Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.618 views

Radikalisme Jadi Kambing Hitam

 

Oleh:

Ainul Mizan*

 

KAMIS siang (10/10/2019), publik Indonesia dibuat geger. Pasalnya seorang Menkopulhukam menjadi korban penusukan di Pandeglang, Banten (www.merdeka.com, Jum’at 11/10/2019). Setelah itu, Pak Wiranto langsung dilarikan ke RSUD Pandeglang kemudian dirujuk ke RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) di Jakpus.

Tentunya kejadian penyerangan seperti ini tidaklah bisa dibenarkan dan patut mendapat kecaman. Bahkan hal demikian tentunya merupakan tindakan teror yang bisa membahayakan nyawa orang lain. Semoga beliau, Pak Wiranto segera lekas diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

Adapun selanjutnya dibangun sebuah narasi dan wacana bahwa setelah kejadian ini, Presiden Jokowi menyerukan untuk memerangi paham radikalisme (www.cnnindonesia.com, Kamis 10/10 2019). Tentunya seruan memerangi radikalisme susah untuk dilepaskan dari nuansa islamophobia. Melihat fragmen banyaknya persekusi terhadap ulama, yang terbaru kasus pembatalan kuliah umum UAS di Masjid UGM yang rencananya hari Sabtu, 12 Oktober 2019. Terbitnya Perpu Nomer 2 Tahun 2017, yang digunakan untuk mencabut BHP dari ormas HTI. Begitu pula alerginya istana dengan hal – hal yang berbau bendera tauhid, salah satu contohnya langkah Menag yang melakukan investigasi di MAN 1 Sukabumi, Jabar (www.nasional.tempo.co, 21 Juli 2019). Ini saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa narasi radikalisme itu diarahkan kepada Islam dan aktivisnya.

Sesungguhnya radikalisme bukanlah ajaran Islam. Islam tidak mengajarkan melakukan tindakan – tindakan teror dan radikal untuk melakukan perubahan kearah Islam di tengah – tengah masyarakat. Pendek kata, dakwah atau seruan kepada Islam disampaikan dengan menyeru akal manusia agar terbentuk sebuah kesadaran sebagai hamba Allah SWT yang senantiasa harus beribadah kepadaNya. Tentunya aktivitas demikian sejalan dengan sila pertama Pancasila yang menjadi asas dari semua sila Pancasila.

Justru, yang menjadikan metode menyebar teror dan radikal dalam melakukan perubahan di masyarakat adalah Ideologi Komunis. Bermula dari pandangan Lenin yang memandang konsepsi perubahan ala Marxisme adalah sebuah utopia. Maka Lenin mengambil haluan revolusi fisik guna bisa mewujudkan cita – cita yakni masyarakat tanpa kelas. Jadi bisa dipahami faktanya dari Revolusi Bolsevick Lenin. Ia menghabisi semua keluarga Tsar Rusia.

Begitu pula yang terjadi di Indonesia yaitu pemberontakan PKI. Baik dari PKI Muso tahun 1948 dan aksi G 30 S/PKI tahun 1965, aksi yang dilakukannya adalah sebuah kekejaman, kesadisan dan keberutalan yang tidak bisa diterima oleh rasa kemanusiaan.

Jadi salah alamat bila Islam menjadi pihak tertuduh dalam narasi radikalisme ini. Bila radikalisme itu bukan ajaran Islam, tentunya ajaran Islam secara keseluruhan tidaklah mengandung radikalisme di dalamnya. Islam sangatlah memuliakan kehidupan yang ada pada seseorang. Bahkan dalam menjaganya, Islam menetapkan ancaman dan sangsi yang tegas dan keras.

Allah SWT menyatakan dalam sebuah firmanNya yang artinya: “Barangsiapa yang membunuh orang lain tanpa sebab yang dibenarkan, atau karena berbuat kerusakan di muka bumi, maka ia layaknya membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan orang lain, maka ia layaknya telah menghidupkan manusia seluruhnya” (TQS. Al Maidah ayat 32).

Bagi mereka yang telah menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak, Islam telah menetapkan sangsi qishosh dan bila mendapatkan ampunan dari keluarga korban, tentunya hanya membayar denda, yakni berupa uang 1000 dinar atau 100 ekor unta. 

Jangankan dalam kasus pembunuhan, sangsinya demikian rupa, bahkan dalam kasus penganiayaan sangat mendapat perhatian besar di dalam ajaran Islam. Sebagai contoh, orang yang melakukan penganiayaan yang menyebabkan hidungnya rusak terpotong salah satu sisinya, maka dikenakan ½ diyat, yakni membayar 50 ekor unta (Kitab Nidhomul Uqubat fil Islam bab Jinayat).

Walhasil dengan aturan dan sangsi demikian akan mampu mencegah masyarakat dari perbuatan – perbuatan melukai, menganiaya, dan pembunuhan, sehingga keamanan akan mudah untuk diwujudkan.

Sekarang yang semestinya menjadi  konsentrasi semua elemen bangsa dan umat Islam untuk bersatu menghilangkan sekat – sekat perbedaan, bergerak bersama untuk mewujudkan kemerdekaan yang sebenar – benarnya yakni terbebas dari penjajahan dalam segala bentuknya. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat akan mampu untuk diwujudkan, baik lahir maupun batin.

Umat Islam tentunya memegang peranan penting dalam mewujudkan sebuah negeri yang makmur dan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Umat Islam harus mampu menampilkan bahwa ajaran Islam mampu menjawab berbagai problem keumatan dan kebangsaan dengan tuntas dan baik. *Penulis tinggal di Malang, Jawa Timur.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Pejabat Deplu AS: Tahanan Islamic State di Suriah Adalah 'Bom Waktu'

Pejabat Deplu AS: Tahanan Islamic State di Suriah Adalah 'Bom Waktu'

Rabu, 13 Nov 2019 17:00

87 Ulama Muslim, Termasuk Mufti Libya, Serukan Boikot UEA

87 Ulama Muslim, Termasuk Mufti Libya, Serukan Boikot UEA

Rabu, 13 Nov 2019 15:15

Pakar PBB: Al-Shabaab Tetap Menjadi 'Ancaman Potensial' di Somalia dan Regional

Pakar PBB: Al-Shabaab Tetap Menjadi 'Ancaman Potensial' di Somalia dan Regional

Rabu, 13 Nov 2019 13:45

PKS: Pilkada Langsung Wujud Kedaulatan Rakyat

PKS: Pilkada Langsung Wujud Kedaulatan Rakyat

Rabu, 13 Nov 2019 11:01

Aktivis Uighur Sebut Cina Jalankan Lebih Banyak 'Kamp Konsentrasi' Daripada yang Diketahui Umum

Aktivis Uighur Sebut Cina Jalankan Lebih Banyak 'Kamp Konsentrasi' Daripada yang Diketahui Umum

Rabu, 13 Nov 2019 09:27

Jihad Islam, Lebih Kecil dari Hamas Tapi Memiliki Kekuatan Persenjataan yang Setara

Jihad Islam, Lebih Kecil dari Hamas Tapi Memiliki Kekuatan Persenjataan yang Setara

Rabu, 13 Nov 2019 08:36

MS Kaban: Tuduhan Radikal Bernuansa Islamophobia

MS Kaban: Tuduhan Radikal Bernuansa Islamophobia

Rabu, 13 Nov 2019 08:13

Serangan Israel di Gaza Telah Menewaskan Sedikitnya 10 Orang dan Melukai 40 Lainnya

Serangan Israel di Gaza Telah Menewaskan Sedikitnya 10 Orang dan Melukai 40 Lainnya

Rabu, 13 Nov 2019 07:30

Ini Tiga Pengertian Radikal Menurut Menko Polhukam Mahfud MD

Ini Tiga Pengertian Radikal Menurut Menko Polhukam Mahfud MD

Rabu, 13 Nov 2019 07:02

Cinta Rasulullah, Pasti Cinta Syariat

Cinta Rasulullah, Pasti Cinta Syariat

Rabu, 13 Nov 2019 04:36

Pendidikan Karakter di Era 4.0

Pendidikan Karakter di Era 4.0

Rabu, 13 Nov 2019 03:07

Salam Lintas Agama Bukan Masalah Intoleran

Salam Lintas Agama Bukan Masalah Intoleran

Rabu, 13 Nov 2019 02:34

Pahlawan: Pahala dan Berhala

Pahlawan: Pahala dan Berhala

Rabu, 13 Nov 2019 01:54

Yuk, Copy Paste Sifat Rasulullah

Yuk, Copy Paste Sifat Rasulullah

Rabu, 13 Nov 2019 00:47

Masihkah Surga di Telapak Kakimu, Ibu?

Masihkah Surga di Telapak Kakimu, Ibu?

Selasa, 12 Nov 2019 23:42

Tugas Muhammadiyah Menghadapi Oligarki Kuasa

Tugas Muhammadiyah Menghadapi Oligarki Kuasa

Selasa, 12 Nov 2019 22:59

Pemuda: Energi Perubahan

Pemuda: Energi Perubahan

Selasa, 12 Nov 2019 21:28

Brigade Al-Qassam Rayakan Peringatan Setahun Serangan Gagal Israel di Jalur Gaza

Brigade Al-Qassam Rayakan Peringatan Setahun Serangan Gagal Israel di Jalur Gaza

Selasa, 12 Nov 2019 20:36

Situasi Memanas di Gaza, Aktifitas Pembangunan RS Indonesia Tetap Berjalan

Situasi Memanas di Gaza, Aktifitas Pembangunan RS Indonesia Tetap Berjalan

Selasa, 12 Nov 2019 20:28

Gaza Diserang, Suara Ledakan Terdengar Jelas dari Lokasi RS Indonesia

Gaza Diserang, Suara Ledakan Terdengar Jelas dari Lokasi RS Indonesia

Selasa, 12 Nov 2019 19:56


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X