Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.683 views

Adakah "Matahari Kembar" di Kepolisian?

 
Oleh:
Tjahja Gunawan, penulis wartawan senior
 
 
TETANGGA saya di kawasan Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai "mitra polisi". Oleh karena itu dia berusaha untuk bisa dekat dengan masyarakat termasuk jemaah mesjid. 
 
Pekerjaan sehari-hari sang Mitra Polisi ini sebagai pemborong bangunan atau developer. Suatu waktu dia membawa rombongan polisi berseragam ke masjid. Katanya, untuk silaturahmi sekaligus patroli. Selang beberapa hari kemudian, sang mitra polisi ini malah membawa Kepala Polres Tangsel ke salah satu masjid di  BSD untuk "berceramah" soal Kamtibmas. 
 
Rupanya ada maksud tertentu dibalik ceramah sang Kapolres. Beberapa hari setelah usai ceramah, sejumlah polisi di Polres Tangsel sibuk mendatangi masjid-masjid di Kompleks Perumahan BSD sambil membawa spanduk. Tulisan dalam spanduk itu berbunyi:  Masjid Tidak Boleh Digunakan Untuk Kampanye, Issue, Hoax, SARA, dan Radikalisme Pada Pemilu Tahun 2019. 
 
Kontan saja pemasangan spanduk ini mengundang protes para jamaah. Kemudian Forum Masjid dan Musholla BSD (FMMB) yang beranggotakan para pengurus dari 72 mesjid di BSD dan sekitarnya, menyatakan menolak pemasangan spanduk itu. 
 
"Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba di masjid mau dipasang spanduk dengan isi tulisan seperti itu," kata seorang Ketua Yayasan salah satu mesjid di BSD yang menolak pemasangan spanduk. 
 
Tulisan yang tertera dalam spanduk tersebut dinilai para pengurus masjid,  justru bisa menimbulkan keresahan diantara jamaah masjid. Selama ini para  jamaah sudah aman dan tenang menjalankan ibadahnya di mesjid di kawasan BSD.
 
Begitulah antara lain kondisi hubungan polisi dengan masyarakat sekarang ini. Kalau saja polisi bisa menjalankan fungsi utamanya melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat, hubungan dengan warga bisa berjalan harmonis. Sebaliknya jika relasi polisi dengan warga bersifat satu arah seperti selama ini, jangan berharap terjalin hubungan yang erat. 
 
Dari kejadian itu, wajar jika hari-hari terakhir ini masyarakat meragukan soal netralitas polisi dalam pemilu. Banyak contoh  dimana sebagian anggota polisi telah menjadi alat kekuasaan. Polisi yang seharusnya bisa berperan sebagai wasit yang netral dalam pemilu, namun dalam kenyataannya justru ikut "bermain" di lapangan. 
 
Kendati demikian, sebenarnya masih banyak juga polisi yang berusaha menjalankan tugasnya secara profesional, tidak tergiur dengan janji-janji kenaikan pangkat kalau mereka mengerjakan pekerjaan yang bertentangan dengan tupoksi polisi.
 
Pengakuan mantan Kepala Polsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ajun Komisaris Sulman Aziz yang diperintah Kapolres Garut menggalang dukungan kepada Paslon nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin, menunjukkan adanya ketidaknetralan polisi dalam Pemilu 2019. 
 
Meskipun pernyataan Sulman Aziz dicabut setelah diperiksa Propam Polda Jabar, namun masyarakat sudah terlanjur percaya dengan pengakuan awal Sulman. Lembaga kepolisian sebagai lembaga yang harus netral dalam Pemilu diduga ikut memenangkan pasangan capres Jokowi-Ma'ruf Amin.
 
Dugaan ketidaknetralan polisi juga diungkapkan Haris Azhar, selaku Koordinator Lokataru.  Haris menerima informasi adanya para kepala desa yang dikumpulkan di kantor Polsek untuk mendukung pasangan 01 Jokowi-Maruf. "Kami kira, informasi ini tidak main-main dan tentu saja bisa dibuktikan kalau semua itu benar adanya," ujar Haris.
 
Sudah terlalu banyak informasi yang mengungkap pasukan berpakaian coklat ini tidak netral dalam Pemilu 2019. 
Ketidaknetralan itu sulit untuk dibantah meski  petinggi Polri  berulang-ulang menyatakan bahwa Polisi netral.
 
Haris Azhar juga menerima informasi adanya anggota polisi baik di tingkat Polres dan Polsek yang melakukan pendataan atau survey ke masyarakat. Itu dilakukan untuk mengetahui warga yang didatangi itu mendukung pasangan capres, apakah ke 01 atau 02 dengan terlebih dulu menjelaskan keberhasilan pemerintah Jokowi dalam pembangunan, penegakan hukum dan seterusnya. Hal itu diduga sebagai upaya untuk mempengaruhi masyarakat untuk memilih kembali Jokowi sebagai presiden.
 
Kasus lain, di Kota Batu Jawa Timur, warga menyaksikan petugas kepolisian ikut memasang dan mengamankan alat peraga kampanye (APK) seorang artis ibukota yang nyaleg dari sebuah partai pendukung pemerintah.
 
Di Medan, Sumatera Utara sejumlah kepala lingungan (RT/RW) memasang APK Paslon 01. Mereka mengaku  disuruh anggota Polri. Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto juga mengeluarkan pernyataan yang berindikasi sangat tidak netral. 
 
Dia marah besar ketika terjadi keributan dalam tabligh akbar di Tebing Tinggi yang melibatkan anggota FPI. “Mereka belum berkuasa saja sudah begini. Apalagi kalau mereka sudah berkuasa. Makanya jangan salah pilih, nanti menyesal,” tegas Agus Andrianto.
 
Dalam sebuah video yang beredar luas, seorang anggota berseragam Polri terlihat mengarahkan warga meneriakkan yel-yel “Jokowi Yes!”
 
Masih banyak bukti-bukti lain bahwa anggota Polri terlibat langsung dalam pemenangan inkumben. Menanggapi kasus-kasus tersebut, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengakui ada beberapa anggota Polri yang diperiksa Divisi Propam. Kasusnya antara lain di Polda Sulsel, dan Sumsel.
 
Secara kelembagaan Polri juga diduga memfasilitasi dan memobilisasi massa untuk Paslon 01. Yang paling kasat mata adalah penyelenggaraan Millenial Safety Road Festival.
 
Acara Ajang kampanye keamanan berkendara di kalangan anak-anak muda itu digelar di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Yang menjadi ikon adalah Presiden Jokowi. Hal itu terlihat dalam baliho dan poster yang disebar sangat massif sampai kota-kota kabupaten. Namun, akhirnya kegiatan Millenial Safety Road Festival ini dihentikan sementara. 
 
Berbagai peristiwa dan fakta ketidaknetralan Polisi ini, seolah bertentangan dengan telegram rahasia berupa Surat Edaran (SE) Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengenai netralitas anggota Polri.
 
Isi SE Kapolri ini melarang anggota Polri untuk menggunakan, memasang, atau menyuruh orang lain untuk memasang atribut pemilu. Anggota Polri juga 
dilarang berfoto atau selfie di medsos dengan gaya mengacungkan jari telunjuk, jari jempol, maupun jari membentuk huruf V yang berpotensi digunakan oleh pihak tertentu untuk menuding keberpihakan atau ketidaknetralan Polri.
 
Anggota Polri juga dilarang untuk menghadiri, menjadi pembicara atau narasumber pada kegiatan deklarasi, rapat, kampanye, pertemuan politik, kecuali melaksanakan pengamanan yang didasari oleh surat perintah tugas.
 
Personel juga diminta untuk menghindari tindakan kontra produktif dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat kepada Polri dalam menjaga dan mengawal berlangsungnya Pemilu 2019 yang aman, sejuk, dan sukses.
 
Hindari pelanggaran anggota sekecil apapun yang dapat berdampak pada penurunan citra Polri.Tingkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan anggota di lapangan.
 
Hampir semua larangan dalam surat edaran itu sebenarnya menjawab keresahan masyarakat. Tapi mengapa masyarakat masih belum percaya dengan netralitas polisi ? 
 
Dulu di Aksi 411 (Aksi Bela Islam 4 November 2016) perintah Kapolri Jend Tito Karnavian untuk menghentikan tembakan gas air mata tidak diindahkan oleh bawahannya. 
 
Sekarang telegram rahasia tentang SE  Kapolri soal netralitas Polri juga diragukan bisa diikuti oleh jajaran anggota kepolisian dari atas sampai bawah. Apakah ada "Matahari Kembar" di Kepolisian RI ? Wallahu'alam.*

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19

Pasangan Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah

Pasangan Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah

Selasa, 22 Sep 2020 18:07

Ikhwanul Muslimin Akan Ambil Bagian Dalam Pemilu di Yordania

Ikhwanul Muslimin Akan Ambil Bagian Dalam Pemilu di Yordania

Selasa, 22 Sep 2020 17:45

Gara-Gara ''New Normal'', Indonesia Gak Kunjung Normal

Gara-Gara ''New Normal'', Indonesia Gak Kunjung Normal

Selasa, 22 Sep 2020 16:18

Wah, Ada Ngabaliniyah

Wah, Ada Ngabaliniyah

Selasa, 22 Sep 2020 14:00

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 09:57

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Selasa, 22 Sep 2020 08:50

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Selasa, 22 Sep 2020 07:47

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Selasa, 22 Sep 2020 06:57

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Selasa, 22 Sep 2020 06:35

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 21:20

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Senin, 21 Sep 2020 18:45

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Senin, 21 Sep 2020 17:45

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri kepada Allah

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri kepada Allah

Senin, 21 Sep 2020 16:37


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X