Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.475 views

Piknik Milenial, Sekadar Jalan-jalan demi Gaya Hidup?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Pikniknya kurang jauh.

Istilah tersebut sering sekali diucapkan orang-orang zaman now untuk menyebut seseorang yang kurang banyak pengalaman dan wawasannya. Tapi tahukah kalian, para sobat voa-islam yang dirahmati Allah, bahwa gaya hidup berpiknik, rekreasi, menikmati wisata alam, bahari, kuliner dan lain-lain telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini?

Pantas bila Indonesia yang sejak tahun 2018 berprestasi dengan banyak kategori sebagai destinasi wisata terindah di dunia, akhir bulan januari lalu menerima predikat sebagai negara tujuan wisata tersantai di dunia dari Lastminute.com, sebuah organisasi travelling di Inggris. Predikat ini diberikan karena gaya hidup santai masyarakat Indonesia dengan menikmati banyaknya hari libur. Selain itu, faktor alam Indonesia seperti suhunya, pencemaran udara, cahaya matahari, panjangnya garis pantai menjadikan Indonesia berpredikat sebagai negara tersantai. Kondisi bersantai ini didukung dengan banyaknya tempat  Spa dan perawatannya yang tersebar di seluruh tempat wisata, di negeri kita Indonesia.

Gaya hidup santai ditandai dengan bergesernya barang konsumsi masyarakat. Sebelumnya masyarakat lebih mementingkan kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu seperti baju, alat elektronika atau yang lain daripada kebutuhan rekreasi. Tetapi beberapa tahun terakhir ini masyarakat lebih banyak menghabiskan pendapatannya untuk mengkonsumsi barang 'leisure', dengan rekreasi atau jajan kuliner. Semakin 'klop' dengan gaya hidup masyarakat milineal, yaitu menunjukkan eksistensi diri dengan mengunggah foto pribadi di akun media sosial mereka. Terlebih lagi, Indonesia adalah peringkat ke-empat negara yang instagramable, karena keindahan alamnya layak untuk dijadikan latar mengambil foto, kemudian diunggah di instagram.

Budaya plesiran ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah, karena besarnya pemasukan yang diperoleh dari sektor ini. 300 triliun rupiah adalah jumlah devisa yang ditarget bisa diperoleh di tahun 2019. Sebagian besar wilayah di Indonesia juga didorong penuh untuk mengeksplorasi dan mengekspos wilayahnya, melalui program pariwisata berkelanjutan. Tidaklah mengherankan bila kita akan menemui banyak tempat yang dipermak habis-habisan, agar layak dijadikan spot wisata, agar bisa dinikmati keindahan alamnya, dijadikan objek wisata. Sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh UNWTO( United Nations World Tourism Organisation), organisasi di bawah PBB yang khusus mengurusi pariwisata, sektor pariwisata adalah jalan bagi negara berkembang untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang mendera mereka. Indonesia adalah salah satu dari negara berkembang yang mereka maksud.

Mengejar devisa, tetapi ada yang hal lain yang diabaikan oleh pemerintah, yaitu efek negatif dari pariwisata. Efek yang paling menakutkan adalah tertularnya kehidupan liberal dari wisatawan mancanegara ke penduduk lokal, dari gaya berbaju, makan, hingga bergaul. Untuk dampak kebebasan pergaulan, sudah menjadi pola, daerah yang menjadi destinasi wisata, memiliki angka pengidap HIV-Aids yang semakin naik tiap tahunnya. Dan sebuah penelitian memperkirakan jumlahnya akan menjadi 1,6 juta di tahun 2019. Padahal sekarangpun pemerintah sudah kewalahan mendanai obat bagi para penderita HIV/Aids, yaitu 385 miliar untuk tahun 2019 bagi 1 juta penderita HIV/Aids. Belum lagi dengan derita bangsa ini yang akan kehilangan banyak sumber daya maanusia yang berkualitas akibat penyakit menular mematikan ini.

Sampai disini menjadi jelas bagi kita, untuk apa 'predikat membanggakan' itu disematkan kepada kita. Keindahan alam yang kita punya hanya menjadi alat tipu daya melalaikan kita, dengan hanya menjadikannya objek wisata. Padahal, bukan hanya keindahan alam yang kita miliki, tetapi juga kekayaannya, terbentang di ujung barat hingga ujung timur negeri ini. Kekayaan yang beragam, yang ada di atas bumi Indonesia hingga yang terkandung di dalamnya. Menjadi ironi bila kita menikmati pantai, gunung dan air terjunnya, sementara perusahaan besar seperti Newmont, Exxon, Freeport, dan teman-temannya menikmati emas, perak, minyak, batubara, gas bumi, dan kekayaan alam lainnya. Pendapatan perusahaan-perusahaan besar ini bila dijumlah perharinya akan lebih dari 300 triliun apalagi bila dikalikan selama 365 hari.

Semua kekayaan alam tersebut sebenarnya adalah milik kita, sekaligus  menjadi tanggung jawab kita atas nikmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada negeri muslim terbesar ini. Tentu bukan dengan 'plesir' yang menjadi solusinya, tetapi dengan syariatNya yang sejatinya hanya bisa ditegakkan dengan sistem politik Islam, Khilafah. Maka gaya hidup plesir yang asal 'bersantai' seharusnya berganti dengan plesir yang disyariatkan oleh Allah SWT, seperti yang dilakukan para pelancong di masa kejayaan Islam yaitu untuk melaksanakan kebiasaan-kebiasaan luhur dan mulia, mentadabburi kebesaranNya, mencari ilmu, dan untuk mendakwahkan Islam. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Pemilu Ulang Solusi Cegah Kecurangan?

Pemilu Ulang Solusi Cegah Kecurangan?

Selasa, 23 Apr 2019 13:45

Ketika Lembaga Suvei Terdegradasi

Ketika Lembaga Suvei Terdegradasi

Selasa, 23 Apr 2019 12:06

Maling Teriak Maling

Maling Teriak Maling

Selasa, 23 Apr 2019 11:00

Diejek karena Ungkap Kecurangan

Diejek karena Ungkap Kecurangan

Selasa, 23 Apr 2019 10:55

FUIB Sulsel Akan Lakukan People Power Jika KPU Curang

FUIB Sulsel Akan Lakukan People Power Jika KPU Curang

Selasa, 23 Apr 2019 10:07

BRIB: KPU Jangan Main-main dengan Rakyat

BRIB: KPU Jangan Main-main dengan Rakyat

Selasa, 23 Apr 2019 09:49

LIPI Butuh Kapal Riset, Harga 110 Juta Dolar

LIPI Butuh Kapal Riset, Harga 110 Juta Dolar

Selasa, 23 Apr 2019 09:25

Deklarasi Kemenangan 02 Berdasarkan Data di Lapangan

Deklarasi Kemenangan 02 Berdasarkan Data di Lapangan

Selasa, 23 Apr 2019 09:25

Pangan Murah untuk Emak

Pangan Murah untuk Emak

Selasa, 23 Apr 2019 09:07

Fahira Idris Minta Evaluasi Pemilu 2019

Fahira Idris Minta Evaluasi Pemilu 2019

Selasa, 23 Apr 2019 08:26

LBH WMI Soroti Pendistribusian Logistik Pemilu yang Tidak Sesuai UU

LBH WMI Soroti Pendistribusian Logistik Pemilu yang Tidak Sesuai UU

Senin, 22 Apr 2019 20:53

Dubes Prancis untuk AS: Israel Sebuah Rezim Apartheid

Dubes Prancis untuk AS: Israel Sebuah Rezim Apartheid

Senin, 22 Apr 2019 20:17

Cegah Memanasnya Perhitungan Suara dengan Ini

Cegah Memanasnya Perhitungan Suara dengan Ini

Senin, 22 Apr 2019 20:09

Liga Arab Janjikan 100 Juta USD untuk Otoritas Palestina Setiap Bulan

Liga Arab Janjikan 100 Juta USD untuk Otoritas Palestina Setiap Bulan

Senin, 22 Apr 2019 20:04

Habib Rizieq Sebut Luhut dan Hendro Dalang Kecurangan Pilpres

Habib Rizieq Sebut Luhut dan Hendro Dalang Kecurangan Pilpres

Senin, 22 Apr 2019 19:44

Polisi Sri Lanka Tangkap 24 Orang Terkait Serangan Bom di Gereja dan Hotel

Polisi Sri Lanka Tangkap 24 Orang Terkait Serangan Bom di Gereja dan Hotel

Senin, 22 Apr 2019 19:31

Emak-emak, Milenial, Perjuangan Belum Usai, Sandi: Mari Kita Kawal Hingga Tuntas

Emak-emak, Milenial, Perjuangan Belum Usai, Sandi: Mari Kita Kawal Hingga Tuntas

Senin, 22 Apr 2019 19:27

Bambang: Kecurangan Pemilu 2019 Terstruktur, Sistematis dan Masif

Bambang: Kecurangan Pemilu 2019 Terstruktur, Sistematis dan Masif

Senin, 22 Apr 2019 19:24

12 Tentara Tewas dalam Serangan Jihadis di Mali Tengah

12 Tentara Tewas dalam Serangan Jihadis di Mali Tengah

Senin, 22 Apr 2019 19:15

Fahri Hamzah Menilai (Grup) Media Ini Kejam

Fahri Hamzah Menilai (Grup) Media Ini Kejam

Senin, 22 Apr 2019 19:09


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X