Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.411 views

Penegakkan Hukum Rezim Jokowi Mendapat Sorotan Tajam

JAKARTA (voa-islam.com)- Salah satu organisasi yang kerap tak pernah diam bila melihat ketidakadilan bercokol menyorot tajam pidato Jokowi di MPR RI hari ini. Mereka menyorot penegakkan hukum di bawah kekuasaan Jokowi.

Tampaknya apa yang disampaikan oleh Jokowi tidak sesuai dengan kenyataan yang ada selama ia menjabat sebagai Presiden. Malah cenderung abai dengan banyaknya persoalan hukum yang ada. Berikut sorotan tajam KontraS atas pidato Jokowi sebagaimana dikutip laman resminya:

Pertama,kami menyayangkan pidato tersebut tidak menyinggung perihal permasalahan hak asasi manusia yang terjadi dan tengah dihadapi atau mengancam masyarakat.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo lebih banyak membahas soal masa depan ekonomi nasional, namun tidak menyinggung soal pembangunan negara hukum dan penegakan hak asasi manusia.

Selebihnya, pidato ini lebih mengesankan untuk membangun citra tentang hubungan yang positif antara pemerintah dengan lembaga-lembaga negara melalui kalimat apresiasi yang disampaikan, ajakan dan seruan untuk persatuan, terobosan, dan perubahan secara umum, yang sebenarnya hal tersebut dapat disampaikan dalam forum–forum lainnya.

Kedua,dalam naskah pidatonya, Presiden Joko Widodo menyebutkan “keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang yang dipenjarakan. Harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM yang bisa dicegah, berapa berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan.” 

Kami menghawatirkan pernyataan ini memberi kesan Presiden tengah menghindari akuntabilitas negara atas pelanggaran HAM berat masa lalu dan mengkerdilkan upaya penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi. Salah satu masalah besar bangsa ini adalah ketiadaan penghukuman (impunitas) yang membuat hukum tumpul dan kejahatan berulang kembali dalam bentuk yang sama ataupun berbeda.

Presiden tidak menjelaskan langkah negara, dalam penyelesaian persoalan HAM yang berkaitan dengan kewenangan Presiden, DPR, dan Kejaksaan Agung untuk penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang mandek karena Kejaksaan Agung tidak juga melakukan penyidikan, DPR tidak memberikan rekomendasi pembentukan pengadilan HAM ad hoc, dan Presiden tidak juga mengeluarkan Keppres pengadilan HAM ad hocsebagaimana diatur dalam UU 26 tahun 2000.

Persoalan ini secara jelas dan nyata adalah mandat undang-undang, termasuk ketetapan MPR yang berkaitan dengan penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu, namun pidato Presiden tidak menyampaikan sejauh mana dan langkah apa yang telah dan akan negara lakukan.

Ketiga,keberhasilan legislasi yang disinggung tidak menjelaskan kemajuan dan langkah yang diambil untuk legislasi di bidang HAM, apa parameter dan dampak keberhasilan tersebut bagi masyarakat. Salah satu contoh diantaranya kemadekan janji pemerintah untuk meratifikasi Konvensi Internasional Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa yang mandek karena tidak juga ditindaklanjuti pengesahannya oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, setelah sebelumnya pada tahun 2010 pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Konvensi ini.

Rencana legislasi UU Anti penyiksaan juga mengalami kemandekan, karena belum ditindaklanjuti pemerintah dan DPR. Sampai saat ini pun Pemerintah dan DPR masih bersikeras untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU KUHP yang masih menyisakan sejumlah masalah seperti pasal penghinaan terhadap presiden, pembatasan kebebasan pers, masih adanya hukuman mati sebagai bentuk hukuman, kriminalisasi LGBT, penodaan, penistaan agama, dan sejumlah permasalahan lainnya. Dan pelaksanaan sejumlah UU seperti ITE, Ormas dan Penanganan Tindak Pidana Terorisme yang masih rentan menimbulkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dan tumpang tindih kewenangan institusi negara.

Keempat,dalam konteks penegakan hukum dan HAM, pidato Presiden hari ini gagal menyentuh persoalan-persoalan substansial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, diantaranya persoalan yang terkait dengan menyempitnya ruang-ruang sipil, perlindungan hak–hak fundamental, termasuk ketidakjelasan negara menjawab persoalan kebebasan berpendapat, berekspresi, berkumpul dan tuntutan kemerdekaan di Papua, termasuk dukungan negara untuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) di Aceh.

Berkenaan dengan persoalan perlindungan hak–hak fundamental, sepanjang 2014-2018 KontraS mencatat terdapat sebanyak 152 kasus pidana dengan vonis hukuman mati; 870 orang menjadi korban penyiksaan. Pada pemerintahan Presiden Jokowi kasus-kasus pembungkaman kebebasan berekspresi dan pelarangan atas kebebasan berkumpul juga masih terus terjadi.

Kasus-kasus tersebut seringkali dihadapi oleh kelompok-kelompok yang distigma, seperti pembubaran 17 diskusi mahasiswa Papua atau diskusi-diskusi mengenai peristiwa 1965 atau kegiatan–kegiatan yang dianggap mengganggu ketertiban, keamanan dan atau “nama baik,” pemerintah.

Selama tahun 2014-2018 kami mencatat setidaknya ada 926 peristiwa pembatasan kebebasan berekspresi; 71 kasus kriminalisasi. Dalam hak Kebebasan Beragama, Beribadah, dan Berkeyakinan, KontraS mencatat bahwa terjadi sebanyak 488 peristiwa.

Kami menyayangkan persoalan–persoalan di atas adalah persoalan negara yang dan ada di depan mata, namun luput atau mungkin dihindari untuk disampaikan oleh Presiden dalam pidatonya. Dalam pemerintahannya di periode kedua Presiden Joko Widodo seharusnya mendepankan persoalan–persoalan di atas sebagai prioritas yang juga harus diperhatikan.

(Robi/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X