Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.555 views

Seks Bebas Marak di Kalangan Remaja, Apa Sebabnya?

 

Oleh: Hamsina Halik 

Liberalisme yang merupakan buah dari penerapan sistem kapitalisme sekular menjadikan remaja semakin bebas dalam berprilaku. Tak ada batasan hingga norma agama pun dilabrak. Seks di luar nikah bukan hal tabu lagi bagi siapa saja, termasuk remaja. Bahkan, ada yang merasa bangga jika sudah melakukan hal tersebut bersama pasangannya. Gak keren dan gak gaul kata mereka, jika belum melakukannya. Jika sudah demikian, akan bagaimana nasib generasi ini?

Laporan KPAI dari survei yang dilakukannya tahun 2007 di 12 kota besar di Indonesia tentang perilaku seksual remaja sungguh sangat mengerikan.  Hasilnya 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi. Bahkan, 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi. (republika.co.id). Jika di tahun 2007 saja angka remaja pelaku seks bebas begitu menyedihkannya, apatah lagi di penghujung tahun 2019 ini. Tentu angkanya lebih tinggi lagi.

Berbagai cara pun dilakukan untuk meredam peningkatan seks bebas remaja ini. Diantaranya, dengan pelaksanaan sosialisasi pentingnya pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi untuk mencegah seks bebas dan pernikahan dini. Aktivis itu juga mengajak para milenial untuk berpartisipasi menyebarkan informasi terkait dengan pencegahan remaja  untuk prilaku-prilaku beresiko. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Temazaro Zega, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara dalam menanggapi maraknya seks bebas remaja. (sumut.idntimes.com)

Jika ditelisik, sejak dahulu berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menangani persoalan seks bebas di kalangan remaja, namun belum menampakkan hasil yang optimal. Hal ini terbukti, dengan terus berulangnya kasus yang serupa. Bukannya remaja semakin menjauh dari seks bebas, justru semakin mendekat dan kian meningkat. Hal itu terjadi karena penangannya belum menyentuh akar persoalan. Selama ini, pemerintah hanya fokus bagaimana mencegah penyakit menular seksual dan reproduksi remaja tetap sehat, bukan pada faktor-faktor yang mendorong munculnya prilaku seks bebas.

Ada beberapa hal yang menyebabkan remaja menjadi serba boleh dalam pergaulan termasuk seks bebas. Diantaranya;

Pertama, merosotnya nilai agama. Menyebabkan keimanan masyarakat semakin menipis. Meski mayoritas muslim, namun keislaman lebih tampak sebatas ritual ibadah semata. Bagi orangtua, sudah merasa cukup jika anak rajin salat, bisa baca quran dan menutup aurat. Tapi, hal maksiat seperti pacaran, tak ada masalah. Akibatnya, remaja tak takut lagi untuk melakukan perbuatan asusila. Orangtua pun merasa tak berdosa membiarkan anaknya pacaran. Padahal, keimananlah yang bisa menjadi rem bagi seorang muslim dari berbagai kemaksiatan termasuk perzinaan.

Kedua, kepedulian masyarakat tak ada. Saat kemaksiatan terjadi di tengah-tengah masyarakat, tak ada tindakan yang dilakukan. Mereka terkesan membiarkan dan bersikap masa bodoh, sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Prinsip tak mencampuri urusan orang lain, menjadi pegangan tiap individu masyarakat. Akibatnya, tak ada kontrol di tengah-tengah masyarakat. Remaja tak lagi malu ketika mempertontonkan tindakan asusila. Seperti berduaan, berpelukan hingga ciuman.

Ketiga, gaya hidup. Remaja yang tergolong miskin bergaul dengan golongan level atas. Hal ini menuntut mereka untuk menyesuaikan gaya hidupnya, mengikuti berbagai tren. Mulai dari pakaian hingga gadget. Alasan inilah yang mendorong mereka untuk terjun ke dunia kelam. Menjajakan tubuh mereka ke para hidung belang, demi beberapa lembar uang ratusan ribu.

Keempat, tak ada sanksi tegas. Remaja yang melakukan perbuatan asusila termasuk perzinaan tak dikenakan sanksi yang tegas. Alasannya, karena mereka masih di bawah umur sehingga tak dapat dijerat undang-undang yang ada. Alasan lainnya, karena dalam KUHP perbuatan asusila baru dapat diterapkan pada tindak pemerkosaan atau pasangan yang masih lajang. Sementara seks bebas pada remaja tak masuk dalam kategori tersebut. Akhirnya, mereka hanya dikenakan sanksi wajib lapor dan pembinaan. Akibatnya, remaja tak jera. Dan mengulangi kembali perbuatan tersebut. Maka, wajar jika seks bebas pada remaja ini tiada akhirnya.

Berbeda ketika Islam diterapkan, niscaya akan mampu membangun generasi yang bersih dan berkepribadian Islam, jauh dari seks bebas. Penanaman akidah dan menanamkan ketakwaan kepada setiap diri kaum muslim termasuk remaja. Hal ini menjadi kewajiban negara, orangtua dan masyarakat.

Keluarga sebagai sekolah utama dan pertama bagi anak-anaknya, wajib menanamkan akidah Islam dan mendidiknya agar memiliki kepribadian Islam. Di lingkar terkecil inilah keluarga membentuk pribadi yang paham dan terikat pada hukum-hukum Allah. Sehingga, remaja akan senantiasa menjaga diri dari kemaksiatan dan tak akan mudah terjatuh dalam tindak asusila, terlebih zina.

Masyarakat sebagai pengontrol berfungsi mengawasi dan mencegah terjadinya kemaksiatan. Dan, yang paling utama adanya peran negara dalam menerapkan sanksi tegas terhadap pelaku kemaksiatan. Hal ini semata untuk menjaga akhlak masyrakatnya. Bagi remaja yang sudah baligh belum menikah melakukan seks bebas, wajib diberikan sanksi 100kali  cambukan. Allah SWT berfirman:

"Perempuan dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya dengan seratus kali dera..." (TQS. an-Nur:2)

Dengan demikian, adanya sinergi tiga peran di atas akan mampu menyelesaikan akar masalah terjadinya seks bebas di kalangan remaja. Semua itu hanya akan terwujud manakala umat Islam kembali berhukum pada hukum-hukum Allah dan menjadikan Islam sebagai asas dalam segala aspek kehidupan. Wallahu a'lam (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Sabtu, 18 Jan 2020 08:02

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

Sabtu, 18 Jan 2020 07:18

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Sabtu, 18 Jan 2020 06:57

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 06:47

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Sabtu, 18 Jan 2020 05:56

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X