Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.159 views

Indonesia, Cina, dan Umat Islam Sedunia

 

KEDEKATAN Cina dengan pemerintah Indonesia meningkat secara signifikan beberapa tahun terakhir ini. Tercatat sudah 1,8 milyar USD atau sekitar 25.950 trilyun investasi yang digelontorkan Cina terhadap Indonesia di berbagai bidang, utamanya infrastruktur. Hal ini sangat berdampak atas sikap membisunya pemerintah Indonesia menyikapi dugaan pelanggaran HAM berat Cina pada muslim Uyghur di provinsi Xinjiang. Padahal Indonesia bisa saja menekan Cina atas kejadian ini.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, anggota Dewan Keamanan PBB, dan juga memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Cina, Indonesia sebenarnya mampu menjembatani persoalan yang dialami etnis minoritas tersebut. Belum lagi, Cina sudah meratifikasi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Duham) sejak tahun 1948, yang artinya Cina sudah melanggar ketentuan Internasional PBB dalam hal membatasi kebebasan memeluk agama.

Dilihat dari segi manapun, kebijakan rezim komunis Cina untuk mere-edukasi warganya dengan menempatkan mereka dalam kamp-kamp konsentrasi adalah tindakan yang tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan. Secara konstitusi, Indonesia berkewajiban untuk ikut andil menyatakan sikap, selain karna rakyat juga sudah mengeluarkan aspirasinya lewat aksi #SaveUyghur yang diselenggarakan diberbagai kota di Indonesia.

Masih banyak yang mengira, bahwa investasi yang diberikan Cina (maupun negara lainnya) adalah semata untuk membantu perekonomian dan perkembangan infrastruktur kita. Namun kita lihat kembali faktanya hari ini, investasi dalam bentuk hutang yang digelontorkan negara besar hanyalah untuk melanggengkan penjajahan non fisik yang mereka namakan “kebijakan luar negeri”. Hutang-hutang ini akan mengikat negara-negara berkembang sekelas Indonesia untuk tetap dalam kendali mereka. Kalaupun ada indikasi untuk keluar dari koridor rencana mereka, ancaman embargo ekonomi sudah cukup ampuh untuk menakut-nakuti. Maka selamanya Indonesia tak akan berdikari meski sebenarnya mampu.

Melalui perjanjian dan kesepakatan internasional, negara maju berusaha menancapkan kuku-kukunya terhadap negara berkembang secara berkelanjutan. Lihat saja kasus Freeport baru-baru ini. Tambang yang sedari awal adalah milik rakyat Indonesia, dengan bangga dipertontonkan penguasa bahwa kita telah membelinya, itu pun hanya 51%. Kita yang seharusnya bisa mengelola 100% sendiri, sudah merasa bangga ketika diizinkan Amerika untuk memegang setengah sahamnya.

Nampaknya makna berdaulat bagi NKRI sudah mengalami degradasi. Entah apa yang akan disampaikan para pejuang kemerdekaan dahulu melihat kondisi negeri ini sungguh tak jauh berbeda dengan periode penjajahan tempo dulu, bahkan lebih parah. Rakyat dibiarkan hidup terlunta-lunta, atas nama kedaulatan rakyat itu sendiri.

Ketidak mampuan Indonesia menyatakan sikap atas nasib kaum Muslim Uyghur dan semakin terjeratnya negara ini dalam kubangan hutang hanyalah sebagian kecil dampak yang menjadi resiko kita dalam menerapkan sistem ekonomi kapitalisme. Dalam prinsip kapitalis, semua sektor sumber daya wajib untuk dibuka bagi investor agar mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pasar. Negara hanya diberi wewenang sebagai wasit, tak boleh intervensi, bahkan sekelas BUMN pun jika masih diberi subsidi, kita masih akan diberi catatan merah.

Ya begitulah konsekuensi dari mengikut aturan negara adi daya, mereka punya sistem yang akan melanggengkan hegemoni mereka. Semua kebijakan luar negeri yang mereka terapkan, hanya untuk memuluskan kepentingan negara mereka di negara jajahannya. Tak heran, meski sudah 73 tahun merdeka, status Indonesia masih saja sebagai negara berkembang, lantas kapan majunya?

Indonesia sebagai negeri muslim terbesar sangat dinanti peran solidaritasnya, sikap tegasnya dalam membela ketidak adilan bagi umat Islam di belahan dunia yang lain. Namun harapan tinggal harapan, jangankan berdiri untuk membela, berbela sungkawa saja masih butuh izin dari korporat Cina. Naudzubillah tsumma naudzubiilah!

Perlu dicermati lebih mendalam terkait hal ini, ada halangan terberat yang membuat kita tidak bisa mengirimkan bantuan fisik berupa tentara militer sebagai misi penyelamatan, yakni diantaranya ide nasionalisme. Umat Muslim adalah bersaudara, dimana kita punya kekuatan untuk membantu, wajib kita untuk menolong mereka. Sekat-sekat nation state yang ada sekarang sangat membatasi gerak kita sebagai Umat Muhammad saw. yang satu. Kita terkukung hanya boleh ‘mengurusi’ urusan dalam batas teritorial semu yang ditetapkan setelah Perang Dunia II atas wilayah kekuasaan Khilafah Utsmani pada masa sebelumnya. Kaum Muslim terpecah belah, tanpa institusi pemersatu, meski kita berpegang pada akidah yang sama. Bencana ini mulai bermunculan sejak 3 Maret 1924, dimana Khilafah berhasil diruntuhkan di Turki. Sejak saat itu pula kekuatan demografi kaum Mukmin tidak berjaya melainkan hanya sekadar menjadi buih yang terombang-ambing dibawah ketiak negara-negara yang haus kuasa.

Umat Islam butuh satu pemimpin, perisai dimana kita akan berlindung dan meminta pertolongan kepadanya pertama kali tanpa khawatir tidak mendapat respon. Seorang pemimpin Islam yang takut hanya kepada Allah dan menerapkan semua yang dicontohkan oleh Rasulullah sebagaimana kewajiban itu dibebankan kepada penguasa. Ini yang tidak akan kita temui dalam kehidupan sekuler (memisahkan agama dalam kehidupan) berbingkai sistem politik demokrasi, sebab itulah kesejahteraan hakiki tidak mampu kita dapatkan, siapapun yang akan memimpin kita dimasa depan.*

Salma Banin

Kontributor komunitas Pena Langit dan Revowriter

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Catatan dari Gifu, 3 Hari Pasca Badai Topan Hagibis Melanda Jepang

Catatan dari Gifu, 3 Hari Pasca Badai Topan Hagibis Melanda Jepang

Selasa, 15 Oct 2019 21:35

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

Selasa, 15 Oct 2019 21:25

"Bagiku Ini adalah Teguran, Karena Menunda Salat!"

Selasa, 15 Oct 2019 19:55

Teroris YPG Paksa Pemuda Lokal untuk Bertempur Melawan Pasukan Turki di Suriah Utara

Teroris YPG Paksa Pemuda Lokal untuk Bertempur Melawan Pasukan Turki di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 18:00

Mahasiswa antara Amanat dan Tudingan Pengkhianat

Mahasiswa antara Amanat dan Tudingan Pengkhianat

Selasa, 15 Oct 2019 17:50

Pasukan Saudi Ambil Alih Pelabuhan Aden di Yaman Selatan

Pasukan Saudi Ambil Alih Pelabuhan Aden di Yaman Selatan

Selasa, 15 Oct 2019 16:45

Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 12:30

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Selasa, 15 Oct 2019 11:34

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Selasa, 15 Oct 2019 11:08

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 10:30

Melihat Amerika Dari Dekat

Melihat Amerika Dari Dekat

Selasa, 15 Oct 2019 09:26

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Selasa, 15 Oct 2019 09:04

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Selasa, 15 Oct 2019 07:30

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Selasa, 15 Oct 2019 06:14

Korupsi dalam Pandangan Islam

Korupsi dalam Pandangan Islam

Senin, 14 Oct 2019 21:45

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Senin, 14 Oct 2019 21:19

Fenomena Hijrah

Fenomena Hijrah

Senin, 14 Oct 2019 19:37

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Senin, 14 Oct 2019 17:34

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Senin, 14 Oct 2019 16:59

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Senin, 14 Oct 2019 16:30


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X