Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.075 views

Pasukan Haftar Langgar Gencatan Senjata di Tripoli Beberapa Menit Setelah Diberlakukan

TRIPOLI, LIBYA (voa-islam.com) - Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung PBB pada hari Ahad (12/1/2020) mencatat "pelanggaran" gencatan senjata yang ditengahi bersama Rusia dan Turki hanya beberapa menit setelah itu seharusnya diberlakukan, sumber-sumber lokal melaporkan.

Sayap media pemerintah yang diperangi di Tripoli melaporkan bahwa milisi yang setia kepada jendral jahat Khalifa Haftar menargetkan posisi GNA dekat ibukota Libya dalam serentetan serangan mortir acak, menurut Aljazeera.

GNA, yang melaporkan pelanggaran yang terjadi di daerah Salah ad-Din dan Wadi al-Rabea di sekitar Tripoli, memperingatkan bahwa pemerintah akan "menanggapi dengan kekerasan" terhadap tindakan agresi selanjutnya.

GNA yang diakui secara internasional telah setuju untuk gencatan senjata, setelah seruan dari Rusia dan Turki, beberapa jam setelah pengumuman serupa oleh milisi yang loyal pada panglima perang Libya.

Fayez Sarraj, Perdana Menteri GNA yang berbasis di Tripoli, menyatakan itu berlaku mulai tengah malam pada hari Ahad, sementara menekankan bahwa pasukannya berhak untuk "membela diri terhadap serangan tindakan agresi yang diprakarsai oleh pihak lawan".

Sabtu malam, LNA Haftar mengumumkan gencatan senjata mereka, seraya menambahkan bahwa setiap pelanggaran akan ditanggapi dengan "tanggapan keras".

Gencatan senjata yang jelas telah diusulkan setelah upaya diplomatik yang intens dari Moskow dan Ankara, yang keduanya memainkan peran yang semakin menonjol di Libya dalam beberapa pekan terakhir.
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Rusia Vladmir Putin merilis pernyataan bersama setelah pertemuan di Istandbul awal pekan ini, menyerukan gencatan senjata, tanpa menentukan kondisi.

Mundur dari meja

Otoritas yang bertikai di Libya menawarkan ketentuan yang bertentangan sebagai prasyarat untuk mengakhiri pertempuran.

Perdana Menteri Fayez Sarraj sebelumnya meminta pasukan Haftar mundur dari pinggiran ibukota dan menghentikan ofensif mereka.

Haftar dan sekutunya, sementara itu, menyerukan pembubaran milisi yang berjuang untuk GNA.

Brigadir Jenderal Khaled al-Mahjoub, seorang komandan senior di LNA, mengecilkan kemungkinan mundur dari daerah yang ditangkap pasukannya dalam sebuah wawancara dengan Associated Press.

"Penarikan tidak ada di atas meja," kata Mahjoub. Pejuang kelompok itu, lanjutnya, akan tetap berjaga-jaga di posisi mereka dan siap untuk menghadapi pelanggaran "dengan kekuatan".

LNA yang berbasis di timur meluncurkan ofensif baru mereka untuk mengambil ibu kota pada bulan April, memicu upaya internasional untuk mengatasi krisis di negara Afrika Utara.

Beberapa minggu terakhir sejak eskalasi pertempuran yang signifikan di sekitar Tripoli, juga kemajuan penting LNA ke Sirte, sebuah kota penting yang strategis yang terletak di tengah-tengah sepanjang garis pantai Mediterania di negara itu menyusul penghianatan yang dilakukan Brigade 604 Salafi Madkhali yang sebelumnya bersama GNA.

Pasukan Haftar menahan diri dari mendukung gencatan senjata yang ditengahi Turki-Rusia, hingga pengumuman larut malam pada hari Sabtu.

Misi penjaga perdamaian PBB menyambut baik kesepakatan itu.

Misi Dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berharap semua pihak akan menunjukkan "kepatuhan penuh" pada ketentuan perjanjian dan bekerja untuk mengakhiri kekerasan.

Gencatan senjata yang goyah itu terjadi ketika Libya menghadapi krisis yang monumental, dengan para pendukung asing dari otonomi Libya saingannya terlibat dalam dalam konflik negara itu.

LNA, didukung oleh pasukan Haftar, didukung oleh Uni Emirat Arab dan Mesir, serta Prancis dan Rusia.

GNA yang berbasis di Tripoli menerima bantuan dari Turki, Qatar dan Italia, dengan Turki mengirimkan pasukan ke negara itu untuk pertama kalinya, pekan lalu.

Pertempuran itu mengancam akan menjerumuskan Libya ke dalam kekacauan yang tak terkatakan, yang dapat menyaingi konflik 2011 yang mengakibatkan pengusiran dan pembunuhan mantan diktator Muammar Khadafi. (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Latest News
5 Kiat Meraih Khusyu’ dalam Shalat

5 Kiat Meraih Khusyu’ dalam Shalat

Kamis, 28 Jan 2021 17:00

Depkeu AS: Islamic State Terus Andalkan 'Pusat Logistik' Di Turki

Depkeu AS: Islamic State Terus Andalkan 'Pusat Logistik' Di Turki

Kamis, 28 Jan 2021 12:45

Pemerintah Diminta Adil dan Tak Buka Ruang Politisir Isu Pemaksaan Siswi Berjilbab

Pemerintah Diminta Adil dan Tak Buka Ruang Politisir Isu Pemaksaan Siswi Berjilbab

Kamis, 28 Jan 2021 12:04

PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

Kamis, 28 Jan 2021 09:19

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

Kamis, 28 Jan 2021 08:56

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Kamis, 28 Jan 2021 08:32

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Kamis, 28 Jan 2021 07:56

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Kamis, 28 Jan 2021 07:20

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Kamis, 28 Jan 2021 06:56

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Kamis, 28 Jan 2021 04:06

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Kamis, 28 Jan 2021 04:02

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Rabu, 27 Jan 2021 21:35

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Rabu, 27 Jan 2021 20:35

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Rabu, 27 Jan 2021 15:33

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Rabu, 27 Jan 2021 15:24

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Rabu, 27 Jan 2021 15:09

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Rabu, 27 Jan 2021 15:00

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Rabu, 27 Jan 2021 14:30

Taubat Politik Jusuf Kalla

Taubat Politik Jusuf Kalla

Rabu, 27 Jan 2021 12:10

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Rabu, 27 Jan 2021 11:53


MUI

Must Read!
X