Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.999 views

Jawaban Cerdas Siswa SMP dari Indonesia saat Debat LGBT di Norwegia

 

Oleh: Savitry Khairunnisa*

Kemarin Fatih, putra saya pulang telat sekitar 20 menitan. Sampai rumah wajahnya tampak serius. Dia minta maaf karena pulang terlambat. Katanya di jalan dia diskusi lama dengan sahabatnya, Styrk, si anak asli Norwegia yang pintar matematika.

"Diskusi tentang apa?" tanya saya.

"This country is so sick, Bunda. The society is destroying itself," jawab Fatih.

Lalu mengalirlah ceritanya.
Awalnya bu walikelas bilang kalau hari Kamis (besok) semua murid kelas 8 di Håvåsen Skole akan menonton pertunjukan teater. Temanya? LGBT.
Sebelum bercerita tentang sinopsis pertunjukan itu, bu walikelas melontarkan pertanyaan, "Bagaimana pendapat kalian tentang LGBT? Siapa yang tidak mendukung?"

Fatih jadi anak pertama yang tunjuk tangan. Diikuti 5 anak lainnya; dua di antaranya muslim. Seisi kelas langsung mengernyitkan dahi. Keberanian Fatih untuk tanpa ragu menyatakan tidak mendukung LGBT adalah hal aneh buat mereka.

Bu walikelas melanjutkan, "Kalau saya sangat mendukung. Karena LGBT adalah hak setiap orang untuk mengekspresikan orientasi seksualnya. Mereka yang menyatakan 'come out' sebagai LGBT adalah orang-orang yang berani. Reza Aziz, kenapa kamu tidak mendukung LGBT?"

Fatih menjawab, bahwa first of all, menjadi pelaku dan pendukung golongan itu dalam Islam adalah sangat dilarang. Dia patuh pada ajaran agamanya. Dia nggak membenci orang secara pribadi, tapi perilakunya yang menyimpang itu yang tidak bisa dia dukung.
Yang kedua, menurutnya orang menjadi pelaku LGBT karena pilihan, bukan karena terlahir seperti itu.

Bu walikelas menyanggah, bahwa ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa LGBT itu adalah masalah gen. Dengan kata lain, ada orang yang terlahir dengan kecenderungan seperti itu.

Fatih melanjutkan, bahwa mungkin memang ada orang yang terlahir demikian, tapi itu berarti ada kelainan di dirinya. Dan itu bisa diterapi, bahkan disembuhkan.

Hadidja, teman Fatih asal Chechnya, menambahkan, bahwa menurutnya LGBT itu tidak normal.
Styrk dan Ward yang juga satu kubu dengan Fatih mengangguk-angguk.
Zacharias yang keturunan Irlandia menimpali, LGBT itu penyakit yang cepat menular meski kelihatannya tidak berbahaya.

Saya mendengarkan dengan antusias.

Fatih juga sempat diserang dengan pertanyaan, bagaimana kalau ternyata anakmu LGBT?
Fatih menjawab (dengan pertama mengucap na'udzubillaahi min dzaalik), bahwa dia akan membawa anaknya untuk terapi sampai sembuh. Dia yakin bahwa pelaku LGBT itu sebetulnya bisa disembuhkan, asalkan mereka mau sembuh.

Sementara di kubu sebelah, anak-anak mantap dengan argumen senada: LGBT adalah bentuk kebebasan berekspresi. Para pelakunya harus diperlakukan sama dengan yang bukan LGBT (alias orang normal).

Dari argumen ini Fatih bertanya balik, "Berarti menurut kalian pelaku LGBT itu nggak normal, dong? Anak yang punya 2 ibu atau 2 bapak, kemudian mereka tau bahwa orangtuanya itu meminjam rahim / sel sperma orang lain untuk bisa hamil. Jadi siapa bapak / ibu mereka yang sebetulnya?"

21 anak, semua terdiam.

Di akhir diskusi, bu walikelas menyimpulkan bahwa mereka semua harus saling respek pada apapun pilihan / keadaan setiap orang. Selagi yang bersangkutan tidak melanggar hak orang lain dan tidak melanggar hukum, maka mereka harus bisa bertoleransi dengan perbedaan.

***

Diskusi seru antara saya dan Fatih setelah itu jadi panjang, dan berlanjut hingga saat makan malam.

Tapi intinya, saya terkagum dan bangga pada Fatih. Dia bukan saja minoritas dari segi ras maupun agama, tapi juga prinsip hidup yang berbeda tentang menyikapi LGBT. Despite all that, dia berani jadi pioneer untuk menyuarakan pendapatnya, dengan argumen yang menurutnya ada dasar yang kuat.

Nak, beginilah masyarakat di zamanmu sekarang. Waktu Bunda seumurmu, diskusi kelas sebatas urusan pelajaran. Apa yang terjadi di masyarakat saat itu, belum menjadi concern para guru dan murid. Yang penting nilai akademis bagus; syukur-syukur bisa juara kelas.

Zaman sekarang memang beda. Fatih cerita, bahwa kemarin itu waktu 45 menit habis hanya untuk memberi kesempatan anak-anak untuk berdebat menyatakan pendapat mereka. Bu walikelas sampai nggak sempat menjelaskan sedikitpun tentang pertunjukan teater.

Perdebatan seperti ini bagus untuk membuka cakrawala berpikir. Jangan pernah kita menganggap remeh jalan pemikiran anak-anak. Karena bisa jadi mereka punya ide dan pemikiran yang lebih tajam dan bijak dibandingkan kita generasi orangtuanya.

Kembali ke soal LGBT, bukan cuma di Norwegia yang memang serba liberal, di negeri mayoritas muslim pun keadaannya kurang lebih 11-12. Sepertinya hampir tiap hari kita dihadapkan pada berita betapa masifnya pengaruh buruk perilaku kaum Nabi Luth ini. Benar-benar mengerikan. Bukan cuma rokok dan mirasantika yang membunuhmu, virus bernama LGBT bahkan sampai membunuh orang lain. Astaghfirullah... Tsumma na'udzubillaah!

Nggak pernah bosan rasanya saya mengulang lagi; bahwa kita tidak boleh menyerahkan begitu saja pendidikan anak kepada sekolah, sebagus apapun sekolahnya. Sampai kapann pun, selagi anak masih dalam usia sekolah, tugas orangtua sebagai pendidik utama anak masih harus kita pegang.
Ketika anak sudah berani menyampaikan di depan umum apa yang menurutnya adalah kebenaran dengan adab yang baik, di situ orangtua bisa mulai bernafas lega. At least we're raising our children the right way. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah seorang Ibu yang saat ini tinggal di Norwegia bersama suami dan putranya yang bernama Fatih.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Sabtu, 16 Jan 2021 23:17

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16


MUI

Must Read!
X