Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.568 views

Prioritas Dakwah Pemikiran

 

Oleh:

Ustaz Ilham Jaya, Lc. MA

 

PADA tahun 1987, ulama dan dai Muhammad al-Ghazali mencatat kerisauannya. “Pada periode pertama masa kerja saya di Aljazair dan pembukaan universitas Islam,” tulisnya, “saya merasa bahwa tantangan dakwah sesungguhnya tidak berbeda antara kawasan Timur Islam dan Barat Islam. Defisit yang besar terhadap dai dengan pemahaman yang mumpuni. Langkanya ulama yang menyelaraskan antara kajian dan fiqh. Serta imperialisme budaya, sosial dan politik yang bebas bekerja di kawasan-kawasan yang hampir tanpa penjaga.”

Keprihatinan itu dia tulis untuk pengantar bukunya Sirru Ta’akhhuril Arab wal Muslimin (Rahasia Kemunduran Bangsa Arab dan Kaum Muslim). Entah bagaimana reaksi al-Ghazali bila hidup di era kita yang dihantui dengan istilah post-truth.

“Hantu” yang menurut Harari, “In fact, humans have always lived in the age of post-truth. Homo sapiens is a post-truth species, whose power depends on creating and believing fictions . . . Indeed, Homo sapiens conquered this planet thanks above all to the unique human ability to create and spread fictions. We are the only mammals that can cooperate with numerous strangers because only we can invent fictional stories, spread them around, and convince millions of others to believe in them.”

Sangat getir, kedengarannya. Tapi dalam konteks tersebut, imperialisme budaya sesungguhnya fenomena klasik dalam sejarah bangsa-bangsa. Namun, belakangan menjadi terorganisir seiring masuknya imperialisme modern. Dan memasuki era post-truth, imperialisme budaya itu bisa punya daya merusak yang lebih besar lewat pemanfaatan teknologi.

Melihat semakin besarnya tantangan tersebut, sudah seharusnya dakwah punya prioritas dan strateginya sendiri. Hal-hal yang disusun berdasarkan referensi serta pengalaman dakwah yang panjang. Setidaknya, tulisan ini merekomendasikan dua strategi penting.

Pertama, secara ekstensif mengintrodusir ke publik tokoh-tokoh dan pemikiran sarjana Muslim. Imperialisme budaya mencakup bidang yang sangat luas dan kompleks. Satu hal yang sulit untuk mengurai kompleksitas tersebut kepada masyarakat umum. Di sisi lain, ummat membutuhkan waktu yang bisa sangat lama untuk mencerna cakupan imperialisme budaya yang luas itu. Menjabarkan gagasan-gagasan Islam lewat tokoh-tokoh serta pemikiran mereka merupakan jalan pintas serta bentuk penyederhanaan yang jitu.

Mengintrodusir Ibnu Taimiyah dan pemikiran-pemikirannya sama saja dengan melakukan reformasi pemikiran terhadap model yang kritis, terbuka, dan konsisten terhadap kemurnian ajaran Islam. Pemikiran Ibnu Taimiyah dikenal kritis terhadap unsur-unsur kunci di luar Islam.

Sikap “mengekor” kepada non-Muslim dia kupas dalam risalah khusus: Iqtidha’us Shiratil Mustaqim fii Mukhalafati Ashaabil Jahiim. Kritiknya kepada filsafat klasik dia tuangkan antara lain dalam risalah Naqdhul Mantiq. Untuk bidang aqidah, Al-Qur’an dan Hadits, menurutnya, sudah menjelaskannya secara jelas dan mudah. Bagi Ibnu Taimiyah, argumentasi Al-Qur’an lebih indah sekaligus lebih menggerakkan. Hari-hari ini, kita melihat bukti dari sikap Ibnu Taimiyah itu. Semakin banyak orang yang masuk Islam setelah membaca sendiri Al-Qur’an.

Kedua, Islamisasi ilmuan dan tatsqiif terhadap para sarjana Muslim. Seruan terhadap Islamisasi sains telah berlalu beberapa dekade. Alhamdulillah, pada banyak aspek, program ini telah berhasil mengembalikan kesadaran Muslim terhadap identitasnya yang rahmatan lil ‘alamiin. Namun tidak bisa dipungkiri, masih banyak pula aspek yang memerlukan upaya lebih besar termasuk respons terhadap kritik dan masukan terhadap program ini.

Kritik substansial terhadap program Islamisasi sains terutama pada pendekatannya yang terkesan elitis dan bahasanya yang filosofis. Ummat memerlukan program kerja yang lebih luas dan terjangkau. Melibatkan ummat secara lebih luas dengan akses yang terbuka merupakan pilihan bijak. Islamisasi sains, apalagi yang kontemporer, adalah program peradaban. Beban berat tersebut tidak mungkin dipikul oleh satu kelompok tertentu.

Untuk itu, bukannya Islamisasi sains, program tersebut sebaiknya dialihkan menjadi Islamisasi ilmuan dan sarjana Muslim. Langkah ini mengubah fokus kepada melahirkan lebih banyak kader yang akan berperan di bidang keilmuan dan praksis masing-masing. Biarlah program tersebut terdistribusi secara luas dan bahkan menjadi diskursus publik. Sehingga rahmatan Islam benar-benar terasakan lil ‘alamiin.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Sabtu, 17 Apr 2021 06:28

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Jum'at, 16 Apr 2021 23:56

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Jum'at, 16 Apr 2021 23:10

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Jum'at, 16 Apr 2021 22:05

Pakistan Blokir Media Sosial Di Tengah Kekhawatiran Protes Nasional

Pakistan Blokir Media Sosial Di Tengah Kekhawatiran Protes Nasional

Jum'at, 16 Apr 2021 21:45

Israel Batasi Muslim Palestina Yang Akan Lakukan Shalat Jum'at Di Masjid Al-Aqsa

Israel Batasi Muslim Palestina Yang Akan Lakukan Shalat Jum'at Di Masjid Al-Aqsa

Jum'at, 16 Apr 2021 21:30

Erdogan: Yunani Tidak Berhak Menunjuk Mufti Umat Muslim

Erdogan: Yunani Tidak Berhak Menunjuk Mufti Umat Muslim

Jum'at, 16 Apr 2021 21:04

Larangan Mudik, Kebijakan Basa Basi Menurunkan Covid-19

Larangan Mudik, Kebijakan Basa Basi Menurunkan Covid-19

Jum'at, 16 Apr 2021 19:35

Ramadhan Menjelang, Harga Pangan Menjulang

Ramadhan Menjelang, Harga Pangan Menjulang

Jum'at, 16 Apr 2021 19:21

Syiah Biang-Kerok Gerakan Makar dan Terorisme

Syiah Biang-Kerok Gerakan Makar dan Terorisme

Jum'at, 16 Apr 2021 13:44

Siswa Muhammadiyah Ini Ciptakan Sajadah Anti Corona

Siswa Muhammadiyah Ini Ciptakan Sajadah Anti Corona

Jum'at, 16 Apr 2021 11:30

Benih Terorisme Itu Syiah

Benih Terorisme Itu Syiah

Jum'at, 16 Apr 2021 11:12

Akankah Jokowi Pimpin PDIP Setelah Megawati?

Akankah Jokowi Pimpin PDIP Setelah Megawati?

Jum'at, 16 Apr 2021 10:44

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Raih Gelar Doktor

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Raih Gelar Doktor

Jum'at, 16 Apr 2021 10:07

Takut kepada Allah

Takut kepada Allah

Jum'at, 16 Apr 2021 09:38

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

Jum'at, 16 Apr 2021 08:59

Penyembah Galon

Penyembah Galon

Kamis, 15 Apr 2021 23:42

AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia Karena Dugaan Campur Tangan Dan Peretasan Pilpres

AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia Karena Dugaan Campur Tangan Dan Peretasan Pilpres

Kamis, 15 Apr 2021 22:30

Ikuti Amerika Serikat, Australia Akan Tarik Seluruh Pasukan Dari Afghanistan Pada September

Ikuti Amerika Serikat, Australia Akan Tarik Seluruh Pasukan Dari Afghanistan Pada September

Kamis, 15 Apr 2021 22:00

Yordania Kecam Sabotase Israel Atas Pengeras Suara Untuk Adzan Di Masjid Al-Aqsa

Yordania Kecam Sabotase Israel Atas Pengeras Suara Untuk Adzan Di Masjid Al-Aqsa

Kamis, 15 Apr 2021 21:35


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 16/04/2021 09:38

Takut kepada Allah