Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.133 views

MIUMI Aceh: Menag Harus Jelaskan Makna Radikal dan Kepada Siapa Ditujukannya

Pers Rilis

Bismillahirrahmanirrahim.

Sehubungan dengan pernyataan menteri agama RI Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi yang baru terpilih sebagai salah satu menteri Jokowi dalam kabinet Indonesia Maju pada saat acara serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kementerian Agama (kemenag) Jakarta Pusat baru-baru ini (23/10/2019) tentang komitmennya untuk memberantas radikalisme sebagaimana diberitakan di berbagai media, maka saya sebagai seorang muslim ingin memberikan tanggapan sebagai berikut:

Pertama: sangat menyayangkan pernyataan Menag Fakhrul Razi. Pernyataannya ini telah membuat kegaduhan umat Islam dan bangsa Indonesia. Sepatutnya seorang menteri Agama memberikan pernyataan yang menyejukkan dan menyatukan umat. Bukan membuat polemik dan masalah.

Kedua: Pernyataan menag tentang radikalisme telah menyinggung dan menyakiti umat Islam. Bahkan dianggap telah melecehkan dan mendiskriditkan Islam. Karena selama ini isu radikalisme itu propaganda musuh-musuh Islam dan orang-orang islamphobia yang ditujukan kepada Islam dan umat Islam.

Ketiga: Islam tidak pernah mengajarkan radikalisme dan terorisme. Bahkan melarangnya. Islam agama rahmatan lil a'alamin. Islam mengajarkan kasih sayang dan kelembutan. Islam juga mengajarkan akhlak yang mulia dan kebaikan. Tidak hanya itu, Islam melarang keburukan dan kejahatan, termasuk radikalisme dan terorisne, bahkan mengharamkannya. Maka umat Islam bukan orang-orang radikal atau teroris seperti yang dituduh selama ini.

Keempat: Persoalan radikalisme itu bukan tupoksi menag. Maka tidak patut menag menjadikan prioritas salah satu agenda kerja menag. Justru pernyataan menag menjadi kontra produktif dan blunder bagi dirinya dan lembaga yang dipimpinnya. Akibatnya, menghilangkan marwah kemenag dan kepercayaan rakyat. Juga menjadi blunder dan citra buruk bagi pemerintahan Jokowi.

Kelima: Seharusnya Menag fokus memikirkan tupoksi kerja dan lembaga yang dipimpinnya. Selama ini banyak permasalahan di kemenag yang harus diperbaiki seperti korupsi, jual beli jabatan, kinerja buruk, kesejahteraan pegawai, dan lainnya. Maka menag jangan sibuk memikirkan sesuatu yang bukan tugasnya. Masih banyak permasalahan yang harus dituntaskan, terutama memberantas paham-paham sesat yang berkembang di Indonesia seperti Syiah, Liberal, Komunis, Ahmadiah dan paham sesat lainnya yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan NKRI. Ini seharusnya menjadi perhatian dan prioritas menag.

Keenam: Sebenarnya isu radikalisme ini diciptakan dan dipopulerkan oleh musuh-musuh Islam dan orang-orang islamphobia untuk menjelekkan, mendiskreditkan Islam dan umat Islam. Sepatutnya seorang muslim tidak terpengaruh dan ikut mempopulerkan isu ini. Bagaimana bisa seorang menteri agama yang muslim dari sebuah negara yang mayoritas Islam ikut-ikutan mempopulerkan isu radikalisme? Kenapa penganut agama selain Islam tidak dikatakan radikal? Ada apa? Jangan sampai umat Islam berasumsi negatif kepada pemerintah khususnya menag.

Ketujuh: Menag harus menjelaskan makna radikal yang dimaksudnya dan kepada siapa dituju. Agar pernyataan ini tidak bias dan "liar" sehingga tidak membuat kegaduhan rakyat dan bangsa. Jika dimaksudkan radikal adalah kekerasan dan ditujukan kepada umat Islam, maka menag melakukan kesalahan besar dan berbahaya. Ini sama saja melecehkan Islam dan menyakiti umat Islam, karena Islam tidak mengajarkan radikalisme.

Kedelapan: Tidak ada radikalisme dalam agama Islam. Membela agama dari para penista agama tidak boleh disebut radikal. Melaksanakan amar ma'ruf dan nahi mungkar tidak boleh disebut radikal. Melawan kezaliman dan kecurangan tidak boleh disebut radikal. Mencegah, melarang kemungkaran dan kemaksiatan tidak boleh disebut radikal. Semua itu adalah ajaran Islam yang diperintahkan oleh Allah Swt dan Rasul-Nya. Seorang muslim wajib patuh dan berloyalitas kepada agama. Semua ini bermanfaat dan berdampak positif dalam kehidupan beragama, bangsa dan negara.

Kesembilan: Menag harus tegas menindak penista agama, pelanggar syariat, pemecah belah umat dan bangsa, perusak ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah yang merusak keutuhan NKRI. Begitu pula harus tegas memberantas paham-paham sesat seperti Syiah, Liberal, Komunis dan paham-paham sesat yang merusak Islam dan keutuhan NKRI. Inilah radikal yang sesungguhnya yang harus diberantas.

Kesepuluh, Sebagai penutup, saya berharap kepada Menag Fakhrul Razi untuk fokus melaksanakan tugas yang diamanahkan oleh undang-undang, agar kemenag menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selama ini kemenag mendapat stigma negatif dari masyarakat terkait kasus korupsi, jual beli jabatan, liberalisme, sekulerisme dan lainnya. Persoalan ini harus menjadi prioritas kerja menag.


Banda Aceh, 5 November 2019

Dr. M. Yusran Hadi, Lc., MA.


Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh. Alumnus Fakutas Syari'ah Universitas Islam Madinah-Arab Saudi dan Alumnus Doktor bidang Fiqh dan Ushul Fiqh Internasional Islamic University (IIUM) serta Anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Anggota DPD RI: Sertifikasi Pernikahan Tidak Boleh Beratkan Calon Pengantin

Anggota DPD RI: Sertifikasi Pernikahan Tidak Boleh Beratkan Calon Pengantin

Senin, 18 Nov 2019 12:18

Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Ahad, 17 Nov 2019 23:24

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Ahad, 17 Nov 2019 23:12

JNIM Bobol Penjara di Mali Utara, Bebaskan Puluhan Tahanan Jihadis

JNIM Bobol Penjara di Mali Utara, Bebaskan Puluhan Tahanan Jihadis

Ahad, 17 Nov 2019 19:00

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Ahad, 17 Nov 2019 16:14

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Ahad, 17 Nov 2019 15:14

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Ahad, 17 Nov 2019 14:15

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Ahad, 17 Nov 2019 13:15

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Ahad, 17 Nov 2019 12:16

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Ahad, 17 Nov 2019 11:15

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Ahad, 17 Nov 2019 10:23

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Ahad, 17 Nov 2019 09:19

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ahad, 17 Nov 2019 06:53

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sabtu, 16 Nov 2019 22:00

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

Sabtu, 16 Nov 2019 21:30

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Sabtu, 16 Nov 2019 20:45

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Sabtu, 16 Nov 2019 20:00

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Sabtu, 16 Nov 2019 18:30

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Sabtu, 16 Nov 2019 10:16

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Sabtu, 16 Nov 2019 09:49


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 16/11/2019 09:11

Pertolongan Allah