Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.859 views

MIUMI Aceh: Menag Harus Jelaskan Makna Radikal dan Kepada Siapa Ditujukannya

Pers Rilis

Bismillahirrahmanirrahim.

Sehubungan dengan pernyataan menteri agama RI Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi yang baru terpilih sebagai salah satu menteri Jokowi dalam kabinet Indonesia Maju pada saat acara serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kementerian Agama (kemenag) Jakarta Pusat baru-baru ini (23/10/2019) tentang komitmennya untuk memberantas radikalisme sebagaimana diberitakan di berbagai media, maka saya sebagai seorang muslim ingin memberikan tanggapan sebagai berikut:

Pertama: sangat menyayangkan pernyataan Menag Fakhrul Razi. Pernyataannya ini telah membuat kegaduhan umat Islam dan bangsa Indonesia. Sepatutnya seorang menteri Agama memberikan pernyataan yang menyejukkan dan menyatukan umat. Bukan membuat polemik dan masalah.

Kedua: Pernyataan menag tentang radikalisme telah menyinggung dan menyakiti umat Islam. Bahkan dianggap telah melecehkan dan mendiskriditkan Islam. Karena selama ini isu radikalisme itu propaganda musuh-musuh Islam dan orang-orang islamphobia yang ditujukan kepada Islam dan umat Islam.

Ketiga: Islam tidak pernah mengajarkan radikalisme dan terorisme. Bahkan melarangnya. Islam agama rahmatan lil a'alamin. Islam mengajarkan kasih sayang dan kelembutan. Islam juga mengajarkan akhlak yang mulia dan kebaikan. Tidak hanya itu, Islam melarang keburukan dan kejahatan, termasuk radikalisme dan terorisne, bahkan mengharamkannya. Maka umat Islam bukan orang-orang radikal atau teroris seperti yang dituduh selama ini.

Keempat: Persoalan radikalisme itu bukan tupoksi menag. Maka tidak patut menag menjadikan prioritas salah satu agenda kerja menag. Justru pernyataan menag menjadi kontra produktif dan blunder bagi dirinya dan lembaga yang dipimpinnya. Akibatnya, menghilangkan marwah kemenag dan kepercayaan rakyat. Juga menjadi blunder dan citra buruk bagi pemerintahan Jokowi.

Kelima: Seharusnya Menag fokus memikirkan tupoksi kerja dan lembaga yang dipimpinnya. Selama ini banyak permasalahan di kemenag yang harus diperbaiki seperti korupsi, jual beli jabatan, kinerja buruk, kesejahteraan pegawai, dan lainnya. Maka menag jangan sibuk memikirkan sesuatu yang bukan tugasnya. Masih banyak permasalahan yang harus dituntaskan, terutama memberantas paham-paham sesat yang berkembang di Indonesia seperti Syiah, Liberal, Komunis, Ahmadiah dan paham sesat lainnya yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan NKRI. Ini seharusnya menjadi perhatian dan prioritas menag.

Keenam: Sebenarnya isu radikalisme ini diciptakan dan dipopulerkan oleh musuh-musuh Islam dan orang-orang islamphobia untuk menjelekkan, mendiskreditkan Islam dan umat Islam. Sepatutnya seorang muslim tidak terpengaruh dan ikut mempopulerkan isu ini. Bagaimana bisa seorang menteri agama yang muslim dari sebuah negara yang mayoritas Islam ikut-ikutan mempopulerkan isu radikalisme? Kenapa penganut agama selain Islam tidak dikatakan radikal? Ada apa? Jangan sampai umat Islam berasumsi negatif kepada pemerintah khususnya menag.

Ketujuh: Menag harus menjelaskan makna radikal yang dimaksudnya dan kepada siapa dituju. Agar pernyataan ini tidak bias dan "liar" sehingga tidak membuat kegaduhan rakyat dan bangsa. Jika dimaksudkan radikal adalah kekerasan dan ditujukan kepada umat Islam, maka menag melakukan kesalahan besar dan berbahaya. Ini sama saja melecehkan Islam dan menyakiti umat Islam, karena Islam tidak mengajarkan radikalisme.

Kedelapan: Tidak ada radikalisme dalam agama Islam. Membela agama dari para penista agama tidak boleh disebut radikal. Melaksanakan amar ma'ruf dan nahi mungkar tidak boleh disebut radikal. Melawan kezaliman dan kecurangan tidak boleh disebut radikal. Mencegah, melarang kemungkaran dan kemaksiatan tidak boleh disebut radikal. Semua itu adalah ajaran Islam yang diperintahkan oleh Allah Swt dan Rasul-Nya. Seorang muslim wajib patuh dan berloyalitas kepada agama. Semua ini bermanfaat dan berdampak positif dalam kehidupan beragama, bangsa dan negara.

Kesembilan: Menag harus tegas menindak penista agama, pelanggar syariat, pemecah belah umat dan bangsa, perusak ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah yang merusak keutuhan NKRI. Begitu pula harus tegas memberantas paham-paham sesat seperti Syiah, Liberal, Komunis dan paham-paham sesat yang merusak Islam dan keutuhan NKRI. Inilah radikal yang sesungguhnya yang harus diberantas.

Kesepuluh, Sebagai penutup, saya berharap kepada Menag Fakhrul Razi untuk fokus melaksanakan tugas yang diamanahkan oleh undang-undang, agar kemenag menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selama ini kemenag mendapat stigma negatif dari masyarakat terkait kasus korupsi, jual beli jabatan, liberalisme, sekulerisme dan lainnya. Persoalan ini harus menjadi prioritas kerja menag.


Banda Aceh, 5 November 2019

Dr. M. Yusran Hadi, Lc., MA.


Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh. Alumnus Fakutas Syari'ah Universitas Islam Madinah-Arab Saudi dan Alumnus Doktor bidang Fiqh dan Ushul Fiqh Internasional Islamic University (IIUM) serta Anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rabu, 12 Aug 2020 20:10

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Rabu, 12 Aug 2020 20:05

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Rabu, 12 Aug 2020 19:27

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Rabu, 12 Aug 2020 15:30

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Rabu, 12 Aug 2020 15:17

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Rabu, 12 Aug 2020 14:45

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Rabu, 12 Aug 2020 14:00

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Rabu, 12 Aug 2020 13:21

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Rabu, 12 Aug 2020 12:59

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Rabu, 12 Aug 2020 09:00

Muslimah Menyikapi Tiktok

Muslimah Menyikapi Tiktok

Rabu, 12 Aug 2020 08:56

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning, Pertaruhkan Kesehatan Guru dan Peserta Didik

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning, Pertaruhkan Kesehatan Guru dan Peserta Didik

Rabu, 12 Aug 2020 08:21

Soal RUU Cipta Kerja, Legislator: Musuh Utama Investasi adalah Korupsi

Soal RUU Cipta Kerja, Legislator: Musuh Utama Investasi adalah Korupsi

Rabu, 12 Aug 2020 07:56

Pengamat: Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Pengamat: Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Rabu, 12 Aug 2020 07:35

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Selasa, 11 Aug 2020 21:45

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Selasa, 11 Aug 2020 21:43

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Selasa, 11 Aug 2020 21:19

Baku Tembak Di Penjara Mogadishu Tewaskan 2 Penjaga dan 6 Tahanan Al-Shabaab

Baku Tembak Di Penjara Mogadishu Tewaskan 2 Penjaga dan 6 Tahanan Al-Shabaab

Selasa, 11 Aug 2020 21:15

TNI dan Proyek Corona

TNI dan Proyek Corona

Selasa, 11 Aug 2020 21:06

Satu-satunya Penyeberangan Antara Gaza Dan Mesir Dibuka Setelah Berbulan-bulan Ditutup

Satu-satunya Penyeberangan Antara Gaza Dan Mesir Dibuka Setelah Berbulan-bulan Ditutup

Selasa, 11 Aug 2020 21:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X