Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.067 views

Pajak Sumber Utama Pendapatan Negara, Bukti Gagal Rezim Neolib

BAK kata pepatah, "Sudah jatuh tertimpa tangga pula". Hal itulah yang dialami oleh sekelompok manusia yang bernama rakyat. Dengan kebutuhan hidup yang acapkali membuat rakyat tidak berdaya, mulai dari harga sembako selangit, tarif dasar listrik bergejolak, hingga biaya pendidikan serta kesehatan yang tidak murah. Belum lagi sulitnya mencari pekerjaan dengan jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas, alhasil terciptalah para pengangguran di antara dari mereka adalah tulang punggung keluarga. Dengan beban hidup yang demikian kompleks, apakah rakyat juga harus memikirkan pendapatan negara dengan rutin membayar wajib pajak? sungguh memprihatinkan.

Bagaimana bisa untuk membayar iuran wajib pajak dengan penuh kesadaran yang diharapkan penguasa, sedangkan memenuhi kebutuhan dapur agar tetap ngebul saja menguras pikiran dan tenaga untuk mencukupinya. Bahkan mereka yang ekonominya menengah ke bawah acapkali merasakan kelaparan. Seperti yang dilaporkan oleh Global Hunger Index 2018, Indonesia dinilai memiliki masalah kelaparan tingkat serius yang memerlukan perhatian lebih.

Seolah rakyat tidak dinilai patuh dalam melaksanakan yang katanya kewajiban membayar pajak. Demi mendorong kesadaran wajib pajak, Detik finance mengabarkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan berbagai cara. Termasuk mengeluarkan tagline bayar pajak semudah isi pulsa. Tagline itu ternyata ide dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ide itu juga muncul dari pengalamannya pribadi saat bersama suami dan anaknya. Melihat kemudahan isi pulsa itu Sri Mulyani terkesima, kemudian muncul ide untuk menerapkannya dalam pembayaran pajak. Ide itu tak hanya sekedar wacana. Ditjen Pajak akan kerjasama dengan e-commerce seperti Tokopedia untuk mempermudah pembayaran pajak.

Parahnya, seperti di lansir oleh kontak.co.id, IMF menyoroti kinerja penerimaan negara yang masih rendah, terutama pajak. Untuk mengatasi itu, IMF merekomendasikan Strategi Penerimaan Jangka Menengah atau Medium-Term Revenue Strategy (MTRS) untuk diterapkan pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP). MTRS, menurut IMF, mewakili peta jalan reformasi sistem perpajakan yang komprehensif. “MTRS menyentuh hampir semua aspek perpajakan, termasuk PPN, cukai, PPh Badan, PPh Orang Pribadi, pajak properti dan administrasi pajak,” terang IMF.

Pertama, reformasi administrasi perpajakan. IMF mengakui pemerintah Indonesia telah membuat kemajuan dalam hal mereformasi administrasi perpajakan. Namun, reformasi ini harus terus dijalankan secara konsisten dan intensif karena butuh waktu untuk melihat efektivitas kebijakan reformasi ini. Kedua, reformasi perpajakan dengan merampingkan sistem perpajakan. IMF menilai, semakin sederhana sistem pajak, maka semakin efisien dan tinggi pula tingkat kepatuhan. Hanya saja, reformasi ini memang membutuhkan revisi payung hukum perpajakan Indonesia. Ketiga, memperluas basis pajak yang sudah berlaku. IMF menyarankan pemerintah untuk tidak menurunkan batas (threshold) PPN baik secara umum maupun untuk UMKM, sebelum menghapus kebijakan pembebasan PPN dan merampingkan PPh Badan. Keempat, kebijakan meningkatkan tarif pajak atau mengenakan tarif pajak baru untuk meningkatkan penerimaan secara substansial.

Menurut IMF, MTRS tersebut konon mampu meningkatkan pendapatan negara sekitar 5% dari PDB selama lima tahun ke depan, untuk membiayai belanja prioritas infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial. Penguasa menjadikan pajak sebagai sumber pendapatan yang utama bagi negara. Padahal Indonesia memiliki banyak hasil sumber daya alam baik itu dari hasil pertanian, perkebunan bahkan pertambangan. Sumber daya alam yang melimpah ruah dibiarkan dijarah oleh para manusia serakah demi memuaskan nafsu duniawi. Di mana kesejahteraan bagi rakyat sendiri? Bagai Fatamorgana yang tak bertepi.

Seharusnya seluruh hasil sumber daya alam dikelola oleh negara dan dikembalikan kepada rakyat. Dengan menjamin kebutuhan hidup rakyat, diantaranya pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan sebagainya. Tetapi saat ini penguasa seolah abai terhadap urusan rakyatnya. Meminimalisir peran negara dalam mengurus rakyat dengan menyerahkan kepada swasta. Jelas nyata bukti kebobrokan paham neoliberal yang diadopsi rezim penguasa, menjadikan rakyat hanya sebagai objek pemerasan melalui berbagai aturan pajak yang memberatkan rakyat.

Berbeda dengan pandangan Islam, sumber utama pendapatan negara bukan dari pajak melainkan dari hasil pengelolaan sumber daya alam serta pemungutan pajak terhadap kafir dzimmi. Adapun ketika mengharuskan membayar iuran, yakni saat kas baitul mal dalam keadaan kosong dan itu pun hanya di kenakan di antara orang-orang kaya saja. Menurut Al-Maliki, hukum Islam mengharamkan negara menguasai harta benda rakyat dengan kekuasaannya. Jika negara mengambilnya dengan menggunakan kekuatan dan cara paksa, berarti merampas. Padahal, hukum merampas adalah haram.

Islam datang sebagai seperangkat aturan kehidupan bagi manusia dari Sang Pencipta. Tidak serta merta hanya mengisi kebutuhan spiritual belaka, tetapi merupakan peraturan hidup yang sempurna. Baik dalam hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, bahkan hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Islam mengatur hajat hidup orang banyak, Apatah lagi terkait sumber daya alam yang melimpah ruah. Ia nya dikelola oleh negara kemudian di kembalikan kepada rakyat untuk memenuhi kebutuhan bersama.  Rasulullah bersabda, “Orang-orang Muslim itu bersyirkah dalam tiga hal, dalam hal padang rumput, air dan api.” (HR Sunan Abu Daud, no 3745).

Solusi dari problematika ini adalah dengan menerapkan seperangkat aturan hidup dari Sang Pencipta, yaitu menerapkan sistem Islam dalam kehidupan bernegara. Karena hanya Islam yang mampu menyejahterakan rakyat dan mengusir para penjarah kekayaan alam ini dari bumi pertiwi. Wallahu A'lam bish-shawab.

Novita Tristyaningsih

Muslimah Peduli Umat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Kamis, 21 Nov 2019 22:08

Rindu untuk Gaza

Rindu untuk Gaza

Kamis, 21 Nov 2019 22:07

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Kamis, 21 Nov 2019 21:50

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Kamis, 21 Nov 2019 21:07

Sukmawati Telah Membuat Kemarahan Umat Islam dan Kegaduhan Bangsa

Sukmawati Telah Membuat Kemarahan Umat Islam dan Kegaduhan Bangsa

Kamis, 21 Nov 2019 21:04

Doa-doa Saat Pergi Shalat Jum’at

Doa-doa Saat Pergi Shalat Jum’at

Kamis, 21 Nov 2019 21:00

Mohammed Ali Umumkan Proyek Baru Untuk Gulingkan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-sisi

Mohammed Ali Umumkan Proyek Baru Untuk Gulingkan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-sisi

Kamis, 21 Nov 2019 21:00

Yordania Batalkan Konferensi Antar Agama di Amman yang Akan Dihadiri Delegasi Israel

Yordania Batalkan Konferensi Antar Agama di Amman yang Akan Dihadiri Delegasi Israel

Kamis, 21 Nov 2019 20:30

Reuni Akbar Mujahid 212 Bukan untuk Gagah-gagahan

Reuni Akbar Mujahid 212 Bukan untuk Gagah-gagahan

Kamis, 21 Nov 2019 20:00

Ideologi Radikalisme

Ideologi Radikalisme

Kamis, 21 Nov 2019 19:53

Marak Perceraian Diadakan Sertifikasi Perkawinan, Solutifkah?

Marak Perceraian Diadakan Sertifikasi Perkawinan, Solutifkah?

Kamis, 21 Nov 2019 19:38

Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi

Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi

Kamis, 21 Nov 2019 19:00

PM Israel Benyamin Netanyahu Setujui RUU untuk Mencaplok Lembah Yordan

PM Israel Benyamin Netanyahu Setujui RUU untuk Mencaplok Lembah Yordan

Kamis, 21 Nov 2019 18:57

Rakyat Perlu Kerja Pranikah, Bukan Kursus Pranikah

Rakyat Perlu Kerja Pranikah, Bukan Kursus Pranikah

Kamis, 21 Nov 2019 18:49

Doa Tertolak Tersebab Harta dan Makanan Haram

Doa Tertolak Tersebab Harta dan Makanan Haram

Kamis, 21 Nov 2019 17:36

Mengucapkan Salam dengan Salam Semua Agama itu Tidak Diperintahkan

Mengucapkan Salam dengan Salam Semua Agama itu Tidak Diperintahkan

Kamis, 21 Nov 2019 17:25

Genderuwo Radikalisme

Genderuwo Radikalisme

Kamis, 21 Nov 2019 16:59

ASN Bermental Budak

ASN Bermental Budak

Kamis, 21 Nov 2019 15:54

Penjilat Politik

Penjilat Politik

Kamis, 21 Nov 2019 14:44

Penistaan Agama Makin Marak, Ustaz Fadlan Garamatan Kaitkan dengan Komunisme

Penistaan Agama Makin Marak, Ustaz Fadlan Garamatan Kaitkan dengan Komunisme

Kamis, 21 Nov 2019 14:14


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X