Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.702 views

Pantas Khawatir Diboikot, Volume Perdangangan Prancis dengan Negara Muslim 100 Miliar USD Lebih

PARIS, PRANCIS (voa-islam.com) - Kekhawatiran Prancis atas seruan boikot produk-produk mereka di negara-negara Muslim menyusul penghinaan berulang terhadap Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam cukup beralasan mengingat besarnya volume ekspor-impor negara itu yang mencapai ratusan miliar dolar pertahunnya.

Volume perdagangan luar negeri antara negara-negara Muslim dan Prancis, yang baru-baru ini bersikeras pada sikap anti-Islam, melebihi $ 100 miliar per tahun.

Menurut statistik dan data perdagangan luar negeri, dunia Muslim memegang bobot yang signifikan dalam perdagangan luar negeri Prancis.

Pada 2019, volume ekspor Prancis ke seluruh dunia mencapai $ 555 miliar, dibandingkan dengan impor $ 638 miliar, dengan defisit $ 88 miliar.

Baru-baru ini, seruan populer untuk memboikot produk Prancis semakin meningkat di negara-negara Arab dan Muslim, menyusul insiden penayangan kartun ofensif Nabi Muhammad (SAW) di fasad bangunan di Prancis, yang ditambah dengan kampanye pelecehan terhadap institusi Muslim di Prancis.

Di antara negara-negara yang bergabung dalam kampanye boikot adalah Kuwait, Turki, Yordania, Palestina, Arab Saudi, Mesir, dan Irak, serta banyak lainnya.

Mesin dan industri penerbangan

Ekspor mesin menyumbang 12 persen dari total nilai ekspor Prancis ke luar negeri, sementara ekspor sektor penerbangan mencapai 9,6 persen dari keseluruhan ekspor negara.

Pangsa sektor lainnya dalam total nilai ekspor Prancis dibagi sebagai berikut: 9,5 persen untuk sektor transportasi, 7,8 persen untuk sektor mesin dan peralatan, 6,4 persen untuk sektor farmasi, 3,8 persen untuk sektor Industri plastik 3,6 persen untuk sektor parfum dan kosmetik dan 3,5 persen untuk sektor minuman.

Impor mesin dan komputer Prancis menyumbang 13,1 persen dari total impor negara, sementara impor sektor transportasi mencapai 11,5 persen, bahan bakar 10,3 persen, peralatan 8,9 persen dan obat-obatan 3,9 persen.

Ekspor Prancis ke negara-negara Muslim pada 2019 berjumlah sekitar $ 45,8 miliar, sedangkan impornya dari negara-negara tersebut berjumlah $ 58 miliar, dengan defisit $ 12,2 miliar.

Sebagian besar negara Muslim yang mengimpor dari Prancis selama periode tersebut terdiri dari mesin, turbin gas, produk penerbangan, suku cadang otomotif, mobil, traktor, besi dan baja, peralatan elektronik dan listrik, serta obat-obatan.

Di sisi lain, otoritas Prancis mengimpor dari negara-negara Muslim pada 2019 minyak mentah, gas alam, minyak mineral, mobil, suku cadang otomotif, reciver TV, pemanas listrik, kabel, pakaian, sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Selama periode tersebut, Turki adalah importir barang Prancis paling signifikan di antara negara-negara Muslim.

Nilai ekspor Prancis ke Turki mencapai $ 6,6 miliar, terbagi antara mesin, mobil, suku cadang otomotif, traktor, produk besi dan baja, peralatan listrik dan elektronik, obat-obatan dan produk industri pertahanan.

Nilai ekspor mesin, pipa, turbin gas, mobil, peralatan listrik, dan biji-bijian Prancis (seperti gandum) ke Aljazair selama 2019 diperkirakan mencapai $ 5,5 miliar.

Maroko mengimpor dari Prancis mesin turbo, pompa, mesin, turbin gas, sirkuit listrik, suku cadang otomotif, produk penerbangan, gandum dan barley dengan nilai $ 5,3 miliar.

Qatar juga mengimpor produk penerbangan, peralatan listrik dan elektronik, mesin, besi dan baja, kosmetik dan batu mulia dari Prancis dengan nilai $ 4,3 miliar.

Ekspor peralatan listrik, minyak mineral, dan plastik Prancis ke Tunisia mencapai $ 3,74 miliar selama periode yang sama.

Ekspor Prancis ke Malaysia mencapai $ 1,68 miliar, Senegal $ 1,2 miliar, Nigeria $ 657 juta, Lebanon $ 627 juta, Kuwait $ 589 juta, Kesultanan Oman $ 474 juta, dan Kazakhstan $ 474 juta.

Pada 2019, ekspor Prancis ke Bahrain mencapai $ 471 juta, Irak $ 464 juta, Pakistan $ 443 juta, Iran $ 420 juta, Mali $ 374 juta, Bangladesh $ 295 juta, dan Yordania $ 237 juta.

Impor Libya dari Prancis mencapai $ 210 juta, Azerbaijan $ 160 juta, Uzbekistan $ 150 juta, Turkmenistan $ 112 juta, dan Bosnia dan Herzegovina $ 98 juta.

Impor Chad dari Prancis berjumlah $ 97 juta, Sudan $ 86 juta, Suriah $ 52 juta, Kyrgyzstan $ 32 juta, dan Afghanistan $ 26 juta.

Impor Prancis

Impor Prancis dari Turki selama 2019 berjumlah sekitar $ 9,8 miliar, dalam produk otomotif, suku cadang mobil dan mesin, bus dan sarana angkutan massal, traktor, turbin gas, lemari es dan freezer, serta pompa air.

Otoritas Prancis juga mengimpor minyak mentah dan minyak mineral dari Arab Saudi senilai $ 7,5 miliar, dan membeli mobil, kabel, produk sambungan listrik, sayuran, buah-buahan, dan pakaian senilai $ 6,3 miliar dari Maroko.

Prancis juga mengimpor dari Tunisia kabel, telepon, reciver TV, alat pengukur, dan minyak mineral senilai $ 5 miliar, bersama dengan gas alam, berbagai minyak, bahan kimia dan pupuk, senilai $ 4,7 miliar dari Aljazair.

Negara Prancis mengimpor produk senilai $ 4,4 miliar dari Nigeria, $ 3,55 miliar dari Kazakhstan, $ 3,3 miliar dari Bangladesh, $ 2,6 miliar dari Malaysia, dan $ 2,1 miliar dari Indonesia.

Uni Emirat Arab mengekspor produk senilai $ 1,72 miliar, Libya $ 1,6 miliar, Pakistan $ 1 miliar, Irak $ 1 miliar, Mesir $ 815 juta, Qatar $ 760 juta, Azerbaijan $ 713 juta, dan Bahrain $ 285 juta.

Nilai ekspor Kuwait ke Prancis berjumlah $ 240 juta, Bosnia dan Herzegovina $ 174 juta, Kesultanan Oman $ 117 juta, Lebanon $ 69 juta, Sudan $ 53 juta, Iran $ 52 juta, dan Yordania $ 29 juta.

Penyebab krisis

Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menargetkan Muslim dan institusi Muslim, bertepatan dengan gelombang insiden Islamofobia yang terjadi di beberapa kota Prancis.

Pekan lalu, kartun ofensif Nabi Muhammad (SAW), yang sebelumnya diterbitkan oleh majalah satir Charlie Hebdo, dipajang di fasad lembaga pemerintah di kota Montbray dan Toulouse untuk memberi penghormatan kepada seorang guru yang dipenggal pekan lalu di sebuah Pinggiran kota Paris.

Sementara Macron menegaskan bahwa dia tidak akan berhenti menerbitkan kartun ofensif tersebut, pasukan keamanan Prancis meningkatkan serangan dan kampanye represi terhadap asosiasi Muslim dan lembaga masyarakat sipil di Prancis.

Pada 19 Oktober, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengumumkan bahwa kementerian akan menutup sebuah masjid dan beberapa lembaga dan asosiasi masyarakat sipil Muslim, termasuk Kolektif Melawan Islamofobia di Prancis.

Banyak negara Muslim bergabung dalam kampanye untuk memboikot produk Prancis, menyusul serangan anti-Islam yang dilancarkan Prancis.

Seruan boikot, bagaimanapun, telah membuat Prancis khawatir dan mendesak negara-negara Timur Tengah untuk mengakhiri kampanye tersebut dengan kementerian luar negeri negara itu mengklaim seruan "tak berdasar" untuk boikot itu sedang "didorong oleh minoritas radikal". (MeMo)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Kamis, 26 Nov 2020 21:10

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Kamis, 26 Nov 2020 20:54

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Kamis, 26 Nov 2020 20:45

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Kamis, 26 Nov 2020 20:33

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Kamis, 26 Nov 2020 19:00

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Kamis, 26 Nov 2020 18:56

Teror Mendagri

Teror Mendagri

Kamis, 26 Nov 2020 18:43

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Kamis, 26 Nov 2020 18:00

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kamis, 26 Nov 2020 17:53

Rusia Klaim Gagalkan Rencana Serangan Islamic State di Moskow

Rusia Klaim Gagalkan Rencana Serangan Islamic State di Moskow

Kamis, 26 Nov 2020 17:15

Ketua Umum Baru MUI Dipilih Malam Ini, Berikut Nama-nama yang Muncul

Ketua Umum Baru MUI Dipilih Malam Ini, Berikut Nama-nama yang Muncul

Kamis, 26 Nov 2020 16:09

HTS Bebaskan Pekerja Bantuan Inggris Touqir Sharif Setelah 3 Bulan Lebih Penahanan

HTS Bebaskan Pekerja Bantuan Inggris Touqir Sharif Setelah 3 Bulan Lebih Penahanan

Kamis, 26 Nov 2020 13:25

Presiden: Pemerintah Dukung Ikhtiar Dakwah dan Kiprah MUI

Presiden: Pemerintah Dukung Ikhtiar Dakwah dan Kiprah MUI

Kamis, 26 Nov 2020 08:10

Harta, Tahta, Oppa

Harta, Tahta, Oppa

Kamis, 26 Nov 2020 06:37

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

Kamis, 26 Nov 2020 05:29

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Rabu, 25 Nov 2020 22:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 24/11/2020 18:39

PKS Tolak Penghapusan Premium