Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.235 views

Meneroka Islam Otentik: Kontestasi Dialektis Islam Aktual Berkemajuan

 

Oleh:

Teguh Fachmi || Staf Pengajar di UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Pandeglang

 

SALAH satu hal terpenting dari eksistensi Islam ialah karena adanya ketersambungan antara Islam dengan realitas melalui penyesuaian hal-hal yang otentik (ashalah) dan perubahan atau pembaruan (tajdid) sebagai tafsir atas Islam datang membawa solusi pemecahan permasalahan bagi manusia dan masyarakat,  baik kecil ataupun besar, parsial ataupun menyeluruh. Maka kemudian hadirnya sesuatu hal-hal yang baru dari luar, tidaklah bermakna mencederai otentisitas Islam, kira-kira itulah pernyataan yang ditulis oleh Pradana Boy ZTF di dalam artikel yang diterbitkan oleh IBtimes.id. Yusuf Qardhawi juga menegaskan bahwa: laisat al-ashalatu rafidha kulla syai’in ja’a an al-ghairi (menjaga otentisitas tidak berarti menolak segala sesuatu yang bersumber dari luar)

Mengacu pada tulisan Pradana yang mengelaborasi bahwa kini Islam otentik tak lagi ada, Islam yang otentik hanya ada semasa hidup Nabi Muhammad SAW. Semua yang dipraktekan saat ini tidak ada yang otentik, yang otentik hanya ada pada masa Rasulullah hidup. Itulah zaman Islam yang sejati, Islam sebagaimana yang seharusnya, Islam yang diajarkan Al-Qur’an dari satu dimensi ke dimensi lain,  waktu ke waktu. Islam pada masa Nabi ialah otentik karena sunnah benar-benar hidup. Maknanya, karena Nabi sendirilah sunnah itu. Islam pada masa Nabi memiliki arti kesatuan wacana dan laku yang kemudian melekat dalam diri Nabi dan sama sekali tidak membuka celah bagi ketidaksempurnaan

Bertolak dari penjelasan diatas, maka tidak diragukan lagi bahwa orientasi berislam umat muslim di seantero dunia yakni berlomba-lomba ingin menghadirkan Islam otentik dalam kehidupannya, layaknya se-otentik seperti ketika masa hidup Nabi. Hal ini membawa dampak pada kompetisi juga kontestasi menuju diskursus otentisitas implementasi ajaran Islam yang kemudian mengemuka di sepanjang sejarah perkembangan peradaban umat muslim di dunia. Namun, sedikit yang menyadari bahwa perjalanan itu telah mengalami pergumulan dengan waktu, sejarah, pelintasan konteks seperti sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Kesemuanya itu telah menghadirkan sebuah tantangan dalam upaya mewujudkan otentisitas.

Sehingga yang otentik pada jaman Nabi itu muncul dalam wujud yang lain meskipun nilainya tidak hilang, itulah Islam aktual. Akan tetapi amat disayangkan, tak banyak yang memahami bahwa Islam yang aktual bukanlah sepenuhnya Islam yang otentik. Beberapa pemikir Islam mendalami lebih jauh untuk memahami hakikat agama ini, Amin Abdullah, misalnya, memandang Islam selalu merupakan interaksi antara yang normatif (tertulis) dan historis (terjadi). Apa yang tertulis tak selalu sama dengan apa yang terjadi, dan apa yang terjadi, tak selamanya juga diambil dari yang tertulis. Kurang lebih sama, Haidar Bagir membahasakan jarak antara Islam yang otentik dengan Islam yang aktual itu sebagai “Islam Tuhan” dan “Islam Manusia.” Islam memang turun dari Tuhan, tetapi bahasa Tuhan dan bahasa manusia pasti berbeda. Islam memang bersumber dari Tuhan, tetapi ia diturunkan untuk manusia, karena agama adalah demi kepentingan kemanusiaan. Selanjtunya tak jauh berbeda Abdurrahman Wahid menyebut wujud Islam aktual itu, setidaknya, ada dalam tiga konteks: “Islamku,” “Islam Anda,” dan “Islam Kita.” “Islamku” adalah sebuah pengalaman merasakan Islam secara pribadi. Tulis Gus Dur, “Pengalaman pribadi orang tidak akan pernah sama dengan pengalaman orang lain. Dengan demikian, kita justru harus merasa bangga dengan pikiran-pikiran sendiri yang berbeda dari pemikiran orang lain.” Pengalaman seperti ini, menurut Gus Dur, patut diketahui oleh orang lain “tanpa memiliki kekuatan pemaksa.”

Islam berkemajuan gagasan Muhammadiyah wujudkan Rahmatan Lil Alamin

Dalam kurun waktu dekade ini, cita-cita menghadirkan Islam otentik itu muncul begitu kuat dalam berbagai macam tafsiran, corak, dan orientasi. Konsekuensinya, terjadi kompetisi dan kontestasi kelompok untuk mewujudkan Islam berdasarkan pemahaman dan penafsiran masing-masing. Namun pun demikian usaha tersebut tidak akan mungkin menghasilkan Islam otentik, melainkan Islam yang aktual-lah yang ada. Dimana ia memiliki perbedaan golongan, corak, orientasi, dan cara ber-Islam masing-masing. Kontestasi ragam ekspresi keberagamaan umat muslim di seluruh dunia merupakan upaya mewujudkan otentisitas Islam, ia hadir dalam bentuk lain meskipun nilainya tidak hilang ataupun berkurang. Seperti contoh dalam kancah global kita mengenal Islam Hadhari di Malaysia, Islam Nusantara, dan Islam Berkemajuan di Indonesia yang semuanya itu ialah hasil daripada upaya menghadirkan Islam Otentik yang kemudian mengalami pergumulan dengan waktu, sejarah, pelintasan konteks, sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Berbagai macam ekspresi sikap keberagaman diatas tadi merupakan hasil daripada upaya setiap muslim yang kemudian ingin menghadirkan Islam secara lebih dekat kedalam urat nadi kehidupannya sehari-hari, baik dalam konteks yang berkelindan dengan sosial, ekonomi, budaya, dan politik pada tataran kekinian dan kedisinian.  

Salah satu ekspresi keberagamaan yang mencoba menghadirkan Islam kedalam wujud otentisitasnya ialah Islam berkemajuan. Gagasan Islam berkemajuan ini diketengahkan oleh organisasi kemasyarakatan Islam yang ada di Indonesia yakni Persyarikatan Muhammadiyah, gagasan Islam berkemajuan  dijadikan idealitas oleh warga persyarikatan Muhammadiyah sebagai salah satu cara untuk membawa Islam kedalam kehidupan manusia dengan satu cara sudut pandang sendiri. Secara lebih detil bagi Muhammadiyah, Islam dipandang bukan sebagai agama yang memandu kehidupan manusia terhadap kampung akhirat saja. Tetapi, Islam juga mendorong umatnya untuk mewujudkan peradaban umat manusia yang maju. Dalam menjalankan segala sesuatu untuk menegakan ajaran Islam, dan memajukan peradaban umat manusia.

Muhammadiyah berusaha memerankan keagenan rahmatan lil alamin melalui kerangka oraganisasi, komunitas, dan kerangka individu. Islam yang rahmatan lil alamin ini kemudian dijadikan idelaitas yang perlu diperjuangkan bagi semua muslim, tidak berhenti pada level jargon, namun perlu aktor untuk dapat menerjemahkannya.   Itulah religious view atau pandangan keagamaan resmi Muhammadiyah sejak tahun 2010 dalam Muktamar di Yogyakarta sebagai satu bagian dari pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua.

Kembali ke diskursus Islam Otentik, idealitas Islam Berkemajuan Muhammadiyah merupakan produk daripada pergumulan waktu, sejarah, budaya, ekonomi, dan politik yang akhirnya menemukan wujudnya kedalam bentuk aktual sebagai respon terhadap dakwah Islam yang hendak mewujudkan Islam dalam kehidupan, dan diyakini bersama sebagai jalan perubahan (transformasi) ke arah terciptanya kemajuan, kebaikan, keadilan, kemakmuran, dan kemaslahatan hidup umat manusia. Sebagai pandangan kehidupan dan cara memahami persoalan didalamnya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X