Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.682 views

Piknik Milenial, Sekadar Jalan-jalan demi Gaya Hidup?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Pikniknya kurang jauh.

Istilah tersebut sering sekali diucapkan orang-orang zaman now untuk menyebut seseorang yang kurang banyak pengalaman dan wawasannya. Tapi tahukah kalian, para sobat voa-islam yang dirahmati Allah, bahwa gaya hidup berpiknik, rekreasi, menikmati wisata alam, bahari, kuliner dan lain-lain telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini?

Pantas bila Indonesia yang sejak tahun 2018 berprestasi dengan banyak kategori sebagai destinasi wisata terindah di dunia, akhir bulan januari lalu menerima predikat sebagai negara tujuan wisata tersantai di dunia dari Lastminute.com, sebuah organisasi travelling di Inggris. Predikat ini diberikan karena gaya hidup santai masyarakat Indonesia dengan menikmati banyaknya hari libur. Selain itu, faktor alam Indonesia seperti suhunya, pencemaran udara, cahaya matahari, panjangnya garis pantai menjadikan Indonesia berpredikat sebagai negara tersantai. Kondisi bersantai ini didukung dengan banyaknya tempat  Spa dan perawatannya yang tersebar di seluruh tempat wisata, di negeri kita Indonesia.

Gaya hidup santai ditandai dengan bergesernya barang konsumsi masyarakat. Sebelumnya masyarakat lebih mementingkan kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu seperti baju, alat elektronika atau yang lain daripada kebutuhan rekreasi. Tetapi beberapa tahun terakhir ini masyarakat lebih banyak menghabiskan pendapatannya untuk mengkonsumsi barang 'leisure', dengan rekreasi atau jajan kuliner. Semakin 'klop' dengan gaya hidup masyarakat milineal, yaitu menunjukkan eksistensi diri dengan mengunggah foto pribadi di akun media sosial mereka. Terlebih lagi, Indonesia adalah peringkat ke-empat negara yang instagramable, karena keindahan alamnya layak untuk dijadikan latar mengambil foto, kemudian diunggah di instagram.

Budaya plesiran ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah, karena besarnya pemasukan yang diperoleh dari sektor ini. 300 triliun rupiah adalah jumlah devisa yang ditarget bisa diperoleh di tahun 2019. Sebagian besar wilayah di Indonesia juga didorong penuh untuk mengeksplorasi dan mengekspos wilayahnya, melalui program pariwisata berkelanjutan. Tidaklah mengherankan bila kita akan menemui banyak tempat yang dipermak habis-habisan, agar layak dijadikan spot wisata, agar bisa dinikmati keindahan alamnya, dijadikan objek wisata. Sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh UNWTO( United Nations World Tourism Organisation), organisasi di bawah PBB yang khusus mengurusi pariwisata, sektor pariwisata adalah jalan bagi negara berkembang untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang mendera mereka. Indonesia adalah salah satu dari negara berkembang yang mereka maksud.

Mengejar devisa, tetapi ada yang hal lain yang diabaikan oleh pemerintah, yaitu efek negatif dari pariwisata. Efek yang paling menakutkan adalah tertularnya kehidupan liberal dari wisatawan mancanegara ke penduduk lokal, dari gaya berbaju, makan, hingga bergaul. Untuk dampak kebebasan pergaulan, sudah menjadi pola, daerah yang menjadi destinasi wisata, memiliki angka pengidap HIV-Aids yang semakin naik tiap tahunnya. Dan sebuah penelitian memperkirakan jumlahnya akan menjadi 1,6 juta di tahun 2019. Padahal sekarangpun pemerintah sudah kewalahan mendanai obat bagi para penderita HIV/Aids, yaitu 385 miliar untuk tahun 2019 bagi 1 juta penderita HIV/Aids. Belum lagi dengan derita bangsa ini yang akan kehilangan banyak sumber daya maanusia yang berkualitas akibat penyakit menular mematikan ini.

Sampai disini menjadi jelas bagi kita, untuk apa 'predikat membanggakan' itu disematkan kepada kita. Keindahan alam yang kita punya hanya menjadi alat tipu daya melalaikan kita, dengan hanya menjadikannya objek wisata. Padahal, bukan hanya keindahan alam yang kita miliki, tetapi juga kekayaannya, terbentang di ujung barat hingga ujung timur negeri ini. Kekayaan yang beragam, yang ada di atas bumi Indonesia hingga yang terkandung di dalamnya. Menjadi ironi bila kita menikmati pantai, gunung dan air terjunnya, sementara perusahaan besar seperti Newmont, Exxon, Freeport, dan teman-temannya menikmati emas, perak, minyak, batubara, gas bumi, dan kekayaan alam lainnya. Pendapatan perusahaan-perusahaan besar ini bila dijumlah perharinya akan lebih dari 300 triliun apalagi bila dikalikan selama 365 hari.

Semua kekayaan alam tersebut sebenarnya adalah milik kita, sekaligus  menjadi tanggung jawab kita atas nikmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada negeri muslim terbesar ini. Tentu bukan dengan 'plesir' yang menjadi solusinya, tetapi dengan syariatNya yang sejatinya hanya bisa ditegakkan dengan sistem politik Islam, Khilafah. Maka gaya hidup plesir yang asal 'bersantai' seharusnya berganti dengan plesir yang disyariatkan oleh Allah SWT, seperti yang dilakukan para pelancong di masa kejayaan Islam yaitu untuk melaksanakan kebiasaan-kebiasaan luhur dan mulia, mentadabburi kebesaranNya, mencari ilmu, dan untuk mendakwahkan Islam. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Soal Pindah Ibu Kota, PKS Ingatkan Pemerintah Harus Bahas dengan DPR

Soal Pindah Ibu Kota, PKS Ingatkan Pemerintah Harus Bahas dengan DPR

Senin, 26 Aug 2019 06:45

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner di Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner di Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Senin, 26 Aug 2019 06:10

Ribuan Pengungsi Rohingya Peringati 'Hari Genosida' di Bangladesh

Ribuan Pengungsi Rohingya Peringati 'Hari Genosida' di Bangladesh

Ahad, 25 Aug 2019 23:06

Toyota akan Luncurkan Berbagai Kendaraan Listrik untuk Olimpiade 2020

Toyota akan Luncurkan Berbagai Kendaraan Listrik untuk Olimpiade 2020

Ahad, 25 Aug 2019 22:49

Di Tengah Krisis Kashmir, PM India Malah Dapat Penghargaan Kehormatan dari UEA

Di Tengah Krisis Kashmir, PM India Malah Dapat Penghargaan Kehormatan dari UEA

Ahad, 25 Aug 2019 22:35

Studi Terbaru: Tes Darah Dapat Memprediksi Umur Seseorang

Studi Terbaru: Tes Darah Dapat Memprediksi Umur Seseorang

Ahad, 25 Aug 2019 21:35

3 Tentara Turki Tewas di Irak Utara Setelah Bentrok dengan Pemberontak Komunis Kurdi

3 Tentara Turki Tewas di Irak Utara Setelah Bentrok dengan Pemberontak Komunis Kurdi

Ahad, 25 Aug 2019 21:35

Milisi Syiah Hizbullata Bantah Tembak Jatuh Pesawat Tanpa Awak Israel

Milisi Syiah Hizbullata Bantah Tembak Jatuh Pesawat Tanpa Awak Israel

Ahad, 25 Aug 2019 21:30

Penguncian India Atas Wilayah Kashmir yang Diduduki Berlanjut untuk Hari ke-20

Penguncian India Atas Wilayah Kashmir yang Diduduki Berlanjut untuk Hari ke-20

Ahad, 25 Aug 2019 21:05

Pengungsi Rohingya Merindukan Rumah dan Kewarganegaraan

Pengungsi Rohingya Merindukan Rumah dan Kewarganegaraan

Ahad, 25 Aug 2019 20:22

Dua Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh di Lebanon

Dua Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh di Lebanon

Ahad, 25 Aug 2019 19:16

Pria Muslim Meninggal Setelah Diinterogasi di Penjara Thailand yang Terkenal Kejam

Pria Muslim Meninggal Setelah Diinterogasi di Penjara Thailand yang Terkenal Kejam

Ahad, 25 Aug 2019 19:15

Pesawat Tempur Turki 'Netralisir' 9 Teroris PKK di Irak Utara

Pesawat Tempur Turki 'Netralisir' 9 Teroris PKK di Irak Utara

Ahad, 25 Aug 2019 18:10

Putaran ke-9 Perundingan Damai AS-Taliban Dilanjutkan di Doha Qatar

Putaran ke-9 Perundingan Damai AS-Taliban Dilanjutkan di Doha Qatar

Ahad, 25 Aug 2019 17:03

AS: Pembersihan Etnis Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

AS: Pembersihan Etnis Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

Ahad, 25 Aug 2019 16:54

Alumnus: Pemilihan Ketua Alumni UI Memuakkan

Alumnus: Pemilihan Ketua Alumni UI Memuakkan

Ahad, 25 Aug 2019 13:53

Mereka Kritisi Rencana Cina Bantu BPJS

Mereka Kritisi Rencana Cina Bantu BPJS

Ahad, 25 Aug 2019 11:53

Lebih 2/3 Pengungsi Suriah di Kamp Rukhban Menolak Kembali ke Daerah yang Dikuasai Rezim

Lebih 2/3 Pengungsi Suriah di Kamp Rukhban Menolak Kembali ke Daerah yang Dikuasai Rezim

Ahad, 25 Aug 2019 11:30

Rezim Teroris Assad Ancam Akan Hilangkan Pos Pengamatan Militer Turki di Morek Hama Utara

Rezim Teroris Assad Ancam Akan Hilangkan Pos Pengamatan Militer Turki di Morek Hama Utara

Ahad, 25 Aug 2019 10:30

Kemkominfo Kembangkan Infrastruktur E-Sport di Daerah

Kemkominfo Kembangkan Infrastruktur E-Sport di Daerah

Ahad, 25 Aug 2019 09:57


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X