Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.946 views

Kilometer 24 Itu Masih Sangat Jauh

 

Oleh:

Asyari Usman || Wartawan Senior

 

ADA-ADA saja. Dan cukup kreatif. Tahun 2024 disebut “Kilometer 24” (Km-24). Perjalanan politik dari sekarang sampai pilpres 2024 diibaratkan seperti menempuh jarak dengan sukatan kilometer (Km).

Sebutan “Kilometer-24” dimunculkan dalam konteks masa jabatan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga 2024. Belakangan ini beredar teori-teori yang mempertanyakan tentang kemungkinan Jokowi bisa menyelesaikan jabatannya. Banyak yang ragu. Mengingat krisis ekonomi yang akan semakin parah.

Dalam satu diskusi tak resmi belum lama ini di komplek restoran Nusa Dua, Senayan, seorang mantan anggota DPR-RI mengatakan, “Kilometer 24 itu masih sangat jauh. Belum tentu Jokowi bisa sampai ke sana.”

Beliau kemudian melanjutkan, “Untuk apa bicara Km-24, sampai tahun depan saja berat.”

Diskusi semakin panas. Tapi, panasnya hanya tinggi-tinggian suara saja. Bukan adu argumentasi. Semua yang ada di situ sepaham. Artinya, mereka yang duduk di “meja bundar” itu sama-sama yakin Jokowi akan menghadapi masalah besar.

Masalah berat itu berpangkal dari resesi ekonomi. Pertumbuhan negatif besar. Bisa minus 10% atau lebih sebagaimana diprediksikan oleh para pakar ekonomi. Kemudian, pertumbuhan minus besar itu akan memuntahkan krisis multi-dimensi.

Krisis politik adalah salah satu dimensi yang bisa membahayakan posisi Jokowi. Mengapa? Karena berbagai masalah krusial yang menumpuk di meja Presiden, bisa bergumpal menjadi kekuatan yang berpotensi menjatuhkan beliau. Krisis besar perekonomian hampir pasti akan melebar ke politik. Logis. Karena, rakyat yang dilanda masalah ekonomi akan langsung mempertanyakan kemampuan Presiden Jokowi memimpin negara.

Rakyat akan mempersoalkan apakah Jokowi masih sanggup mengelola negara atau tidak. Kalau krisis ekonomi sangat dalam, maka aksi-aksi spontanitas rakyat otomatis akan diarahkan ke eksekutif tertinggi. Ada semacam “mosi tak percaya”. Dan itu semua tertuju ke Presiden.

Begitulah karaterisik krisis ekonomi skala besar. Di mana pun juga. Tidak hanya di Indonesia. Para pemegang kekuasaan tertinggi akan selalu memikul tanggung jawab penuh dan tunggal. Perekonomian yang amburadul tidak mungkin disorot tanpa mengusik kepala pemerintahan. Kesalahan tidak bisa ditimpakan hanya kepada para menteri bidang perekonomian. Tidak cukup pula hanya diterapi dengan perombakan kabinet (reshuffle).

Utang yang menumpuk, kebangkrutan bisnis di mana-mana, kesulitan lapangan kerja, pengangguran yang berlipat-lipat, ‘capital flight’ besar-besaran, dlsb, menunjukkan bahwa keseluruhan pemerintahan dililit masalah berat. Itu artinya ada persoalan besar dalam pengelolaan negara. Ada masalah kepemimpinan. Ada problem serius di tingkat eksekutif tertinggi.

Mau tak mau posisi presiden atau perdana menteri disorot dari segala arah. Eksekutif tertinggi harus siap menghadapi kenyataan bahwa dirinya akan menjadi fokus sorotan kekuatan oposisi dan masyarakat sipil (civil society). Termasuk media mainstream yang independen.

Kembali ke Indonesia, krisis politik yang bersumber dari krisis ekonomi biasanya akan sangat mudah berkobar menjadi besar. Apalagi, Presiden Jokowi sudah banyak menumpuk masalah. Akumulasi masalah itu pasti akan bergemuruh dalam proses fermentasinya. Dan tekanan di dalam akumulasi itu bisa sangat tinggi.

Sebut saja beberapa ramuan yang menjadi beban Jokowi. Yaitu, janji-janji yang jauh dari terpenuhi. Kemudian, nepotisme yang cepat berkembang biak dan menjalar luas ke segala arah. Nepotisme itu antara lain tampak dari bagi-bagi jabatan komisaris BUMN kepada para komandan pendukung. Atau, alokasi posisi senior seperti wamen, dirjen, komisioner, dll. Juga nepotisme dalam bentuk ambisi anggota keluarga.

Tumpukan masalah yang menggunung itulah yang diperkirakan oleh “para pakar” meja bundar Nusa Dua akan menyulitkan perjalanan Jokowi menuju Kilometer 24. Ibarat mengendara di jalan yang rusak berat.

“Kilometer 24 itu masih jauh,” kata mantan anggota DPR mengulangi ucapannya. Dialah yang bertindak sebagai moderator dan ‘dominator’ diskusi.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Urgensi Literasi di Era Ghazwul Fikri

Urgensi Literasi di Era Ghazwul Fikri

Rabu, 30 Nov 2022 16:56

Ratusan Mahasiswa Terjerat Pinjol, Bukti Kecacatan Sistem Kapitalisme

Ratusan Mahasiswa Terjerat Pinjol, Bukti Kecacatan Sistem Kapitalisme

Rabu, 30 Nov 2022 16:44

LPBKI-MUI Selenggarakan Silatnas IV dengan Tema ‘Sinergi Pengembangan Literasi Islam Wasathiyah

LPBKI-MUI Selenggarakan Silatnas IV dengan Tema ‘Sinergi Pengembangan Literasi Islam Wasathiyah

Rabu, 30 Nov 2022 16:05

3 Tewas 23 Lainnya Terluka Dalam Serangan Jibaku TTP Pada Truk Polisi Pakistan

3 Tewas 23 Lainnya Terluka Dalam Serangan Jibaku TTP Pada Truk Polisi Pakistan

Rabu, 30 Nov 2022 15:45

Piala Dunia 2022: Kemunafikan Besar-besaran Barat Terhadap Qatar

Piala Dunia 2022: Kemunafikan Besar-besaran Barat Terhadap Qatar

Rabu, 30 Nov 2022 15:00

Saudi Tidak Berniat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia FIFA 2030

Saudi Tidak Berniat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia FIFA 2030

Rabu, 30 Nov 2022 14:20

Mantan striker Jerman Minta Maaf Setelah Ejek Pakaian Qatar Saat Komentari Pertandingan Piala Dunia

Mantan striker Jerman Minta Maaf Setelah Ejek Pakaian Qatar Saat Komentari Pertandingan Piala Dunia

Selasa, 29 Nov 2022 21:15

Taliban Berhasil Perbaiki Lebih Dari 60 Helikopter Dan Pesawat Sayap Tetap

Taliban Berhasil Perbaiki Lebih Dari 60 Helikopter Dan Pesawat Sayap Tetap

Selasa, 29 Nov 2022 20:40

PIJ Ancam Nyawa Bakal Menteri Pertahanan Israel Itamar Ben-Gvir

PIJ Ancam Nyawa Bakal Menteri Pertahanan Israel Itamar Ben-Gvir

Selasa, 29 Nov 2022 17:36

Musibah Mengingatkan kepada Nikmat

Musibah Mengingatkan kepada Nikmat

Selasa, 29 Nov 2022 12:04

Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Cegah Pejuang Jihad Islam Lancarkan Serangan Ke Israel

Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Cegah Pejuang Jihad Islam Lancarkan Serangan Ke Israel

Senin, 28 Nov 2022 17:26

Pasukan Somalia Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Al-Shabaab Untuk Merebut Hotel Villa Rose

Pasukan Somalia Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Al-Shabaab Untuk Merebut Hotel Villa Rose

Senin, 28 Nov 2022 16:15

Klub Sepak Bola Saudi Al-Nassr Siap Datangkan Ronaldo Dengan Kontrak 3 Tahun

Klub Sepak Bola Saudi Al-Nassr Siap Datangkan Ronaldo Dengan Kontrak 3 Tahun

Senin, 28 Nov 2022 15:15

198 Organisasi Serukan ICC Untuk Menyelidiki Kejahatan Israel Atas Palestina

198 Organisasi Serukan ICC Untuk Menyelidiki Kejahatan Israel Atas Palestina

Senin, 28 Nov 2022 14:15

Jakarta Islamic Boys Boarding School Gelar Lomba Memanah Perebutkan Piala Gubernur Jawa Barat

Jakarta Islamic Boys Boarding School Gelar Lomba Memanah Perebutkan Piala Gubernur Jawa Barat

Ahad, 27 Nov 2022 03:20

Roadshow DakwahQu di Sijunjung, UBN Ungkap Tiga Tingkatan Muslim Hadapi Bencana

Roadshow DakwahQu di Sijunjung, UBN Ungkap Tiga Tingkatan Muslim Hadapi Bencana

Ahad, 27 Nov 2022 03:10


MUI

Must Read!
X

Rabu, 30/11/2022 16:56

Urgensi Literasi di Era Ghazwul Fikri