Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.109 views

Terjebak Narasi Moderasi

 

Oleh:

Keni Rahayu || Influencer Dakwah Millenial

 

COOMING SOON nih. Tanggal-tanggal kritis isu toleransi. Kalau sudah Desember, pertanyaan paling ramai: Boleh gak ngucapin selamat Natal ke pengembannya? Jawabannya, boleh gak ya? Cekidot.

Yang gak kalah asoy, sosok yang sukanya pansos ke kaum muslim. Sok-sokan buat sayembara, kasih 50 juta ke siapa aja yang bisa kasih dalil Qur'an atau Hadits yang isinya larangan ucapan natal. Ialah Abu Janda. Bukan dia kayaknya kalau gak banyak gaya. Sayembara itu diumumkan Abu Janda melalui unggahan akun Instagramnya @permadiaktivis2 Rabu (15/12/2021). 

“Alhamdulillah saya punya uang Rp 50 juta. Saya berikan ke siapa pun yang bisa tunjukkan ke saya satu ayat atau satu hadits yang berbunyi larangan ucapkan selamat natal. Saya tunggu ya. Karena saya yakin tidak ada,” kata Abu (Malang Times,  6/12/21).

Kalau saya boleh bertanya balik, emang ada dalil yang bilang kalau ngucapin natal itu boleh? Memahami dalil tentu gak sereceh itu. Gak seremeh itu, bro. Tapi anehnya, giliran ada yang berhasil kasih dalilnya di kolom komen, malah dibilang cocoklogi. Gak ada tanda-tanda dikasih hadiah 50 juta. Emang suka cari ribut aja, gak bisa liat orang tenang.

Boleh Gak Sih Sebenarnya?

Banyak yang bilang kalau ucapan aja gak papa. Kan cuma mengucapkan, gak ikut merayakan, katanya. Tapi masalahnya, lisan ini suatu hari nanti akan Allah mintai pertanggungjawaban. Bagaimana mungkin kita melisankan sesuatu yang Allah tidak suka? Bukankah perayaan Natal itu adalah merayakan natalnya (hari lahir) nabi Isa As. Masalahnya, di sini nabi Isa bukan dideklarasikan sebagai nabi, tapi sebagai Tuhan. Apakah dirimu tega menduakan cinta Allah Swt? Bukankah dosa syirik/menyekutukan Allah adalah dosa yang tidak terampuni?

Di Balik Narasi Moderasi

Isu toleransi ini santer disuarakan mengiringi momen nataru. Dengan resiko, siapa yang gak mau ngucapin selamat Natal, artinya ia tidak toleransi. Tentu saja narasi ini berdiri tegak di atas kalimat semua agama sama. Apa lagi kalau bukan liberalisme dan sekularisme yang jadi penopangnya. Di dalam itu ada ide pluralisme sekaligus moderasi. Akankah kita dengan lugu terjebak gagasan sesat ini?

Katanya sih, tak ada pengaruh apa-apa sebab kita sekadar mengucapkan saja, tidak mengubah hati kita. Begitu katanya. Padahal, syahadat juga dilisankan saja. Tapi dampaknya luar biasa. Pengikrar syahadat bisa berubah statusnya menjadi mualaf meski “hanya” melafalkan syahadat. Maka jangan sekali pun meremehkan ucapan kita. Ini salah satu visi keji di balik narasi moderasi. 

Sebenarnya, ini adalah bentuk baru tuduhan jahat terhadap kaum muslim. Dulu kaum muslim dituduh sebagai teroris. Masa berlalu. Sinetron itu tak lagi laku. Lagu lama berganti lirik menjadi "radikal dan ekstrim". Maka, agar tidak seram menjadi radikal, berjalan saja di tengah. Moderasilah solusinya. Beginilah nalar murni visi di balik moderasi.

Bagaimana Islam Memandang Moderasi

Tentu saja moderasi bukan berasal dari Islam. Bahkan istilah umat wasat pada QS. Al Baqarah ayat 143 yang sering digadang penggagas ide moderasi, sejatinya bukanlah dalil Islam moderat. Ayat ini bermaksud menyerukan manusia berlaku adil, pada tempatnya. Tidak ekstrim bak Yahudi maupun Nasrani. Adil. Itu adalah Islam. 

Maka menyelesaikan semua masalah umat hari ini bukanlah dengan moderasi, melainkan Islam. Karena Islam satu-satunya solusi cemerlang dari setiap masalah manusia. Termasuk dalam hal toleransi, jangan ajari Islam. Hanya Islam yang menyerukan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama (QS. Al-Baqarah:256). Islam juga menyampaikan bagimu agamamu dan bagiku agamaku (QS. Al-Kafirun:6). Islam juga ajarkan bahwa kita dilarang mencaci sesembahan orang-orang kafir (QS. Al-An'am:108). 

Maka cukup dengan membiarkan pemeluk agama selain Islam menjalani ibadah sesuai aturan mereka, tanpa kita halangi, tanpa kita caci. Sungguh benar-benar cukup, kita biarkan mereka menjalani keyakinannya. Kita tidak perlu turut merayakan bersama, mengucapkannya, atau membantu proses perayaannya. Sebab berbahaya. Itu bukan toleransi, tapi menggadaikan akidah sendiri. Nauzubillahu min zalik. Wallahu a'am bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Christology lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Sabtu, 24 Sep 2022 23:29

KEPPRES Kontroversial Jokowi

KEPPRES Kontroversial Jokowi

Sabtu, 24 Sep 2022 21:39

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 21:34

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sabtu, 24 Sep 2022 21:25

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Sabtu, 24 Sep 2022 21:12

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Sabtu, 24 Sep 2022 21:05

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Sabtu, 24 Sep 2022 08:35

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Sabtu, 24 Sep 2022 05:27

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Jum'at, 23 Sep 2022 23:21

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Jum'at, 23 Sep 2022 21:30

Menjadi Pemuda Istimewa

Menjadi Pemuda Istimewa

Jum'at, 23 Sep 2022 21:19

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Jum'at, 23 Sep 2022 20:55

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Jum'at, 23 Sep 2022 18:15

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Jum'at, 23 Sep 2022 17:32

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

Jum'at, 23 Sep 2022 17:24

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

Jum'at, 23 Sep 2022 17:01

Benteng Itu akan Bobol Juga

Benteng Itu akan Bobol Juga

Jum'at, 23 Sep 2022 15:47

Isu Aksi: Jokowi Turun

Isu Aksi: Jokowi Turun

Jum'at, 23 Sep 2022 13:46

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Jum'at, 23 Sep 2022 12:17

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Jum'at, 23 Sep 2022 11:45


MUI

Must Read!
X

Kamis, 22/09/2022 23:00

Bjorka dan Bambang Tri Tekan Jokowi