Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.919 views

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Oleh: Tatang Hidayat (Pegiat Student Rihlah Indonesia)

Pertempuran yang dahsyat tersebut membuat pejuang membumihanguskan gedung itu. Selanjutnya, pada 1960 yaitu ketika masa kemerdekaan telah diraih, gedung itu direnovasi dan namanya diganti menjadi toko Siola.

Nama tersebut diambil dari singkatan nama kongsi pemiliknya antara lain Soemitro-Ing Wibisono-Ong-Liem-Ang. Ketika itu, Toko Siola mulai dibuka dan menjadi salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya (Wiwin Fitriyani dalam surabaya.liputan6.com, 28/8/2019).  .

Jadi, bisa dikatakan kalau Siola adalah mal pertama yang ada di Surabaya. Singkat cerita, pada 1998 Gedung Siola ditutup lantaran tidak mampu bersaing dengan tempat perbelanjaan modern saat itu seperti Pasar Atum, Pasar Turi, Plaza Surabaya, dan Tunjungan Plaza.

Akan tetapi, setelah gedung tersebut mengalami perubahan fungsi, nama, dan juga sering gagal dijadikan tempat bisnis, akhirnya gedung itu dikembalikan kepada Pemkot Surabaya (Wiwin Fitriyani dalam surabaya.liputan6.com, 28/8/2019).  .

Pada 2015, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) beserta jajarannya menjadikan gedung tersebut sebagai museum yang bernama Museum Surabaya. Museum Kota Surabaya ini berisi 1.000-an benda-benda bersejarah dalam kaitan perjalanan Surabaya yang berada di lantai I Gedung Siola.

Koleksi di museum ini mulai dari arsip kependudukan sejak 1837, baju Dinas Pemadam Kebakaran sejak zaman Belanda, alat transportasi seperti dua becak yang berwarna biru dan putih. Kisah mengenai Gedung Siola ternyata panjang dan rumit ya, serta sangat mempunyai nilai historynya yang tinggi (Wiwin Fitriyani dalam surabaya.liputan6.com, 28/8/2019).  

Di Gedung Siola siang itu, saya diberikan kesempatan untuk memasukinya. Oh ia teman-teman bisa memasukinya dengan gratis dan jangan lupa mengisi buku tama ya. Saat itu, saya mempelajari beberapa referensi yang menjelaskan tentang sejarah berdirinya Surabaya dan perjuangannya yang dikenal dengan pertempuran 10 November dengan Bung Tomo sebagai sosok utamanya.

Di Museum Kota Surabaya masih banyak tersimpan beberapa artefak masa lalu yang masih utuh dan bisa kita nikmati. Setiap tempat dan benda yang ada di Museum Kota Surabaya satu persatu tidak saya lewatkan untuk dibaca dan dihayati, seolah saya sedang diajak menembus ruang dan waktu ke masa lalu, layaknya saya sedang ikut dalam peristiwa 10 November itu.

Saking asyiknya mempelajari berbagai artefak yang ada di museum itu, tidak terasa adzan Dzuhur berkumandang, artinya saya harus segera menyelesaikan kegiatan di museum, dan segera menuju masjid untuk melaksanakan shalat Dzuhur secara qashar dan shalat Ashar jama takdim qashar. Siang itu saya diberikan kesempatan untuk melaksanakan shalat di salah satu masjid bersejarah di Surabaya, yakni masjid Kemayoran yang dijadikan pusat markas Hizbullah pada pertempuran 10 November. Di sisi lain, ba’da Dzuhur saat itu ternyata bertepatan dengan adanya seorang warga yang meninggal dan akan dilaksanakan shalat jenazah, tanpa pikir panjang para jama’ah ikut menshalatkan jenazah tersebut.

 

Masjid Kemayoran

Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur memiliki banyak bangunan bersejarah. Tiap  bangunan  menyimpan nilai histori meski tidak semua orang tahu ceritanya. Satu di antaranya adalah Masjid Kemayoran. Tempat ibadah umat Islam  yang  berada  di  Jalan  Indrapura  tersebut  memiliki  nilai sejarah karena dibangun pada era penjajahan Belanda.

Masjid yang sebetulnya bernama Roudhotul Musawwaroh itu didirikan pada 1772. Usut punya usut, ternyata, Masjid Kemayoran atau Roudhotul Musawwaroh tidak dibangun di Jalan Indrapura. Mulanya, masjid itu berada di depan kantor gubernur Jatim atau di Jalan Pahlawan. Tepatnya di area Tugu Pahlawan.

Subhan, salah seorang takmir Masjid Kemayoran, mengatakan bahwa keberadaan Masjid Roudhotul Musawwaroh dipermasalahkan  oleh  pemerintah kolonial Belanda saat itu. Pemerintah Belanda merasa terganggu keberadaan masjid tersebut. Mereka risi kalau di depan kantor mereka terdengar suara pengajian atau azan. Pemerintah Belanda pun meminta semua kegiatan warga di masjid itu dihentikan. Keinginan tersebut tentu saja  langsung  ditolak  masyarakat.

Bahkan, masyarakat marah. Akibatnya, terjadi pertempuran pada 1750. Subhan  menuturkan  bahwa  pertempuran itu dipimpin oleh Kiai Badrun. Dia memaparkan bahwa Kiai Badrun merupakan kerabat Paku Alam V dari Kasunanan Surakarta. Jadi beliau masih memiliki keturunan ningrat (jpnn.com, 31/5/2015).

Dalam pertempuran tersebut, Kiai Badrun gugur karena tertembak oleh pasukan  Belanda.  Sebagai  bentuk penghargaan atas kepemimpinannya melawan Belanda, masyarakat sekitar memberinya gelar Mbah Sedo Masjid. Meski demikian, konflik yang terkait dengan  pemindahan  masjid  belum berhenti. Masyarakat terus melakukan perlawanan. Akhirnya, usaha itu membuahkan hasil. Belanda tidak lagi melarang  aktivitas  di  Masjid  Roudhotul Musawwaroh asal lokasi masjid dipindah. Jadi bisa dikatakan semacam dilakukan tukar guling tanah (jpnn.com, 31/5/2015).

Masjid Kemayoran memiliki disain dan arsitektur yang unik.  Masjid ini bangunan intinya seluas sekitar 400 m2, di dalam ruang berbentuk hexagonal dengan ruang saling terhubung tembok berbentuk kubah, ditopang empat pilar utama.  

Bangunan inti berdinding marmer, berlantai keramik, langit flafon tinggi dan kusen pintu ukuran tebal dan tinggi (sebagaimana ciri bangunan lama).  Disain interior sudah berkesan modern, dengan warna kehijauan muda, tetap mempertahankan mimbar beserta tongkat untuk khotib (Iwan Nugroho dalam kompasiana.com, 17/6/2018).

Di luar bangunan inti, atau berfungsi asalnya sebagai serambi, memiliki ruang yang lebih luas.  Serambi ini juga untuk tempat sholat, dengan dua taman terbuka yang menambah kesejukan suasana masjid.  Lantai serambi berlantai tegel lama, menyimpan kesan kuno.  Plafon serambi dibuat tinggi menyesuaikan bangunan inti masjid, dengan disain persegi sederhana. Di serambi ini terletak beduk berdiameter 1.5 m dan masih berfungsi baik.

Masjid Kemayoran merupakan masjid tertua di Surabaya, selain masjid Ampel.  Masjid ini dibangun tahun 1772 oleh pemerintah Belanda. Bukti ini tertulis pada suatu prasasti berhuruf Jawa dan latin berbahasa Jawa, yang diletakkan pada dinding serambi masjid (Iwan Nugroho dalam kompasiana.com, 17/6/2018). 

Masjid Kemayoran juga menjadi saksi sejarah perjuangan Kemerdekaan.  Posisinya sempat menjadi markas laskar Hizbullah menjelang pertempuran 10 Nopember 1945.  Nilai-nilai perjuangan membebaskan dari penjajahan adalah implementasi nilai-nilai keagamaan sepanjang masa.  Posisi masjid punya peran penting pada saat itu.

Masjid Kemayoran kini bukan lagi masjid terbesar di Surabaya.  Posisinya di tengah kota terjepit oleh lembaga pendidikan Takmiriah (di sebelah Timur), SMP Negeri 2 (sebelah utara) dan pemukiman padat kampung Kemayoran (di sebelah Barat), dan jalan Indrapura (di sebelah Selatan).  Masjid tidak punya lahan parkir, sehingga kendaraan diparkir di jalan Indrapura.  Rasanya agak sulit mengupayakan perluasan masjid (Iwan Nugroho dalam kompasiana.com, 17/6/2018).

Saat sedang berada di Masjid Kemayoran, saya menghayati dalam-dalam dan mencoba untuk kembali ke masa lalu tentang berbagai kejadian di masjid ini, tidak terasa dalam lamunan kala itu diri saya seolah sedang menggembung khayali diajak menembus ruang dan waktu. Nampak terasa nyaman hati ini, entah lah ada suasana sejuta rasa bahagia, sedih, haru dan kecewa yang tidak bisa diceritakan ketika saya melakukan napak tilas ke berbagai tempat yang memiliki nilai-nilai sejarah perjuangan tokoh-tokoh yang saya cintai. Begitulah cinta akan memberikan nilai terhadap tempat yang sederhana bahkan kadang tak dilirik orang menjadi bermakna dan istimewa. S

aat saya dengan menghayati suasana di dalam masjid,  tak terasa matahari mulai semakin tergelincir dan tandanya saya harus segera berangkat ke pelabuhan Tanjung Perak karena jadwal kapal yang menuju Lombok akan segera tiba pukul 14.00 WIB. Bersambung...

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Kamis, 23 Sep 2021 19:37

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

Kamis, 23 Sep 2021 19:30

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02


MUI

Must Read!
X

Rabu, 22/09/2021 21:56

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini