Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.124 views

Harga Bahan Pokok Naik, Emak - Emak Panik

SEBAGAIMANA dapat diprediksi setiap tahunnya. Harga kebutuhan pokok dan bahan makanan mendekati Hari Raya Idul Fitri 1440 H selalu melonjak tinggi. Dapat dipastikan melangitnya kebutuhan pokok dan bahan makanan, menjadi beban tersendiri bagi rakyat. Terutama beban pikiran dan pengeluaran bagi emak-emak. Tak hanya membuat emak-emak mengelus dada, tapi juga membuat sakit kepala.

Sebagaimana diberitakan www.radarindonesinews.com, 4/5/2019, beberapa harga bumbu dapur mengalami kenaikan tinggi. Kenaikan tertinggi pada harga bawang merah sebesar 5,92 persen atau sebesar 20.000 per kg menjadi Rp 35.800 per kg. Harga bawang putih meningkat 2,23 persen atau 700 per kg menjadi 32.050 per kg. Cabai merah keriting naik 2,14 persen atau 600 per kg menjadi 28.700 per kg.

Kenaikan harga beberapa bahan pangan tersebut pun direspon oleh Ombudsman. Dikabarkan www.gatra.com,24/5/2019, sebelum tanggal 17 Mei lalu Ombudsman pusat bersama 34 kantor perwakilan yang ada di daerah, secara serentak melalukan inspeksi terhadap delapan komoditas bahan pokok. Delapan bahan pokok itu antara lain: beras, gula pasir, daging sapi lokal, daging ayam boiler, minyak goreng, telur, bawang putih dan bawang merah. Inspeksi ini dilakukan karena banyak daerah yang menetapkan harga sembilan bahan pokok ( sembako)  lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Diharapkan dengan adanya operasi pasar, Ombusman berharap supaya daya beli masyrakat pascalebaran nanti tetap stabil.

Namun, walau operasi pasar kerap dilakukan. Sedihnya, kenaikan harga bahan pangan tetaplah melangit. Sebab fakta yang terjadi, kenaikan harga kebutuhan pokok dan pangan tidak terlepas dari peran pemerintah berserta jajarannya. Menurut Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) produk - produk pangan Bulog saat ini hanya menguasi 6 % sedangkan sisanya 94 % dikuasai oleh kartel atau monopoli. Hal itu merugikan masyarakat. Hal senada pernah diungkapkan oleh Sandiaga Uno. (m.detik.com,25/5/2019).

Penguasaan pangan oleh kartel sebesar 94 % adalah akibat korporasi pangan yang berjalan seiring neoliberalisme. Kondisinya berpangkal akibat peran pemerintah yang minim sebatas regulator dan fasilitator. Sementara korporasi berkuasa di aspek produksi, distribusi serta impor pangan. Alhasil negara kehilangan kedaulatannya untuk mengontrol harga kebutuhan pokok dan pangan bagi rakyat. Lagi-lagi rakyat yang dirugikan, akibat jeratan ekonomi neolib.

Melihat fenomena ini, maka adalah sebuah hal penting dan sangat mendesak untuk membangun kesadaran di tengah masyarakat. Sebuah kesadaran bahwa sistem ekonomi neolib adalah sebuah sistem yang menghisap darah rakyat. Tak hanya membangkrutkan negara, tapi juga membuat rakyat menderita. Sementara kaum neolib menikmati hasil keuntungan untuk berpesta pora di bawah kesengsaraan rakyat papa.

Dan adalah sebuah pilihan cerdas meninggalkan sistem ekonomi kapitalisme liberal. Serta menggantinya dengan sistem Islam yang mampu menjamin kebutuhan pokok rakyat dan menjamin kestabilan harga. Sebab sistem Islam dengan Syariah dan Khilafahnya tidak hanya memastikan produksi barang meningkat tetapi juga memastikan barang dan jasa tersebut terdistribusi dengan baik dan merata kepada seluruh rakyat. Sehingga tidak ada alasan kelangkaan barang kebutuhan bahan pokok seperti hal yang terjadi saat ini.

Menjadikan kewajiban negara pula untuk tidak hanya mengandalkan mekanisme harga tetapi memastikan sampainya barang tersebut dengan berbagai kebijakan melalui kewajiban mencari nafkah bagi yang mampu, subsidi bagi yang tidak mampu, larangan monopoli, kartel. Pada tahap ini, negara Khilafah mampu mengatasi bergejolaknya harga kebutuhan pokok. Sebab monopoli harga, kemunculan para mafia dan kartel yang menjadi penyebab utama bergejolaknya harga kebutuhan telah diberantas tuntas sehingga kebutuhan pokok dapat terdistribusikan dengan baik dan merata kepada rakyat.

Sungguh sistem Islam akan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dan pangan dengan harga stabil, murah dan berkualitas. Sehingga emak-emak tak lagi mengelus dada dan sakit kepala menjelang hari raya yang penuh berkah. Insya Alloh. Wallahu Alam.

Nur Saleha, S.Pd

Pengajar

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

Rabu, 18 Sep 2019 18:54

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Rabu, 18 Sep 2019 18:49

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

Rabu, 18 Sep 2019 18:48

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Rabu, 18 Sep 2019 18:09

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Rabu, 18 Sep 2019 17:47


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X