Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.424 views

Islam Merawat Kebangsaan

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

SALAH satu materi standardisasi dai yang digagas MUI adalah mengenai kebangsaan. Dengan adanya standardisasi ini diharapkan para dai mampu memadukan dengan baik antara Islam dan kebangsaan.

Sebenarnya Islam sendiri sangat memperhatikan eksistensi sebuah bangsa. Bahkan dengan cakupan ajarannya, Islam telah merawat kebangsaan melebihi anggapan mereka yang mengklaim dirinya sebagai sosok paling nasionalis.

 Islam berbicara tentang kebangsaan di dalam firman Alloh swt yang artinya:

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari jenis laki - laki dan perempuan. Dan Kami menjadikan kalian bersuku - suku dan berbangsa - bangsa agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Alloh adalah orang - orang yang paling bertaqwa” (TQS. Al Hujurat ayat 13).

Di dalam ayat ini jelas keberadaan manusia di dalam suku dan bangsanya masing - masing adalah hal yang diakui oleh Islam. Bahkan dengan demikian akan memudahkan untuk saling mengenal. Akan sulit rasanya untuk mengidentifikasi bila beberapa orang mempunyai nama yang sama tanpa menyertakan identitas daerah, suku maupun bangsanya.

Hanya saja faktor suku dan kebangsaan ini tidak boleh dijadikan patokan kemuliaan antar individu maupun antar suku bangsa. Hal demikian akan mengakibatkan terjadinya penjajahan atas satu bangsa oleh bangsa yang lain. Ini adalah bencana bagi kemanusiaan.

Ideologi fasisme Hitler yang memandang bangsa Arya lebih mulia atas bangsa yang lain,dan ras apartheid yang ditentang oleh Nelson Mandela, merupakan pandangan rasisme yang ditolak keras oleh Islam.

Islam telah menggariskan bahwa bangsa dan kekayaan alam yang di miliki suatu bangsa harus digunakan untuk sebesar - besarnya kemakmuran rakyat. Bahkan terbunuh dalam mempertahankannya tercatat sebagai syahid. Demikianlah wujud nyata merawat kebangsaan sebagai manifestasi ketaqwaan.

Dalam hal ini Rasul saw bersabda yang artinya: "Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan harta bendanya maka ia mati syahid.” (HR Muslim).

Tanah air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya termasuk di dalam terminologi harta benda.

Adapun dalam menjamin lurusnya aturan, sangsi itu dibutuhkan sebagai pintu terakhir di dalam menegakkan aturan, setelah peringatan diberikan.

Di dalam merawat kebangsaan ini, selain ada seperangkat aturan normatif, Islam juga menyediakan seperangkat sangsi bagi pelanggaran di dalamnya. Di sinilah urgensi fungsi agama di dalam penjagaan bangsa dan negara.

 

Aktifitas rasisme tidak akan diberikan ruang di dalam Islam. Alasannya tidak ada keutamaan bangsa Arab dengan non Arab kecuali karena taqwanya. Maka sanksi dalam aktifitas rasisme ini termasuk takzir yang kadarnya disesuaikan dengan mudhorot kejahatannya.

Tawuran antar supporter sepak bola, termasuk penganiayaan hingga meninggal dunia, perang antar suku dan membiarkan terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap kekayaan alam bangsa merupakan hal - hal yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terjadinya disintegrasi bangsa dengan pengajuan referendum itu sudah menunjukkan masalah akut terkait perawatan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di sinilah urgen sekali untuk memperhatikan upaya pengaturan kemakmuran menggunakan prinsip pembelanjaan bagi daerah itu disesuaikan dengan kebutuhannya, bukan pemasukannya.

Bahkan adanya penguasaan 50 persen aset kekayaan bangsa oleh 1 persen orang, tentunya menimbulkan kesenjangan yang berat antara si kaya dan si miskin. Akibatnya rakyat kecil harus berusaha untuk menyambung hidup sendiri. Mirisnya tidak jarang rakyat terjerat ke dalam perbuatan-perbuatan yang terkategori sebagai kejahatan.

Begitu pula, yang bisa merusak kehidupan kebangsaan adalah kesan penghamburan uang negara. Staf khusus presiden yang gajinya fantastis tembus Rp 51 juta tapi kerjanya minimalis. Sedangkan nasib guru honorer yang harus terus bersabar mengencangkan ikat pinggang. Padahal menurut Mendiknas, posisi guru itu mulia dan pekerjaan tersulit.

Berbagai ketidakadilan ini tentunya tidak bisa menjadi jaminan dalam merawat kebangsaan. Justru ini akan menjadi bom waktu yang berbahaya.

Di sinilah koridor Islam mendudukkan agar kekayaan alam itu tidak berputar di sekitar orang kaya saja. Artinya, kepedulian orang kaya untuk ikut membantu pengentasan kemiskinan di dalam kehidupan kebangsaan.

Demikianlah konotasi merawat kebangsaan yang dikehendaki oleh Islam. Sebuah kebangsaan yang mandiri, merdeka dan berkesejahteraan untuk diwujudkan di tengah-tengah masyarakat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Jepang Lebih Islami daripada Muslim Sendiri, Benarkah?

Jepang Lebih Islami daripada Muslim Sendiri, Benarkah?

Sabtu, 18 Jan 2020 23:34

Saat Suami Lemah Urusan Nafkah, Haruskah Istri Bersabar?

Saat Suami Lemah Urusan Nafkah, Haruskah Istri Bersabar?

Sabtu, 18 Jan 2020 23:04

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sabtu, 18 Jan 2020 20:30

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Sabtu, 18 Jan 2020 19:43

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Sabtu, 18 Jan 2020 19:11

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Sabtu, 18 Jan 2020 18:57

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Sabtu, 18 Jan 2020 18:53

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Sabtu, 18 Jan 2020 18:49

Liberalisasi Pariwisata

Liberalisasi Pariwisata

Sabtu, 18 Jan 2020 18:35

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Sabtu, 18 Jan 2020 18:32

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Sabtu, 18 Jan 2020 18:23

Manfaat Menghindari Riba

Manfaat Menghindari Riba

Sabtu, 18 Jan 2020 18:19

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Sabtu, 18 Jan 2020 18:10

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Sabtu, 18 Jan 2020 18:08

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 18:00

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Sabtu, 18 Jan 2020 08:02

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

Sabtu, 18 Jan 2020 07:18

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Sabtu, 18 Jan 2020 06:57

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 06:47

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Sabtu, 18 Jan 2020 05:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X