Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.001 views

Masih Soal Pembatalan Kuliah Umum UAS di UGM

 

Oleh:

Ummu Bisyarah

 

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) yang terkenal dengan "Kampus Kerakyatan" ini kembali menjadi sorotan media karena keputusannya dalam membatalkan kuliah umum Ustadz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS. UAS yang dijadwalkan mengisi kuliah umum hari sabtu tanggal 12 Oktober 2019 bertajuk "Integrasi Islam dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) : Pondasi Kemajuan Indonesia" terpaksa dibatalkan dengan dalih tak selaras dengan jati diri UGM itu sendiri. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Iva Ariani ( Kepala Humas dan Protokol UGM).

Takmir masjid kampus UGM mengaku tak setuju dengan pembatalan ini, dan menilai pembatalan ini bersifat sepihak. Takmir dipaksa untuk membatalkan acara ini oleh pihak rektorat dengan alasan adanya tekanan dari luar (terutama Alumni). Hal ini dikonfirmasi langsung oleh takmir pada akun instagram @masjidkampusugm. Pada akun tersebut dijelaskan bahwa takmir sudah berusaha menjelaskan kepada pihak rektorat bahwa kajian tersebut bersifat akademik, namun apapun penjelasan takmir ditolak dengan dalih Rektor UGM adalah pejabat tertinggi di UGM dan sudah memutuskan untuk menolak  kuliah umum UAS. Rektorat juga mengatakan bahwa Sultan Hamengkubuono X juga menolak kedatangan UAS di UGM.

Sebenarnya penolakan UGM kepada beberapa orang yang dituding "radikal" tak hanya terjadi sekali ini saja. Namun sudah beberapa kali terjadi. Tahun lalu saat acara RDK ( Ramadhan di Kampus) 2018, UGM juga mencoret sejumlah nama yang dijadwalkan menjadi penceramah pada acara tersebut. Beberapa nama itu yakni Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR) yang saat itu memang gencar mengkritik kebijakan penguasa yang mendzolimi rakyat, Ustadz Ismail Yusanto (juru bicara HTI) dan Nopriadi Hermani ( dosen UGM fakultas Teknik, prodi Teknik Fisika dan Nuklir). Para pembicara ini diganti karena dianggap meresahkan masyarakat dan berafiliasi dengan organisasi terlarang, hal ini disampaikan langsung oleh Panut Mulyono selaku Rektor UGM pada Jumat (16/05/18)

Dalam kasus ini ada beberapa hal yang penulis garis merahi

Pertama: matinya Kebebasan Akademik. Terlihat sekali bagaimana upaya pemerintah untuk membungkam dakwah Islam tapi gencar menyuarakan kebatilan. Bagaimana bisa kuliah yang bertajuk "iptek" dinilai tak sesuai jati diri, sedangkan seminar LGBT di fasilitasi bahkan didanai. Jadi apakah LGBT sesuai dengan jati diri kampus ini?

Bukankah kampus merupakan pusat seluruh gagasan bertemu dan dijadikan sebuah perdebatan ilmiah? Karena disinilah pusat bertemunya para intelektual dari seluruh Indonesia. Justru dengan pelarangan kuliah umum ini menunjukkan kampus UGM telah kehilangan jati dirinya sebagai kampus dimana sebuah gagasan itu untuk dipelajari lalu disanggah bukan untuk diadili, apalagi sepihak.

Kedua: UGM telah merendahkan akal mahasiswanya.

UGM adalah salah satu kampus favorit di Indonesia. Sejak didirikan tahun 1949 kampus ini konsisten menempati posisi 1 daftar universitas terbaik di Indonesia. Dengan statusnya sebagai PTN (Kemenristekdikti). Maka tak heran jika persaingan di kampus ini cukup ketat dan tak sembarang mahasiswa yang bisa diterima di kampus kerakyatan ini. Maka jelas bahwa mahasiswa UGM adalah para pemikir ulung dan intelektual yg senantiasa berfikir dalam bertindak. Jika ada paham apapun yang tak sesuai akal mereka pasti mereka kritis bahkan sampai melakukan penelitian tentang hal tersebut hingga akal mereka puas.

Namun dengan pembatalan acara ini jelas sekali bahwa pihak kampus "merendahkan" bahkan meremehkan Akal Mahasiswa UGM itu sendiri. Padahal jikalau pun yang disampaikan UAS adalah hal yang "berbahaya" dan tidak sesuai dengan akal mereka, pasti akan ada pengkajian terlebih dahulu oleh para intelektual ini, bukan langsung diterima sebagai doktrin.

Ketiga: Kampus sudah tak netral, teracuni paham sekulerisme.

Terlihat sekali bahwa kampus sudah tak lagi objektif dan secara tidak langsung mereka dijadikan alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya. Hal ini terlihat bagaimana mereka menghalangi dakwah islam, dari mulai kasus ancaman terhadap PTK yang diduga berafiliasi dengan organisasi terlarang, pencabutan beasiswa para mahasiswa yang "diduga" berafiliasi dengan HTI hingga secara sepihak mengeluarkan mahasiswa yang lantang menyuarakan kedzoliman penguasa, seperti kasus Hikma Sanggala yang sempat menuai pro kontra.Namun terlihat lembek kepada kedzoliman yang jelas - jelas akan merusak masyarakat. Seperti diadakannya seminar yang pro terhadap LGBT dengan dalih kajian ilmiah.

Racun sekulerisme yakni pemisahan antara agama dengan kehidupan mulai meracuni kampus. Seminar - seminar atau acara lain yang bertajuk "islami" selalu dicurigai dan berusaha untuk dibatalkan. Padahal sejatinya Islam tidaklah bisa dipisahkan dari kehidupan apalagi ilmu pengetahuan.

Karena sumbangan Islam terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah besar, walau nyatanya barat menutup - nutupi sejarah kegemilangan Islam selama 14 abad. Sebut saja Ibnu Al -Haytam seorang polymath yang ahli dalam optika, juga mekanika. Ibnu Sina yang juga seorang polymath ahli kedokteran yang hingga kini menjadi rujukan, dan ilmuan lain yang melatarbelakangi ilmu pengetahuan masa kini. Maka merupakan hal mustahil untuk memisahkan Islam dengan iptek karena Allah mendorong umatnya dalam Al-Quran untuk menjadi sebaik - baik hamba yakni hamba yang bermanfaat.

Dalam masalah ini terlihat jelas kemunafikan ideologi kapitalisme yang diemban bangsa ini. Kapitalisme dengan slogan kebebasannya hanyalah hoaks yang dihembuskan para pengembannya dengan topeng manis menjanjikan seribu janji. Padahal dibalik topeng itu kebebasan hanyalah alat promosi, nyatanya kebebasan akademikpun dibungkam, kebebasan menyampaikan kritik kepada penguasa dipersekusi, kebebasan menyebarkan kebenaran dihukum mati. Mana yang namanya kebebasan? Hanya tameng untuk membentengi diri kapitalisme itu sendiri yang kini sekarat penuh luka yang tak lama lagi akan mati.

Wahai para intelektual, kenalilah musuh sejati bangsa ini. Musuh kalian bukanlah saudara sesama muslim yang kini di persekusi. Sadarlah bahwa musuh kalian adalah para antek dengan kepentingan memperkaya diri di negri ini yang disetir oleh musuh sejati, yakni para kapitalis yang tak ingin kekuasaannya yang hampir 1 abad ini mati. Lihat saja satu per satu dari mereka terungkap aibnya, terciduk KPK.

Sadarlah para intelektual, akal kalian telah diracuni oleh paham sekuler yang hanya mencetak kalian menjadi buruh murah secara instan. Mengunci rapat akal kalian, membungkam erat mulut kalian untuk menyuarakan kebenaran dengan iming - iming uang dan kenikmatan dunia.

Bangkitlah dari rantai yang mengikat kalian, tentunya dengan kebangkitan yang hakiki, bukan kebangkitan semu tak berarah seperti yang tercatat dalam sejarah, revormasi 98.

Arah kebangkitan hakiki hanyalah dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rosulullah yang terbukti berhasil merubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat pemikir yang memimpin peradaban manusia dan menjadi mercusuar peradaban selama 14 abad lamanya. Yakni perubahan hakiki dengan Islam.

Di dalam Islam intelektual baik muslim maupun non muslim mendapat hak sama untuk bereksplorasi, mempelajari apapun dan mengkritik apapun bahkan penguasa bila dia dzolim terhadap rakyatnya, bahkan hal ini diwajibkan. Hal ini terbukti lahirnya ribuan polymath yakni orang yang ahli di banyak bidang seperti Maryam Al Asturlabi, Ibnu Sina, Abbas ibn Firnas, Al Jabr dll.

Karena kalian adalah ujung tombak kebangkitan. Maka jangan pernah mau terkekang apalagi terbungkam. Bangkitlan!*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Ahad, 17 Nov 2019 23:24

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Ahad, 17 Nov 2019 23:12

JNIM Bobol Penjara di Mali Utara, Bebaskan Puluhan Tahanan Jihadis

JNIM Bobol Penjara di Mali Utara, Bebaskan Puluhan Tahanan Jihadis

Ahad, 17 Nov 2019 19:00

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Ahad, 17 Nov 2019 16:14

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Ahad, 17 Nov 2019 15:14

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Ahad, 17 Nov 2019 14:15

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Ahad, 17 Nov 2019 13:15

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Ahad, 17 Nov 2019 12:16

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Ahad, 17 Nov 2019 11:15

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Ahad, 17 Nov 2019 10:23

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Ahad, 17 Nov 2019 09:19

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ahad, 17 Nov 2019 06:53

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sabtu, 16 Nov 2019 22:00

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

Sabtu, 16 Nov 2019 21:30

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Sabtu, 16 Nov 2019 20:45

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Sabtu, 16 Nov 2019 20:00

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Sabtu, 16 Nov 2019 18:30

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Sabtu, 16 Nov 2019 10:16

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Sabtu, 16 Nov 2019 09:49

Tiga Periode, Gak Salah?

Tiga Periode, Gak Salah?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:48


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X