematik dan etika di Universitas Stellenbosch (Afrika Selatan), bahwa cara-cara seseorang berdoa menunjukkan kualitas keimanannya, mengandung arti bahwa doa sangat berkaitan erat dengan aktivitas kehidupan manusia sehari-hari
 
Dalam ajaran Islam, salat yang dilakukan lima kali sehari mengandung arti yang spesifik sebagai “doa”. Nabi Muhammad menegaskan, apabila salatnya baik, maka baiklah segala amal perbuatan manusia. Namun, apabila salatnya buruk maka rusaklah segala amal perbuatannya.
 
Dengan demikian, maka kualitas doa (salat) bukan hanya menentukan kualitas iman dan takwa, melainkan juga bagaimana manusia hidup, serta mampu membangun kerukunan dan kesetiakawanan di antara sesama makhluk Tuhan. 
 
Di Afrika Selatan semasa rezim apartheid, para penguasa menghadiri gereja-gereja untuk berdoa, tetapi kualitas doa-doa itu tak lepas dari kepentingan rezim guna melegitimasi kemapanan mereka.
 
Demikian halnya dalam film peraih Oscar 12 Years a Slave (2016) yang diangkat dari novel karya Solomon Northup, doa-doa dikumandangkan para pastor dan diamini oleh penguasa, sementara para rezim represif tak henti-hentinya menindas, seakan-akan doa-doa itu dipanjatkan guna melegitimasi penindasan terhadap kaum dina-lemah-miskin.
 
Terkait dengan itu, filosof dan teolog Amerika Serikat, Nicholas Wolerstorff menyatakan bahwa kualitas keimanan masyarakat tak lepas dari nilai-nilai keadilan yang berlangsung di tengah masyarakat tersebut. Tak ada kesalehan individu maupun kesalehan sosial, tanpa adanya penegakan prinsip-prinsip keadilan. Masyarakat yang tidak adil akan kehilangan martabat dan jati dirinya. 
 
Dalam masyarakat ini, sebagian orang tersudut atau sengaja disudutkan. Mereka tak terinkorporasikan ke dalam kehidupan yang sedang berkembang. Masyarakat yang tidak adil bukanlah citra atau cerminan dari Tuhan dalam keutuhan-Nya. Kerana, Tuhan tidak pilih kasih, tidak pandang bulu, dan tidak mengecualikan siapa pun.
 
 
Doa umat Kristiani
 
Kerinduan pada kepemimpinan yang adil dan memiliki integritas kerakyatan, tercermin dalam doa yang sangat masyhur: “Datanglah kerajaan-Mu”. 
 
Doa ini cukup unik, diajarkan langsung oleh Isa al-Masih. Doa yang sangat revolusioner, memohon datangnya kekuatan Tuhan untuk mengalahkan kelaliman penguasa tiran. Doa ini seakan memperjuangkan tegaknya kerajaan baru sebagai realitas fisik, di mana penindasan harus diakhiri, dan kehidupan yang adil dan merdeka harus dimulai.
 
Oleh karena itu, doa – sebagaimana salat – sangat berhubungan dengan realitas sosial, kemerdekaan jiwa, serta penegakan prinsip-prinsip keadilan. Sastrawan Y.B. Mangunwijaya pernah menjabarkan surat al-Fatihah yang dibaca umat Islam tiap kali melakukan salat (Sastra dan Religiositas, Kanisius, 1988), di mana salah satu ayatnya mengandung unsur doa yang revolusioner: “Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.” (Ihdinas-shirathal mustaqim)..
 
Di masa kehidupan Nabi Muhammad, masyarakat Qurays pernah memandang orang-orang Arab Baduy sebagai suku yang berkasta rendah. Sikap demikian diingatkan oleh Nabi bahwa semua manusia sama saja, karena derajat kemuliaan manusia terukur dari kebaikan dan takwanya. Sinisme masyarakat Qurays dibalas secara reaktif oleh suku Baduy, sambil memanjatkan doa: “Ya Tuhan kami, lindungilah Muhammad, tetapi jangan lindungi masyarakat Qurays.” Nabi kemudian memberi peringatan dengan baik-baik, bahwa cara-cara berdoa seperti itu adalah keliru, karena yang benar adalah: “Lindungilah, dan damaikanlah manusia dan semua makhluk Tuhan.”
 
Di sisi lain, salat dikenal dalam Alquran sebagai sarana untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Jika perilaku dan perbuatan orang tidak diubah oleh salatnya, berarti salatnya yang tidak benar. Jadi, perbuatan buruk (kemungkaran) baru bisa dicegah apabila salat itu dijalankan dengan benar, fokus, sambil menghayati bacaan-bacaan salatnya dengan khusuk.
 
Hal ini diperkuat oleh hadis Nabi, bahwa, “Orang yang salatnya tidak mencegah dirinya dari perbuatan fahsya dan mungkar, tidak memperoleh tambahan dari Tuhan kecuali semakin jauh dari-Nya.” Dalam konteks lain, Nabi bahkan menyampaikan secara revolusioner, bahwa salatnya orang-orang bodoh tidak lebih baik dari tidurnya orang-orang cerdas dan berilmu pengetahuan.
 
 
Islam dan etika berdoa
 
Kita khawatir perihal degradasi moral yang melanda masyarakat kita akhir-akhir ini. Kita merasa jengkel terhadap situasi politik yang teramat gaduh, di tengah identitas masyarakat yang terang-terangan mengakui bertuhan dan beragama. Tetapi, apakah selama ini kita telah mempraktikkan etika dalam salat dan doa-doa kita? Jangan-jangan, salat kita hanya berfungsi selaku tambal sulam atau “penggugur kewajiban” semata. Setelah itu, tak ada urusan dengan moral dan akhlak bangsa yang kian merosot.
 
Kita memahami, masjid-masjid penuh setiap kali melakukan salat Jumat. Istighasah, tablig akbar, ceramah-ceramah juga dilakukan di mana-mana. Begitupun gereja-gereja penuh pada hari-hari Minggu. Tetapi, mengapa hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian juga marak tiada henti-hentinya. Korupsi berjalan sedemikian massif, hingga menggerogoti sendi-sendi perekonomian kita. 
 
Mengapa salat dan doa bangsa ini kurang efektif bagi perbaikan moral dan akhlak bangsa? Bukankah dengan demikian, salat dan doa bangsa ini tidak berdampak pada perubahan, karena seakan-akan tak berhubungan dengan masalah-masalah moral, kemanusiaan, keadilan dan tenggang rasa sesama warganegara? Mengapa salat dan doa dianggap sebagai ritual formalistik, seakan menjadi kesalehan individu yang eksklusif dan setril dari masalah-masalah sosial kemasyarakatan?
 
Dalam pemaknaan salat dan doa semacam itu, hendaknya bangsa ini banyak bertafakur dan bercermin diri, apakah salat kita tergolong salatnya orang-orang munafik seperti yang terang-terangan disindir dalam Alquran (al-Maun, 1-7): “Tahukah kamu orang yang berbohong pada agamanya? Dialah orang yang benci pada kaum miskin, dan enggan mengajak orang untuk menyantuni mereka. Celakalah bagi orang-orang yang salatnya lalai, ingin dipuji orang, serta enggan megulurkan tangan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.”
 
Di situ nampak jelas bahwa salat dan doanya orang munafik, sangat berkaitan erat dengan perilaku memolitisasi ibadah di hadapan Tuhan dan makhluk-Nya. Orang dianggap sudah baik, hanya semata-mata sudah melaksanakan salat dan doa. Penafsiran itu mudah sekali dijadikan alat legitimasi bagi kaum politikus untuk mengonsolidasi hasrat dan nafsu kekuasaannya. Doa dan salat tidak lagi mengandung ruh dan kekuatan untuk menggugat dan mendobrak segala bentuk represi yang menimpa banyak orang, terlebih mereka yang diperlakukan tidak adil dan sewenang-wenang.
 
 
Doa seorang pemimpin
 
Selama pemerintahan Jokowi, masyarakat Indonesia akrab dengan istilah “revolusi mental”. Hal tersebut, perlu menjadi satu kesatuan dengan konsep revolusi doa dan sembahyang bagi bangsa ini. Tidak cukup dengan membangun banyak tempat ibadah, tetapi juga memberikan pendidikan dan penyadaran tentang kualitas doa, salat dan ibadah, yang dapat membuahkan moral yang baikDari sudut kultural, praktik ibadah adalah kesempatan, di mana orang menjalin hubungan baik dengan kelompoknya, maupun realitas sosialnya, termasuk membangun relasi dengan kekuasaan.
 
Praktik ritual dan kekuasaan selalu relasional. Kekuasaan mau tak mau juga memengaruhi ritus yang dirasakan secara riil oleh mereka yang menjalankan aktivitas ritual itu. Di situlah terletak hubungan antara doa, salat, dan kekuasaan. Di dalam Islam, doa harus dipanjatkan dengan lembut dan santun.
 
Ia dapat berfungsi sebagai ekspresi cinta antara pemimpin dengan rakyatnya, antara suami dan istri, juga antara orang tua dengan anak-anaknya. Ia dapat berfungsi selaku ratapan orang jujur yang tidak bersalah tetapi menjadi korban, sebagai teguran ulama terhadap umatnya.
 
Secara umum, ia dapat berfungsi selaku penyembuh (al-syifa) yang dapat mengobati luka sosial umat, sebagai jalan bagi para pemimpin untuk menjalankan kepemimpinan yang baik dan adil.
 
Kualitas doa pemimpin, identik dengan kualitas salat atau sembahyangnya. Jika baik salatnya, maka baiklah segala pikiran, ucapan dan tindakannya. Jika salatnya munafik, maka kebijakan kekuasaan akan menjelma sebagai perusak moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Doa dan salat yang disalahgunakan oleh pihak-pihak politisi yang berambisi pada kekuasaan, boleh jadi berdampak buruk ketika kekuasaan itu sudah berada dalam genggamannya. Ia akan menjelma sebagai alat pemukul dan penggebuk yang dapat memorakporandakan persatuan dan kesatuan umat.
 
Sementara, kekuasaan sendiri bersifat netral. Ia akan menjelma sebagai kekuatan pembangun peradaban yang baik, manakala pemimpin memanfaatkan kekuatan doa dengan etika yang baik, hingga memancar dalam kalbu dan sanubari umat. 
 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kapal Pinisi Berpenumpang Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Berpenumpang Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Selasa, 21 Jan 2020 13:22

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Selasa, 21 Jan 2020 12:54

Sukses Belum Identik Bahagia

Sukses Belum Identik Bahagia

Selasa, 21 Jan 2020 12:01

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Selasa, 21 Jan 2020 11:49

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Selasa, 21 Jan 2020 11:46

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Selasa, 21 Jan 2020 10:57

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selasa, 21 Jan 2020 08:51

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Selasa, 21 Jan 2020 08:04

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Selasa, 21 Jan 2020 01:01

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Senin, 20 Jan 2020 23:56

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Senin, 20 Jan 2020 22:42

Sepertiga Pemuda Israel Tidak Mendaftar Wajib Militer Karena Alasan 'Kesehatan Mental'

Sepertiga Pemuda Israel Tidak Mendaftar Wajib Militer Karena Alasan 'Kesehatan Mental'

Senin, 20 Jan 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Serang 76 Masjid Sunni di Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Serang 76 Masjid Sunni di Yaman

Senin, 20 Jan 2020 22:07

Menjadi Hamba yang Beriman

Menjadi Hamba yang Beriman

Senin, 20 Jan 2020 21:29

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

Senin, 20 Jan 2020 21:07

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Senin, 20 Jan 2020 21:00

Corruption Unfinished

Corruption Unfinished

Senin, 20 Jan 2020 20:27

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Senin, 20 Jan 2020 20:14

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Senin, 20 Jan 2020 14:47

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Senin, 20 Jan 2020 14:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X