Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.348 views

Pak Polisi, Apa yang Anda Lakukan Itu Jahat !

Kepolisian Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian terlihat sangat bernafsu untuk mengkriminalkan Habib Rizieq Syihab (HRS). Sejak mulai marak aksi-aksi yang dipimpin HRS menolak Basuki Tjahya Purnama alias Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut selalu dicari-cari celah kesalahannya. Bahkan ceramah umum khusus internal umat Islam pun dianggap melecehkan agama lain.

Kemarin, Senin 29 Mei, tiba-tiba polisi menetapkan HRS sebagai tersangka kasus pornografi. Penyidik Polda Metro Jaya secara resmi meningkatkan status HRS dalam kasus dugaan porografi di situs 'baladacintarizieq', dari hanya sekedar saksi menjadi tersangka.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, seperti dikutip Detik, membenarkan peningkatan status tersebut. Dia memastikan HRS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan chat WhatsApp yang berkonten pornografi.

Tindakan sewenang-wenang pihak kepolisian tersebut diprotes keras HRS. Lewat salah seorang pengacaranya, Eggy Sudjana, pihak HRS menilai langkah kepolisian sama sekali tidak tepat. Menurut Eggy, seharusnya HRS dan Firza menjadi korban dalam kasus obrolan WhatsApp yang mengandung konten pornografi itu.

"Dari segi substansi kasusnya, ini kan kasus pornografi. Dasarnya UU ITE. Jadi harus dilihat siapa yang mengunggah. Dalam hal ini HRS dan Firza kalau dituduhkan menurut UU ITE tersebut, mereka kan jadi korban," ujar Eggy kepada Republika.

Pihak yang seharusnya menjadi tersangka, menurut Eggy, semestinya adalah individu yang pertama kali mengunggah foto-foto pesan WhatsApp yang konon antara HRS dengan Firza ke media sosial. Dia mengambil contoh kasus penistaan Ahok terhadap Al-Maidah 51. Polisi dengan sigap langsung menjadikan Buni Yani yang mengunggah sebagai tersangka.

Pihak kepolisian sendiri meskipun sudah ada beberapa pakar IT dan hukum menolak kasus obrolan itu sebagai tindakan kejahatan, namun mereka tidak peduli. Target mereka HRS harus rusak kredibilitasnya dan harus dikriminalisasikan bagaimanapun caranya. Soal pasal dalam UU ITE perkara gampang untuk dicari guna menjerat HRS. Dan ternyata terbukti, polisi tidak menggunakan UU ITE untuk menjerat HRS.

Dari beberapa laporan media, pasal yang dipakai untuk menjerat HRS adalah Pasal 4 ayat 1 jo Pasal 29 dan atau Pasal 6 jo Pasal 32, atau Pasal 8 jo Pasal 34, atau Pasal 9 jo Pasal 35 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang  pornografi.

Baik, mari kita lihat isi pasal-pasal yang tersebut:

Pasal 4 ayat 1
Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, 

mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau
menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:
a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
b. kekerasan seksual;
c. masturbasi atau onani;
d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
e. alat kelamin; atau
f. pornografi anak

Pasal 29
Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp. 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 6
Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan.

Pasal 32
Setiap orang yang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 8
Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

Pasal 34
Setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun
dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Di samping pasal-pasal di atas tersebut, terdapat juga penjelasannya, yaitu:

Pasal 4 ayat 1
Yang dimaksud dengan "membuat" adalah tidak termasuk untuk dirinya sendiri dan kepentingan sendiri.

Pasal 29
Cukup jelas.

Pasal 6
Larangan "memiliki atau menyimpan" tidak termasuk untuk dirinya sendiri dan kepentingan sendiri.

Yang dimaksud dengan "yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan" misalnya lembaga yang diberi kewenangan menyensor film, lembaga yang mengawasi penyiaran, lembaga penegak hukum, lembaga pelayanan kesehatan atau terapi kesehatan seksual, dan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut termasuk pula perpustakaan, laboratorium, dan sarana pendidikan lainnya. Kegiatan memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan barang pornografi dalam ketentuan ini hanya dapat digunakan di tempat atau di lokasi yang disediakan untuk tujuan lembaga yang dimaksud.

Pasal 32
Cukup jelas.

Pasal 8
Ketentuan ini dimaksudkan bahwa jika pelaku dipaksa dengan ancaman atau diancam atau di bawah kekuasaan atau tekanan orang lain, dibujuk atau ditipu daya, atau dibohongi oleh orang lain, pelaku tidak dipidana.

Pasal 34
Cukup jelas.

Bagi yang berakal, tentu menggunakan pasal-pasal ini untuk menjerat HRS sangat lucu. Anggaplah benar apa yang semua dituduhkan polisi tersebut, terus kalau pasal-pasal di atas tadi mau digunakan untuk menjerat HRS bagaimana caranya? Gila aja kalau ada orang yang mau secara iklas menyebarkan obrolan atau foto mesumnya ke dunia maya. Yah tentu saja hal ini tidak berlaku bagi pihak-pihak yang sehari-harinya memang suka bermaksiat dan berzina. Apakah HRS seperti itu? Silahkan datangkan 4 orang saksi yang melihat secara langsung perbuatan zina yang dilakukan HRS.

Jika pasal-pasal di atas dipaksakan untuk menjerat HRS, harusnya polisi juga bertindak adil. Tangkap juga (diduga) anak Gubernur salah satu provinsi di Kalimantan yang video bokepnya beberapa waktu lalu tersebar luas. Terkait video bokep (diduga) anak gubernur itu, para pembela kemaksiatan khususnya perzinahan kan sudah langsung nyolot  mengatakan; "hei jangan sok suci, itu koleksi pribadi dan urusan pribadi kenapa harus diributin"; "yang mengunggahnya yang harus ditangkap karena mereka adalah korban," dan masih banyak lagi berbagai macam permakluman yang diberikan untuk kasus itu. Tapi untuk kasus HRS, secara koor mereka langsung menyebut HRS dengan berbagai macam tudingan yang tidak pantas diucapkan.

Kita tidak habis pikir, apa yang ada di otak para pejabat kepolisian sehingga begitu tega dan bernafsunya untuk memperkarakan HRS. Jika alasan mereka adalah untuk menegakkan hukum, bersikap adil dong. Kasus BLBI yang merugikan trilyunan rupiah uang negara sampai sekarang masih gelap penegakkan hukumnya. Kenapa tidak kasus kakap seperti ini saja yang dibereskan.

Melihat semua kasus ini, apa yang disampaikan Habib Abu Bakar, salah seorang anggota legislatif dari Fraksi PKS, yang menuding polisi bertindak tidak adil terhadap umat Islam, bisa jadi ada benarnya. Faktanya memang seperti itu. Aksi damai umat Islam disikapi dengan tindakan kekerasan tapi giliran para Ahoker yang melanggar aturan dalam melakukan unjuk rasa, ada aja ngelesnya polisi. Hukum sepertinya tajam ke bawah dan lemah ke atas.

Khawatirnya apa yang dilakukan pihak kepolisian terhadap HRS merupakan pesanan dari pihak-pihak tertentu yang merasa sakit hati atas kalahnya jagoan mereka dalam pilkada DKI Jakarta lalu. Kalaulah analisa seperti ini benar, maka ucapan Cinta ke Rangga sepertinya pantas disampaikan ke pihak kepolisian. "Apa yang anda lakukan itu jahat!"


Wallahu A'lam

Redaksi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X