Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.568 views

Lagi-lagi Teror Bom

Kembali teror bom melanda kota Jakarta. Suasana Terminal Kampung Melayu yang biasanya tenang, tiba-tiba berubah menjadi kepanikan. Orang-orang berlarian ketakutan berusaha menjauh dari kawasan yang menjadi tempat mangkalnya berbagai angkutan kota tersebut. Dan inilah yang terjadi pukul 21:00 WIB pada 24 Mei lalu. Dua ledakan bom menghantam Terminal Kampung Melayu di dekat halte Trans Jakarta.

Tidak butuh waktu yang lama, foto-foto situasi di Terminal Kampung Melayu pasca ledakan sudah menyebar di media sosial. Secara liar foto-foto yang menampilkan potongan kepala dengan bagian dada yang hancur, potongan tangan dan kaki, menyebar bagaikan air bah masuk ke gadget warga sehingga semakin meneror masyarakat khususnya umat Islam yang dalam hitungan jam akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Polisi dengan sigapnya langsung mengambil kesimpulan bahwa ledakan disebabkan oleh bom bunuh diri dan para pelaku adalah jaringan kelompok ISIS yang terkenal dengan aksi terornya. Namun, beberapa netizen meragukan kesimpulan pihak kepolisian, dengan menyebut kalau teror bom itu adalah pengalihan isu, konspirasi dan lainnya. Bahkan ada netizen membuat analisa layaknya seorang pakar bahwa bom Kampung Melayu adalah bla bla bla. Yah sah-sah saja melakukan analisa dan mengambil kesimpulan selagi belum ada hasil penyelidikan resmi serta kredibel terkait masalah itu.

Mengutip analisa seorang teman, terkait aksi peledakan bom di Terminal Kampung Melayu, umat Islam sedikitnya terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

1) Kelompok pertama, meyakini bahwa kejadian peledakan bom dan aksi teror serupa dilakukan oleh kelompok ghuluw takfiriyun dan yang sehaluan dengan mereka.

2) Kelompok kedua, meyakini bahwa kejadian peledakan yang selama ini terjadi adalah rekayasa pihak tertentu untuk menutupi kasus yang lebih besar.

3) Kelompok ketiga, menggabungkan antar pendapat yang ada, yaitu peledakan bisa jadi oleh kelompok takfiri dengan dimanfaatkan oleh pihak tertentu sehingga seperti rekayasa.

Terkait mana yang benar, Wallahu A'lam

Yang jelas jika ledakan bom itu dilakukan oleh kelompok yang mengaku Islam, maka kita tidak bisa mengerti apa alasan logis mereka menyerang kawasan yang banyak warga sipil tersebut. Namun jika ledakan bom itu dilakukan oleh kelompok di luar Islam, jelas ini merupakan bentuk provokasi dan intimidasi terhadap mayoritas umat Islam Jakarta yang sebentar lagi akan menjalani ibadah puasa.

Harus menjadi catatan kita bahwa serangan bom yang menyasar kawasan banyak warga sipilnya bukan melulu adalah pengalihan isu ataupun ulah aparat sendiri. Tapi harus kita akui bahwa memang ada kelompok-kelompok Islam yang kerjanya memang seperti itu. Alih-alih menyerang obyek vital atau tokoh yang dianggap anti Islam oleh sebagian umat Islam, justru yang jadi sasaran adalah polisi lalu lintas, rumah ibadah dan sebagainya. Aneh? Iya memang aneh. Tapi itu adalah fakta bahwa ada umat Islam yang memiliki pemahaman ghuluw dan mutasyaddid.

Untuk kelompok Islam seperti itu kita akan sulit untuk memahaminya kecuali dengan kacamata mereka. Bagi mereka kaidahnya adalah man lam yukaffir al-kafir fahuwa kafir (Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir maka dia kafir). Kaidah yang benar namun salah penempatan. Jadi wajar kalau ada yang menjadikan sasaran serangannya ke obyek-obyek yang tidak jelas hanya karena obyek itu dianggap antek thoghut, sedangkan thoghut adalah kafir. Yang parahnya jika kita yang tidak mengkafirkan apa yang mereka anggap kafir, kita divonis kafir juga oleh mereka. Wallahu A'lam

Redaksi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Jum'at, 23 Jul 2021 22:29

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Jum'at, 23 Jul 2021 22:00

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Jum'at, 23 Jul 2021 21:19

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Jum'at, 23 Jul 2021 21:00

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Jum'at, 23 Jul 2021 20:20

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Jum'at, 23 Jul 2021 20:14

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Jum'at, 23 Jul 2021 19:35

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Jum'at, 23 Jul 2021 15:00

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Jum'at, 23 Jul 2021 11:14

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Jum'at, 23 Jul 2021 10:54

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Jum'at, 23 Jul 2021 09:25

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Jum'at, 23 Jul 2021 08:22

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Jum'at, 23 Jul 2021 08:14

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

Kamis, 22 Jul 2021 22:06

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

Kamis, 22 Jul 2021 21:45

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Kamis, 22 Jul 2021 20:25

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Kamis, 22 Jul 2021 19:01

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Kamis, 22 Jul 2021 18:15

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Kamis, 22 Jul 2021 16:56

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Kamis, 22 Jul 2021 16:27


MUI

Must Read!
X