Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.085 views

Indonesia Darurat Hoaks Jelang Pemilu

Oleh: Sholihah, S.Pd (Institut Kajian Politik dan Perempuan) 

Pada tanggal 17 Februari 2019 jutaan pasang mata telah menyaksikan agenda Debat Capres Kedua. Agenda yang dinanti-nanti oleh masyarakat indonesia sebagai lanjutan dari Debat Capres Pertama.

Mengingat dalam Debat Capres ini, publik dapat melihat sejauh mana visi-misi pasangan kedua paslon dalam pembahasan “Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup”.

Hal yang cukup menarik dan berbeda dari Debat Capres Kedua dibandingkan Debat Capres Pertama bahwa debat yang kedua ini tidak ada kisi-kisi untuk masing-masing paslon, sehingga benar-benar menguji kapabilitas masing-masing paslon.

Pada malam itu sontak semakin menambah panasnya atmosfer politik, ramai dan bersitegang baik di dunia maya maupun di dunia nyata, dikarenakan data-data yang disampaikan paslon 1 tepatnya data yang disampaikan oleh Jokowi banyak yang tidak sesuai dengan data yang ada di lapangan sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini langsung di respon oleh publik sebagai kebohongan atau hoaks. Tercatat ada 7 hoaks yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, antara lain:

Hoaks ke-1, data tentang impor jagung. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tahun 2018 total impor jagung sebesar 180.000 ton. Faktanya menurut data BPS bahwa impor jagung 2018 mencapai 737.228 ton

Hoaks ke-2, data tentang produksi sawit. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa produksi sawit sebesar 46 juta ton per tahun. Faktanya menurut data BPS bahwa produksi sawit pada tahun 2018 sebesar 34,5 ton

Hoaks ke-3, data tentang jaringan 4G. Presiden Jokowi menyampaikan telah membangun jaringan 4G 100% di tengah, 100% di barat, 90% di timur. Faktanya menurut data kominfo kabupaten dan kota terlayani 4G adalah 64,4%

Hoaks ke-4, data tentang konflik pembebasan lahan. Presiden Jokowi menyampaikan dalam 4,5 tahun hampir tidak ada konflik pembebasan lahan. Faktanya pada laporan Ombudsman 2017 terdapat 13,43% laporan berasal dari pembebasan lahan.

Hoaks ke-5, data tentang kebakaran hutan. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa sejak 2015 tidak pernah terjadi kebakaran hutan. Faktanya, data menunjukkan pada tahun 2016-2018 terjadi kebakaran hutan lebih dari 30.000 hektar

Hoaks ke-6, data tentang produksi beras. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa produksi beras tahun 2018 sebesar 33 juta ton dan konsumsinya sebesar 28 juta ton. Fakta di lapangan menunjukkan data produksi beras 2018 adalah 48,5 juta ton dan konsumsinya sebesar 33,47 juta ton dan impor beras sebesar 500 ton

Hoaks ke-7, data tentang pembangunan jalan desa. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa telah membangun lebih dari 191.000 km jalan desa. Faktanya hanya 158,691 km, sedangkan 191.000 km adalah jalan yang dibangun sejak indonesia merdeka.

Itulah beberapa hoaks yang disampaikan oleh Jokowi yang saat ini masih menjabat sebagai Presiden. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa beliaulah yang selama ini menyerukan untuk memerangi hoaks, ternyata beliaulah pelaku utama hoaks dan langsung disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia sekaligus rakyat sebagai korban. Ada yang menelan mentah-mentah, ada pula yang mencoba untuk menelaah.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Ini adalah kebutuhan dari petahana untuk mempertahankan posisi menjelang pesta demokrasi supaya di tahun 2019 tidak terusir dari istana negara. Sebegitu besar ambisi untuk bekuasa hingga menghalalkan segala cara, termasuk salah satunya menebar hoaks dan fitnah kepada lawan politiknya.

Tidak ada sanksi hukum, yang ada hanya sebatas menurunkan kredibilitasnya, bahkan bagi orang-orang yang ada dikubunya akan tetap membela karena kepentingan politik telah membuat mereka buta akan kebenaran. Dalam pesta demokrasi memang tidak ada aturan yang baku, tidak peduli pakai money politic ataukah dengan menebar kebohongan sekalipun, selama nanti terpilih berdasarkan suara terbanyak tetap itulah yang dianggap menang.

Sejatinya sitem pemerintahan demokrasi yang menjadikan pesta demokrasi diwarnai dengan segala kebohongan. Memberikan peluang kepada siapa saja yang ingin berkuasa dengan berbagai cara yang selama ini dianggap sah-sah saja, semisal dengan membagikan sembako ketika kampanye.

Kemudian Shooting untuk pencitraan di lokasi bencana, menyerang pribadi lawan politik, mengkriminalisasi orang-orang yang dianggap membahayakan posisinya tanpa ditunjukkan kesalahannya, membungkam orang-orang kritis dengan dalih UU ITE, membagikan sertifikat tanah, menebar hoaks, dan tak terhitung berbagai cara yang dihalalkan oleh sistem demokrasi. [syahid/voa-islam.com] 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru

Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru

Senin, 16 Sep 2019 19:15

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla

Senin, 16 Sep 2019 18:57

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Senin, 16 Sep 2019 18:53

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis

Senin, 16 Sep 2019 18:30

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK

Senin, 16 Sep 2019 18:12

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Senin, 16 Sep 2019 17:50

Tempo Tonjok Pinokio

Tempo Tonjok Pinokio

Senin, 16 Sep 2019 17:13

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan

Senin, 16 Sep 2019 16:44

Tanggapi Niat Israel untuk Caplok Wilayah Tepi Barat, Turki: Israel Jadi Rasis dan Apartheid

Tanggapi Niat Israel untuk Caplok Wilayah Tepi Barat, Turki: Israel Jadi Rasis dan Apartheid

Senin, 16 Sep 2019 15:15

Memasang Bendera Setengah Tiang Lagi, Perlukah?

Memasang Bendera Setengah Tiang Lagi, Perlukah?

Senin, 16 Sep 2019 15:11

Selamat Jalan KPK...

Selamat Jalan KPK...

Senin, 16 Sep 2019 14:40

Dinilai Kampanyekan Liberalisme, Tagar #BoikotFilmTheSantri Bergema di Jagad Twitter

Dinilai Kampanyekan Liberalisme, Tagar #BoikotFilmTheSantri Bergema di Jagad Twitter

Senin, 16 Sep 2019 14:30

2 Kelompok Pemberontak Sudan Sepakat Lanjutkan Protes

2 Kelompok Pemberontak Sudan Sepakat Lanjutkan Protes

Senin, 16 Sep 2019 14:15

Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam

Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam

Senin, 16 Sep 2019 14:01

Shut Down KPK?

Shut Down KPK?

Senin, 16 Sep 2019 13:30

Layanan Internet di Jayapura dan Daerah Lainnya di Papua Dibuka Kembali

Layanan Internet di Jayapura dan Daerah Lainnya di Papua Dibuka Kembali

Senin, 16 Sep 2019 10:45

Kemenag akan Hapus Materi Perang di Kurikulum Madrasah

Kemenag akan Hapus Materi Perang di Kurikulum Madrasah

Senin, 16 Sep 2019 08:15

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Senin, 16 Sep 2019 01:00

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Senin, 16 Sep 2019 00:00

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Ahad, 15 Sep 2019 23:54


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X