Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.249 views

Buah Masak Tak Jatuh Dijuluk

Oleh: Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

Riak yang ditimbulkan oleh pernyataan Puan agar Sumatera Barat (Sumbar) mendukung Pancasila, ternyata bersusun menjadi gelombang yang disambut oleh badai yang menghadang sehingga sauh yang sudah terkaitkan, terpaksa harus diangkat kembali.

Nakhoda memerintahkan putar haluan. Kapal tak jadi berlabuh karena pelabuhan juga enggan menerima. Itulah dahsyatnya dampak dari kata-kata. Apalagi bagi masyarakat Minangkabau.

Memahami bahasa yang tersirat merupakan "kepiawaian" yang terasah semenjak pandai berkata-kata. Orang Minang terlatih melihat "bayangan kata" yang meliputi cakupan dan rangkaian dari makna kata serta isyarat dari kata yang meliputi mafhum baik mukhalafah maupun muwafaqah.

Dengan kepekaan yang telah mendarah-daging tersebut, tidaklah rumit bagi masyarakat Minang untuk memahami kalimat Puan. Karena "bayang kata" Puan bukan dalam katagori yang tersuruk dari yang tersirat tapi sebatas yang tersirat dari yang tersurat. Bahkan kalau diperjelas lagi, ia adalah makna implisit dalam kedudukan eksplisit.

Menyuruh orang Sumbar mengikuti Pancasila, tak bisa dihindari dari dua keadaan yang tercetak dalam fikiran Puan. Orang Sumbar selama ini belum ikut Pancasila atau Orang Sumbar telah ikut Pancasila tapi bukan Pancasila dalam konsep Puan dan Partainya.

Dalam konteks demikian, maka kalimat Puan tidaklah bisa difahami sebagai bagian dari penegasan bahwa Puan mengakui Pancasilaisnya orang Sumbar.

Menggeser pernyataan Puan ke dalam "arahan internal partai", malah semakin menegaskan bahwa memang berbahaya indoktrinasi yang dijalankan dalam partai banteng itu tentang Sumbar! Kemana pun akan dialih, tidak akan menyelamatkan! Kata sudah terucap dengan susunan yang tidak bijak dan bunyi bertingkah tak harmonis serta di tempat yang tidak patut dan layak.

Apakah reaksi masyarakat Minang di ranah dan di rantau bisa dikategorikan "berlebihan" terhadap pernyataan Puan? Saya melihat, "tidak" bahkan itu adalah reaksi yang "wajar" dan "sepatutnya demikian".

Walaupun ada yang memperhalus reaksi itu dengan memakai pituah "bersilang kayu dalam tungku, makanya api hidup" namun pituah itu tak difahami oleh yang mengucapkannya. Perhatikanlah kata demi kata pituah tersebut dan fokus dengan kalimat "dalam tungku"!

Pernyataan Puan bukan dalam kategori "dalam tungku" tapi sudah "di luar tungku"! Begitu pula contoh-contoh adanya tokoh-tokoh yang saling berseberangan di ranah Minang termasuk tokoh komunis. Jangan dilihat sebatas itu!

Sejauh yang berseberangan itu tidak bertikai pada pondasi dasar "Keminangan", orang Minang sangatlah berlapang dada dalam perbedaan pandangan. Tapi bila perbedaan itu menyentuh perkara prinsip, padamlah nama itu dalam catatan masyarakat Minang walaupun dalam catatan sejarah, mereka tetap tertulis. Karena itu, orang Minang akan menyebut tokoh-tokoh komunis yang pernah ada di Minangkabau dengan menyunggingkan sebelah ujung bibir mereka.

Kenapa reaksi masyarakat Minang begitu keras terhadap pernyataan Puan?

Karena nilai-nilai Pancasila bagi Minangkabau telah menjadi pakaian hidup sebelum dia menjadi dasar negara. Karena itu masyarakat Minangkabau memiliki tafsir Pancasila yang telah teruji sepanjang sejarah perjalanan bangsa.

Tafsir itulah yang mengisi dada para pejuang Minang mulai dari Harimau Nan Salapan, Tuanku Imam Bonjol, Angku Hatta, Inyiak Agus Salim, Muh. Yamin, Sutan Syahrir, Buya Hamka, Buya Natsir dan lainnya.

Lima nilai mendasar yang ada di dalam Pancasila itu adalah pakaian Minangkabau. Ketauhidan, kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan dan Keadilan merupakan pondasi sosial masyarakat Minang.

Menyangsikan ketundukan masyarakat Sumbar yang merupakan daerah berpusatnya masyarakat Minang kepada nilai-nilai itu, sama saja menuduh mereka terlepas dari ciri khas keminangan mereka. Ada pameo yang terdengar dimana-mana "bila minang sudah tanggal maka kabaulah yang tinggal".
Inilah yang menjadi pantangan hidup seorang Minang.

Jadi, ketika banyak orang di Nusantara mungkin membutuhkan jabaran dari Pancasila, masyarakat Minangkabau malah memandang Pancasila adalah rumusan dari yang telah dijabarkan oleh mereka dalam praktek kehidupan.
Bagi siapa saja yang memahami suasana bathin tersebut, akan mengerti latar belakang kerasnya reaksi masyarakat Minang terhadap pernyataan Puan.

Bagaimana semestinya Puan dan para "parewa"nya menanggapi reaksi masyarakat Minang?

Saya pakai istilah "parewa" untuk menggambarkan mereka yang mencoba mendudukkan kalimat Puan tidak pada tempatnya karena yang dikedepankan mereka adalah "mahariek mahantam tanah" bukannya "gayung bersambut, kata berjawab".

Kalimat yang jelas maksud dan tujuannya, kalau dialihkan lagi tak lebih bagaikan "menegakkan benang basah". Masyarakat sudah memahami dengan benar makna dan maksud dari kata dan mereka sudah faham "bayang kata sampai". Semestinya para "parewa" itu sudah memahami ungkapan:
"Bakato Sapatah  Dipikiri, Bajalan  Salangkah  Madok Suruik" (Berkata separah difikiri, berjalan selangkah berpeluang surut ke belakang).

Kalau kearifan "berkata sepatah difikiri" telah tertinggalkan oleh Puan, maka kearifan kedua yaitu "berjalan selangkah menghadap surut" harus dipakaikan. Dengan mundurnya partai banteng dari medan nan bapaneh dalam PILKADA Sumbar, itu sudah resiko yang harus ditempuh dan bukanlah pilihan yang punya alternatif lain.

Namun di balik itu, ada yang dilupakan oleh Puan dan "Parewa"nya bahwa :
"Kaki tataruang inai padahannyo, Lidah tataruang ameh padahannyo" (Kaki tertarung inai tebusannya, lidah tertarung emas tebusannya).

Sebagian masyarakat Minang ketika menyikapi pernyataan Puan, ada yang dengan bijak secara cepat berharap Puan bisa meminta maaf. Sayang sekali para "parewa" Puan malah bereaksi seolah-olah itu adalah seperti meminta "sisiak ka limbek" (meminta sisik kepada ikan lele).

Mereka lupa bahwa sebenarnya maaf itu bukanlah karena diminta tapi kesadaran atas kesalahan yang melahirkan penyesalan dan membuahkan permintaan keridhaan dari orang yang dizhalimi. Namun sayang, kesombongan dan kekentalan pertimbangan politik membuat "permintaan maaf" menjadi area terlarang bagi Puan dan para "parewa"nya.

Mereka lupa bahwa itu adalah saran dari mereka yang ingin agar "cabiak jan manjadi kuyak dan ratak jan sampai pacah" (sobek jangan sampai koyak, retak jangan sampai pecah). Mereka juga lupa bahwa maaf itu bukanlah "jatuah bajuluak" (jatuh karena dijuluk).

Akibat dari kelupaan tersebut, tampillah "parewa-parewa" dengan bahasa-bahasa "menegakkan benang basah" yang juga mengaku sebagai orang Minang. Tentu reaksi seperti itu bukannya "mengumpulkan yang terserak, merekat yang retak" tapi malah semakin "memperseraikan yang terserak dan membuat percah berderai yang sudah retak".

Bagaimana sikap masyarakat Minang menghadapi reaksi para "parewa" tersebut?

Masyarakat Minang telah mencoba menguji keadilan hukum negeri ini dengan mengadukan pelecehan Ade Armando terhadap Minangkabau. Proses hukum yang entah bagaimana geraknya? Sering dipertanyakan kenapa masyarakat Minang diam saja setelah mengadu?

Berhati-hatilah dengan sikap diam tersebut! Karena dengan melaporkan kasus itu, orang Minang sedang mencoba dan menguji banyak hal. Diam di Minangkabau bisa lebih berdampak berat di kemudian hari. Pernahkan mendengar ungkapan, "diam mako bagarak, lumpuah mako bajajak" (diam makanya bergerak, lumpuh makanya berjejak).

Karena itu, setiap kata yang terlontar dari mulut para "parewa" Puan, tak akan dilayani lagi oleh orang Minang yang arif. Saatnya mengajari mereka dengan sikap dan perangai.

Ada ungkapan yang patut jadi renungan para "parewa" tersebut:

"Kok bagak, indak ka kami ajak bacakak. Kok cadiek, indak kami ka batanyo. Kok kayo, indak kami ka mamintak. Kok bagak, bagaklah surang. Kok cadiek, cadieklah surang. Kok kayo, kayolah surang"

(Kalau jagoan, tak akan diajak berantam. Kalau cerdik, tak akan ditanyai. Kalau kaya, tak akan dimintai. Jagoan, jagoan sajalah sendiri. Cerdik, cerdiklah sendiri. Kaya, kayalah sendiri)

Akibat yang timbul dari pengajaran dengan sikap dan perangai itu adalah "menganggap keberadaan Puan dan para "parewa"nya seperti tiada atau wujuduhum ka 'adamihim.

Menjadikan mereka bagaikan "mentimun bungkuk". Dimasukkan ke dalam karung tapi tidak masuk dalam hitungan.

Saya melihat, itulah buah yang memang patut dituai oleh mereka yang tegak dengan ego kepongahan tanpa memakai "raso jo pareso"(rasa dan periksa) sebagaimana tercakup dalam makna sila ke-2 Pancasila.

Akhirnya sebagai khitam, saya melihat peristiwa ini semakin membuktikan kebenaran firman Allah SWT:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ} [آل عمران : 118]

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya". (QS. Ali 'Imran 3:118)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X