Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.657 views

Cek Hujannya, Ukur Dampaknya, Kenali Pemimpinnya

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Indonesia langganan banjir. Bukan hanya Jakarta, tapi Indonesia. Silahkan anda cek di google. Satu persatu wilayah provinsi di Indonesia. Tahun demi tahun. Anda akan melihat data hujan dan banjir. Akurat dan terukur. Jejak digital menyajikan semua data itu.

Awal tahun 2020, curah hujan sangat ekstrem. Wilayah terdampak pun lebih luas. Seluruh provinsi di Jawa mengalami banjir. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Banjir juga terjadi di provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

Hanya saja, yang banyak diberitakan oleh media dan ramai di medsos adalah Jakarta dengan semua dinamika politik dan dramaturginya. Kenapa Jakarta? Selain faktor ibu kota dimana media begitu dekat, juga faktor gubernurnya, yaitu Anies Baswedan. Anies selalu jadi berita seksi.

Saat Jakarta dipimpin oleh Jokowi dan Ahok, Jakarta juga banjir. Tapi, tak seramai seperti ketika dipimpin Anies. Apakah dampak banjir era Jokowi dan Ahok lebih kecil? Yuk kita cek.

Data dari BMKG, Bappenas dan BPBD bahwa tahun 2013 (era Jokowi) curah hujan 100 mm/hari. Luas area tergenang 240 km2 di 599 RW. Jumlah pengungsi 90.913 di 1.250 tempat pengungsian. Banjir baru surut setelah tujuh hari.

Tahun 2015 (era Ahok) curah hujan 277 mm/hari. Luas area tergenang 281 km2 di 702 RW. Jumlah pengungsi 45.813 di 409 tempat pengungsian. Banjir surut setelah tujuh hari.

Tahun 2020 (era Anies), curah hujan 377 mm/hari. Luas area tergenang 156 km2 di 390 RW. Jumlah pengungsi 31.232 di 269 tempat pengungsian. Banjir surut setelah empat hari.

Dari data di atas, curah hujan era Anies jauh lebih basar, hampir 4 kali lipat dibanding era Jokowi dan naik sekitar 40 persen dibanding era Ahok. Tapi wilayah banjir lebih sempit dan jumlah pengungsinya jauh lebih kecil. Lama banjir lebih pendek yaitu empat hari. Sementara era Jokowi dan Ahok banjir baru surut setelah tujuh hari. Sampai disini jelas perbandingannya. Angkanya bisa dibaca.

Dari data inilah kerja Anies diapresiasi dan mendapat pujian diantaranya dari pakar hedrodinamika ITB Bandung, Muslim Muin. Anies dianggap berhasil mengendalikan dampak banjir. Curah hujan jauh lebih besar, tapi dampak bisa diminimalisir.

Kendati begitu, ada pihak-pihak yang justru menjadikan banjir ini sebagai peluang untuk menyalahkan, bahkan cenderung membabibuta menyerang Anies. Sayangnya, isunya terkesan dipaksakan. Mereka cenderung abai pada data akurat yang tersedia. Ada kesan lebih suka dan sengaja bermain hoaks. Lebih mementingkan kemasan dan aspek manuver dari pada data. Ini mudah dibaca polanya, karena selalu berulang.

Polanya selalu sama: buzzer massif bergerak, meme dan video serentak penyebarannya, lalu petisi muncul, kemudian ada ajakan demo. Sistematis, dan tak mungkin tanpa pengendali. Dari waktu ke waktu polanya selalu begitu. Sama dan mudah dibaca.

Siapa mereka? Yang pasti mereka bukan dari BMKG, bukan dari Bappenas, dan bukan pula dari BPBD. Mereka juga bukan ahli metereologi dan hedrodinamika.

Lalu siapa mereka sesungguhnya? Publik menduga mereka adalah Pertama, orang-orang yang belum "move on" sejak kekalahan Ahok di pilgub DKI 2017. Kedua, buzzer bayaran yang disewa oleh 'konglomerat hitam" yang terganggu bisnisnya oleh kebijakan Anies. Konglomerat yang kena dampak penyegelan reklamasi, penutupan Alexis, keluarnya pergub 132/2018 (133/2019 hasil revisi) tentang penertiban apartemen, dan pergub 42/2019 tentang bebas pajak rumah pahlawan dan guru sehingga tak bisa dibeli murah propertinya. Ketiga, pihak yang tak ingin Anies jadi presiden 2024.

Sebenarnya, kegaduhan soal banjir tidak akan terjadi apabila tidak ada "tiga kelompok itu" . Apalagi para korban sedang berduka. "Jangan saling menyalahkan," pesan Pak Jokowi. Dan Anies sudah benar ketika mengatakan: "kami tanggung jawab, tidak salahkan siapapun".

Ketika 'kebencian", "kepentingan bisnis" dan "project politik" bertemu, di situlah kegaduhan akan terus terjadi. Ini bisa jadi teori baru. Jika Anies terus mampu menghadapi kolaborasi "tiga kelompok" tersebut hingga 2024, peluang Anies menjadi presiden akan sangat besar.

Soal banjir, masyarakat paham dan mengerti betul data di atas. Tak mudah terprovokasi dengan hoaks dan fitnah yang dikemas dalam bahasa buzzer, petisi dan demo. "Becik ketitik, olo ketoro", begitu kata orang Jawa. Gubernur baik atau buruk, akan ketahuan. Rakyat tidak buta untuk melihat dan mengenalinya.

Jakarta, 10/1/2020

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kapal Pinisi Berpenumpang Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Berpenumpang Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Selasa, 21 Jan 2020 13:22

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Selasa, 21 Jan 2020 12:54

Sukses Belum Identik Bahagia

Sukses Belum Identik Bahagia

Selasa, 21 Jan 2020 12:01

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Selasa, 21 Jan 2020 11:49

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Selasa, 21 Jan 2020 11:46

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Selasa, 21 Jan 2020 10:57

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selasa, 21 Jan 2020 08:51

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Selasa, 21 Jan 2020 08:04

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Selasa, 21 Jan 2020 01:01

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Senin, 20 Jan 2020 23:56

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Senin, 20 Jan 2020 22:42

Sepertiga Pemuda Israel Tidak Mendaftar Wajib Militer Karena Alasan 'Kesehatan Mental'

Sepertiga Pemuda Israel Tidak Mendaftar Wajib Militer Karena Alasan 'Kesehatan Mental'

Senin, 20 Jan 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Serang 76 Masjid Sunni di Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Serang 76 Masjid Sunni di Yaman

Senin, 20 Jan 2020 22:07

Menjadi Hamba yang Beriman

Menjadi Hamba yang Beriman

Senin, 20 Jan 2020 21:29

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

Senin, 20 Jan 2020 21:07

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Senin, 20 Jan 2020 21:00

Corruption Unfinished

Corruption Unfinished

Senin, 20 Jan 2020 20:27

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Senin, 20 Jan 2020 20:14

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Senin, 20 Jan 2020 14:47

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Senin, 20 Jan 2020 14:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Ahad, 19/01/2020 15:17

Si Melon yang Mencekik