Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.315 views

Perlukah Impor Tenaga Pengajar?

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, pada acara Musrenbangnas beberapa waktu lalu mewacanakan akan mengundang guru dari luar negeri untuk menjadi tenaga pengajar di Indonesia. Menurutnya, import guru dilakukan untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia.

Rencana tersebut juga disambut positif oleh Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Unifah mengatakan, guru asing didatangkan bukan untuk menggantikan guru lokal melainkan untuk memberi motivasi kepada guru lokal serta memberi masukan bagaimana cara mengajar yang baik. “Keberadaan mereka hanya bersifat temporer tidak selamanya disini”, lanjutnya (09/05/19).

Munculnya wacana kebijakan impor guru di tengah rusaknya moral anak bangsa tentu bukanlah wacana kebijakan yang arif. Generasi bangsa kini tengah mengalami krisis identitas sebagai generasi yang harusnya membawa perubahan lebih baik untuk bumi pertiwi, kenyataannya justru kebanyakan dari mereka terlibat seks bebas, prostitusi serta tindakan kriminal. Mengapa bukan hal ini yang menjadi fokus pemerintah untuk segera disolusi? Tak hanya masalah generasi bangsa, Pemerintah juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk menuntaskan  persoalan kesejahteraan guru honorer.

Tak sedikit dari para guru honorer yang kesejahteraannya masih sangat rendah. Di Sragen, gaji guru honorer sekitar Rp 650 ribu perbulan. Itupun berlaku untuk guru yang memenuhi persyaratan, jika belum maka akan di bayar dari sekolah (13/04/19). Di Sumedang bahkan terdapat seorang guru honorer yang hanya menerima gaji Rp 300 ribu perbulan (03/05/19).

Sementara itu di Kabupaten Sumba Timur, banyak guru honorer yang sudah mengabdi lama namun hanya diberi honor Rp 300 ribu perbulan. Bahkan ada yang hanya menerima Rp 50 ribu perbulan. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur Yusuf Wulawanja “Jangankan Rp 300 ribu perbulan. Honor dengan Rp 50 ribu perbulan juga masih ada, tetapi paling hanya sekitar satu atau dua orang saja” (23/02/18).  Padahal tugas mencerdaskan anak bangsa bukan perkara gampang. Tak hanya sekadar menyampaikan materi, terkadang mereka juga harus berhadapan dengan para siswa yang bermasalah. Sehingga membuat para guru tersebut memberikan porsi waktu lebih banyak dari jam kerja yang seharusnya.

Di dalam Islam impor tenaga pengajar diperbolehkan untuk dilakukan jika memang dibutuhkan oleh negara, hal ini juga menjadi kebijakan yang biasa diterapkan oleh pemerintah Islam. Namun perlu dipahami bahwa impor tenaga pengajar asing hanya pada bidang ilmu sains dan teknologi saja yang diperlukan untuk kemaslahatan umat.

Sementara pada bidang ilmu lain yang mengandung pandangan barat maka Islam tidak memperbolehkan mengambil orang kafir sebagai tenaga pengajar. Sebab hal ini berkaitan dengan tujuan pendidikan dalam Islam yaitu untuk membentuk kepribadian Islam. Sehingga bagaimana mungkin para pengajar tadi dapat membentuk kepribadian Islami siswa sementara mereka kosong dari tsaqofah Islam.

Tentu sebelum impor tenaga pengajar dilakukan maka Islam mengharuskan negara memprioritaskan permasalahan yang urgen untuk diselesaikan, dalam kasus di atas adalah rusaknya moral remaja yang terjadi akibat dari sistem pendidikan hari ini hanya terfokus pada nilai bukan pada aplikasinya. Sehingga wajar meskipun nilai akademisnya tinggi tak menjamin seorang anak memiliki kepribadian yang baik.

Oleh karenanya jika ingin menciptakan generasi berkepribadian Islam maka negara tidak menjadikan nilai sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan. Disamping itu impor guru juga harus memperhatikan kesejahteraan guru lokal. Hal ini tak menjadi masalah jika kesejahteraan guru lokal terpenuhi yakni tercukupi kebutuhan primernya.

Namun jika kondisinya berkebalikan maka rencana impor tenaga pengajar harus dikesampingkan dan menyelesaikan terlebih dahulu masalah tersebut. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Pemimpin (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggungjawab atas pengurusan mereka” (HR Muslim).

Berdasarkan uraian diatas jelas bahwa impor tenaga pengajar harus ditolak sebab permasalahan sesungguhnya yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah adalah kerusakan moral anak bangsa serta belum tuntasnya persoalan kesejahteraan guru. Namun berharap permasalahan tersebut segera diselesaikan rasanya mustahil dilakukan pada sebuah negara bersistem demokrasi yang syarat akan kepentingan.

Oleh karena itu sudah saatnya kita beralih pada sistem Islam yang terbukti  mampu melahirkan generasi emas serta sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Sri Wahyuni, S.Pd (Guru tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Kamis, 24 Jun 2021 08:37

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Kamis, 24 Jun 2021 07:34

Impor Migas Makin Meroket, Legislator: Apa Pemerintah Kalah Hadapi Tekanan Para Mafia?

Impor Migas Makin Meroket, Legislator: Apa Pemerintah Kalah Hadapi Tekanan Para Mafia?

Kamis, 24 Jun 2021 06:26


MUI

Must Read!
X

Kamis, 24/06/2021 17:46

Jangan Lupakan Piagam Jakarta