Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.925 views

Titik Merah Jadi Simbol Perlawanan Warga Kashmir Terhadap India

NEW YORK (voa-islam.com) - Titik merah terkenal yang menandai kisah Kashmir yang dikelola India di media sosial muncul jauh sebelum India menghapuskan status khusus mayoritas wilayah Muslim tersebut.

Keputusan untuk mencabut Pasal 370 konstitusi India pada 5 Agustus didahului oleh peningkatan militer di lembah Himalaya, diikuti oleh kuncian yang melumpuhkan sekarang di hari ke-12, dan penangkapan ratusan pemimpin politik dan aktivis.

Di tengah krisis, sejumlah akun media sosial yang terkait dengan Kashmir, termasuk Stand With Kashmir, kelompok advokasi akar rumput di Amerika Serikat, membukukan titik merah di halaman media sosial mereka.

"Di situlah ide dengan warna merah dimulai melalui percakapan yang sangat informal," kata Hafsa Kanjwal, salah satu sukarelawan kelompok itu.

"Kami memutuskan untuk menggunakannya [titik merah] sebagai kampanye untuk mencoba setidaknya melakukan semacam pengorganisasian media sosial awal untuk membuat orang sadar."

Halaman Instagram dimulai awal tahun ini sebagai ruang online untuk warga Kashmir. Tetapi ketegangan terakhir di kawasan itu mengubah titik merah menjadi simbol perlawanan di media sosial terhadap kendali militer India.

Kanjwal mengatakan, pengikut akun Facebook meningkat dari 300 menjadi 10.000 dalam dua-tiga hari pertama kepindahan India.

Ratusan warga Kashmir dan pendukung mereka di Twitter dan Facebook juga mengubah gambar profil mereka menjadi titik merah.

Dalam serangkaian peristiwa yang ironis, para aktivis mengatakan tanggapan itu mengejutkan mereka dan membantu menjadikan Kashmir sebagai berita utama global, meskipun ada upaya India untuk menjauhkan warga Kashmir.

"Sebagian dari saya bertanya-tanya apakah mereka [India] benar-benar menembak dirinya sendiri sejak mereka menginternasionalkan masalah yang benar-benar belum diinternasionalisasi," katanya.

Kashmiri Mehroosh Tak yang bermarkas di Inggris, yang menghadiri protes menentang langkah India di London pekan lalu, setuju.

"Beberapa orang yang biasanya tidak keluar saat ini merasa bahwa India telah melewati batas," katanya dalam sebuah wawancara telepon dengan Al Jazeera. "Dalam arti tertentu, India telah menyatukan kita."

Antropolog Ather Zia dari Colorado mengatakan Kashmir selalu menjadi masalah internasional. "Apa yang baru adalah kecaman," katanya, merujuk pada berbagai editorial surat kabar yang mengutuk kebijakan India tentang Kashmir.

Kanjwal mengatakan kemarahan itu sangat kuat karena warga Kashmir di luar wilayah tersebut belum dapat menghubungi orang yang mereka cintai bahkan selama liburan Idul Adha.

Berbagai postingan di media sosial oleh warga Kashmir telah menjadi viral dalam sepekan terakhir, menceritakan cobaan mereka karena tidak dapat menghubungi anggota keluarga mereka, tentang ketidakmampuan mereka untuk melakukan perjalanan ke wilayah itu untuk sebuah perayaan keagamaan, atau wartawan yang tidak dapat melaporkan.

"Dengan pengekangan komunikasi seperti itu, sangat penting bagi warga Kashmir yang memiliki semacam konektivitas untuk mengeluarkan informasi dan meningkatkan kesadaran," kata seorang warga Kashmir, yang membantu mengorganisir protes di Berlin dengan syarat anonim karena takut akan pembalasan.

"Kami telah menggunakan platform media sosial untuk terhubung ke warga Kashmir lain dan mengatur aksi protes atau pertemuan."

Selama seminggu terakhir, berbagai protes telah diadakan di kota-kota AS di New York, Washington, Houston, Denver dan Boston, serta di seluruh dunia, termasuk ibu kota India, New Delhi.[aljz/fq/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Pilpres Tunisia, Calon Independen Masih Memimpin Perolehan Suara

Pilpres Tunisia, Calon Independen Masih Memimpin Perolehan Suara

Selasa, 17 Sep 2019 19:27

PM Israel Berjanji untuk Mencaplok Lebih Banyak Wilayah Palestina

PM Israel Berjanji untuk Mencaplok Lebih Banyak Wilayah Palestina

Selasa, 17 Sep 2019 18:16

Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota

Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota

Selasa, 17 Sep 2019 16:00

Anggota Parlemen Kuwait: Ekspatriat Harus Membayar Bahkan untuk Udara Untuk Bernafas

Anggota Parlemen Kuwait: Ekspatriat Harus Membayar Bahkan untuk Udara Untuk Bernafas

Selasa, 17 Sep 2019 15:15

Qatar Kecam Serangan Drone terhadap Fasilitas Pengolahan Minyak Aramco Saudi

Qatar Kecam Serangan Drone terhadap Fasilitas Pengolahan Minyak Aramco Saudi

Selasa, 17 Sep 2019 14:18

Fahri Hamzah Sentil Media Massa

Fahri Hamzah Sentil Media Massa

Selasa, 17 Sep 2019 14:15

Habis Muncul Permendag 29/2019, Terbitlah Gerakan Buy Halal First

Habis Muncul Permendag 29/2019, Terbitlah Gerakan Buy Halal First

Selasa, 17 Sep 2019 13:58

Ka'ban ke Anies: Jangan Lakukan Pencitraan

Ka'ban ke Anies: Jangan Lakukan Pencitraan

Selasa, 17 Sep 2019 13:15

Pesan: Panglima Jangan Rendahkan Derajat Pangdam

Pesan: Panglima Jangan Rendahkan Derajat Pangdam

Selasa, 17 Sep 2019 12:15

Karhutla, HTI, FPI, dan Istana

Karhutla, HTI, FPI, dan Istana

Selasa, 17 Sep 2019 11:15

Masuk Rumah Sakit, Fadli Harap Kivlan Bebas

Masuk Rumah Sakit, Fadli Harap Kivlan Bebas

Selasa, 17 Sep 2019 10:15

Kisruh KPK, Ini Sikap Nasyiatul Aisyiyah

Kisruh KPK, Ini Sikap Nasyiatul Aisyiyah

Selasa, 17 Sep 2019 08:54

Asap Yang Tak Dirindukan

Asap Yang Tak Dirindukan

Selasa, 17 Sep 2019 08:32

DPR RI Sahkan Batas Usia Minimum Perkawinan Laki-laki atau Perempuan Jadi 19 Tahun

DPR RI Sahkan Batas Usia Minimum Perkawinan Laki-laki atau Perempuan Jadi 19 Tahun

Selasa, 17 Sep 2019 07:40

Aroma Liberalisme dalam The Santri

Aroma Liberalisme dalam The Santri

Selasa, 17 Sep 2019 06:27

Pejabat Makan Suap, Rakyat Makan Asap

Pejabat Makan Suap, Rakyat Makan Asap

Selasa, 17 Sep 2019 05:30

Abaikan Nilai-nilai Pancasila, Aliansi Ruang  Riung Bandung Tolak RUU P-KS

Abaikan Nilai-nilai Pancasila, Aliansi Ruang Riung Bandung Tolak RUU P-KS

Senin, 16 Sep 2019 23:31

Jokowi Lebih Hebat daripada BJ Habibie

Jokowi Lebih Hebat daripada BJ Habibie

Senin, 16 Sep 2019 23:17

Kanker Sekarang Menjadi Penyebab Utama Kematian di Negara-negara

Kanker Sekarang Menjadi Penyebab Utama Kematian di Negara-negara

Senin, 16 Sep 2019 23:06

NASA Deteksi Sebuah Komet Mendekati Bumi

NASA Deteksi Sebuah Komet Mendekati Bumi

Senin, 16 Sep 2019 22:44


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 14/09/2019 13:36

Antara Habibie dan Jokowi