Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.326 views

Bunuh Diri Marak, Bukti Kegagalan Kapitalisme?

SEJATINYA seorang ibu pasti memiliki sifat pengasih dan penyayang kepada anak-anaknya. Untuk si buah hati, apa pun akan dilakukan oleh seorang ibu asalkan anaknya bisa tumbuh dengan sehat dan cerdas. Saat sang anak sakit, ibu kan rela berjaga, merawat dengan segenap cintanya agar buah hatinya segera sembuh. Bahkan seringkali ibu mengatakan, “Biar saja aku yang menanggung sakit, asal bukan anakku”. Sungguh, ibu adalah sosok malaikat yang sengaja Allah turunkan untuk menjaga dan melindungi anak-anak manusia.

Sayang, tidak semua ibu memiliki hati seperti malaikat. Di beberapa sudut negeri ini, masih banyak ibu yang bahkan tak punya hati untuk anak-anaknya. Jangankan menjaga dan merawatnya, ibu yang seperti ini bahkan tega mencelakai dan menghabisi darah dagingnya sendiri. Seperti yang dilansir SuryaMalang.com, Pasuruan (7/5/2019). seorang ibu berinisial YN (50) mengajak anaknya, YBW (8) bunuh diri. Mereka menenggak cairan berbahaya di dalam rumahnya, Dusun Beji Kidul, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Ibu dan anak ini ditemukan tewas secara mengenaskan di dalam sebuah kamar. Tak jauh dari jasad kedua korban, ditemukan tiga gelas berisi cairan yang diduga kuat sisa yang mereka minum. Ditemukan juga surat wasiat yang diduga tulisan YN, yang mengindikasikan bahwa korban sebelum bunuh diri memang sedang mengalami depresi tingkat tinggi. Namun, yang sangat memprihatinkan, mengapa justru anaknya diajak bunuh diri juga..

Maraknya kasus bunuh diri ini memang banyak penyebabnya. Akan tetapi menurut para ahli, hal yang melatarbelakanginya sebagian besar adalah karena gangguan kejiwaan/depresi, Detikhealth (3/1/2019). Jumlahnya pun setiap tahun bukannya semakin berkurang, tetapi cenderung meningkat. Berdasarkan rata-rata statistik, dalam sehari setidaknya ada dua hingga tiga orang yang melakukan bunuh diri di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setidaknya ada 812 kasus bunuh diri di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2015. Angka tersebut adalah yang tercatat di kepolisian. Angka riil di lapangan bisa jadi lebih tinggi.

World Health Organization (WHO), badan di bawah PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional, memiliki data tersendiri. Berdasarkan data perkiraan WHO, angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia pada 2012 adalah 10.000. Tren angka tersebut meningkat dibanding jumlah kematian akibat bunuh diri di Indonesia pada 2010 yang hanya setengahnya, yakni sebesar 5.000.

Secara global, WHO menyatakan ada 800.000 orang lebih di wilayah seluruh dunia yang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya, dan ada lebih banyak orang lainnya yang melakukan percobaan bunuh diri. Ada indikasi, sebenarnya ada lebih dari 20 orang lain yang mencoba untuk bunuh diri untuk setiap orang dewasa yang telah meninggal akibat bunuh diri.

 

Penyebab Depresi

Tekanan hidup yang semakin berat akibat diterapkannya sistem kapitalisme di negeri ini, merupakan penyebab utama terjadinya depresi. Bagaimana tidak, tekanan itu terjadi hampir di seluruh aspek kehidupan. Di bidang ekonomi, biaya hidup yang semakin mahal, membuat seorang istri pusing tujuh keliling mengatur keuangan keluarganya. Sementara penghasilan suami sangatlah minim. Belum urusan pendidikan anak-anaknya, belum kesehatannya jika ada anggota keluarganya yang sakit. Semuanya berpotensi memicu depresi yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan ingin mengakhiri masalah hidup dengan bunuh diri.

Di sisi lain pemerintah tidak mau ambil pusing dengan kesulitan hidup yang dialami rakyatnya. Rakyat dibiarkan sendiri bersusah payah memenuhi kebutuhan hidupnya. Bukan tambah kaya, justru kapitalisme sukses memiskinkan rakyatnya. Yang bermodal akan menguasai yang miskin. Jadiah hukum rimba, yang kuat memangsa yang lemah. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Subsidi satu demi satu dicabut, akhirnya biaya kebutuhan merangkak naik. Listrik naik, BBM naik, bahan pokok naik. Daya beli rakyat menurun.

Kondisi ini diperparah dengan lemahnya keimanan dan ketaqwaan masyarakat kepada Allah SWT. Pandangan hidup yang cenderung materialis dan sekuleris, jauh dari tuntunan agama, serta menjadikan harta dan jabatan sebagai tujuan hidupnya akan cenderung mudah membuat orang mengalami depresi.

 

Solusi Islam mengatasi Depresi:

Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Islam hadir ke dunia bertujuan untuk memberikan solusi atas seluruh permasalahan hidup, tidak terkecuali depresi yang dialami manusia. Berikut ini solusi transedental yang ditawarkan di dalam Islam.

Pertama, solusi individu. Rasulullah saw. selalu menanamkan pandangan hidup yang sahih dan lurus, yakni pandangan hidup Islam yang didasarkan pada akidah Islam; menanamkan bahwa kebahagiaan hidup adalah diperolehnya ridha Allah, bukan dicapainya hal-hal yang bersifat duniawi dan material, karena semua itu bersifat sementara. Penanaman pikiran dan pemahaman seperti ini dilakukan melalui pembinaan baik di rumah-rumah maupun di tempat-tempat umum. Oleh sebab itu, setiap orang harus ‘memaksa’ dirinya untuk terus mengkaji Islam secara tepat; bukan untuk kepuasan intelektual, melainkan untuk diyakini, dihayati, dan diamalkan.

Dengan pengamalan tersebut ia akan menjadi orang yang memiliki keyakinan teguh, cita-cita kuat, tawakal hebat, dan optimisme tinggi; zikirnya rajin, shalatnya khusyuk, dan ibadah lainnya melekat dalam dirinya; perjuangan dan pengorbanannya untuk Islam pun membara. Ia akan berbuat di dunia dengan keyakinan Allah Swt. akan menolongnya, kesulitan dipandang sebagai ujian hidupnya, dan pandangannya jauh tertuju ke depan, ke akhirat. Dia berbuat di dunia untuk mencapai kebahagiaan hakiki, yaitu ridha Allah al-Khaliq. Jika ini dilakukan niscaya seseorang akan terhindar dari depresi. Allah Ta’ala memberikan resep hidup bahagia yang sebenar-benarnya (hakiki) di dalam firman-Nya (yang artinya),

 “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl : 97)

Semua itu bisa kita dapatkan jika kita mau beramal shaleh disertai dengan penuh keimanan dan keihklasan mengharap ridha Allah dan sesuai tuntunan Nabi-Nya 

Kedua, solusi keluarga. Depresi memang tidak selalu terjadi pada keluarga yang berantakan. Ada juga orang yang berasal dari keluarga baik mengalami depresi. Namun, secara umum keluarga yang tak tertata berpeluang lebih besar melahirkan masyarakat yang depresi.

Allah Swt. Mahatahu terhadap karakteristik manusia yang diciptakannya. Dia adalah Zat Yang Mahalembut yang menurunkan konsep keluarga keluarga yang islami, harmonis, serta jauh dari hal-hal yang dapat merusak pondasi dan pilar-pilar keluarga; sehingga terbentuk keluarga yang ‘sakînah, mawaddah, wa rahmah’. Dalam konteks keluarga ini, hubungan suami-istri dalam rumahtangga bukanlah hubungan antara tuan dan pekerjanya, tetapi hubungan yang saling bersahabat dan saling menolong satu sama lain. Allah Swt. Berfirman:

”Mereka itu (istri) adalah pakaian bagi kalian (suami) dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka.” (QS al-Baqarah [2]: 187).

Realitas pakaian memiliki dua fungsi: keluar sebagai penutup; sementara ke dalam sebagai pelindung. Ketika hal ini diterapkan maka yang akan datang bukanlah depresi, melainkan ketenangan (sakînah) yang diliputi dengan cinta dan kasih sayang (mawaddah dan rahmah), seperti yang dinyatakan dalam surat ar-Rum (30) ayat 21. Kemunculan depresi di tengah keluarga merupakan isyarat adanya kekurangberesan dalam keluarga tersebut, khususnya suami dan istri, di samping anggota keluarga lainnya. Allah Swt. memerintahkan agar kita menjaga keluarga kita.

 “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS at-Tahrim [66]: 6).

Ketiga, solusi masyarakat. Kehidupan masyarakat, kata Nabi, seperti sekelompok orang yang mengarungi lautan dengan kapal. Jika ada seseorang yang hendak mengambil air dengan melobangi kapal dan tidak ada orang lain yang mencegahnya, niscaya yang tenggelam adalah seluruh penumpang kapal. Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh anggota masyarakat terhadap kehidupan masyarakat secara umum. Masyarakat yang para anggotanya mengembangkan bibit-bibit depresi, jika dibiarkan, akan melahirkan masyarakat yang depresi. Sebaliknya, warga masyarakat yang menumbuhsuburkan kebaikan akan mewujudkan masyarakat yang juga baik. Oleh sebab itu, agar masyarakat memiliki daya tahan dalam menghadapi depresi/stress sosial harus ada upaya untuk menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial; menciptakan atmosfir keimanan; serta mengembangkan dakwah dan amar makruf nahi mungkar.

Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian saling membenci, saling menghasut, saling membelakangi, dan saling memutuskan tali persahabatan. Akan tetapi, jadilah kalian itu hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim tidak diperbolehkan mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.”(HR al-Bukhari dan Muslim).

Keempat, solusi negara/pemerintah. Pemerintah memiliki peran yang cukup besar dalam menciptakan depresi di tengah-tengah masyarakat ataukah tidak. Betapa tidak, di tangannyalah wewenang mengurusi rakyat berada. Baiknya manusia bergantung pada baiknya ulama dan penguasa. Sebaliknya, rusaknya manusia bergantung pada rusaknya ulama dan penguasa.

 Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw. “Ada dua golongan manusia jika mereka baik maka manusia akan menjadi baik dan jika keduanya rusak maka manusia akan rusak. Kedua golongan itu adalah ulama dan penguasa.” (Diriwayatkan oleh Abu Nu‘aim dalam Al-Hilyah; Az-Zubaidi dalam Ittihâf as-Sa‘dah al-Muttaqîn, I/78; At-Tibrizi dalam Misykât al-Mashâbih, hlm. 205; Al-Muttaqi al-Hindi dalam Kanz al-‘Umâl, 14706 dan 29007).

Pada mulanya, pemenuhan dan kesejahteraan manusia merupakan tugas individu itu sendiri dengan cara bekerja. Jika ia tidak dapat memenuhinya maka negara wajib menyediakannya. Islam telah menetapkan aturan dari Allah Swt. yang wajib dilakukan oleh pemerintah demi terwujudnya kedamaian dan kesejahteraan masyarakat dan menjauhnya gejala depresi sosial dari mereka. Pemerintah wajib menunaikan kewajibannya untuk menjamin terpenuhinya segala kebutuhan pokok setiap individu masyarakat seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, dan rasa aman.

Rasulullah saw. bersabda, ”Pemimpin manusia (kepala Negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan (rakyat) dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu, negara wajib membina masyarakat dengan akidah Islam melalui sistem pendidikan Islam; mengatur media massa hingga tidak menyebarkan budaya hedonistik dan materialistik yang bersumber dari ideologi kapitalisme atau sosialisme; menerapkan hukum-hukum Islam secara total; serta mencampakkan akidah dan sistem kehidupan yang materialis dan sekuler. Hanya dengan sikap tegas dari penguasa untuk melakukan hal tersebut deprsei sosial dapat dicegah.

Allah Swt. Berfirman, “Sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan itu, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa.” (QS al-An‘am [6]: 153).

Depresi/stress sosial merupakan persoalan kompleks, dengan banyak faktor yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, solusi untuk mengatasinya harus tepat dan komprehensif, tidak bersifat parsial dan individual. Artinya, diperlukan peran masyarakat dan negara untuk mengatasinya, bukan sekadar peran individu dan keluarga saja. Dasarnya pun bukanlah sistem hidup kapitalisme ataupun sosialisme yang justru mengandung bibit-bibit penyebab deprsei/stress, melainkan Islam.**

Ummu Syauqi

Pemerhati Masyarakat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 10:30

Melihat Amerika Dari Dekat

Melihat Amerika Dari Dekat

Selasa, 15 Oct 2019 09:26

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Selasa, 15 Oct 2019 09:04

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Selasa, 15 Oct 2019 07:30

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Selasa, 15 Oct 2019 06:14

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

Selasa, 15 Oct 2019 02:25

Korupsi dalam Pandangan Islam

Korupsi dalam Pandangan Islam

Senin, 14 Oct 2019 21:45

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Senin, 14 Oct 2019 21:19

Fenomena Hijrah

Fenomena Hijrah

Senin, 14 Oct 2019 19:37

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Senin, 14 Oct 2019 17:34

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Senin, 14 Oct 2019 16:59

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Senin, 14 Oct 2019 16:30

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Senin, 14 Oct 2019 14:45

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Senin, 14 Oct 2019 14:30

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Senin, 14 Oct 2019 13:42

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Senin, 14 Oct 2019 13:35

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

Senin, 14 Oct 2019 10:45

Rakernas MUI Tetapkan Kyai Ma'ruf Lanjut hingga Munas 2020, MUI Sumbar Tak Setuju

Rakernas MUI Tetapkan Kyai Ma'ruf Lanjut hingga Munas 2020, MUI Sumbar Tak Setuju

Senin, 14 Oct 2019 10:32

Manfaatkan Produk dalam Negeri, Kekuatan Pertahanan Turki Tidak Terpengaruh oleh Embargo Senjata

Manfaatkan Produk dalam Negeri, Kekuatan Pertahanan Turki Tidak Terpengaruh oleh Embargo Senjata

Senin, 14 Oct 2019 09:45

Tingkat Pengangguran Tinggi dan Ancaman Bonus Demografi

Tingkat Pengangguran Tinggi dan Ancaman Bonus Demografi

Senin, 14 Oct 2019 09:36


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X