Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.103 views

Agama, Sains, dan Corona

 

Oleh:

Ahmad Choirul Rofiq

Dosen IAIN Ponorogo

 

PERHATIAN umat manusia di seluruh dunia saat ini tertuju pada virus corona yang mewabah di banyak negara sejak ditemukannya kasus wabah Corona di Tiongkok pada sekitar bulan Nopember - Desember 2019. Lembaga WHO (World Health Organization), sebagai Badan Kesehatan Dunia, menyatakan bahwa virus Corona atau COVID-19 (Coronavirus Desease 2019) merupakan pandemi yang telah merenggut nyawa ribuan orang. Media-media massa memberitakan 24 jam terus menerus mengenai perkembangan kasus virus Corona itu. Tanggapan mengenai fenomena corona bermunculan dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, ilmuwan dan bahkan agamawan. Kemajuan sains ditantang untuk mengatasi dan menemukan obatnya, sedangkan otoritas keagamaan pun dituntut untuk dapat memberikan respon akurat dalam menghadapi permasalahan global tersebut.

Berdasarkan fitrah penciptaan manusia, akal merupakan modal penting yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia sejak kehadirannya di muka bumi. Dengan mengoptimalkan potensi akalnya, manusia mampu menciptakan peradaban yang sangat mengagumkan. Berkat adanya akal itulah kemajuan sains atau ilmu pengetahuan dapat terwujud. Namun keunggulan akal tersebut kadang justru diselewengkan manusia untuk melakukan tindakan-tindakan destruktif karena dorongan hawa nafsunya yang menjerumuskannya kepada kejahatan kemanusiaan. Akibatnya, dehumanisasi terjadi dan manusia kehilangan harkat mulia kemanusiaannya. Selanjutnya, kerusakan alam mendatangkan malapetaka dan penderitaan massif setelah kekayaan alam dieksploitasi besar-besaran oleh tangan-tangan serakah manusia.

Kini sains berpacu dengan waktu untuk menemukan obat mujarab penangkal virus Corona itu. Terlepas dari berbagai pendapat mengenai asal muasal secara pasti virus Corona dan beberapa teori konspirasi terkait penyebab kemunculan virus Corona, maka apresiasi kita patut disampaikan kepada para ilmuwan kesehatan yang telah menjelaskan rinci perihal virus Corona. Demikian pula penghargaan kepada para tenaga medis yang berhasil menyembuhkan pasien-pasien penderita Corona. Informasi kesehatan yang memadai berkaitan dengan Corona sudah dapat diakses masyarakat luas sehingga dapat digunakan untuk melakukan pencegahan melalui peningkatan imunitas tubuh, penjagaan kebersihan, penerapan social distancing, dan berupaya meminimalisasi penyebaran virus Corona.

Tidak hanya kalangan medis yang berjibaku dengan virus Corona. Kaum agamawan pun turut berupaya serius dalam memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat dengan pandangan-pandangan keagamaannya, walaupun ada sebagian pihak yang malah melontarkan narasi keagamaan secara salah kaprah terkait fenomena virus Corona, misalnya, dengan mengatakan bahwa takdir kematian seseorang itu sudah ditentukan Tuhan, dan tidak perlu takut kepada Corona karena yang harus ditakuti hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bersikap Proporsional

Dalam kajian agama Islam memang terdapat sikap keagamaan yang fatalistik dan ada pula yang logis rasional ketika memahami, meyakini, dan menyikapi takdir Tuhan. Sikap fatalistik cenderung pasif dan menyerahkan segala hal yang terjadi di alam semesta kepada ketetapan Tuhan sehingga meniadakan kewenangan manusia di dalamnya. Manusia yang dikuasai fatalisme biasanya tidak mau memberdayakan potensi akalnya yang dianugerahkan Tuhan kepadanya untuk mengatasi permasalahan kehidupannya. Pandemi Corona dihadapi dengan hanya modal pemahaman keagamaan dan keimanan secara sempit, tanpa peduli pada informasi dan saran-saran kesehatan. Menurutnya, penanggulangan virus Corona dipasrahkan kepada takdir Tuhan sebab terkena virus Corona maupun terhindar dari virus itu sudah ditakdirkan Tuhan.

Sebaliknya, sikap keagamaan rasional berupaya maksimal untuk memanfaatkan karunia akal yang diberikan Tuhan agar menemukan solusi persoalan-persoalan kehidupan yang dialaminya dengan mengkombinasikan petuah-petuah keagamaan dan panduan-panduan ilmu pengetahuan (sains) secara proporsional. Musibah kemanusiaan merupakan takdir Tuhan yang tidak lepas dari hukum kausalitas (sebab-akibat) di dalamnya. Hukum kausalitas itulah yang harus dianalisis dengan seksama. Fenomena tersebarnya virus Corona yang telah menjangkiti banyak orang dan mengakibatkan kematian ribuan jiwa tersebut disebabkan kelalaian manusia yang bertentangan dengan tuntunan Tuhan maupun hukum alam semesta. (“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia”. QS. al-Rum [30]: 41). Tetapi kelalaian tersebut kadang tidak disadari oleh manusia. Di samping itu, sikap rasional itu diperlihatkan dengan menaati prosedur kesehatan yang ditetapkan oleh ahli kesehatan untuk penanggulangan pandemi virus Corona dan sekaligus menyertainya dengan kesungguhan dalam berdoa kepada Tuhan YME agar segera menghentikan musibah ini.  Setiap kejadian adalah atas kehendak Tuhan, sebagaimana firman-Nya:“Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman harus bertawakkal." (QS. al-Taubah [9]: 51). Dengan respon proporsional inilah, nalar keagamaan dan nalar sains dapat berjalan seimbang.

Hikmah sejarah masa lalu dapat dijadikan pedoman umat Islam dalam bersikap proporsional menghadapi pandemi virus Corona. Rasulullah SAW bersabda bahwa apabila terdengar kabar valid mengenai adanya wabah penyakit yang sedang berjangkit di suatu negeri, maka kita dilarang memasuki negeri itu. Apabila telah ada yang terjangkit wabah, maka tidak boleh mencampurkan antara orang sehat dengan orang sakit.Umar bin al-Khaththab pun pernah membatalkan kunjungannya ke Syam karena telah terjadi pandemi penyakit di Syam saat itu. Dengan demikian, wabah penyakit itu tidak semakin tersebar luas dan penyebarannya dapat dibatasi. Kematian manusia telah ditentukan oleh Tuhan, namun manusia diberikan kebebasan memilih untuk berusaha menghindari suatu bencana (“Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.QS. al-Baqarah [2]: 195) dan mengutamakan keselamatan jiwa (hifdhun nafs).

Pandemi virus Corona semestinya disikapi secara proporsional. Orang-orangyang beragama dituntut untuk menyelaraskan antara keimanan di hatinya dan rasionalitas akalnya dalam menyikapi permasalahan kehidupan. Kongkretnya, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kebijakan pemerintah terkait penanggulangan virus Corona harus dipatuhi. Orang-orang yang ahli di bidang sains diwajibkan menggunakan temuan ilmiahnya untuk kemaslahatan bersama, bukan untuk kesenangan segelintir individu maupun kelompok tertentu.

Sedangkan aparat negara diharuskan menerapkan kebijakan responsif dan akurat yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas, termasuk pemberlakuan lockdown terhadap suatu wilayah terjangkit, memberikan pemahaman keagamaan yang rasional kepada publik, serta mengoptimalkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi demi terciptanya kedamaian kehidupan manusia dan alam semesta dengan membuat regulasi yang tidak memberi peluang kepada eksploitasi sumber daya alam yang dapat mengakibatkan kemarahan Tuhan dan kemurkaan alam (bencana ekologis).*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 19:29

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Kamis, 02 Apr 2020 18:51

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Kamis, 02 Apr 2020 18:40

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Kamis, 02 Apr 2020 18:08

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Kamis, 02 Apr 2020 17:44

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Kamis, 02 Apr 2020 16:35

Efek Wabah Corona, Jamaah Meunasah Lamduro Darussalam Bagikan Sembako Untuk Keluarga Miskin

Efek Wabah Corona, Jamaah Meunasah Lamduro Darussalam Bagikan Sembako Untuk Keluarga Miskin

Kamis, 02 Apr 2020 16:13

Kafir, Meninggalkan Shalat Jumat Tiga Kali karena Corona? Berikut Penjelasan KH Cholil Nafis

Kafir, Meninggalkan Shalat Jumat Tiga Kali karena Corona? Berikut Penjelasan KH Cholil Nafis

Kamis, 02 Apr 2020 14:57

Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syi'ah Dukungan Iran Mulai Jarah Properti Warga Sipil di Idlib

Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syi'ah Dukungan Iran Mulai Jarah Properti Warga Sipil di Idlib

Kamis, 02 Apr 2020 14:45

Jangan Paranoid!

Jangan Paranoid!

Kamis, 02 Apr 2020 13:53

35 Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah  Rawat 1084 Pasien Covid-19

35 Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Rawat 1084 Pasien Covid-19

Kamis, 02 Apr 2020 12:27

Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Kamis, 02 Apr 2020 08:30

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Kamis, 02 Apr 2020 07:46

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Kamis, 02 Apr 2020 06:55

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Kamis, 02 Apr 2020 04:50

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Kamis, 02 Apr 2020 01:21

Keimanan dan Kemanusiaan

Keimanan dan Kemanusiaan

Rabu, 01 Apr 2020 23:43

Gugur di Medan Juang

Gugur di Medan Juang

Rabu, 01 Apr 2020 22:48

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Rabu, 01 Apr 2020 22:25

Delegasi Taliban Berada di Kabul untuk Memulai Proses Pertukaran Tahanan dengan Pemerintah

Delegasi Taliban Berada di Kabul untuk Memulai Proses Pertukaran Tahanan dengan Pemerintah

Rabu, 01 Apr 2020 22:06


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 30/03/2020 13:51

Menakar Seberapa Besar Sosok Corona?