Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.883 views

MIUMI Aceh: Sukmawati Telah Membuat Kemarahan Umat Islam dan Kegaduhan Bangsa

Rilis pers

Bismillahirrahmanirrahim.

Sehubungan dengan pernyataan Sukmawati yang membandingkan keunggulan Soekarno dengan Nabi Muhammad Saw dan pancasila dengan Alquran dalam sebuah diskusi bertajuk "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme", Senin (11/11/2019) sehingga menimbulkan polemik dan kegaduhan bangsa Indonesia serta pelaporan Koordinator Bela Islam (korlabi) atas nama Ratih Puspa Nusanti kepada pihak kepolisian atas penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati untuk diproses hukum (15/11/2019) sebagaimana diberitakan oleh berbagai media, maka saya sebagai seorang muslim memberi tanggapan sebagai berikut:

Pertama: Mengecam pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad Saw dengan Soekarno dan Alquran dengan pancasila. Pernyataannya ini telah melecehkan Nabi Muhammad Saw dan Alquran. Ini jelas penodaan agama Islam.

Kedua: Mendukung pelaporan Ratih simpatisan Koordianator Bela Islam (korlabi) kepada Bareskrim untuk diproses hukum atas penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati. Langkah hukum Ini sudah benar dan tepat. Dalam rangka membela agama dan menegaklan hukum serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketiga: Pernyataan Sukmawati telah membuat kemarahan umat Islam dan kegaduhan bangsa. Pernyataannya telah menyakiti hati dan perasaan umat Islam, karena telah melecehkan Nabi Saw dan Alquran. Perbuatannya ini berpotensi memecah belah bangsa dan merusak persatuan dan kesatuan negara NKRI.

Keempat: Nabi Muhammad Saw merupakan manusia paling mulia dan utama di muka bumi ini, beliau tidak ada tandingan siapapun apalagi Soekarno. Dan Alquran merupakan hukum paling baik dan benar di bumi, tidak ada tandingan dengan hukum siapapun. Alquran lebih unggul dari hukum buatan manusia termasuk pancasila. Inilah ajaran Islam dan aqidah seorang muslim.

Kelima: Perbuatan Sukmawati telah melanggar hukum Islam dan norma hukum di Indonesia serta pancasila. Ini tindak pidana terhadap hukum Islam tentang keharaman menghina Nabi dan Alquran dan terhadap hukum positif yaitu pasal 156a KUHP mengenai penodaan agama serta terhadap sila pertama dan ketiga dari pancasila. Perbuatan Sukmawati juga berpotensi merusak persatuan bangsa dan keutuhan negara NKRI serta memecah belah bangsa. Inilah perbuatan radikal yang sebenarnya yang harus diberantas oleh pemerintah.

Keenam: Meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap Sukmawati dan memprosesnya secara hukum atas kasus penodaan agama Islam dengan memberikannya sanksi yang tegas dan menjerakan, agar menjadi pelajaran baginya dan orang lain sehingga kasus penodaan agama tidak terulang lagi.

Ketujuh: Pernyataan Sukmawati bisa menyebabkan dirinya murtad (kafir) jika dia beragama Islam berdasarkan Alquran (QS. At-Taubah: 64-66) dan Al-ijma'. Para ulama sepakat (ijma) mengatakan bahwa segala perkataan atau perbuatan yang melecehkan Allah Swt, para Malaikat as, para Nabi dan Rasul as, Alquran, As-Sunnah, dan simbol-simbol Islam seperti azan, jilbab/cadar, kalimat dan bendera tauhid, dan lainnya maka hukumnya murtad. Dalam Islam, hukuman bagi orang yang murtad adalah dibunuh berdasarkan hadits Nabi Saw (HR. Al-Bukhari) dan ijma' ulama. Inilah hukuman yang adil dan mujarab agar tidak terulang kasus penodaan agama dan tidak pula mempermainkan agama.

Kedelapan: Kasus penodaan agama Islam oleh Sukmawati bukanlah yang pertama kali dilakukannya. Sebelumnya, dalam puisinya yang berjudul "Ibu Indonesia", Sukmawati telah melecehkan ajaran dan simbol Islam yaitu azan dan hijab. Dia mengatakan bahwa suara kidung ibu Indonesia lebih merdu dari azan dan konde lebih cantik dari cadar. Ini jelas tindak pidana penodaan agama. Namun, Sukmawati tidak diberikan hukuman dalam kasusnya pada April 2018. Anehnya, penghinaan terhadap pejabat negara langsung diproses secara hukum. Di mana keadilan hukum di negara ini?

Kesembilan: Perbuatan penodaan agama Islam oleh Sukmawati menunjukkan bahwa dia seorang islamphobia dan penista agama. Perbuatannya ini dan sebelumnya dalam melecehkan Islam dilakukan dengan sadar dan sengaja serta dihadapan publik. Unsur-unsur pidana penodaan agama sudah terpenuhi. Ini menunjukkan kebencian dan permusuhannya terhadap Islam. Maka kita patut mempertanyakan keislaman Sukmawati, apakah dia seorang muslimah atau munafik (kafir)? Jika dia beragama Islam berarti dia telah murtad.

Kesepuluh: Terakhir, saya berharap kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap dan menghukum Sukmawati dengan hukuman yang berat. Terlebih lagi perbuatannya sudah berulang. Ini menjadi ujian bagi Kapolri baru. Bila tidak, kasus ini akan menjadi blunder dan citra buruk bagi institusi kepolisian, khususnya bagi presiden Jokowi. Rakyat Indonesia berharap hukum dan keadilan ditegakkan. Jangan sampai menghilangkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah.

Banda Aceh, 18 November 2019.
Ttd

(Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA)

Ketua MIUMI Aceh, Dosen Fakultas Syari'ah UIN Ar-Raniry, Alumnus Fakutas Syari'ah Universitas Islam Madinah - Arab Saudi, Alumnus Doktor bidang Fiqh dan Ushul Fiqh International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X