Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.777 views

Proyek Gagal Film “My Flag”

 

Oleh:

Yons Achmad || Praktisi Komunikasi

 

FILM “My Flag: Merah Putih VS Radikalisme” yang diunggah di Youtube NU Channel adalah proyek gagal. Alih-alih mendapatkan apresiasi publik, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak kalangan menilai film itu bernuansa adu domba sesama umat Islam. Saya kira, memang ada benarnya. Tak usah jauh-jauh menilainya. Lihat dan baca saja beragam komentar film yang ditayangkan di Youtube itu.

Saya kutip dua komentar yang muncul. Akun Abu Nizar berkomentar “Yang bikin narasi videonya BAHLUL. Mengadu domba sesama muslim!”. Dibalas akun Siti Nisa Nurjanah “Mana ada adu dombanya bangsat”. Komentar-komentar semacam itu muncul tanpa ada filter dari admin atau semacamnya. Komentar-komentar liar. Belum lagi yang memakai akun-akun anonim atau akun-akun yang tidak jelas identitasnya. Maka, kalau ada yang punya anggapan semacam itu (adu domba), ya ada benarnya juga. Singkat cerita, film itu lebih banyak yang “Dislike” daripada yang “Like”.

Menyoroti kontroversi yang berkembang, ijinkan saya sedikit mengulas filmnya. Di ranah kajian komunikasi, dikenal istilah semiotika, ilmu tentang tanda. Umberto Eco dalam “A Theory of Semiotics” pernah menyebut setidaknya 19 bidang yang bisa dijadikan kajian semiotik, salah satunya adalah visual communication (komunikasi visual), di mana film masuk ke dalamnya.

Pemikir semiotika lain, Roland Barthes punya pandangan bahwa semiotik dapat meneliti teks di mana tanda-tanda terkodifikasi dalam sebuah sistem. Dengan demikian, semiotik dapat meneliti beragam teks seperti berita, iklan, fashion, fiksi, drama dan tentu saja film. Di sini, analisis wacana yang dalam ranah kajian komunikasi dikenal sebagai semiotika sosial bisa sedikit membantu mencermati duduk perkara pesan yang dipropagandakan dalam film berdurasi 7,5 menit itu.

Kita lihat dari segi medan wacana (field of discourse) yaitu terkait dengan apa yang dijadikan “wacana” dalam film itu. Seperti yang kita tahu, film itu diluncurkan dalam rangka menyambut hari santri. Lewat simbol merah putih, bendera NKRI, film itu mencoba ceritakan pentingnya rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Judul My Flag: Merah Putih VS Radikalisme tak terlalu jadi masalah. Ketika radikalisme dimaknai sebagai cara kekerasan untuk mencapai tujuan (politik) tertentu, hal itu bolehlah. Memang bertentangan dengan NKRI. Sampai di sini film itu tak jadi soal.

Selanjutnya pelibat wacana (tenor of discourse). Merujuk pada orang atau tokoh-tokoh di dalam film tersebut. Tak ada tokoh menarik dalam film itu. Hanya, ada salah satu tokoh “Narasumber” diperankan oleh Gus Muwafiq yang mengingatkan kita pada peristiwa beberapa waktu lalu. Tokoh ini pernah tersangkut kasus penghinaan nabi dengan menyebut nabi Muhammad sewatu kecil “Rembes”, walaupun kemudian minta maaf.

Tokoh ini memang nyentrik, salah satu penceramah yang pernah diundang istana. Hanya saja, kehadirannya dalam film itu tak terlalu mendapatkan sorotan. Tapi, satu pesan yang disampaikan Muwafiq perlu didiskusikan, yang paling menonjol ucapannya “Sejauh mana iman kita adalah sejauh mana kita menjaga bangsa dan Negara”. Kemudian, sorotan lain adalah keberadaan gadis bercadar yang diperlakukan secara kurang elok dalam film itu. Bagaimana penggambarannya? Kita lanjut ke pusat perhatian berikutnya.

Apa itu? Sarana wacana (mode of discourse). Merujuk pada bagaimana sosok tertentu digambarkan dan bagaimana sosok lain juga dipertontonkan. Dalam tayangan film tersebut, ada adegan yang memperlihatkan bagaimana gadis bercadar itu digambarkan. Hal ini yang kemudian mengundang kontroversi yang dinilai hanya mengadu domba semata. Kontroversi itu muncul sekira menit ketiga film pendek itu. Tokoh perempuan yang digambarkan sebagai santri berujar “Sejauh mana imanmu, sejauh itu pula cintamu pada negerimu”. Beberapa detik sebelumnya Muwafiq berujar “Silakan pasang bendera tapi jangan tandingi merah putih, kalau bendera merah putih kamu tandingi maka yang berjiwa merah putih pasti akan menghancurkanmu”.

Lalu adegan baku hantam muncul. Tokoh santri putri mencopot cadar tokoh lain yang juga berjilbab. Di sini kontroversi itu muncul. Sosok gadis bercadar digambarkan sebagai sosok radikal. Sampai sini, jelas sudah bahwa dilihat dari pesan yang disampaikan, film ini boleh dibilang proyek gagal, bahkan awalnya mungkin dengan niat baik sekalipun dalam pembuatannya. Cinta NKRI, cinta tanah air, cinta bangsa memang sudah seharusnya. Tapi, kenapa semangatnya justru menghancurkan pihak lain yang dinilai beda pandangan bahkan hanya berbeda penampilan? Sampai di sini, logika publik berontak karena jelas film itu menyampaikan pesan yang salah dalam urusan keberagamaan maupun dalam menyikapi keragaman.

Ke depan, saya kira, yang dibutuhkan adalah narasi-narasi yang penuh harmoni. Film ini jelas hanya menambah masalah kehidupan berkebangsaan. Serampangan menampilkan, salah satunya sosok bercadar sebagai identitas dari kaum radikal yang tak cinta NKRI. Sungguh, sebuah pelabelan, stigma (cap) yang gegabah menyematkan citra jelek pada individu atau komunitas tertentu hanya lewat tampilan luar yang dikenakan. Sebuah sikap yang malah akan mengancam keberagaman itu sendiri. Itu sebabnya, saya menilai film ini adalah proyek gagal membangun keharmonisan berkebangsaan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Anies Sebut Formula E Diaudit BPK Tiga Kali, Hasilnya Tidak Ada Masalah

Anies Sebut Formula E Diaudit BPK Tiga Kali, Hasilnya Tidak Ada Masalah

Kamis, 06 Oct 2022 11:13

Dampak Inflasi, PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Batas Garis Kemiskinan

Dampak Inflasi, PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Batas Garis Kemiskinan

Kamis, 06 Oct 2022 10:23

Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion, Tembakkan Gas Air Mata

Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion, Tembakkan Gas Air Mata

Kamis, 06 Oct 2022 09:57

Saudi Jadi Negara Arab Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang Tahun 2022

Saudi Jadi Negara Arab Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang Tahun 2022

Kamis, 06 Oct 2022 09:27

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Rabu, 05 Oct 2022 16:24

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Rabu, 05 Oct 2022 13:11

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Rabu, 05 Oct 2022 10:15

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Rabu, 05 Oct 2022 07:47

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oct 2022 07:41

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Rabu, 05 Oct 2022 05:38

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30


MUI

Must Read!
X