Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.308 views

Penegakkan Hukum Rezim Jokowi Mendapat Sorotan Tajam

JAKARTA (voa-islam.com)- Salah satu organisasi yang kerap tak pernah diam bila melihat ketidakadilan bercokol menyorot tajam pidato Jokowi di MPR RI hari ini. Mereka menyorot penegakkan hukum di bawah kekuasaan Jokowi.

Tampaknya apa yang disampaikan oleh Jokowi tidak sesuai dengan kenyataan yang ada selama ia menjabat sebagai Presiden. Malah cenderung abai dengan banyaknya persoalan hukum yang ada. Berikut sorotan tajam KontraS atas pidato Jokowi sebagaimana dikutip laman resminya:

Pertama,kami menyayangkan pidato tersebut tidak menyinggung perihal permasalahan hak asasi manusia yang terjadi dan tengah dihadapi atau mengancam masyarakat.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo lebih banyak membahas soal masa depan ekonomi nasional, namun tidak menyinggung soal pembangunan negara hukum dan penegakan hak asasi manusia.

Selebihnya, pidato ini lebih mengesankan untuk membangun citra tentang hubungan yang positif antara pemerintah dengan lembaga-lembaga negara melalui kalimat apresiasi yang disampaikan, ajakan dan seruan untuk persatuan, terobosan, dan perubahan secara umum, yang sebenarnya hal tersebut dapat disampaikan dalam forum–forum lainnya.

Kedua,dalam naskah pidatonya, Presiden Joko Widodo menyebutkan “keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang yang dipenjarakan. Harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM yang bisa dicegah, berapa berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan.” 

Kami menghawatirkan pernyataan ini memberi kesan Presiden tengah menghindari akuntabilitas negara atas pelanggaran HAM berat masa lalu dan mengkerdilkan upaya penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi. Salah satu masalah besar bangsa ini adalah ketiadaan penghukuman (impunitas) yang membuat hukum tumpul dan kejahatan berulang kembali dalam bentuk yang sama ataupun berbeda.

Presiden tidak menjelaskan langkah negara, dalam penyelesaian persoalan HAM yang berkaitan dengan kewenangan Presiden, DPR, dan Kejaksaan Agung untuk penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang mandek karena Kejaksaan Agung tidak juga melakukan penyidikan, DPR tidak memberikan rekomendasi pembentukan pengadilan HAM ad hoc, dan Presiden tidak juga mengeluarkan Keppres pengadilan HAM ad hocsebagaimana diatur dalam UU 26 tahun 2000.

Persoalan ini secara jelas dan nyata adalah mandat undang-undang, termasuk ketetapan MPR yang berkaitan dengan penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu, namun pidato Presiden tidak menyampaikan sejauh mana dan langkah apa yang telah dan akan negara lakukan.

Ketiga,keberhasilan legislasi yang disinggung tidak menjelaskan kemajuan dan langkah yang diambil untuk legislasi di bidang HAM, apa parameter dan dampak keberhasilan tersebut bagi masyarakat. Salah satu contoh diantaranya kemadekan janji pemerintah untuk meratifikasi Konvensi Internasional Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa yang mandek karena tidak juga ditindaklanjuti pengesahannya oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, setelah sebelumnya pada tahun 2010 pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Konvensi ini.

Rencana legislasi UU Anti penyiksaan juga mengalami kemandekan, karena belum ditindaklanjuti pemerintah dan DPR. Sampai saat ini pun Pemerintah dan DPR masih bersikeras untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU KUHP yang masih menyisakan sejumlah masalah seperti pasal penghinaan terhadap presiden, pembatasan kebebasan pers, masih adanya hukuman mati sebagai bentuk hukuman, kriminalisasi LGBT, penodaan, penistaan agama, dan sejumlah permasalahan lainnya. Dan pelaksanaan sejumlah UU seperti ITE, Ormas dan Penanganan Tindak Pidana Terorisme yang masih rentan menimbulkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dan tumpang tindih kewenangan institusi negara.

Keempat,dalam konteks penegakan hukum dan HAM, pidato Presiden hari ini gagal menyentuh persoalan-persoalan substansial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, diantaranya persoalan yang terkait dengan menyempitnya ruang-ruang sipil, perlindungan hak–hak fundamental, termasuk ketidakjelasan negara menjawab persoalan kebebasan berpendapat, berekspresi, berkumpul dan tuntutan kemerdekaan di Papua, termasuk dukungan negara untuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) di Aceh.

Berkenaan dengan persoalan perlindungan hak–hak fundamental, sepanjang 2014-2018 KontraS mencatat terdapat sebanyak 152 kasus pidana dengan vonis hukuman mati; 870 orang menjadi korban penyiksaan. Pada pemerintahan Presiden Jokowi kasus-kasus pembungkaman kebebasan berekspresi dan pelarangan atas kebebasan berkumpul juga masih terus terjadi.

Kasus-kasus tersebut seringkali dihadapi oleh kelompok-kelompok yang distigma, seperti pembubaran 17 diskusi mahasiswa Papua atau diskusi-diskusi mengenai peristiwa 1965 atau kegiatan–kegiatan yang dianggap mengganggu ketertiban, keamanan dan atau “nama baik,” pemerintah.

Selama tahun 2014-2018 kami mencatat setidaknya ada 926 peristiwa pembatasan kebebasan berekspresi; 71 kasus kriminalisasi. Dalam hak Kebebasan Beragama, Beribadah, dan Berkeyakinan, KontraS mencatat bahwa terjadi sebanyak 488 peristiwa.

Kami menyayangkan persoalan–persoalan di atas adalah persoalan negara yang dan ada di depan mata, namun luput atau mungkin dihindari untuk disampaikan oleh Presiden dalam pidatonya. Dalam pemerintahannya di periode kedua Presiden Joko Widodo seharusnya mendepankan persoalan–persoalan di atas sebagai prioritas yang juga harus diperhatikan.

(Robi/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Hak Anak dalam Islam

Hak Anak dalam Islam

Selasa, 19 Nov 2019 19:31

Tanah Airku Rusak karena Kemaksiatan

Tanah Airku Rusak karena Kemaksiatan

Selasa, 19 Nov 2019 18:43

Kapitalisme Menggerus Naluri  Keibuan

Kapitalisme Menggerus Naluri Keibuan

Selasa, 19 Nov 2019 17:45

Menyoal Sertifikasi Perkawinan

Menyoal Sertifikasi Perkawinan

Selasa, 19 Nov 2019 16:39

Menakar Substansi Sertifikat Nikah

Menakar Substansi Sertifikat Nikah

Selasa, 19 Nov 2019 15:53

Bershalawat Sebelum Adzan, Adakah Dalilnya?

Bershalawat Sebelum Adzan, Adakah Dalilnya?

Selasa, 19 Nov 2019 15:00

Kampung Isinya Cuma 20 Orang, Tapi Terima Dana Desa Rp 1 Miliar

Kampung Isinya Cuma 20 Orang, Tapi Terima Dana Desa Rp 1 Miliar

Selasa, 19 Nov 2019 14:42

Fenomena Generasi Z

Fenomena Generasi Z

Selasa, 19 Nov 2019 13:24

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies

Selasa, 19 Nov 2019 13:06

GPII Minta PBB Beri Sanksi Israel

GPII Minta PBB Beri Sanksi Israel

Selasa, 19 Nov 2019 12:50

3 Pilot Rezim Assad Tewas Saat Bom Barel yang Dimuat di Helikopter Meledak

3 Pilot Rezim Assad Tewas Saat Bom Barel yang Dimuat di Helikopter Meledak

Selasa, 19 Nov 2019 11:45

Politisi PDIP Minta Kasus Sukmawati Tak Diperpanjang, Wasekjen MUI: Enak Saja

Politisi PDIP Minta Kasus Sukmawati Tak Diperpanjang, Wasekjen MUI: Enak Saja

Selasa, 19 Nov 2019 11:26

Heboh Maulid Nabi di Vihara, Tokoh Kristen Papua: Itu Bukan Toleransi

Heboh Maulid Nabi di Vihara, Tokoh Kristen Papua: Itu Bukan Toleransi

Selasa, 19 Nov 2019 10:42

Mevlut Cavusoglu: Turki Akan Luncurkan Serangan ke Suriah Jika YPG Tidak Dibersihkan

Mevlut Cavusoglu: Turki Akan Luncurkan Serangan ke Suriah Jika YPG Tidak Dibersihkan

Selasa, 19 Nov 2019 10:15

Kapolda Sumut: Latihan Berkuda dan Memanah untuk Apa?

Kapolda Sumut: Latihan Berkuda dan Memanah untuk Apa?

Selasa, 19 Nov 2019 09:28

AS Nyatakan Pemukiman Israel di Tepi Barat yang Diduduki Sekarang 'Legal'

AS Nyatakan Pemukiman Israel di Tepi Barat yang Diduduki Sekarang 'Legal'

Selasa, 19 Nov 2019 09:15

Al-Shabaab Rebut Sebuah Kota di Wilayah Somaliland Untuk Pertama Kali

Al-Shabaab Rebut Sebuah Kota di Wilayah Somaliland Untuk Pertama Kali

Selasa, 19 Nov 2019 08:46

DPR Setuju Regulasi Investasi Disederhanakan

DPR Setuju Regulasi Investasi Disederhanakan

Selasa, 19 Nov 2019 08:21

Adakah Manusia yang Mampu Menandingi Nabi Muhammad?

Adakah Manusia yang Mampu Menandingi Nabi Muhammad?

Selasa, 19 Nov 2019 07:40

Dukungan kepada MUI Jatim, Cukup Satu Salam

Dukungan kepada MUI Jatim, Cukup Satu Salam

Selasa, 19 Nov 2019 02:44


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 18/11/2019 17:51

Stop Pengucapan Salam Lintas Agama