Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.358 views

Laksanakan Hadits Nabi, Penyebaran Covid-19 Akan Terhenti

 

Oleh:

Siti Aisyah

Koordinator Penulisan Komunitas Muslimah Menulis, Depok

 

“Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tahukah Anda, hadits di atas merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi penyebaran covid-19 yang kian hari kian kian merebak. Di Indonesia saja, dari hari ke hari pasien yang terinfeksi covid-19 terus bertambah. Menurut Jubir penanganan corona, Achmad Yurianto, hingga Sabtu 21 Maret 2020, tercatat 450 pasien positif terinfeksi, 38 orang meninggal dan 20 orang sembuh. Jumlah tersebut naik cukup signifikan dibandingkan sebelumnya, 20 Maret 2020 masih sebanyak 369 orang positif, sembuh 17 orang dan meninggal dunia 32 orang. Pertambahan pasien yang terinfeksi covid-19 cukup signifikan.

Sebenarnya, hal tersebut tidak akan terjadi ketika kita laksanakan hadits Nabi, penyebaran covid-19 akan terhenti.

Buktinya, kita bisa berkaca pada kisah khalifah Umar bin Khattab ra. Waktu itu, pada 18 H, Khalifah Umar bin Khattab ra bersama para sahabatnya berjalan dari Madinah menuju negeri Syam. Perjalanan mereka terhenti di perbatasan sebelum masuk Syam karena mendengar ada wabah tha'un amwas (penyakit menular dengan benjolan di seluruh tubuh yang akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan) yang melanda negeri tersebut.

Terjadi diskusi di antara para sahabat, apakah mereka harus tetap melakukan perjalanan atau kah pulang ke Madinah. Waktu itu, Abdurrahman bin Auf ra mengucapkan hadits Rasulullah SAW. “Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya” (HR. Bukhari dan Muslim). Akhirnya mereka pun pulang ke Madinah. Mereka pun selamat dari wabah tersebut.

Hadits Nabi tersebut itu merupakan konsep dari istilah yang kita kenal lockdown. Lockdown adalah yang melarang warga untuk masuk ke suatu tempat karena kondisi darurat.

Para sahabat yang berada di daerah wabah pun melaksanakan hadits Nabi tersebut, walaupun nyawa taruhannya. Tercatat sekitar 20 ribu orang, hampir separuh penduduk Syam ketika itu wafat. Para sahabat pun ada yang wafat juga. Salah satunya Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, Suhail bin Amr.

Amru bin Ash bin Wa'il bin Hisyam yang memimpin Syam waktu itu, diminta memberikan rekomendasi untuk Khalifah Umar ibn Khattab ketika wabah tha’un Amwas melanda negeri Syam. Amru bis Ash pun membuat pengamatan dan memetakan permasalahan. Ia menyimpulkan, penularan terjadi saat orang-orang berkumpul di satu tempat. Maka, rekomendasinya supaya orang-orang tidak berkumpul, tapi juga tidak ke mana-mana, di area yang sudah isolasi. Kalau bahasa sekarang adalah social distancing yakni mengurangi interaksi di luar rumah dengan orang lain, termasuk berpencar menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang.

Amr bin Ash pun berkata: “Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Jaga jaraklah dan berpencarlah kalian dengan menempatkan diri di gunung-gunung…”

Akhirnya, penduduk Amwas semuanya berpencar, menempati gunung-gunung, gua-gua dan tempat-tempat lainnya. Hasilnya pun sungguh efektif, hanya dalam hitungan hari, wabah itu bisa dikendalikan. Tidak ada lagi penularan pada orang-orang yang masih sehat. Wabah pun berhenti layaknya api yang padam karena tidak bisa lagi menemukan bahan yang dibakar.

Inilah konsep lockdown dan social distancing sebagaimana sabda Rasulullah SAW di atas dan dipraktikkan oleh Khalifah Umar bin Al Khattab ra dan Pemimpin Syam yakni Amru bin Ash bin Wa'il bin Hisyam, sebagai sebuah upaya atau ikhtiar dalam menghadapi wabah menular yang mematikan seperti halnya covid-19.

Akankah pemerintah Indonesia mau berkaca dari kisah Khalifah Umar bin Al Khatab ataukah membiarkan penyebaran wabah virus covid-19 semakin merebak dan korban positif terinfeksi terus bertambah?*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Selasa, 19 Jan 2021 00:28

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Senin, 18 Jan 2021 23:34

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

Senin, 18 Jan 2021 22:59

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Senin, 18 Jan 2021 22:34

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Senin, 18 Jan 2021 22:28

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Senin, 18 Jan 2021 22:15

Zainab bint Jahsy, Sang Ummul Mukminin yang Produktif

Zainab bint Jahsy, Sang Ummul Mukminin yang Produktif

Senin, 18 Jan 2021 22:10

Setiap Jiwa Milik Allah

Setiap Jiwa Milik Allah

Senin, 18 Jan 2021 22:02

Yayasan Waqaf Haroen Aly Gelar Pelatihan dan Workshop Perangkat Pembelajaran

Yayasan Waqaf Haroen Aly Gelar Pelatihan dan Workshop Perangkat Pembelajaran

Senin, 18 Jan 2021 21:53

Menakar Vaksinasi Sebagai Solusi

Menakar Vaksinasi Sebagai Solusi

Senin, 18 Jan 2021 21:49

Khawatir Serangan Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Yang Terlibat Pengamanan Pelantikan Biden

Khawatir Serangan Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Yang Terlibat Pengamanan Pelantikan Biden

Senin, 18 Jan 2021 21:47

Kapal Kemanusiaan untuk Darurat Bencana

Kapal Kemanusiaan untuk Darurat Bencana

Senin, 18 Jan 2021 21:38

Awal Tahun Bencana Beruntun, Mana Relawan Gerak Cepatnya?

Awal Tahun Bencana Beruntun, Mana Relawan Gerak Cepatnya?

Senin, 18 Jan 2021 16:29

DPR Harus Bongkar Komitmen Cakapolri Tak Kerja Demi Penguasa

DPR Harus Bongkar Komitmen Cakapolri Tak Kerja Demi Penguasa

Senin, 18 Jan 2021 14:32

Pembunuhan Politik

Pembunuhan Politik

Senin, 18 Jan 2021 14:26

Turki Berencana Buka Kembali Sekolah Mulai 15 Februari

Turki Berencana Buka Kembali Sekolah Mulai 15 Februari

Senin, 18 Jan 2021 14:00

Gubernur Mandera: Al-Shabaab Kuasai Sebagian Besar Timur Laut Kenya

Gubernur Mandera: Al-Shabaab Kuasai Sebagian Besar Timur Laut Kenya

Senin, 18 Jan 2021 13:23

Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Batasi Kepemilikan Lahan

Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Batasi Kepemilikan Lahan

Senin, 18 Jan 2021 09:52

Fraksi PKS Kembali Potong Gaji untuk Bantu Korban Bencana

Fraksi PKS Kembali Potong Gaji untuk Bantu Korban Bencana

Senin, 18 Jan 2021 09:15

Cintai Ibumu Tanpa Tapi, Tanpa Nanti

Cintai Ibumu Tanpa Tapi, Tanpa Nanti

Senin, 18 Jan 2021 08:57


MUI

Must Read!
X